• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Aspek Kognitif

Aspek kognitif responden mengenai sikap remaja Surabaya terhadap pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi diukur dengan 4 pertanyaan mengenai aspek kognitif yang diajukan agar responden memilih masing-masing 1 dari 4 kategori yang telah disusun dalam posisi berurutan pada masing-masing pertanyaan pada kuesioner. Kemudian pada masing-masing kategori diberikan skor dari yang tertinggi ke yang terendah secara berurutan. Diperoleh data, bahwa skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah adalah 4.

4.4.1 Remaja mengetahui pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi

Salah satu bagian yang paling mendominasi dalam informasi yang ditayangkan televisi adalah pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi. Untuk mengetahui Aspek kognitif para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.5.

Tabel 4.5

Remaja mengetahui pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 0 0

3 Setuju 84 84

4 Sangat Setuju 16 16

Total 100 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 84% responden, hal ini dikarenakan mereka mempunyai waktu luang dalam menerima informasi yang didapat melalui televisi dan yang menyatakan sangat setuju sebanyak 16%, hal ini dikarenakan selain mereka mempunyai waktu luang, dalam melihat televisi mereka didampingi oleh orangtua ataupun teman sehingga terjadi proses pembicaraan yang penting menurut mereka.

Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini mengetahui pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia melalui televisi, hal ini dikarenakan responden yang saya teliti mempunyai waktu luang dalam mendapatkan informasi melalui televisi serta ketertarikan mereka terhadap Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia.

4.4.2. Mengetahui bahwa Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia Merupakan Pembatasan dalam Penggunaan Internet dalam pemberitaan di Televisi

Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada 100 responden, dapat diketahui frekuensi jawaban mengenai pernyataan bahwa melalui pemberitaan dari televisi dapat diketahui Rancangan Peraturan Menteri Konten multimedia merupakan pembatasan dalam penggunaan Internet. Untuk mengetahui Aspek kognitif para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.6

Mengetahui bahwa Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia Merupakan Pembatasan dalam Penggunaan Internet di Televisi

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 5 5

3 Setuju 87 87

4 Sangat Setuju 8 8

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.A.2

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 87% hal ini dikarenakan, responden menyimpulkan opini masyarakat yang disiarkan di televisi tentang pembatasan dalam penggunaan internet di televisi. Sedangkan sebanyak 8% responden menyatakan sangat setuju, hal ini dikarenakan responden selain menyimpulkan opini masyarakat yang disiarkan di televisi tentang pembatasan dalam penggunaan internet di televisi, responden juga melihat diskusi salah satu pakar pengamat multimedia di televisi.

Sedangkan responden yang menyatakan tidak setuju sebanyak 5% responden. Hal ini disebabkan karena responden tidak menonton pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia sebagai pambatasan dalam penggunaan internet melalui televisi.

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar repsonden menyimpulkan opini masyarakat yang disiarkan di televisi tentang pembatasan dalam penggunaan internet dan pemberitaan di televisi sering menyiarkan diskusi-diskusi dengan para pakar-pakar yang terkait, namun sebagian kecil mengetahui pemberitaan tersebut melalui media massa selain televisi.

4.4.3 Mengetahui Bahwa Menkoinfo Membuat Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia untuk Melindungi Kepentingan Umum dari Gangguan Sebagai Penyalahgunaan Informasi Elektronik

Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada 100 responden, dapat diketahui frekuensi jawaban mengenai pernyataan bahwa Menkoinfo membuat Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia untuk melindungi kepentingan umum dari gangguan sebagai penyalahgunaan informasi elektronik. Untuk mengetahui Aspek kognitif para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7

Mengetahui Bahwa Menkoinfo Membuat Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia untuk Melindungi Kepentingan Umum dari Gangguan

Sebagai Penyalahgunaan Informasi Elektronik

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 4 4

3 Setuju 83 83

4 Sangat Setuju 13 13

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.A.3

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 83% hal ini dikarenakan responden merasa bahwa semakin maraknya kejahatan di internet, sehingga respondeng menjawab setuju jika Rancangan peraturan ini dibuat untuk melindungi kepentingan umum. Sedangkan responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 13% responden, hal ini dikarenakan responden ingin adanya pembatasan kebudayaan asing negatif yang masuk di Indonesia untuk menjaga moral bangsa.

Sedangkan responden yang menyatakan tidak tahu sebanyak 4%. Hal ini dikarenakan responden tidak mengetahui adanya pemberitaan melalui televisi, namun melalui media massa lainnya.

