BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Deskripsi dan Analisa Data
5. Proses Penyusunan Perencanaan Unit Produksi
Pada awal berdirinya unit produksi adalah dimulai dari adanya himbauan pemerintah untuk mengadakan sebuah kegiatan yang membimbing siswa untuk bisa berwirausaha. Untuk itu mulailah dengan adanya koperasi, kemudian terus berkembang sampai akhirnya pada tahun
41Hasil Wawancara dengan Bapak Sentot Ario N. S.Kom, pada tanggal 30-08-2016. 42Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) Unit Produksi SMKN 18 Jakarta.
2011 diresmikanlah laboratorium kewirausahaan khusus untuk kegiatan unit produksi. Modal awal yang dimiliki sekolah menurut informasi kepala sekolah berasal dari kementerian serta dari guru-guru yang ada di sekolah. Dana tahap awal tersebut direncanakan untuk digunakan membeli segala keperluan dan sarana prasarana unit produksi salah satunya mobil operasional unit produksi. Tahap selanjutnya dana yang digunakan berasal dari hasil keuntungan pelaksanaan unit produksi.
Perencananaan unit produksi SMK Negeri 18 Jakarta dilaksanakan di bawah bimbingan dari kepala sekolah. Kepala sekolah memberi arahan sebagai pemimpin untuk mengembangkan unit produksi dengan memberikan kewenangan kepada ketua unit produksi. Ketua unit produksi berkoordinasi dengan para ketua unit usaha bersama-sama dalam pembuatan perencanaan unit produksi sekolah. Untuk lebih memudahkan dalam pelaksanaannya dibuatlah visi, misi, dan sasaran unit produksi SMKN 18 Jakarta yang selaras dengan visi, misi sekolah yaitu untuk menjadi sekolah yang mandiri, berwawasan lingkungan, dan unggul dalam berwirausaha. Perencanaan unit produksi SMKN 18 Jakarta memperhatikan aspek-aspek perencanaan usaha yang dikaitkan dengan lingkungan pendidikan. Ini sesuai dengan poin pertama dalam standar kinerja unit produksi yaitu setiap kegiatan dan usaha di sekolah berdasarkan perencanaan usaha.43
Mulai dari awal penentuan visi, misi, dan sasaran unit produksi kemudian berkembang pada aspek pasar, aspek lokasi, manajemen, legalitas, proses produksi/operasi, sampai pada aspek keuangan. Dalam pembuatan perencanaannya dilakukan oleh masing-masing ketua unit usaha bersama dengan staff yang berada di bawah pengawasan ketua unit produksi dan kepala sekolah. Aspek-aspek tersebut dikondisikan dengan lingkungan pendidikan. Dalam aspek pasar, perencanaan dibuat dengan menganalisis konsumen yang ada di lingkungan unit produksi yaitu siswa, dan guru. Dilihat dari konsumen dan bidang keahlian yang dimiliki
sekolah, seperti pemasaran, akuntansi, dan adminitrasi perkantoran. SMK Negeri 18 Jakarta mendirikan unit usaha berupa Mini Market Dallas untuk siswa bidang keahlian pemasaran, Bank Mini Dallas untuk siswa bidang keahlian akuntansi, Dallas Office untuk administrasi perkantoran, dan kantin kejujuran untuk siswa pemasaran dan unit usaha kantin sekolah sehat yang hanya dikelola oleh guru. Untuk dapat mendapatkan produk yang ingin di jual, sekolah bekerja sama dengan beberapa pihak eksternal diantaranya, orang tua murid, suplier makanan dan minuman, serta suplier alat tulis. Sedangkan perencanaan dalam aspek lokasi, SMK Negeri 18 Jakarta tidak merencanakan secara khusus ini dikarenakan lokasinya sudah tidak dapat dirubah atau dipindahkan. Sekolah hanya melakukan perawatan dan pengawasan untuk menjaga lokasi unit produksi tetap dalam kondisi baik.
