• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Penyajian Data dan Analisis Data

4.3.3 Aspek Konatif

Aspek konatif responden terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi adalah merupakan kecenderungan berperilaku responden terhadap isi pesan yang terdiri dari: dampak dan bahaya rokok, pentingnya menjaga lingkungan tanpa asap rokok, slogan “Merokok Membunuhmu”, dan rokok dilarang diperdagangkan untuk anak di bawah usia 18 tahun. Untuk mengetahui lebih jelas diuraikan dan dianalisis berdasarkan tabel – tabel berikut ini.

4.3.3.1. Kecender ungan Berperilaku Responden Dengan Adanya Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Mer okok Membunuhmu” Akan Mencari Informasi Mengenai Perilaku Merokok Untuk Menambah Wawasan

Pada pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok

Membunuhmu” tersebut memang disebutkan mengenai dampak merokok namun tidak secara rinci. Pada tabel 4.17. disajikan mengenai kecenderungan berperilaku responden yang akan mencari informasi yang terkait dengan perilaku merokok diantaranya mengenai dampak dan bahaya rokok untuk menambah wawasan :

Tabel 4.17.

Kecender ungan Berperilaku Responden Akan Mencari Infor masi Untuk Menambah Wawasan

(n = 100)

No Sikap F %

1 Sangat Tidak Setuju 4 4

2 Tidak Setuju 61 61

3 Setuju 32 32

4 Sangat Setuju 3 3

Total 100 100

Sumber : Kuisioner no 1 sub II C

Berdasarkan tabel diatas diungkapkan bahwa 32 orang dari 100 responden atau 32% menyatakan setuju. Makna dari setuju berarti mereka akan mencari informasi mengenai hal itu.Hal ini dikarenakan mereka tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai informasi yang ada pada pesan tersebut, dikarenakan dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” tidak dijelaskan dengan detail namun hanya melalui slogan dan visual. Sedangkan 3% menyatakan sangat setuju. Makna dari sangat setuju berarti mereka akan benar- benar mencari lebih dalam lagi mengenaiinformasi yang ada pada pesan tersebut. Mereka ingin mengetahui lebih dalam lagi karena hal ini akan ada kaitannya langsung dengan perilaku merokok yang dilakukan. Sedangkan 61% menyatakan tidak setuju dan 4% menyatakan sangat tidak setuju . Makna tidak setuju dan sangat tidak setuju berarti mereka tidak akan mencari informasi yang lebih lagi mengenai informasi dalam pesan tersebut. Hal ini dikarenakan responden malas

untuk mencari tahu mengenai hal itu serta merasa tidak memerlukan informasi tambahan terkait isi pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut.

4.3.3.2. Kecender ungan Berperilaku Responden Dengan Adanya Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Mer okok Membunuhmu” Akan Mengingatkan Lingkungannya Mengenai Dampak Perilaku Merokok

Dengan adanya pesan tersebut diharapkan para remaja mempunyai kecenderungan berperilaku untuk menghentikan dan menghindari perilaku merokok. Karena dengan menghentikan perilaku merokok akan menghindarkan para remaja dari beragam penyakit akibat perilaku merokok. Berikut disajikan tabel mengenai kecenderungan berperilaku responden dengan adanya pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” akan mengingatkan lingkungannya mengenai dampak perilaku merokok:

Tabel 4.18.

Kecender ungan Berperilaku Responden akan Mengingatkan Lingkungannya Mengenai Dampak Perilaku Merokok

(n =100)