Melalui data diatas maka dapat disimpulkan bahwa kejahatan di dunia internet bisa ditanggulangi dengan adanya Rancangan tersebut serta mengembangkan kebudayaan indonesia yang telah terkikis oleh kebudayaan asing.

4.4.4. Pengetahuan Remaja Tentang isi Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia

Untuk mengetahui berapa jumlah dan prosentase dari sikap 100 Remaja sebagai responden tentang pengetahuan isi Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi, dapat diketahui pada tabel 4.8.

Tabel 4.8

Pengetahuan Remaja Tentang isi Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 3 3

2 Tidak Setuju 20 20

3 Setuju 72 72

4 Sangat Setuju 5 5

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.A.4

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 72% responden, hal ini dikarenakan responden sudah membaca draft tersebut, sedangkan responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 5% hal ini dikarenakan mereka memahami isi draft serta sangsi yang akan dikenakan apabila melanggar.

Sedangkan responden yang menyatakan tidak setuju sebanyak 20% responden, hal ini dikarenakan para responden beranggapan penggunaan multimedia tidak bisa dibatasi ruang dan waktu dan yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 3% responden, hal ini disebabkan responden menganggap rancangan tersebut mengikat mereka untuk mendapatkan informasi.

Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa Rancangan yang sudah diberitakan merupakan perbaikan informasi penggunaan internet.

4.5. Aspek Afektif

Aspek Afektif responden mengenai sikap remaja Surabaya terhadap pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi diukur dengan 4 pertanyaan mengenai aspek Afektif yang diajukan agar responden memilih masing-masing 1 dari 4 kategori yang telah disusun dalam posisi berurutan pada masing-masing pertanyaan pada kuesioner. Kemudian pada masing-masing kategori diberikan skor dari yang tertinggi ke yang terendah secara berurutan. Diperoleh data, bahwa skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah adalah 4.

4.5.1. Perasaan Senang dengan Adanya Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi

Sebagai remaja surabaya sebagai responden merasa senang dengan adanya pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi, mengetahui Aspek afektif para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.9.

Tabel 4.9

Perasaan senang dengan Adanya Pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 28 28

3 Setuju 64 64

4 Sangat Setuju 8 8

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.B.1

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 64% responden, hal ini responden merasa senang dengan pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi dikarenakan dengan adanya pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia ini, responden mendapatkan informasi. Sedangkan 8% responden menyatakan sangat setuju, hal ini dikarenakan selain mendapatkan informasi responden juga mendapatkan pengetahuan tentang rancangan tersebut.

Sedangkan yang menyatakan tidak setuju dengan pernyataan kuesioner B.1, sebanyak 28% responden karena responden merasa bahwa Rancangan Peraturan Menteri ini sebagai belenggu kebebasan berekspresi dalam melakukan layanan internet.

Dari data diatas maka dapat disimpulkan kenyataan ini disebabkan oleh kebutuhan responden akan informasi mengenai Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia, mengingat mereka sendiri adalah pengguna Internet. Namun sebagian responden berpendapat berbeda, mereka menilai isu tersebut menjadi belenggu kebebasan berekspresi dalam menggunakan internet.

4.5.2. Perasaan Cemas dengan pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia.

Bagaimanakah perasaan remaja Surabaya setelah mengetahui bahwa Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia merupakan pembatasan dalam penggunaan internet. Aspek afektif para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.10.

Tabel 4.10

Perasaan Cemas dengan pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 56 56

3 Setuju 36 36

4 Sangat Setuju 8 8

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.B.2

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 36% responden, hal ini dikarenakan responden merasa rancangan tersebut dapat membatasi mereka dalam berekspresi, sedangkan yang menyatakan sangat setuju sebanyak 8% responden, Hal ini membuktikan bahwa responden merasa rancangan tersebut membatasi aktivitas mereka dalam penggunaan internet.

Sedangkan responden yang menyatakan tidak setuju dengan pernyataan cemas setelah pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia yang merupakan pembatasan dalam penggunaan Internet sebanyak 56% responden. Hal ini berarti remaja mengerti bahwa ini masih hanya sebuah rancangan.

Kenyataan ini disebabkan oleh sadarnya resopnden bahwa isu tersebut hanya sekedar rancangan belum tentu di sahkan, sebagian yang lain merasa jika Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia tersebut membatasi aktivitas mereka terkait penggunaan internet.

4.5.3. Perasaan senang Menkominfo membuat Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia

Untuk mengetahui Aspek afektif para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.11.