Dalam perencanaan terkait manajemen, SMK Negeri 18 Jakarta memiliki nilai yang baik karena telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2008. Hal ini berpengaruh kepada kedisplinan para guru dan siswanya saat berada di sekolah. Begitu juga dalam operasional unit produksi terlihat kedisplinan, tanggung jawab, dan keterampilan yang baik yang ditunjukkan oleh guru dan siswanya. Semua direncanakan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, dan waktu yang dimiliki, khususnya para guru yang tetap mengawasi unit produksi di luar jam mengajarnya. Dalam perencanaan unit produksi sumber daya manusia yang dilibatkan sangat sedikit yaitu hanya pengelola saja yang masuk ke dalam struktur organisasi unit produksi. Hal ini sangat disayangkan karena siswa sebagai subjek utama yang melaksanakan unit produksi tidak dilibatkan untuk dapat lebih memahami proses awal sebelum melaksanakan tugasnya. Jika semua pihak dilibatkan dalam membahas perencanaan unit produksi tentu akan lebih banyak masukan, atau kontribusi yang mungkin bisa membantu mengembangkan unit produksi menjadi lebih baik. Aspek legalitas atau kelayakan usaha di unit produksi SMKN 18 Jakarta sekarang ini belum dijalankan. Ini dikarenakan unit-unit usaha yang dikelola unit produksi
masih berada di bawah naungan sekolah. SMK Negeri 18 Jakarta belum merencanakan untuk mendapatkan legalitas usaha karena unit produksi yang ada di sekolah hanya sebagai sarana pembelajaran praktik kewirausahaan belum pada taraf usaha yang besar dan pengelolaannya masih terbatas untuk di lingkungan sekolah.
Dalam aspek produksi/operasi, karena SMKN 18 Jakarta termasuk ke dalam kelompok SMK bisnis dan manajemen maka produk yang lebih banyak ditawarkan berupa pelayanan jasa. Jasa untuk melayani pembelian makanan minuman, jasa foto copy, jasa simpanan tabungan dan jasa membantu dalam pembayaran rekening listrik, telepon, dan jasa menyiapkan transportasi untuk rekreasi. Untuk perencanaan produksi/operasi dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing unit usaha. Semua ketua unit usaha yang menentukan bagaimana proses produksinya, mulai dari pemesanan, pengadaan, dan penerimaan barang sampai mendisplay barang. Masing-masing unit usaha juga membuat alur mulai dari barang masuk sampai ke tangan konsumen daftar barang inventaris yang diperlukan, dan fasilitas pendukung unit usaha. Perencanaan keuangan yang dibuat unit produksi SMK Negeri 18 Jakarta dilakukan dengan menyiapkan laporan keuangan harian, dan laporan keuangan bulanan. Laporan harian dibuat atau dicatat oleh siswa setiap harinya setelah selesai bertugas. Kemudian laporan keuangan bulanan dibuat oleh ketua unit usaha untuk dilaporkan kepada ketua unit produksi. Dalam pembuatan laporan keuangan yang dipersiapkan adalah laporan laba rugi, perubahan modal dan neraca.
Selain memfokuskan pada pendapatan maksimal yang diharapkan dengan membuat perencanaan usaha yang baik, SMK Negeri 18 Jakarta juga memberikan aspek penilaian kepada siswa. Hal ini sesuai dengan tujuan unit produksi secara umum maupun khusus, unit produksi merupakan sarana bagi siswa untuk belajar yang sesungguhnya melalui praktik. Dengan demikian untuk mengevaluasinya, siswa dinilai selama menjalankan tugasnya di unit-unit usaha unit produksi SMK Negeri 18
Jakarta. Siswa dibekali ilmu pengetahuan kewirausahaan secara teori yang disesuaikan dengan silabus, di dalam kelas mulai dari kelas X sampai jenjang kelas XII. Siswa dibimbing untuk dapat menjalankan sebuah usaha yang dibuat sama seperti dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga saat nanti memasuki dunia kerja siswa dapat lebih mudah dalam mengerjakan pekerjaannya.
Dalam membahas terkait perencanaan, pengelola unit produksi akan membahasnya dalam rapat yang diadakan setiap 3 bulan sekali yang harus diikuti oleh seluruh pengelola unit produksi yaitu ketua unit produksi dan para ketua unit usaha. Dalam rapat dibahas mengenai progress usaha yang sedang dikelola unit masing-masing unit usaha. Saat rapat tersebut juga akan disampaikan kendala atau masalah yang dihadapi selama pelaksanaan unit produksi, untuk kemudian dievaluasi dan dibuat perencanaannya kembali. Keputusan terkait kegiatan di masing-masing unit usaha ditentukan oleh unit produksi. Semua aspek perencanaan usaha diterapkan unit produksi di SMKN 18 Jakarta disesuaikan dengan kemampuan sekolah untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan mampu menghasilkan lulusan yang berjiwa wirausaha. Semua aspek tersebut berusaha di terapkan dalam unit produksi namun karena adanya kendala masih terdapat aspek yang belum dapat direncanakan dengan baik yaitu pada aspek legalitas. Meskipun aspek legalitas belum dapat dilaksanakan namun unit produksi di SMKN 18 Jakarta tetap memaksimalkan perencanaan pada aspek-aspek yang lainnya melalui pembuatan laporan- laporan kerja, SOP, dan standar kinerja yang dapat mengontrol semua kegiatan unit produksi.
