• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek-Aspek Perencanaan Usaha Unit Produksi

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Deskripsi dan Analisa Data

4. Aspek-Aspek Perencanaan Usaha Unit Produksi

Berdasarkan wawancara dengan responden yang dilengkapi dengan hasil observasi dan studi dokumen maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :

Unit produksi di SMK Negeri 18 Jakarta direncanakan sebagai tempat praktik kewirausahaan siswa, dan juga dimanfaatkan untuk menambah pemasukan dana sekolah, karena itu perencanaan unit produksi SMK Negeri 18 Jakarta menyesuaikan perencanaannya seperti perencanaan usaha pada umumnya. Dalam sebuah perencanaan usaha hal yang pertama harus dilakukan adalah membuat visi, misi, atau tujuan apa yang ingin dicapai. Hal ini sesuai dengan yang dilakukan dalam perencanaan unit produksi di SMKN 18 Jakarta yang terlebih dahulu menetapkan visi, misi, dan tujuan atau sasaran unit produksi yang selaras dengan karakteristik sekolah. Di mana SMKN 18 Jakarta merupakan sekolah kejuruan yang berorientasi ke dunia kerja. Proses perencanaan unit produksi di SMKN 18 Jakarta berpedoman pada penyusunan perencanaan usaha, seperti di bawah ini:

a. Gambaran dan Sasaran Usaha yang Dituju

Terbentuknya unit produksi pada awalnya merupakan lanjutin dari adanya himbauan pemerintah untuk sekolah-sekolah terutama sekolah menengah kejuruan untuk mendirikan sarana praktik kewirausahaan untuk siswanya. Berdasarkan arahan tersebut sekolah kemudian mengadakan proses diskusi antara pihak kepala sekolah bersama-sama wakil-wakil kepala sekolah, guru dan juga staff untuk mendirikan sebuah unit usaha. Dalam mendirikan unit usaha sekolah mempertimbangkan modal, sumber daya manusia, sarana, bidang keahlian sekolah dalam menetapkan unit-unit usaha yang akan dijalankan.

Khusus untuk modal, Kepala Sekolah mengungkapkan bahwa pada awal pembentukannya kami mendapat dana dari kementerian sebesar Rp. 100 juta serta tambahan berasal dari para guru yang kemudian direncanakan untuk digunakan membeli mobil operasional, mesin, dan barang-barang inventaris lainnya.12

Selanjutnya dalam proses perencanaan unit produksi sekolah menentukan visi, misi, dan sasaran unit produksi. Visi dan misi merupakan harapan dan langkah-langkah yang ingin dicapai oleh unit produksi. Visi dan misi tersebut disesuaikan dengan tujuan dari unit produksi yaitu sebagai sarana praktik kewirausahaan dan untuk membantu pendanaan sekolah. Setelah itu ditetapkan sasaran unit produksi yaitu tercapainya 100% keterlibatan siswa dalam pelaksanaan unit produksi, dan ketercapaian dari hasil usaha seluruh unit mencapai 5juta perbulan.13

Hal ini juga dikuatkan dengan beberapa pendapat yang mengemukakan sasaran usaha unit produksi sebagai berikut :

Menurut Kepala Sekolah SMKN 18 Jakarta bahwa, sasaran utama nya adalah siswa sebagai pelaksana dan konsumen utama. Jadi siswa

12Hasil Wawancara dengan Ibu Dra.Valentina P.D. M.Si, pada tanggal 29-08-2016. 13Dokumen Sasaran Mutu Unit Produksi SMKN 18 Jakarta.

dapat belajar dan juga dapat membantu sekolah mengembangkan sekolah melalui pemasukan yang didapat dari unit produksi.14

Menurut Ketua Unit Produksi menambahkan bahwa :

Sasaran utama dari adanya usaha unit produksi ini adalah siswa mampu berwirausaha sehingga dapat menghasilkan keuntungan untuk diri sendiri maupun untuk sekolah, baik keuntungan materi atau non materi. Kalo di sini masing-masing unit usaha mempunyai program juga jadi hanya membuat anggaran yang kita butuhkan nanti dari setiap unit sekian persen dari keuntungannya diserahkan ke UP itulah yg nanti dikelola kepala unit produksi untuk kegiatan praktik siswa, membantu kelancara praktik siswa, dan kesejahteraan guru. Saya punya target minimal income Rp. 5.000.000 untuk semua unit usaha yang ada tiap bulannya.15