Tabel 4.11

Perasaan senang Menkominfo membuat Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 12 12

3 Setuju 68 68

4 Sangat Setuju 20 20

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.B.3

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 68% responden, hal ini dikarenakan nantinya pengawasan dalam dunia

internet akan semakin terkontrol, sedangkan yang menyatakan sangat setuju sebanyak 20%, hal ini dikarenakan responden berpendapat sebagai pengguna layanan internet seharusnya ada perlindungan yang kuat karena seringnnya kejahatan cyber di indonesia, seperti penipuan dan konten yang merugikan beberapa pihak.

Sedangkan responden yang menyatakan tidak setuju adalah 12%, dengan pernyataan bahwa responden senang bahwa Menkominfo membuat Rancangan

Peraturan Menteri Konten Multimedia ini karena merupakan pembatasan dalam melakukan layanan internet.

Dari data diatas maka dapat disimpulkan kenyataan ini disebabkan oleh kebutuhan akan rasa aman responden dalam penggunaan internet dari cyber crime, sebagian besar khawatir jika mereka menjadi korban dari penyalahgunaan internet yang di lakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Akan tetapi sebagian yang lain merasa sebaliknya, mereka khawatir jika Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia tersebut dapat membatasi mereka dalam menggunakan layanan internet.

4.5.4. Menganggap adanya Rancangan Peraturan Menteri merupakan hal yang positif bagi pengguna internet

Untuk mengetahui Aspek afektif para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.12.

Tabel 4.12

Menganggap adanya Rancangan Peraturan Menteri merupakan hal yang positif bagi pengguna internet

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 8 8

2 Tidak Setuju 12 12

3 Setuju 68 68

4 Sangat Setuju 12 12

Total 100 100

Sumber : Kuesioner III.B.4

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 68% responden, hal ini dikarenakan saat ini banyak kasus yang terjadi akibat penyalahgunaan internet, sedangkan yang menyatakan sangat setuju

sebanyak 12%, hal ini berarti responden atau remaja mengharapkan pemberitaan adanya Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia agar mereka mengetahui mana yang seharusnya dilakukan ketika menggunakan internet.

Sedangkan responden yang menyatakan tidak setuju sebanyak 12% responden, hal ini dikarenakan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia tersebut membatasi dalam penggunaan internet dalam hal mengekspresikan diri, sedangkan responden dengan sangat tidak setuju sebanyak 8%, hal ini dikarenakan pihak-pihak terkait merasa dirugikan.

Kenyataan ini disebabkan saat ini banyak kasus yang terjadi akibat penyalahgunaan internet, sehingga responden membutuhkan aturan yang jelas terkait dengan penggunaan internet. Disisi lain banyak pihak yang merasa di untungkan tapi tidak sedikit pula yang malah dirugikan, akan tetapi sebagian remaja menganggap Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia tersebut membatasi dalam penggunaan internet dalam hal mengekspresikan diri.

4.6. Aspek Behavioral

Aspek behavioral responden mengenai sikap remaja Surabaya dalam menggunakan layanan internet pasca pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi diukur dengan 4 pertanyaan mengenai aspek behavioral yang diajukan agar responden memilih masing-masing 1 dari 4 kategori yang telah disusun dalam posisi berurutan pada masing-masing pertanyaan pada kuesioner. Kemudian pada masing-masing kategori diberikan skor dari yang tertinggi ke yang terendah secara berurutan. Diperoleh data, bahwa skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah adalah 4.

Dengan demikian jika dimasukkan kedalam tabel frekuensi dapat dilihat seperti tabel-tabel berikut ini :

4.6.1 Mendiskusikan Masalah Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia kepada Sesama Pengguna Internet

Berdasarkan hasil yang didapat dalam penelitian, bahwa pasca pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi, remaja Surabaya mendiskusikan masalah Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia kepada sesama pengguna Internet. Untuk mengetahui Aspek behavioral para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.13.

Tabel 4.13

Mendiskusikan Masalah Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia kepada Sesama Pengguna Internet

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 24 24

3 Setuju 68 68

4 Sangat Setuju 8 8

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.C.1

Tabel diatas menunjukkan bahwa sebesar 68% responden menyatakan setuju, hal ini dikarenakan responden ingin mengasah pengetahuan terkait dengan rancangan tersebut, sedangkan 8% responden menyatakan sangat setuju, hal ini dikarenakan responden sebagai sesama pengguna Internet ingin menerangkan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia itu apa, karena disamping Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia ini diakui memiliki niat baik untuk melindungi kepentingan umum dari gangguan cyber crime namun disisi lain banyak kekhawatiran seputar keberadaannya sebagai sensor internet. Sedangkan

responden yang menyatakan tidak setuju sebesar 24% dengan pernyataan bahwa responden tidak perlu mendiskusikan masalah Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia kepada sesama pengguna Internet karena hanaya sekedar rancangan.

