(4) Sumberdaya Manusia dan Sumberdaya Buatan
B. Aspek Pedukung Skenario Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil Sektor Wisata Bahari di Pulau Bunaken
1. Aspek Sosial
Pulau Bunaken memiliki jumlah penduduk kurang lebih 2000 jiwa yang bertempat tinggal di dua desa, yaitu (1) Desa Bunaken dengan wilayah administrasi hingga ke Tanjung Parigi dan Pulau Siladen dan (2) Desa Alungbanua. Pada umumnya masyarakat pulau Bunaken memiliki tingkat pendidikan hanya sampai lulusan sekolah dasar. Data ini didukung dari data responden bedasarkan tingkat pendidikannya yang tersaji pada Gambar 8 sebagai berikut.
Gambar 8. Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikannya
Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan yang paling mendominasi adalah lulusan Sekolah Dasar (SD), yang kedua lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang ketiga lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan sisanya tanpa keterangan. Oleh karena itu, masyarakat Pulau
Bunaken masih memerlukan kegiatan pelatihan-pelatihan secara formal melalui pemberdayaan masyarakat pulau dalam pemanfaatan sumberdaya hayati, baik ekosistem daratan, lautan dan pesisir.
Bukan hanya pemanfaatan sumberdaya hayati saja yang perlu diperhatikan, namun terdapat hal lain yang terpenting yaitu adanya interaksi masyarakat lokal di dalamnya. Dengan memperhitungkan pertimbangan-pertimbangan dan
pandangan ekologis sebelumnya maka sangat beralasan jika Pemerintah daerah Kota Manado mengambil langkah-langkah untuk mencegah kerusakan dan degradasi sumberdaya hayati di pulau Bunaken sebagai berikut.
DATA RESPONDEN BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN
10 8 6 JUMLAH 4 2 0 SD SMP SMA Tanpa Keterangan JENIS PENDIDIKAN
(1) Mengelola dengan baik aktivitas manusia, khususnya diving center atau
untuk mengembalikan keberadaan kesatuan ekosistem tersebut seperti pada keadaaan semula, yang asli dan alamiah.
(2) Masyarakat setempat disiapkan untuk menjadi tuan rumah di tempat tinggalnya (homestay) dan sekaligus menjadikan masyarakat lokal yang merupakan bagian dari ekosistem tersebut sebagai mitra dan basis bagi pengembangan ekologi wisata yang lestari dan berkelanjutan
.
Masyarakat TNB sesungguhnya memiliki pula tradisi atau kearifan lokal berupa hukum adat yang masih dipertahankan di Pulau Bunaken. seperti dalam tata cara membangun rumah, berkebun, pembuatan perahu besar, perahu bercadik (londe) serta saat meluncurkan perahu. Tradisi yang diturunkan secara turun-temurun menyangkut kebutuhan sosial telah menjadi bagian aturan
kehidupan yang tak tertulis yang disepakati bersama dalam komunitas masyarakat TNB.
Oleh karena itu, pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati dalam pemberdayaan masyarakat Pulau Bunaken dalam peningkatan ekonomi kerakyatan, baik di bidang kelautan maupun pariwisata sangat penting untuk dilakukan dan mampu mengakomodasi hak-hak masyarakat lokal. Dengan pengelolaan yang baik, maka otomatis akan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Bunaken dengan berkembangnya usaha-usaha yang mendukung perkembangan wisata bahari. Dari hasil wawancara didapatkan bahwa jenis pekerjaan masyarakat pulau Bunaken didominasi oleh para penjual cinderamata dan makanan dapat dilihat pada Gambar 9 sebagai berikut.