83
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa proses perencanaan unit produksi SMKN 18 Jakarta yang mengelola 6 unit usaha seperti; mini market dallas, bank mini dallas, kantor dallas, kantin kejujuran, dan kantin sekolah sehat dallas, belum terlaksana dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari masih adanya kekurangan-kekurangan dalam proses perencanaan unit produksi. Unit produksi SMKN 18 jakarta belum memiliki legalitas usaha atau belum berbadan hukum. Belum adanya rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang sebagai acuan. Belum adanya buku pedoman praktik unit produksi yang mengambarkan bagaimana unit produksi dijalankan. Belum adanya sumber daya manusia yang mampu mengelola unit produksi secara profesional. Tidak dilibatkannya warga sekolah seperti siswa sebagai pelaksana utama dalam perencanaan unit produksi dan kurang maksimalnya jam praktik siswa. Meskipun ada kekurangan, pada dasarnya unit produksi SMKN 18 Jakarta ingin mempersiapkan lulusan siswa/i yang kompeten sesuai dengan bidang keahliannya agar selain memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga mampu memiliki keterampilan berwirausaha. Melalui unit-unit usaha yang dijalankan dalam unit produksi dapat menambah pemasukan dana untuk sekolah sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga sekolah.
B.
Saran
Berdasarkan paparan dan kesimpulan di atas, maka penulis menyampaikan beberapa saran semoga bermanfaat untuk perbaikan di masa yang akan datang, khususnya dalam perencanaan unit produksi di SMKN 18 Jakarta sebagai berikut :
1. Bagi Kepala Sekolah
a. Perlunya pengembangan usaha yang lebih luas sehingga menjangkau semua pihak baik yang ada di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
b. Perlunya legalitas untuk semua unit usaha yang sudah berkembang di dalam unit produksi.
2. Bagi Ketua Unit Produksi dan Ketua Unit Usaha
a. Perlunya legalitas untuk semua unit usaha yang ada di dalam unit produksi.
b. Perlunya penambahan sumber daya manusia yang bisa mengelola unit produksi secara profesional.
c. Perlunya melibatkan siswa untuk ikut berpartisipasi dalam proses perencanaan unit produksi.
d. Perlunya pelibatan semua warga sekolah dalam perencanaan unit produksi sehingga semua pihak dari dalam sekolah mengetahui
pelaksanaan unit produksi dan bisa membantu
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta, 2009.
Arafah, Willy. Esensi Lingkungan Bisnis & Enterpreneurship. Jakarta: Universitas Trisakti, 2010.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010.
Basrowi dan Suwandi. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2008.
Darjanto, Singgih. “Manajemen Unit Produksi dan Jasa di Sekolah Menengah Kejuruan Umar Fatah Rembang”, 2012.
Faizin, Hamam dan Herni Ali. Teologi Entrepreneurship. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN, 2010. Cet. 1.
Firdaus, Zam Zam Zawawi. “Pengaruh Unit Produksi, Prakerin, dan Dukungan Keluarga Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK”. Vol.2 No.3 November, 2012.
Gaspersz, Vincent. Manajemen Kualitas Dalam Industri Jasa. Jakarta: PT. Gramedia, 2002.
Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1995.
Iman, Indra., dan Siswandi. Aplikasi Manajemen Perusahaan. Jakarta : Mitra Wacana Media, 2009.
Kasali, Rhenald., Dkk., Modul Kewirausahaan. Jakarta : Hikmah, 2010.
Khotimah, Khusnul., dkk., Evaluasi Proyek dan Perencanaan Usaha. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002.
Lestari, Sri. “Model Pengelolaan Unit Produksi Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)”, 2010.
Manurung, Hendra.“Peluang Kewirausahaan Sekolah Melalui Kreativitas dan Inovasi”. Journal of Business and Entrepreneurship. Vol.1. No. 1: January, 2013.
Musrofi, M. Kunci Sukses Berwirausaha. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2003.
Nasarudin, Indo Yama., dan Fauzan, Hemmy. Pengantar Bisnis dan Manajemen. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006.
Nasution, Arman Hakim. Membangun Spirit Enterpreneur Muda Indonesia. Jakarta: PT. Elex Komputindo, 2001.
Nurochim dan Purwanto, Iwan. Manajemen Bisnis. Jakarta : Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010.
Peraturan Pemerintah No.29 Tahun 1990 Pasal 29 Ayat 2.
Rohanah, Siti. “Manajemen Unit Produksi Boga di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Magelang”. Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta: 2013. tidak dipublikasikan.