Melalui data diatas maka dapat disimpulkan kenyataan ini

menggambarkan pentingnya Rancangan Peraturan Menteri Konten multimedia bagi pengguna internet yang dalam penelitian ini adalah remaja, sebagian dari mereka merasa Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia tersebut merupakan hal positif untuk melindungi pengguna, tapi sebagian yang lain menganggap Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia merupakan ancaman bagi kebebasan mereka dalam mengakses internet. Namun ada pula sebagian remaja yang menganggap Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia hanya sekedar rancangan sehingga tidak ada yang harus di khawatirkan.

4.6.2 Berhati-hati dalam mengekspresikan diri dalam penggunaan internet

Untuk mengetahui Aspek behavioral para responden mengenai pertanyataan ini, dapat dilihat pada tabel 4.14.

Tabel 4.14

Berhati-hati dalam mengekspresikan diri dalam penggunaan internet

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 24 24

2 Tidak Setuju 76 76

3 Setuju 0 0

4 Sangat Setuju 0 0

Total 100 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan tidak setuju sebanyak 76%, hal ini dikarenakan responden ingin kebebasan dalam hal apapun di internet, karena itu merupakan salah satu hiburan mereka, sedangkan responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 24% hal ini dikarenakan responden menjadikan internet adalah sebagai gaya hidup.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa remaja tidak merasa terganggu dengan adanya Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia sehingga tidak mengurangi kebebasanya dalam mengekspresikan diri melalui internet. Pada usia remaja rasa keingintahuan akan sesuatu sangat besar, mereka bahkan tidak takut akan resiko yang akan menimpanya. Semakin dilarang maka semakin besar rasa ingin melakukannya.

4.6.3 Walaupun ada Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia anda tetap mengakses situs-situs porno

Berdasarkan hasil yang didapat selama penelitian, bahwa dengan adanya pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia akan tetap mengakses situs-situs porno. Untuk mengetahui Aspek behavioral para responden mengenai pertanyaan ini, dapat dilihat pada tabel 4.15.

Tabel 4.15

Walaupun ada Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia anda tetap mengakses situs-situs porno

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 12 12

2 Tidak Setuju 16 16

3 Setuju 56 56

4 Sangat Setuju 16 16

Total 100 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan setuju sebanyak 56% responden, hal ini dikarenakan mudahnya responden dalam menemukan situs porno di internet , sedangkan yang menyatakan sangat setuju sebanyak 16%. Hal ini dikarenakan remaja masih mempunyai rasa keingintahuan akan sesuatu sangat besar.

Sedangkan responden yang menyatakan tidak setuju sebesar 16% hal ini dikarenakan situs-situs porno dalam internet dapat mempengaruhi moral sedang sangat tidak setuju sebesar 12% hal ini disebabkan responden beranggapan bahwa mengakses situs-situs porno merupakan hal yang dianggap tidak pantas untuk ditonton.

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kemudahan remaja dalam menemukan situs porno di internet. Hal ini yang kemudian membuat mereka sulit untuk menghindari hal-hal yang berbau pornografi dalam dunia maya, terlebih lagi ketika isu Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia ini hanya dianggap masih rancangan belaka. Namun sebagian remaja yang lain berpendapat bahwa pernografi dalam internet dapat mempengaruhi moral remaja.

4.6.4 Mengajak Sesama Pengguna Internet Berdemontrasi untuk menentang Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia

Untuk mengetahui berapa jumlah prosentase dari sikap 100 remaja di Surabaya sebagai akan mengajak sesama pengguna internet berdemontrasi untuk menentang Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia, dapat diketahui pada tabel 4.16.

Tabel 4.16

Mengajak Sesama Pengguna Internet Berdemontrasi untuk menentang Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Sangat Tidak Setuju 16 16

2 Tidak Setuju 4 4

3 Setuju 44 44

4 Sangat Setuju 36 36

Total 100 100

Sumber : Kuesioner II.C.4

Berdasarkan jawaban-jawaban dari tabel 4.16 dapat diketahui bahwa sebanyak 44% menyatakan setuju, karena mereka tahu sejak internet masuk di indonesia, belum ada aturan di dunia ini yang membatasi pemakaian internet, sedangkan 36% responden menyatakan sangat setuju karena mereka berpendapat Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia adalah sebuah pembatasan dalam menggunakan internet untuk itu mereka setuju mengajak sesama pengguna internet berdemontrasi untuk menentang Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia melalui jejaring sosial.