Keterangan:
RESPONDEN BERDASARKAN USAHA KECIL YANG DIKEMBANGKAN
1. = Penjual Cinderamata dan makanan 2. = Nelayan
3. = Penyewa perahu katamaran 4. = Pemandu Wisata
5. = Pemilik homestay
6. = Penyewa alat selam
Gambar 9. Responden Berdasarkan Usaha Kecil yang dikembangkan 0 1 2 3 4 5 JUMLAH
6 7 8 9 1 2 3 4 5 6
2. Aspek Sarana dan Prasarana
Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana dalam mendukung usaha kecil sektor wisata bahari di Pulau Bunaken menimbulkan dampak pertumbuhan ekonomi masyarakat seiring dengan efisiensi biaya yang dikeluarkan. Beberapa sarana dan prasarana pendukung pengembangan perekonomian di Pulau Bunaken dalam usaha wisata bahari terbagi menjadi 2 (dua) yaitu (a) sarana dan prasarana pokok pengelolaan seperti tercantum pada Tabel 5, dan (b) sarana dan prasarana pokok wisata alam seperti tercantum pada Tabel 6.
Tabel 5. Sarana dan Prasarana Pokok Pengelolan di TNB Tahun 2008
NO. JENIS JUMLAH
1.
Kantor Pengelola 1 Kantor BTN Bunaken dan 3 kantor seksi
Wilayah 2. Pondok kerja / jaga/ penelitian 6 Buah 3. Pusat Informasi (Tourism Centre) 1 (satu) buah
4. Wisma Cinta Alam 1 (satu) buah di pantai Liang Bunaken
5. Menara Pengawas Kebakaran Satwa
3 (tiga) buah Buhias (P. Mantehage), Tawara (P. Bunaken) Wowontulap Pengintai satwa
6. Peralatan Komunikasi radio Komunikasi di setiap desa
7. Peta-peta dasar dan kerja 2 (dua) buah 8.
Sarana transportasi Darat (kendaraan roda dua dan sepeda)
dan Laut (perahu kayu dan katamaran)
9. Peralatan selam 16 (enam belas) set
Sumber : Hasil Identifikasi dan Pengolahan data, 2008.
Tabel 6. Sarana dan Prasarana Pokok Wisata Alam di TNB Tahun 2008
NO. PRASARANA JENIS
1. Akomondasi Cottage, homestay (milik masyarakat dan pengusaha) 2. Transportasi Jasa transportasi laut milik masyarakat dan
Pengusaha 3. Pertunjukan
kebudayaan
Kesenian tradisional meliputi musik bambu dan tari- Tarian
4. Fasilitas Rekreasi
Gapura dan loket karcis, dermaga dan pendopo di Bunaken; Jalur lintas Alam gunung Manado Tua dan perahu katamaran milik masyarakat
Sumber : Hasil Identifikasi dan Pengolahan data, 2008.
Wisatawan di TNB dapat memilih langsung tempat menginap dari berbagai
resort maupun homestay yang ada di sekitar lokasi. Terdapat pula jasa penyewaan alat selam dan instrukturnya. Instruktur diving yang disediakan
umumnya menguasai bahasa Inggris, Jerman, Belanda, dan Prancis. Di
Jumlah hotel, resort, homestay dan jasa penyewaan alat selam yang ada di TNB terdapat kurang lebih sebanyak 22 buah, seperti tercantum pada Tabel 7.