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa dalam penggambaran unit produksi berisi latar belakang terbentuknya unit produksi kemudian penetapan visi, misi dan sasaran unit produksi. Siswa sebagai pelaksana utama unit produksi telah dipersiapkan untuk dapat berwirausaha dengan secara langsung mempraktikannya pada unit produksi. Pada pelaksanaannya dapat diketahui terdapat kekurangan, karena sasaran 100% pelibatan siswa dalam unit produksi tidak terpenuhi. Hal ini dikarenakan pada praktiknya siswa hanya sebagai pelaksana tidak dilibatkan dalam proses perencanaan unit produksi. Meskipun tidak dilibatkan dalam proses awal perencanaan siswa dituntut untuk bersungguh-sungguh, profesional dan bertanggung jawa karena unit produksi merupakan sarana praktik kerja sesungguhnya yang berhubungan dengan perputaran dana dan pelaporan usaha.

b. Pembuatan Strategi untuk Mencapai Tujuan

Dalam pembuatan strategi dengan melakukan analisis SWOT, unit produksi SMKN 18 Jakarta terlebih dahulu dilakukan pada setiap unit usaha. Masing-masing unit usaha sudah memahami dan mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, kesempatan, dan ancaman

14Hasil Wawancara dengan Ibu Dra.Valentina P.D. M.Si, pada tanggal 29-08-2016. 15Hasil Wawancara dengan Ibu Dra.Hj Sri Coni Astuty, pada tanggal 29-08-2016.

yang dimiliki setiap unit usahanya. Seperti beberapa pendapat ketua unit usaha unit produksi berikut ini:

Menurut Ketua Unit Usaha Jasa Perkantoran:

Pada dasanya sama ya, melayani kebutuhan siswa untuk memperbanyak data atau fotocopy. Hanya yang membedakan kalau diluar siswa tidak bisa belajar, kalau di sini mereka bisa belajar karena yang menjadi petugas adalah siswa sendiri. Kalau foto copy di luar sekolah kan ada unsur profit oriented, beda dengan di sini karena ada unsur pendidikannya tanpa menutupi ada unsur profit tapi itu bukan tujuan yang utama kami.16

Menurut Ketua Unit Usaha Mini Market Dallas:

Dari sisi sumber daya manusianya kalau kita kan ga membayar gaji pengelolanya seperti gaji untuk karyawannya, karena yang bekerja itu guru dan siswa, terus modal kita lebih kecil, dan dari sisi konsumen pesaing kita lebih variatif beda dengan kita yang rata-rata adalah siswa.17

Dengan demikian, masing-masing unit usaha sudah mengenali baik kelebihan, kelemahan, kesempatan, maupun ancaman yang akan memengaruhi unit usahanya. Untuk dapat memanfaatkan kelebihan yang ada, dan meminimalisir kekurangan unit-unit usahanya perlu merencanakan program-program kerja dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Terdapat beberapa pendapat yang mengemukakan mengenai strategi atau rencana jangka panjang, menengah, dan panjang diantaranya sebagai berikut :

Menurut Ketua Unit Produksi bahwa:

Secara garis besar rencana-rencana itu ada di dalam dokumen unit produksi. Namun secara pribadi menurut saya rencana jangka pendek adalah mempersiapkan siswa untuk melaksanakan praktik usaha. Rencana jangka panjang siswa dapat berwirausaha melaui kegiatan praktik usaha dan untuk memasuki dunia kerja.18

16Hasil wawancara dengan Ibu Siti Mathoyah, S.Pd , pada tanggal 29-08-2016. 17Hasil wawancara dengan Bapak Erwin Victor P.S.Kom, pada tanggal 29-08-2016. 18Hasil Wawancara dengan Ibu Dra.Hj. Sri Coni Astuty, pada tanggal 29-08-2016.