No Sikap F %

1 Sangat Tidak Setuju 5 5

2 Tidak Setuju 56 56

3 Setuju 33 33

4 Sangat Setuju 6 6

Total 100 100

Berdasarkan tabel diatas diungkapkan bahwa 33 orang dari 100 responden atau 33% menyatakan setuju dan 6% menyatakan sangat setuju. Makna setuju dan sangat setuju berarti mereka memang ingin dan akan benar-benar mengingatkan lingkungannya mengenai dampak perilaku merokok. Hal ini dikarenakan walaupun para responden tersebut merupakan perokok aktif, namun mereka masih peduli dengan lingkungan sekitarnya yang bukan perokok, sehingga ingin melakukan sesuatu bagi lingkungannya tersebut. Sedangkan 56% menyatakan tidak setuju dan 5% menyatakan sangat tidak setuju. Maknanya mereka tidak ingin dan sangat tidak ingin mengingatkan lingkungannya mengenai dampak perilaku merokok.Hal ini dikarenakan responden yang merupakan perokok aktif merasa tidak perlu mengingatkan mengenai dampak perilaku merokok kepada lingkungannya yang juga perokok karena hal seperti itu merupakan wilayah pribadi dari masing-masing orang. Selain itu, responden merasa tidak tepat jika mereka yang merokok lalu mengingatkan dampak merokok kepada orang lain.

4.3.3.3. Kecender ungan Berperilaku Responden Dengan Adanya Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Mer okok Membunuhmu” Akan Menyebarkan Isi Pesan Pada Remaja Lainnya

Pesan yang terkandung dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok ini akan bermanfaat bila disampaikan pada remaja lainnya sehingga menjadi tahu mengenai informasi pada pesan tersebut, karena target dari pesan tersebut adalah remaja. Berikut adalah gambaran kecenderungan berperilaku responden dengan adanya pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” akan menyebarkan isi pesan ini pada remaja lainnya :

Tabel 4.19.

Kecender ungan Berperilaku Responden Akan Menyebarkan Isi Pesan Pada Remaja Lainnya

(n = 100)

No Sikap F %

1 Sangat Tidak Setuju 1 1

2 Tidak Setuju 51 51

3 Setuju 37 37

4 Sangat Setuju 11 11

Total 100 100

Sumber : Kuisioner no 3 sub II C

Berdasarkan tabel diatas diungkapkan bahwa 37 orang dari 100 responden atau 37% menyatakan setuju dan 11% menyatakan sangat setuju. Maknanya mereka akan menyampaikan informasi yang terkandung dalam pesan ini terhadap remaja lainnya. Hal ini dikarenakan menurut mereka informasi yang terkandung dalam pesan tersebut penting untuk disebarluaskan pada remaja-remaja lainnya yang belum mengetahui tentang pesan tersebut. Sedangkan 51% menyatakan tidak setuju dan 1% menyatakan sangat tidak setuju. Maknanya mereka tidak akan menyebarkan isi pesan tersebut karena mereka hanya menyimpan pesan itu untuk dirinya sendiri dan malas untuk membicarakannya dengan orang lain.

4.3.3.4. Kecender ungan Berperilaku Responden Dengan Adanya Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Mer okok Membunuhmu” Akan Menghindar i Perilaku Merokok

Berikut adalah tabel mengenai kecenderungan berperilaku responden dengan adanya pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di Televisi akan menghindari perilaku merokok :

Tabel 4.20.

Kecender ungan Berperilaku Responden Akan Menghindari Perilaku Merokok

(n = 100)

No Sikap F %

1 Sangat Tidak Setuju 9 9

2 Tidak Setuju 82 82

3 Setuju 8 8

4 Sangat Setuju 1 1

Total 100 100

Sumber : Kuisioner no 4 sub II C

Berdasarkan tabel diatas diungkapkan bahwa 8 orang dari 100 responden atau 8% menyatakan setuju dan 1% menyatakan sangat setuju. Makna dari setuju berarti akan dan sangat setuju berarti nantinya akan menghindari perilaku merokok atau menghentikannya. Melalui pesan tersebut mereka tergerak untuk memiliki pola hidup yang lebih sehat. Hal ini karena perilaku merokok selain mempengaruhi masalah kesehatan juga mempengaruhi masalah lainnya, misalnya banyaknya pengeluaran akibat membeli rokok.Sedangkan 82% menyatakan tidak setuju dan 9% menyatakan sangat tidak setuju karena bagi mereka merokok

merupakan perilaku keseharian yang tidak perlu dihindari karena dampak yang belum dialami. Selain itu, responden juga merasa tidak mudah untuk menghindari dan menghentikan perilaku merokok.

4.3.3.5. Aspek Konatif Sikap Remaja di Sur abaya Ter hadap Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Mer okok Membunuhmu” di Televisi

Dari tabel-tabel diatas, maka dapat disusun tabel mengenai sikap konatif responden terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi. Untuk mengetahuinya dapat dilihat pada tabel 4.21. :

Tabel 4.21.

