BAB VI PENEMUAN
6.3 Aspek Ekonomi Terhadap Terbentuknya Kampung Badur
Pada suatu permukiman tidak terencana tentu tidak hanya terbentuk dari satu aspek saja. Pada Kampung Badur sendiri, keadaan sosial menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk permukimannya. Tetapi, aspek lain seperti ekonomi juga berperan terhadap terbentuknya Kampung badur.
Berdasarkan permasalahan yang berkaitan dengan pengaruh ekonomi terhadap terbentuknya Kampung Badur yang telah dikaji dan diidentifikasi pada bab 5.3, maka dihasilkan penemuan yang berkaitan dengan aspek tersebut. Dengan adanya kajian tersebut peneliti telah dapat menghasilkan beberapa penemuan, yaitu sebagai berikut (Tabel 6.3).
No Aspek ekonomi Bentuk Penemuan Kajian Teori
1 Alasan para
pendatang untuk bermigrasi ke kota Medan yaitu untuk mendapatkan pekerjaan, lokasi Kampung Badur yang berada di tengah kota menjadikan daerah tersebut lebih mudah diakses ke tempat- tempat bekerja dari para pendatang.
Sebagian masyarakat memilih tinggal di Kampung Badur untuk mendapatkan pekerjaan di sekitar kawasan tersebut. Lokasi dari Kampung Badur yang berada di tengah kota menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat tinggal bagi para pendatang. Kenyataan lokasi yang berada di pusat kota dan dekat dengan instansi, komersil, perhotelan, pusat kesehatan, bangunan bersejarah
dan sarana pendidikan
menjadikan daerah tersebut sebagai peluang bagi para pencari pekerjaan dan juga berdagang.
Perubahan yang menyebabkan
peningkatan jumlah pendatang terjadi akibat adanya peluang pekerjaan baru. Adanya lapangan pekerjaan baru memberikan kesempatan bagi para pendatang untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik dari segi ekonomi (Rani & Shylendra, 2002). Lokasi Kampung Badur dengan
Radius 1 km
Bangunan dengan fungsi komersil Bangunan Instansi Pemerintah / Swasta Bangunan Bersejarah / Cagar Budaya Sarana Kesehatan dan Pendidikan LEGENDA
No Aspek ekonomi Bentuk Penemuan Kajian Teori 2 Alasan memilih tinggal di Kampung Badur karena tidak memerlukan biaya yang besar untuk memiliki rumah tinggal
Sebagian besar penduduk setempat beralasan memilih tinggal di Kampung Badur karena alasan ekonomi mereka yang rendah. Mereka memilih tinggal di Kampung Badur karena merasa dapat memperoleh tempat tingga yang tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar. Hal tersebut dikarenakan area hunian yang mereka tempati tidak direncakan sebagai tempat tinggal, sehingga memberikan akses bagi mereka untuk membangun ruang hunian mereka tanpa adanya penerapan kebijakan pada rumahnya.
Adanya para pendatang menjadikan populasi manusia di kawasan tersebut semakin meningkat. Peningkatan tersebut yang dapat memberikan pengaruh pada terciptanya ruang-ruang yang digunakan sebagai tempat tinggal para pendatang. Sehingga, dalam memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal diwujudkan dengan cara mencari area hunian yang dirasa tepat sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka (Rani & Shylendra, 2002) Tabel 6.3 Penemuan pengaruh ekonomi terhadap terbentuknya Kampung Badur
Alasan Memilih Kampung Badur dari Aspek Ekonomi
Faktor pendukung :
1. Tidak adanya kebijakan dalam memberi ijin membangun tempat tinggal khususnya di pinggiran sungai
2. Tidak adanya pengaturan pada kepemilikan tanah di Kampung badur
Kenyataan :
1. Membangun rumah tanpa menggunakan standarisasi, sehingga dapat membangun sesuai kehendak dan kemampuan ekonomi penghuninya
2. Tidak memerlukan biaya dalam mengurus ijin dan surat tanah
No Aspek ekonomi Bentuk Penemuan Kajian Teori 3 Kondisi rumah
tinggal yang dipengaruhi oleh aspek ekonomi.
Dengan kenyataan ekonomi yang berada pada garis menengah kebawah menjadikan kondisi dari tempat tinggal tidak direncanakan sesuai dengan standar. Adapun, kenyataan tempat tinggal dari penghuni setempat terlihat dibangun dengan bahan-bahan bekas maupun yang sudah tidak terpakai lagi. Dimensi dari ruang hunian juga berbeda-beda dari setiap rumah. Hal tersebut juga terlihat pada perumahan yang berada di pinggiran sungai, umumnya didirikan
membelakangi sungai.
Sehingga, bagian belakang rumah dijadikan ruang servis untuk mandi, mencuci maupun aktivitas yang memerlukan air sebagai pendukungnya.
Permukiman tidak terencana sering kali membentuk suatu ruang hunian yang dibangun pada area terencana maupun tidak terencana yang tidak
mempunyai persetujuan pada
perencanaan secara formal. Ciri khas
yang paling menonjol pada
permukiman tidak terencana yaitu terlihat pada bangunan-bangunan hunian yang berkualitas rendah yang tidak mempunyai infrastruktur dan fasilitas sosial yang memadai (Ali & Sulaiman, 2006. Hal 2).
Tabel 6.3 Penemuan pengaruh ekonomi terhadap terbentuknya Kampung Badur
Bangunan dengan kondisi yang Instans oi Sungai Instansi PTPN IV LEGENDA
Rumah dengan kondisi ekonomi yang rendah
Sungai Rumah permanen Instansi
Kebutuhan tempat tinggal
Mencari tanah kosong
Membangun rumah sesuai dengan kondisi ekonomi
Memakai bahan bekas
Membeli bahan yang lebih murah
No Aspek ekonomi Bentuk Penemuan Kajian Teori 3 Adanya komunikasi
antar penghuni, membentuk ruang untuk berkumpul dan bercengkrama.
Pada beberapa tempat di kampung Badur, terdapat ruang- ruang yang terjadi secara tidak sengaja dalam berkomunikasi antar penghuni. Ruang-ruang tersebut dapat tercipta pada badan jalan, teras rumah maupun warung-warung yang terdapat di Kampung Badur.
Ruang tersebut umumnya terjadi secara tidak sengaja, akibatnya kurangnya terbatasnya koridor jalan pada Kampung Badur. Sehingga, dengan koridor jalan yang tidak terlalu luas memungkinkan penghuni untuk saling bertemu dan bersosialisasi.
Adapun, beberapa aktivitas yang dilakukan di luar rumah juga sering tercipta di halaman rumah yang berhadapan langsung pada jalan dan rumah tetangga. Maka dari itu, penghuni mudah untuk saling berkomunikasi dan
membentuk ruang untuk
berkumpul
Suatu permukiman informal
umumnya dibentuk dengan pola ruang hunian yang mendukung keseharian meraka. Sebagai contoh, ruang hunian terbentuk untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti adanya komunikasi antar penghuni menciptakan suatu ruang di permukiman tersebut (Eldefrawi, 2013)
Tabel 6.3 Penemuan pengaruh ekonomi terhadap terbentuknya Kampung Badur
Berkomunikasi di badan jalan
Berkomunikasi di teras rumah
6.4 Rangkuman Aspek Komunikasi Terhadap Terbentuknya Kampung