• Tidak ada hasil yang ditemukan

III METODE PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Taman Nasional Laut Bunaken (TNB)

Taman Nasional Laut Bunaken (TNB) terletak di Provinsi Sulawesi Utara (Gambar 5). Kawasan ini meliputi area seluas 75.265 hektar dan terdiri dari lima

pulau, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau

Mantehage dan Pulau Naen dengan jumlah total populasi kurang lebih sekitar 21.000 jiwa. Secara geografis TNB masuk dalam perairan “Segi Tiga Emas” yaitu perairan yang menghubungkan laut Papua, Philipina, dan Indonesia yang memiliki habitat lebih dari 3.000 spesies ikan.

Gambar 5. Peta Lokasi Taman Nasional Laut di Sulawesi

Pemerintah Kota Manado dengan mempertimbangkan potensi alam dan aktivitas konservasi ekologi laut menggagas kawasan TNB sebagai pusat kegiatan wisata bahari dan pendidikan. Aspek keindahan alam di laut dan edukasi menjadi menu utama berwisata di TNB. Kawasan TNB pada tahun

1991 ditetapkan sebagai taman laut nasional dan sekaligus sebagai kawasan pelestarian alam oleh Pemerintah Kota Manado.

TNB memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Kawasan ini dikelola dengan sistem zonasi, yang terdiri sebagai berikut.

(1) Zona inti, diperuntukkan bagi perlindungan dan pelestarian sumberdaya alam dan habitatnya dalam kawasan, yang luasnya 1391,05 ha.

(2) Zona pemanfaatan, diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata alam yang secara fungsional terdiri dari zona pemanfaatan intensif multiguna dan zona pemanfaatan terbatas pariwisata khusus, seperti menyelam yang luasnya 1.153,34 ha.

(3) Zona-zona lainnya, diperuntukkan bagi kegiatan selain tujuan pelestarian alam dan pariwisata yang terdiri dari:

a. zona pemulihan, diperuntukkan bagi perlindungan potensi kawasan melalui pemulihan secara alami, yang luasnya 26,27 ha.

b. zona rehabilitasi, diperuntukkan bagi perbaikan kondisi potensi kawasan yang telah mengalami kerusakan, yang luasnya 191,98 ha. c. zona ekstraktif di dalam kawasan TNB, yang luasnya mencakup

73.951,07 ha atau sekitar 93,5% dari luas keseluruhan kawasan. Zona ekstraktif ini terdiri dari: (a) zona pendukung mansyarakat lokal yang luas perairannya 11.860,31 ha dan daratan seluas 2.342,29 ha, (b) zona pendukung pemanfaatan umum atau laut lepas seluas 62.270 ha. d. zona penyangga di luar kawasan.

TNB memiliki 20 titik penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang. Dari 20 titik selam tersebut, 12 titik selam yang terkenal dan dikenal oleh para penyelam, wisatawan, dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut berada di Pulau Bunaken. Aktivitas primer ini mendorong pertumbuhan dan perkembangan aktivitas sekunder jasa-jasa UMKM sebagaimana mendasari penelitian ini.

Aktivitas wisata bahari dalam mendukung usaha mikro, kecil dan menengah pada zona pemanfaatan di kawasan TNB yang luasnya 1.153,34 ha dapat diidentifikasi sebagaimana tertera pada Tabel 4.

Tabel 4. Aktivitas Wisata Bahari menurut Zonasi di Pulau Bunaken

ZONASI LUAS FUNGSI AKTIVITAS FASILITAS

Inti 1391,05 ha Perlindungan dan

Pelestarian

Penelitian Vegetasi Alami (terbatas) Non Intensif Disesuaikan - Pendidikan - Rekreasi - Studi - Rekreasi Alam Vegetasi alami, Pos jaga, dan jalur rekreasi Semi-

Intensif

Disesuaikan - Rekreasi pantai

- Rekreasi Laut - Viewing - Bird watching - Fotografi/ foto hunting - Berjemur - Interpretasi - Jalan-jalan - Duduk- duduk - Snorkling - Katamaran (berperahu) - Menyelam - Fotografi bawah laut - Whale watching - Jalur rekreasi, Gardu Inti, gardu Foto, tempat berjemur dan shelter - Perahu, lokasi menyelam dan snorkling yang dilengkapi jangkar buoy

