BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Penyajian Data dan Analisis Data
4.3.2 Aspek Afektif
Aspek afektif responden terhadap isi pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi adalah merupakan perasaan responden tentang isi pesan yang terdiri dari : dampak dan bahaya rokok, pentingnya menjaga lingkungan tanpa asap rokok, slogan “Merokok Membunuhmu”, dan rokok dilarang diperdagangkan untuk anak di bawah usia 18 tahun. Untuk lebih jelas diuraikan dan dianalisis berdasarkan tabel – tabel berikut.
4.3.2.1. Perasaan Responden Merasa Senang Terhadap Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Merokok Membunuhmu” di Televisi yang Memperingatkan Dampak Per ilaku Merokok
Berikut gambaran perasaan responden yang merasa senang dengan pesan peringatan kesehatan yang memperingatkan dampak perilaku Merokok :
Tabel 4.11.
Sikap Responden Merasa Senang Terhadap Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok yang Mengingatkan Dampak Merokok
(n = 100)
No Sikap F %
1 Sangat Tidak Setuju 8 8
2 Tidak Setuju 30 30
3 Setuju 55 55
4 Sangat Setuju 7 7
Total 100 100
Pada tabel 4.11. dapat dilihat bahwa 55 responden atau 55% responden setuju dan 7% responden menyatakan sangat setuju. Makna dari setuju berarti senang dan sangat setuju berarti sangat senang. Mereka merasa senang bahwa Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan menghimbau remaja mengenai dampak perilaku merokok melalui pesan peringatan kesehatan bahaya merokok di televisi. Hal ini dikarenakan dengan adanya himbauan untuk remaja mengenai dampak perilaku merokok, menjadikan remaja lebih peduli terhadap hal tersebut. Bukan hanya memikirkan dampaknya namun ada hal lain yang diperhatikan seperti kecenderungan untuk akhirnya ingin berhenti merokok. Sedangkan 30% responden menyatakan tidak setuju dan 8% lainnya menyatakan sangat tidak setuju. Makna dari tidak setuju berarti tidak senang sedangkan sangat tidak setuju berarti sangat tidak senang. Hal ini karena menurut responden slogan yang digunakan untuk mengingatkan dampak perilaku merokok terlalu menyeramkan.
4.3.2.2. Perasaan Responden Setuju Ter hadap Cara Menjaga Kesehatan Dengan Menghindari Perilaku Merokok
Dalam pesan tersebut, secara tidak langsung dihimbaukan juga mengenai cara menjaga kesehatan dengan menghindari perilaku merokok. Pada tabel 4.12. disajikan mengenai perasaan responden merasa setuju terhadap cara menjaga kesehatan dengan menghindari perilaku merokok seperti yang dihimbaukan dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi:
Tabel 4.12.
Sikap Responden Setuju Menghindar i Perilaku Merokok Untuk Menjaga Kesehatan
(n = 100)
No Sikap F %
1 Sangat Tidak Setuju 1 1
2 Tidak Setuju 50 50
3 Setuju 39 39
4 Sangat Setuju 10 10
Total 100 100
Sumber : Kuisioner no 2 sub II B
Pada tabel diatas disebutkan bahwa 39 orang dari 100 responden atau 39% responden setuju dan 10% responden menyatakan sangat setuju. Hal ini dikarenakan informasi yang dimiliki oleh responden mendukung . Sedangkan 50% responden menyatakan tidak setuju dan 1% lainnya sangat tidak setuju alasannya adalah Hal ini karena bagi responden yang merupakan perokok aktif, perilaku merokok yang sudah dilakukan belum menunjukkan dampak bagi kesehatan, sehingga menghindari perilaku merokok bukan merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan.
4.3.2.3. Perasaan Responden Setuju Mengenai Dampak dan Bahaya yang Ditimbulkan Per ilaku Merokok
Pada tabel 4.13. disajikan mengenai perasaan responden yang setuju dengan dampak dan bahaya yang ditimbulkan oleh perilaku merokok :
Tabel 4.13.
Sikap Responden Setuju Mengenai Dampak dan Bahaya yang Ditimbulkan Per ilaku Merokok
(n = 100)
No Sikap F %
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 19 19
3 Setuju 68 68
4 Sangat Setuju 13 13
Total 100 100
Sumber : Kuisioner no 3 sub II B
Pada tabel diatas disebutkan bahwa 68 orang dari 100 responden atau 68% responden setuju dan 13% menyatakan sangat setuju mengenai dampak dan bahaya yang dapat ditimbulkan perilaku merokok. Hal ini karena responden telah mendapat informasi mengenai dampak merokok dari pesan peringatan versi sebelumnya, ditambah dengan banyaknya pemberitaan mengenai penyakit pernafasan akibat perilaku merokok. Sedangkan 19% responden menyatakan tidak setuju karena bagi mereka yang merupakan perokok aktif, hingga saat ini belum merasakan dampak yang disebabkan perilaku merokok.