Adapun Ketua Unit Usaha Mini Market Dallas menambahkan bahwa: Strategi secara khusus sih engga ada ya, karena tujuan kita memenuhi kebutuhan siswa, jadi kita lebih fokus pada ketersediaan barang saja dan kedepannya kita ingin lebih banyak varian produknya seperti menyediakan kertas dan sebagainya.19

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa unit produksi SMKN 18 Jakarta belum memiliki perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Seperti dijelaskan oleh Ketua Unit Produksi untuk rencana jangka pendek itu lebih difokuskan untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang akan diperlukan dalam pelaksanaan unit produksi. Persiapan tersebut berupa pembekalan siswa mengenai kegiatan unit produksi yang harus dipraktekannya. Sedangkan jangka menengahnya adalah segala kebutuhan siswa dapat terpenuhi seperti keperluan untuk belajar, atau keperluan untuk menunjang kegiatannya di sekolah. Rencana jangka panjang dari adanya unit produksi adalah untuk menghasilkan para lulusan yang nantinya dapat menjadi manusia yang memiliki kecerdesan, berakhlak, dan memiliki keterampilan dalam berwirausaha. Perencanaan tersebut masih berbentuk wacana atau belum dibuat dalam bentuk laporan. Seperti pembuatan strategi khususnya perencanaan jangka pendek dan jangka panjang sekolah lebih mengkhususkan ketercapaian kemampuan siswa dalam berwirausaha.Meskipun unit produksi SMKN 18 Jakarta belum mempunyai rencana jangka pendek, menengah, dan panjang, unit produksi tetap menetapkan strategi dengan merencanakan program kerja, sasaran mutu dan standar kinerja untuk pelaksanaan unit produksi agar tetap dapat mencapai tujuan unit produksi. Sesuai dengan tujuan yang diinginkan untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi dalam hal ilmu pengetahuan secara teori tetapi juga praktik. Untuk itu siswa tetap dalam pengawasan guru dan dinilai oleh guru sebagai nilai

praktik. Seperti yang termuat dalam dokumen daftar nilai siswa yang terdiri dari nama, bulan, kelas, jurusan, dan nilai siswa.20

c. Aspek Pasar

Dalam dunia usaha pasti akan berhubungan dengan keadaan pasar. Pasar merupakan salah satu hal yang paling penting dalam membuat sebuah perencanaan usaha. Tanpa menganalisis pasar, usaha tidak dapat dijalankan dengan baik atau tidak bisa berkembang. Terdapat beberapa penjelasan mengenai pasar dalam unit produksi di SMKN 18 Jakarta diantaranya sebagai berikut:

Menurut Ketua Unit Produksi mengungkapkan bahwa untuk analisis pasar kita hanya melihat pasar kita yang ada di sekitar sekolah yaitu pemenuhan kebutuhan siswa, guru, termasuk orang tua murid, sedangkan untuk melihat keadaan pasar di luar sekolah sampai saat ini masih belum.21

Ketua Unit Usaha Mini Market Dallas menambahkan bahwa:

Yang namanya pasar pasti dinamis ya, nah pasar kita kan lingkupnya di sekolah ini jadi paling masalahnya soal selera siswa. Selera siswa jugakan berbeda-beda, siswa kadang-kadang suka produk tertentu misalnya hari ini teh pucuk, besok fresh tea jadi kita menyiapkan produk-produk yang memang sering diminati siswa- siswa.22

Ketua Unit Usaha Jasa Perkantoran juga menambahkan, mungkin karena di sini sudah ada pasarnya artinya sudah ada konsumennya jadi kita tidak terlalu memikirkan apa yang ada di luar sekolah karena tujuan kita di sini sebagai pembelajaran jadi kalau untuk bisnis rasanya belum, waktu kita tidak cukup.23

Berdasarkan penjelasan di atas, penulis dapat memahami bahwa dalam menganalisis pasar unit produksi, yang dipertimbangkan adalah

20Dokumen Daftar Nilai Praktik Siswa.

21Hasil wawancara dengan Ibu Dra. Hj Sri Coni Astuty, pada tanggal 29-08-2016. 22Hasil wawancara dengan Bapak Erwin Victor P. S.Kom, pada tanggal 29-08-2016. 23Hasil wawancara dengan Ibu Siti Mathoyah,S.Pd, pada tanggal 29-08-2016.

keadaan di lingkungan sekolah tersebut. Untuk unit produksi sekolah, menganalisis pasar berarti melihat perkembangan keadaan siswa, guru, atau karyawan selama berada di dalam lingkungan sekolah. Menganalisis pasar dalam lingkungan sekolah salah satunya dilihat dari siswa sebagai konsumen tetap unit produksi. Perkembangan siswa dilihat dengan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan seorang siswa atau warga sekolah saat berada di dalam lingkungan sekolah. Selain menganalisis konsumen aspek pasar, juga berkaitan dengan strategi pemasaran yaitu 4P yang dipakai oleh pengelola unit produksi. 1) Produk/Jasa :