Prosentase yang sangat tidak setuju yaitu sebanyak 16% responden, hal ini dikarenakan menurut mereka itu hanya sebuah rancangan dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 4% responden, karena menurut mereka tidak peduli rancangan tersebut selama internet masih bisa di akses.

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa responden, yaitu remaja merasa bahwa Rancangan Peraturan Menteri konten Multimedia tersebut dapat membatasi mereka dalam menggunakan internet, dengan kata lain kebebasan

mereka dalam mengakses internet terbatas. Namun kebanyakan responden melakukan aksi penolakan mereka melalui jaringan sosial di internet, misalnya Facebook, Twitter dan sebagainya. Akan tetapi sebagian responden lain merasa tidak perlu berlebihan dalam menanggapi isu yang masih berupa rancangan. 4.7 Rekapitulasi Hasil Komponen Sikap (Kognitif, Afektif, dan

Konatif)

4.7.1 Aspek Sikap Kognitif

Tabel 4.17

Sikap Kognitif Remaja Surabaya Terhadap Pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia Di Televisi

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Positif 76 76

2 Netral 24 24

3 Negatif 0 0

Total 100 100

Sumber : Data yang diolah pada lampiran I.

Dari hasil tabel 4.17 menunjukkan bahwa aspek sikap kognitif positif sebanyak 76% ini menandakan bahwa remaja sangat memahami isi berita dari Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi. Responden sangat mengetahui dan adanya kesadaran untuk memahami isi berita mengenai Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia karena merasa bahwa berita tersebut sangat penting bagi responden. Sedangkan aspek kognitif netral sebanyak 24% menandakan remaja cukup mengetahui dari pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa televisi merupakan media yang efektif dalam menyampaikan informasi karena kelebihannya yaitu audio, visual.

Sehingga membuat remaja yang sering mengisi waktu luang dapat mendapat dengan cepat apa yang di beritakan di televisi terkait dengan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia. Namun selain dari televisi remaja juga mengetahui informasi seputar Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia melalui media lainnya, misalnya internet atau media cetak.

4.7.2 Aspek Sikap Afektif

Tabel 4.18

Sikap Afektif Remaja Surabaya Terhadap Pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia Di Televisi Di Televisi

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Positif 36 36

2 Netral 64 64

3 Negatif 0 0

Total 100 100

Sumber : Data yang diolah pada lampiran II

Tabel diatas menunjukkan bahwa aspek afektif yang positif sebesar 36% responden mempunyai aspek afektif yang positif, dari hasil tersebut dapat disimpulkan responden merasa senang dan mendukung akan pemberitaan rancangan tersebut.

Sedangkan sebesar 64% responden memiliki aspek afektif yang netral, hal ini menjelaskan bahwa dalam konteksnya responden menyikapi pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia di televisi biasa-biasa saja dalam mengambil sebuah sikap dikarenakan terpaan media yang di dapat oleh responden kurang dapat ditangkap oleh komunikan atau responden sebagai penerima pesan.

4.7.3 Aspek Sikap Behavioral

Tabel 4.19

Sikap Behavioral Remaja Surabaya Terhadap Pemberitaan Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia Di Televisi Di Televisi

NO KETERANGAN JUMLAH %

1 Positif 24 24

2 Netral 60 60

3 Negatif 16 16

Total 100 100

Sumber : Data yang diolah pada lampiran III

Tabel diatas menunjukkan sebesar 60% responden mempunyai aspek behavioral yang netral, hal ini karena responden menanggapi berita tersebut

dengan tidak terpengaruh dan hanya dijadikan sebagai pengetahuan saja,

kemudiansebesar 24% responden memiliki aspek behavioral yang positif, hal ini menunjukkan jumlah sikap responden yang setuju serta mau melakukan perubahan sesuai dengan berita “Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia” di televisi, dan responden merasa optimis bahwa dengan adanya berita tersebut dapat menggugah remaja untuk menggunakan layanan internet dengan lebih baik lagi, sedangkan 16% responden mempunyai aspek behavioral yang negatif, hasil tersebut dapat disimpulkan karena responden tidak setuju

Dokumen terkait