Saroni, Mohammad. Mendidik dan Melatih Enterpreneur Muda. Jakarta : Ar- Ruzz Media. 2012.
Soegoto, Eddy Soeryanto. Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung. Jakarta: PT. Elex Media Kumputindo.
Sugiarti. “Kontribusi Pelaksanaan Unit Produksi Busana Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Tata Busana Di SMK Ibu Kartini”, Skripsi pada Sekolah Sarjana Universitas Negeri Semarang, Semarang, 2013. h. 2, tidak dipublikasikan.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2006.
Suherman, Eman. Desain Pembelajaran Kewirausahaan. 2010. cet.ke 2.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Rosdakarya, 2005.
Suryana. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat, 2009.
Diunduh dari https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1870/teaching-factory, 28 September 2016.
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Diunduh http://slideplayer.info/slide/2819758/, 19 Agustus 2016.
Tim Diklat Direktorat Tenaga Kependidikan. Manajemen Unit Produksi/Jasa Sebagai Sumber Belajar Siswa dan Penggalian Dana Pendidikan Persekolahan, 2007.
Wiyono, dkk., Program Kegiatan Produksi dan Jasa Sekolah / Madrasah. Solo : LPPKS, 2013.
Wahjono, Sentot Imam. Manajemen Tata Kelola Organisasi Bisnis. Jakarta : PT. Indeks, 2008.
Zakiyudin, Ais. Teori dan Praktek Manajemen. Jakarta : Mitra Wacana Media, 2013.
Sumarsono, Sonny. Kewirausahaan. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010.
Di unduh dari https://prezi.com/m/vziiqiujnyfy/legalitas-usaha/, 15 September 2016.
Lampiran 1
PEDOMAN WAWANCARA
PERENCANAAN UNIT PRODUKSI/JASA
DI SMK NEGERI 18 JAKARTA
A. Kepala Sekolah1. Latar belakang penyelenggaraan unit produksi 2. Tujuan unit produksi
3. Prosedur perencanaan unit produksi 4. Peran pemimpin unit produksi di sekolah 5. Mekanisme kerja tim bisnis
6. Rumusan tugas pokok dan fungsi pengelola 7. Produk dan jasa yang diproduksi
8. Prinsip unit produksi
9. Pembuatan strategi dalam usaha mencapai tujuan unit produksi 10.Analisis pasar unit produksi
11.Analisis sasaran usaha unit produksi 12.Analisis lokasi usaha unit produksi 13.Analisis produksi unit produksi
14.Analisis legalitas dan manajemen unit produksi
15.Analisis keuangan/perencanaan anggaran unit produksi
B. Ketua Unit Produksi
1. Latar belakang penyelenggaraan unit produksi 2. Tujuan unit produksi
3. Prosedur perencanaan unit produksi
4. Mekanise kerja tim bisnis, guru, dan siswa sesuai prinsip unit produksi 5. Rumusan tugas pokok dan fungsi pengelola
6. Produk dan jasa yang diproduksi
7. Pembuatan strategi dalam usaha mencapai tujuan unit produksi 8. Analisis pasar unit produksi
10.Analisis lokasi usaha unit produksi 11.Analisis produksi unit produksi
12.Analisis legalitas dan manajemen unit produksi
13.Analisis keuangan/perencanaan anggaran unit produksi 14.Perencanaan kepada setiap kepala bidang usaha unit produksi 15.Pendelegasian wewenang guru dan siswa
16.Perincian setiap bagian kegiatan unit produksi kepada unit masing- masing
C. Ketua Unit Usaha
1. Tujuan unit usaha
2. Prosedur perencanaan unit usaha
3. Mekanise kerja guru, dan siswa dalam unit usaha 4. Rumusan tugas pokok dan fungsi unit usaha 5. Produk dan jasa yang diproduksi unit usaha
6. Pembuatan strategi dalam usaha mencapai tujuan unit 7. Analisis pasar dan sasaran usaha
8. Analisis lokasi usaha 9. Analisis produksi 10.Analisis manajemen
11.Analisis keuangan/perencanaan anggaran 12.Perencanaan setiap petugas usaha
13.Pendelegasian wewenang guru dan siswa 14.Perincian setiap bagian kegiatan unit usaha
D. Siswa
1. Prosedur perencanaan unit produksi
2. Tujuan siswa melakukan praktik unit produksi 3. Mekanisme praktik siswa dalam unit produksi
E. Guru Kewirausahaan
1. Tujuan penyelenggaraan unit produksi
2. Analisis materi pembelajaran kewirausahaan dengan unit produksi 3. Perencanaan bisnis unit produksi.