Produk / Jasa yang ada di unit produksi SMKN 18 Jakarta merupakan produk yang sudah jadi. Di mana sekolah hanya menjual produk makanan/minuman yang siap saji sehingga tidak memerlukan proses memasak. Sedangkan jasa yang di tawarkan berupa pelayanan seperti memberikan kemudahan dalam melakukan pekerjaan kantor, menyimpan uang dalam bentuk tabungan, membayar rekening listrik dan telepon, serta memberikan pelayanan untuk memudahkan konsumen terutama siswa untuk mendapatkan kebutuhannya selama di sekolah.24 2) Harga (Price)

Harga untuk sebuah produk yang ditawarkan di setiap unit usaha berbeda-beda. Dalam menentukan harga, ditetapkan oleh pengelola atau koordinator unit usaha. penentuan harga biasanya mempertimbangkan beberapa aspek. Aspek tersebut diantaranya harga beli, dan biaya operasional. Kemudian untuk mendapatkan laba, penentuan harga juga disesuaikan dengan kemampuan siswa, dan warga sekolah lainnya. Seperti pendapat salah satu ketua unit KANSSAS yaitu untuk harganya pokoknya kita tandain yang bisa dijangkau oleh anak-anak maksimal Rp.6.000 minimal RP. 2000. Setiap harinya kita rekap kemudian setiap bulannya kita akan setorkan kepada UP.25 Harga yang ditawarkan unit usaha berbeda

24Hasil Observasi pada tanggal 29-08-2016.

dengan harga yang ditawarkan oleh usaha sejenis yang ada diluar sekolah. Harga sebuah produk / jasa unit produksi jauh lebih murah dikarenakan harga tersebut tidak terkena pajak, tidak menyewa tempat, serta keuntungan yang diharapkan juga tidak terlalu besar seperti usaha lainnya. Selain itu, unit produksi sekolah pada dasarnya bukan untuk mendapatkan keuntungan yang besar karena tujuannya adalah sebagai sarana pembelajaran siswa. Penentuan harga ini dilakukan oleh ketua unit usaha kemudian dikoordinasikan dengan ketua unit produksi. Untuk bisa mengakumulasikannya, unit produksi memberikan target minimal pendapatan 5 juta/bulan.

3) Tempat (Place)

Dalam merencanakan tempat, unit produksi SMKN 18 Jakarta menyesuaikan ruangan yang tersedia. Tempat untuk meletakkan produk atau untuk memberikan pelayanan jasa dibuat seperti tempat usaha yang sesungguhnya.

Seperti Mini Market dallas, tempat untuk meletakkan produk menggunakan rak seperti di supermarket, unit usaha Bank Mini menggunakan meja yang tinggi yang digunakan untuk transaksi keuangan. Kantor Dallas mempunyai tempat layaknya sebuah ruangan kantor yang tersedia meja, kursi, komputer, mesin fotocopy dan printer. KANSSAS dan Kantin kejujuran mempunyai tempat yang lebih luas sehingga nyaman untuk menikmati waktu istirahat yang dimiliki siswa.26

4) Promosi (Promotion)

Dalam melakukan promosi terdapat beberapa pendapat ketua unit usaha dalam strategi mempromosikan produknya, yaitu:

Menurut Ketua Unit Kantin Kejujurankalau strategi agar dagangan kita habis terjual pada saat jam istirahat, biasanya kita melakukan direct selling (menjualnya langsung kepada konsumen) dengan berkeliling di lingkungan sekolah.27 Adapun menurut Ketua Unit Dallas Office, biasanya kita adakan promo jika fotocopynya banyak harganya akan diturunkan / diskon.28

Ini dilakukan agar konsumen atau warga sekolah lainnya tetap menggunakan produk/jasa unit produksi dan tidak beralih kepada para pesaing yang ada di luar sekolah. Sehingga unit produksi dapat tetap bertahan dan terus berkembang. Dengan demikian setiap unit usaha mempunyai caranya sendiri dalam mempromosikan produknya masing-masing. Promosi yang dilakukan di unit produksi SMKN 18 Jakarta menggunakan brosur, banner, informasi dari mulut ke mulut, dan potongan harga. Ini direncanakan oleh ketua unit usaha dengan bantuan siswa sebagai pelaksana.

d. Aspek Lokasi

Lokasi unit produksi sekolah berada di dalam lingkungan gedung sekolah. Untuk penentuan lokasi, sekolah mempersiapkan sebuah bangunan khusus untuk dijadikan tempat kegiatan unit produksi yang dinamakan sebagai laboratorium kewirausahaan. Laboratorium kewirausahaan ini terlihat saat memasuki gerbang SMK Negeri 18 Jakarta.