Sikap Konatif Responden Terhadap Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Merokok Membunuhmu” di Televisi

(n = 100) No Sikap Konatif F % 1 Positif 11 11 2 Netral 78 78 3 Negatif 11 11 Total 100 100

Berdasarkan tabel diatas aspek konatif sikap remaja di Surabaya terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi diterima dengan netral oleh 78 orang atau sebanyak 78% responden. Artinya responden masih tidak yakin apakah akan melakukan poin-poin yang terdapat

dalam pesan tersebut. Hal ini dikarenakan informasi yang berupa peringatan dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” tersebut bukan merupakan tekanan yang kuat untuk membuat responden menghindari dan menghentikan perilaku merokok. Sedangkan 11% responden menyatakan positif artinya mereka akan menghindari dan menghentikan perilaku merokok seperti tujuan yang ingin disampaikan melalui pesan tersebut. Hal ini dikarenakan bagi mereka dengan menghindari dan menghentikan perilaku merokok dapat membawa dampak positif bagi kehidupan mereka. Dan sisanya dengan jumlah yang sama yaitu 11% menerima dengan negatif. Artinya responden tidak akan melakukan seperti tujuan yang ingin dicapai pesan tersebut. Hal ini dikarenakan perokok aktif merasa kesulitan untuk menghindari dan menghentikan perilaku merokok jika hanya didorong dengan pesan peringatan.

4.4. Sikap Remaja di Surabaya Terhadap Pesan Peringatan Kesehatan Bahaya Merokok “Merokok Membunuhmu” di Televisi

Dari keseluruhan data diperoleh bahwa poin yang didapatkan dari setiap aspek berbeda. Pada aspek kognitif 47% hasilnya positif karena informasi yang terdapat dalam pesan tersebut memberikan pengetahuan lebih untuk remaja di Surabaya. Sedangkan 49% responden menyatakan netral karena sebagian besar responden merasa pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut kurang menjelaskan mengenai bahaya merokok.Slogan, simbol, dan visual dalam pesan kurang menjelaskan maksud dari pesan tersebut, sehingga membuat isi pesan yang terkandung dalam iklan tersebut tidak sepenuhnya dipahami. Hanya 4% yang menyatakan negatif hal ini dikarenakan responden tidak memperhatikan

pesan itu, hanya melihat sekilas saja. Pada aspek afektif 33% hasilnya positif dikarenakan menurut mereka pesan yang disampaikan melalui pesan peringatan kesehatan bahaya merokok ini nantinya akan membawa dampak yang positif. Sehingga mereka merasa setuju dengan pesan yang disampaikan. Sebanyak 62% menyatakan netral dan 5% menyatakan negatif. Dan pada aspek konatif 78% hasilnya netral. Hal ini dikarenakan responden masih tidak yakin dalam mengambil sikap berdasarkan pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut. Sedangkan 11% menyatakan positif berarti mereka melakukan hal-hal berkaitan aspek konatif pada iklan tersebut dan 11% menyatakan negatif. Dibawah ini akan disajikan tabel mengenai sikap remaja di Surabaya terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” di televisi :

Tabel 4.22.

Sikap Remaja di Sur abaya Terhadap Pesan Per ingatan Kesehatan Bahaya Merokok “Merokok Membunuhmu” di Televisi

(n = 100) No Keterangan F % 1 Positif 21 21 2 Netral 75 75 3 Negatif 4 4 Total 100 100

Sumber : Kuisioner no 1 sub II A - no 4 sub II C

Berdasarkan data-data diatas didapatkan 21% responden atau 21 orang yang bersikap positif terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok

“Merokok Membunuhmu” di televisi. Artinya mereka menerima informasi yang disampaikan iklan tersebut dan akan melaksanakan sesuai pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut. Sedangkan 75% reponden atau 75 orang bersikap netral. Artinya mereka menerima informasi yang disampaikan pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut namun masih merasa tidak yakin apakah mereka akan melakukan sesuai dengan pesan dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut. Dan hanya 4% responden atau 4 orang yang bersikap negatif. Artinya dia tidak menerima informasi yang disampaikan oleh pesan tersebut serta tidak akan melakukan sesuai dengan pesan dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut.