4.3.2.4. Perasaan Responden Merasa Tidak Khawatir Lagi Karena Dengan Menghindar i Per ilaku Merokok, Bertujuan Untuk Menjaga Kesehatan Diri dan Lingkungan
Banyaknya pemberitaan mengenai dampak negatif yang ditimbulkan perilaku merokok menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Dengan menghindari perilaku merokok, bukan hanya menghindarkan seseorang dari dampak buruk rokok, namun juga melindungi lingkungan yang selama ini menjadi perokok pasif dari paparan asap rokok yang mengandung zat-zat berbahaya. Pada tabel 4.14. disajikan mengenai perasaan merasa tidak khawatir lagi karena perilaku merokok telah dihindari :
Tabel 4.14.
Perasaan Responden Merasa Tidak Khawatir Lagi J ika Menghindari Perilaku Merokok
(n = 100)
No Sikap F %
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 44 44
3 Setuju 48 48
4 Sangat Setuju 8 8
Total 100 100
Sumber : Kuisioner no 4 sub II B
Pada tabel diatas disebutkan bahwa 48 orang dari 100 responden atau 48% responden setuju dan sebanyak 8% menyatakan sangat setuju untuk melindungi lingkungannya dengan cara menghindari perilaku merokok. Angka yang tidak
sebanyak 44%. Perbedaan jumlah yang tidak terlalu jauh dikarenakan responden yang merupakan perokok aktif merasa peduli dan perlu untuk menjaga lingkungan sekitarnya tetap sehat. Namun perilaku merokok yang mereka lakukan, diakui membutuhkan usaha yang lebih untuk menyudahinya. Sedangkan tidak ada responden yang memilih jawaban sangat tidak setuju.
4.3.2.5. Perasaan Responden Merasa Setuju Terhadap Slogan “Merokok Membunuhmu”
Berikut adalah penggambaran perasaan responden yang merasa setuju terhadap slogan “Merokok Membunuhmu” :
Tabel 4.15.
Perasaan Responden Merasa Setuju Terhadap Slogan “Merokok Membunuhmu”
(n = 100)
No Sikap F %
1 Sangat Tidak Setuju 7 7
2 Tidak Setuju 32 32
3 Setuju 54 54
4 Sangat Setuju 7 7
Total 100 100
Sumber : Kuisioner no 5 sub II B
Pada tabel diatas disebutkan bahwa 54 orang dari 100 responden atau 54% responden setuju. Hal ini karena bagi mereka pesan tersebut dapat menginspirasi orang untuk berhenti merokok. Sedangkan 7% responden menyatakan sangat
setuju. Slogan “Merokok Membunuhmu” yang secara lugas menggambarkan keadaan terparah yang mungkin terjadi pada perokok dianggap dapat menekan keinginan untuk terus merokok. Walaupun sebagian besar responden juga mengakui bahwa keinginan untuk berhenti merokok tidak begitu saja muncul setelah melihat pesan peringatan kesehatan bahaya merokok, namun pesan tersebut dapat menjadi awal untuk memunculkan kesadaran dalam diri para perokok. Berikutnya sebanyak 32% responden menyatakan tidak setuju dan 7% lainnya sangat tidak setuju karena slogan tersebut dianggap kurang menjelaskan jika tujuan yang diinginkan adalah untuk menjelaskan dampak dan bahaya merokok.
4.3.2.6. Aspek Afektif Sikap Remaja di Sur abaya Ter hadap Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Mer okok Membunuhmu” di Televisi
Dari tabel-tabel diatas, maka dapat disusun tabel mengenai sikap remaja di Surabaya terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi. Untuk mengetahuinya dapat dilihat pada tabel 4.16. :
Tabel 4.16.
Sikap Afektif Responden Ter hadap Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Merokok Membunuhmu” di Televisi
(n = 100) No Sikap Afektif F % 1 Positif 33 33 2 Netral 62 62 3 Negatif 5 5 Total 100 100
Berdasarkan tabel diatas sikap afektif responden terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi diterima dengan positif oleh 33 orang atau sebanyak 33% responden, kurang dari setengah jumlah dari seluruh respoden. Penerimaan positif sendiri artinya mereka dengan adanya penghimbauan melalui pesan peringatan kesehatan bahaya merokok dapat menimbulkan perasaan percaya, tidak kawatir, setuju dan senang terhadap himbauan yang ada dalam pesan tersebut. Hal ini karena televisi memiliki kemampuannya menimbulkan dampak yang kuat terhadap konsumen, dengan tekanan sekaligus pada dua indera yang pengelihatan dan pendengaran. Sedangkan 62% responden menyatakan netral, artinya mereka berperasaan biasa saja terhadap pesan tersebut.Karena ada sebagian yang membuat mereka memang tidak kawatir ataupun senang. Walaupun televisi mempunyai dampak yang kuat namun apabila durasi menontonnya tidak lama dan frekuensinya tidak terlalu sering pada jam tayang pesan tersebut, maka dampak tersebut juga tidak maksimal. Dan sisanya 5% menerima dengan negatif. Artinya mereka tidak
menyukai pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut. Hal ini dikarenakan slogan dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok dianggap menyudutkan dan kurang menjelaskan mengenai dampak dan bahaya perilaku merokok.