Tepat setelah melewati gerbang sekolah, berjalan ke arah sebelah kanan akan terdapat bangunan yang cukup besar yaitu laboratorium kewirausahaan yang di dalamnya tedapat ruangan-ruangan yang digunakan untuk operasional unit usaha Mini Market Dallas, Bank Mini Dallas, Kantor Dallas. Sedangkan kantin kejujuran dan kantin sekolah sehat berada di sebelah kiri dari gerbang sekolah. Selama observasi

27Hasil wawancara dengan Ibu Nurchayati, S.Pd pada tanggal 21-09-2016. 28Hasil wawancara dengan Ibu Siti Mathoyah,S.Pd, pada tanggal 29-08-2016.

yang dilakukan penulis, lingkungan di sekitar lokasi unit produksi terlihat bersih, nyaman, dan cukup luas.29

Dalam perencanaan sebuah lokasi, sekolah hanya melakukan pengembangan saja, seperti kantin kejujuran yang semula berada di dalam unit produksi dipindahkan menjadi di area kantin. Untuk semua perencanaan yang dilakukan hanya berkaitan dengan pemeliharaan, dan perawatan area unit produksi.

e. Aspek Produksi/Operasi

Proses produksi unit produksi sekolah bukan membuat barang mentah menjadi barang jadi yang siap dijual. Produksi dilakukan dalam bentuk penyiapan atau pengelolaan barang dari mulai pemesanan, pengadaan, penerimaan, dan peletakan barang. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa tim bisnis unit produksi ini sebagai berikut: Menurut Ketua Unit Usaha Jasa Perkantoran bahwa untuk proses produksinya kita berupa pelayanan kepada pelanggan/konsumen. Kami menyediakan sarana yang mempermudah mereka dalam pekerjaan kantor.30 Hal ini terlihat saat siswa yang bertugas di Dallas Office, dengan ramah membantu guru untuk memperbanyak data untuk keperluan kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, ketua unit usaha sudah mempersiapkan semua bahan atau alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan siswa.31

Sekolah tidak hanya berupa pengadaan produk tetapi juga layanan jasa. Layanan jasa foto kopi adalah memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin memperbanyak data. Selain memberikan kemudahan, jasa yang diberikan juga berupa pelayanan ramah kepada konsumen. Begitu juga dengan unit usaha mini market dallas.

29Hasil Observasi pada tanggal 29-08-2016.

30Hasil wawancara dengan Ibu Siti Mathoyah,S.Pd, pada tanggal 29-08-2016. 31Hasil Observasi pada tanggal 29-08-2016.

Menurut Ketua Unit Usaha Mini Market Dallas bahwa :

Proses produksi kita hanya order, biasanya kita ada batas minimum misanya kalau stok kurang dari 10 karton kita harus sudah order. Kemudian kita melakukan pengadaan dengan pemesanan terlebih dulu biasanya yang memesan saya, bu witna, dan bu dian. Lalu siswa bertugas mendisplay, dan melayani transaksi.32

Dari beberapa pendapat ketua unit usaha, termasuk ketua unit produksi dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi bukan pada penciptaan sebuah produk tetapi lebih kepada produksi untuk pengadaan produk, dan pelayanan. Ini bisa dilihat dari jenis SMKN 18 Jakarta yang berdasarkan bidang keahliannya yaitu bisnis dan manajemen, berbeda dengan SMK pariwisata jurusan tata busana yang menciptakan produk busana, atau tata boga yang menghasilkan produk makanan olahan. Untuk itu, SMKN 18 dalam merencanakan proses produksi berkaitan tentang proses pengadaan, mulai dari pemesanan sampai mendata barang yang datang, dan kemudian memajangnya sampai memberikan jasa berupa pelayanan-pelayanan kepada konsumennya.