Dinas Kesehatan membuat iklan tersebut untuk tujuan positif yaitu untuk meningkatnya angka kematian remaja yang disebabkan oleh berbagai penyakit sebagai dampak dari perilaku merokok. Harapannya pesan ini dapat memberikan pandangan remaja mengenai poin – poin yang berkaitan dengan hal tersebut diatas. Dinas Kesehatan mewujudkan tujuan tersebut salah satunya melalui pembuatan peraturan pencantuman pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” dalam segala macam bentuk publikasi produk rokok, termasuk dalam iklan rokok di televisi.

Setelah dilakukan penelitian mengenai sikap remaja di Surabaya terhadap pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” ternyata hasilnya adalah netral.Maksud dari sikap netral disini adalah remaja masih ragu – ragu apakah mereka akan melakukan sesuai dengan pesan dalam pesan peringatan kesehatan bahaya merokok tersebut ataukah tidak. Hal ini karena pada usia

tersebut merupakan fase remaja, masa remaja merupakan saat berkembangnya

identity (jati diri). Perkembangan “identity” merupakan isu sentral pada masa

remaja yang memberikan dasar bagi masa dewasa. Dalam teori Erikson tentang

identity remaja terdapat empat alternatife dalam menguji diri dan pilihannya yaitu;

(a) Identity Achievement yang berarti bahwa setelah remaja memahami pilihan

yang realistic, maka dia harus membuat pilihan dan perilaku sesuai dengan pilihannya, (b) Identity Fore Aosure yang berarti menerima pilihan orang tua tanpa mempertimbangkan pilihan-pilihan, (c) Identity Diffusion yang berarti kebingungan tentang siapa dirinya dan mau apa dalam hidupnya, (d) Moralorium

yang menurut Erikson berarti penundaan dalam komitmen remaja terhadap pilihan-pilihan aspek pribadi atau okupasi. Remaja dalam penelitian ini termasuk dalam Identity Diffusion. Mereka masih bingung mau apa dalam hidupnya sehingga ketika melihat pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok Membunuhmu” tersebut mereka bersikap netral. Pengetahuan mengenai isi pesan tersebut memang cukup tinggi meskipun tidak mencapai angka setengah dari seluruh jumlah responden lalu iklan tersebut juga memberikan perasaan perasaan setuju mengenai informasi yang terdapat dalam pesan tersebut. Namun pesan itu belum cukup untuk memberikan dorongan kecenderungan berperilaku sesuai dengan tujuan pesan tersebut. Perilaku merokok yang dilakukan remaja memang tidak dapat dengan mudah ditanggulangi hanya dengan melalui pesan peringatan kesehatan bahaya merokok. Banyak faktor yang mendukung remaja untuk terus melakukan perilaku tersebut. Bebasnya penjualan produk rokok berbagai merk di pasaran, gencarnya promosi produk rokok melalui kegiatan seni dan olahraga

yang dilakukan remaja, serta paparan iklan produk rokok yang menarik dan memberi gambaran image yang positif terhadap perokok merupakan beberapa alasan sulitnya menghimbau remaja untuk menghentikan perilaku merokok. Sehingga semakin lama, remaja menjadi ketergantungan dan ketagihan untuk mengkonsumsi rokok sehingga remaja menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan tujuan dari pesan peringatan kesehatan bahaya merokok “Merokok

Membunuhmu”.

Hal ini menunjukkan bahwa pesan tersebut masih belum mampu menggugah remaja Surabaya untuk benar - benar akan mengikuti himbauan yang ada pada pesan tersebut. Karena dalam pesan tersebut memang diinformasikan mengenai dampak buruk perilaku merokok namun tidak secara jelas. Artinya pesan tersebut kurang dijelaskan lebih detail sehingga remaja masih harus mencari tahu lagi lebih mendalam mengenai pesan diatas. Walaupun 21% menunjukkan sikap remaja yang positif artinya mereka mempunyai kecenderungan berperilaku seperti tujuan pesan tersebut.

Dokumen terkait