Tabel 7. Data Hotel, Resort, Homestay dan Jasa Penyewaan Alat Selam di TNB Tahun 2008
No
Nama
Hotel/Resort/Homestay Klasifikasi Kamar
Kapasitas Tempat Pertemuan
1 NDC Melati III 28 20
2 Barracuda Melati III 12 10
3 Cottage Onong Melati III 6 5
4 Bastianos Melati III 20 15
5 Cottage Village Resort Melati I 3 *)
6 Cha cha Melati 9 *)
7 Lorenzo 1 Melati 9 *)
8 Lorenzo 2 Melati 10 *)
9 Living Coulors Sewa alat
Selam *) *)
10 Samudrindah Melati 12 *)
11 See Breeze Melati 10 *)
12 M.C Sewa alat
Selam *) *)
13 Two Fish Melati 10 *)
14 Ocean Star Melati 3 *)
15 Bunaken Village Melati 4 *)
16 Daniel Homestay Melati 12 *)
17 Bunaken Lodge Melati 4 *)
18 Froggis Sewa alat
Selam *) *)
19 Manado Dive Center Sewa alat
Selam *) *)
20 Scubana Divers Sewa alat Selam 5 *)
21 Sulawesi Divers Sewa alat
Selam 6 *)
22 Panirama Cottage Melati 13 *)
Sumber Data : Budpar Kota Manado, 2008 Ket *) = tidak ada
Dari Tabel 7 dapat diketahui bahwa terdapat 4 (empat) hotel yang
memiliki klasifikasi melati III dengan fasilitas kamar dan ruang pertemuan. Yang memiliki klasifikasi melati I ada 1 (satu) hotel dengan fasilitas kamar tanpa ruang pertemuan. Dan terdapat 11 (sebelas) hotel yang memiliki klasifikasi di bawah melati I dengan fasilitas kamar tanpa ruang pertemuan. Terdapat 4 (empat)
tempat penyewaan alat selam tanpa fasilitas kamar dan 2 (dua) tempat penyewaan alat selam dengan fasilitas kamar.
3. Aspek Ekonomi
Peluang usaha kecil yang dapat dikembangkan di sektor wisata bahari di pulau kecil sangat bervariasi. Beberapa usaha yang dapat dikembangkan khususnya di pulau Bunaken adalah sebagai berikut: membuka warung/kios makanan/jajanan, toko cinderamata, Dive Center (penyewaan alat selam), tempat penyewaan perahu katamaran, usaha restoran dan usaha penginapan (homestay, hotel dan lainnya). Pengembangan usaha kecil sektor wisata bahari memerlukan modal yang cukup besar, sehingga pemodal atau investor sangat memperhatikan pada naik turunnya suku bunga yang terjadi.
Taman Nasional Laut Bunaken merupakan kawasan wisata bahari yang cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara sehingga
merupakan sumber pemasukan dana bagi masyarakat lokal sekaligus
peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Manado. Kunjungan wisatawan sangat tergantung pada perubahan kurs rupiah, naik turunnya harga minyak dunia dan promosi yang menarik serta gencar dilakukan. Kunjungan wisatawan dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara di TNB Tahun 2007
No Negara Jumlah Kunjungan
Wisatawan 1 Amerika 12.990 2 Inggris 9.590 3 Jepang 6.410 4 Belanda 5.980 5 Jerman 5.580 6 Singapura 5.050 7 Swiss 4.640 8 Perancis 4.100 9 Itali 3.320 10 Spanyol 2.570 Sumber: DPTN Bunaken, 2007.
Menurut Herman (2008) bila dibandingkan dengan Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara kunjungan wisatawan mancanegara dari Amerika pada tahun 2007 sebesar 1.700 orang dengan tujuan wisata ke Pulau Hoga
(Resort Kaledupa), Pulau Binongko (Resort Binongko) dan Resort Tamia merupakan lokasi yang menarik dikunjungi terutama untuk kegiatan menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah, dan wisata budaya. Musim kunjungan terbaik adalah April-Juni dan Oktober-Desember setiap tahunnya. Jumlah wisatawan Amerika yang datang ke pulau Bunaken lebih banyak pada tahun yang sama yaitu sebesar 12.990 orang.
Perbandingan Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Domestik Tahun 2007 dan 2008 dapat dilihat pada Gambar 10 dan 11.
Gambar 10. Kunjungan Wisatawan Taman Nasional Laut Bunaken Berdasarkan Tiket Tahun 2007 – 2008.
Gambar 11. Kunjungan Wisatawan Taman Nasional Laut Bunaken Berdasarkan Usia Tahun 2007 – 2008.