Dalam proses pengadaan barang akan berhubungan dengan pihak eksternal sekolah atau suplier. Pengadaan barang biasanya dilakukan dengan melakukan pemesanan kepada suplier kemudian suplier akan mengirim barang pesanan tersebut. Masing-masing unit usaha memiliki kerja sama dengan suplier yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Mini Market Dallas mempunyai kerja sama dengan beberapa suplier makanan, minuman, dan alat tulis kantor. Bank Mini Dallas bekerja sama dengan suplier percetakan buku tabungan, dan alat tulis kantor. Kantor Dallas bekerja sama dengan suplier penyedia kebutuhan alat tulis kantor dan beberapa suplier penyedia sparepart untuk mesin fotocopy. KANSSAS bekerja sama dengan para penyewa kantin yaitu pedagang makanan, sedangkan kantin kejujuran bekerja sama dengan

pedagang atau orang tua siswa untuk memproduksi makanan ringan seperti gorengan dan lontong.

f. Aspek Legalitas

Dalam hal kelayakan usaha, unit produksi SMKN 18 Jakarta belum sampai pada tahap ini. Sekolah masih berpedoman pada tugas utamanya yaitu menyediakan sarana untuk belajar siswa. Ini sesuai dengan beberapa pendapat yang disampaikan ketua unit usaha SMKN 18 diantaranya:

Menurut Kepala Sekolah SMKN 18 Jakarta bahwa, untuk legalitas belum, ini bukan usaha besar karena baru berbentuk laboratorium kewirausahaan atau dikenal sebagai unit produksi, jadi belum punya badan hukum.33 Ketua Unit Usaha KANSSAS menambahkan belum, karena masih dibawah naungan sekolah ya, kita tidak berdiri sendiri.34 Adapun menurut Ketua Unit Usaha Travel Online mengungkapkan bahwa untuk legalitas kita nomor duakan, karena untuk anak belajar saja, sampai usaha kita benar-benar menguntungkan dan sampai usaha kita harus menyentuh badan hukum baru akan kita usahakan.35

Dari beberapa wawancara yang penulis lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa sekolah belum mempunyai legalitas usaha untuk semua unit-unit usahanya. Sekolah masih terfokus pada proses pembelajaran, dan hanya mengambil keuntungan untuk kesejahteraan siswa, guru, dan untuk pengembangan sekolah. Mengingat pengelola unit produksi rata-rata adalah seorang guru, maka untuk mengelola unit-unit usaha yang ada secara profesional akan sulit dilakukan. Guru harus melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar sehingga untuk mengembangkan unit produksi sampai pada tahap memiliki izin kelayakan usaha masih membutuhkan waktu dan proses yang panjang.

33Hasil Wawancara dengan Ibu Dra.Valentina P.D. M.Si, pada tanggal 29-08-2016. 34Hasil wawancara dengan Ibu Hj. Marliana Herlina, S.Pd, pada tanggal 30-08-2016. 35Hasil Wawancara dengan Bapak Sentot Ario N. S.Kom, pada tanggal 30-08-2016.

Aspek legalitas unit produksi SMKN 18 Jakarta berada di lingkungan sekolah. Sehingga semua usaha unit produksi menjadi tanggung jawab sekolah, di mana sekolah berada di bawah tanggung jawab dinas pendidikan. Semua usaha yang dilakukan sudah dilakukan sesuai dengan standart yang dilakukan usaha pada umumnya. Dalam pelaksanaannya berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP), dan sudah melalui rapat atau persetujuan oleh Kepala Sekolah dan para bawahannya.

g. Aspek Manajemen

Aspek manajemen dalam unit produksi sepenuhnya berada pada tim bisnis unit produksi. Semua kegiatan baik perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengevaluasian yang ada di dalam unit produksi semuanya berada dibawah tanggung jawab sekolah dan ketua unit produksi serta pengelolanya. Untuk semua pengelolaannya seperti sumber daya manusia, jadwal, waktu pelaksanaan usaha, keuangan/anggaran diatur oleh ketua unit usaha untuk kemudian di laporkan kepada ketua unit produksi lalu disampaikan kepada kepala sekolah. Ini bisa dilihat dari struktur organisasi beserta dengan TuPoksi unit produksi SMKN 18 Jakarta.36

Hal ini juga terlihat dalam setiap ruang unit usaha, di mana semua

Dokumen terkait