Intensif Disesuaikan - Penerimaan

- Pelayanan - Rekreasi Pantai - Pemberian brosure - Penarikan retribusi - Tempat parkir - Informasi dan Komunikasi - Kesehatan - Penginapan dan MCK - Ibadah - Makan/ Minum - Penyewaan alat Selam - Belanja Souvenir - Volly Pantai - Gerbang dan Pos - Wartel - Klinik - Pondok, Cottage - Mushola - Restoran/ Warung - Kios Penyewaan - Kios Belanja - Lapangan

Sumber : Hasil identifikasi dan pengolahan data, 2008.

2. Pulau Bunaken

Pulau Bunaken sebagai salahsatu pulau dari ke lima pulau di kawasan Taman Nasional Laut Bunaken merupakan pulau tujuan wisata bahari utama di Kota Manado. Kondisi Pulau Bunaken dapat dijelaskan sebagai berikut.

(1) Geografis dan Administrasi Wilayah

Pulau Bunaken (Gambar 6) adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² yang berada di perairan Laut Sulawesi pada 1 35’ – 1 49’ LU dan 1240 0 0 39’ - 1240 35’ BT. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi

Utara, yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan berkisar antara 2.000 - 3.000 mm per tahun, suhu udara antara 260 - 310 C.

Gambar 6. Pulau Bunaken

(2) Aksesibilitas

Pulau Bunaken yang terletak sekitar 5000 kaki atau 1,5 km dari Manado dapat dicapai dengan beberapa moda, antara lain: (a) menggunakan perahu motor dari tepian pantai di teluk Kota Manado dengan waktu tempuh sekitar ± 30 menit, (b) menggunakan speed boat dari Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas dengan waktu tempuh sekitar ± 20 menit, dan (c) dengan

menggunakan kapal pesiar dari Blue Banter Marina dengan waktu tempuh

sekitar 10-15 menit.

(3) Sumberdaya Alam

Pulau Bunaken memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sehingga mempunyai nilai konservasi nasional sebagai perwakilan ekosistem tropis Indonesia, dan juga memiliki nilai konservasi internasional karena lokasinya terletak di pusat keanekaragaman hayati dan pesisir kawasan Indo-Pasifik. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan (2007) keanekaragaman hayati tersebut meliputi hal-hal berikut.

1) Ekosistem laut dan pesisir yang terdiri dari: (a) terumbu karang jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang yang didominasi oleh jenis Pocilopora sp, Seriaattopora sp, Pachyseris sp, Porites sp, Fungia sp,

Herpolitha sp, Holomitra sp, Galaxea sp, Pectinia sp, Lobophyllia sp,

didominasi oleh jenis Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides, dan

Thalassodendron ciliatum, (c) rumput laut (seaweed) yang didominasi oleh jenis Caulerpa sp., Halimeda sp., dan Padina sp, (d) hutan bakau atau mangrove yang didominasi oleh jenis Rhizophora sp., Sonneratia sp., Lumnitzera sp., dan Bruguiera sp. Hutan ini kaya dengan berbagai jenis kepiting, udang, moluska, (e) sekitar 91 jenis ikan di antaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lainnya, serta (f) jenis

molusca seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

2) Ekosistem daratan (terestrial) terdiri dari kawasan hutan tropis yang kaya akan jenis palem, sagu, woka, silar dan kelapa. Jenis satwa yang ada di daratan dan pesisir antara lain kera hitam sulawesi (Macaca nigra nigra), rusa (Cervus timorensis russa), dan kuskus (Ailurops ursinus ursinus) serta kelompok satwa unik sebelah timur garis wallace, seperti berbagai jenis burung laut seperti camar, bangau, dara laut, dan cangak laut.

3) Pulau Bunaken memiliki jasa-jasa lingkungan berupa 12 titik penyelaman yang berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls atau yang disebut juga hanging walls

atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken. Fenomena alam laut yang ada di Bunaken, hampir pasti tidak bisa ditemukan di taman laut lain. Berwisata di taman laut ini baik untuk perkembangan pengetahuan orang dewasa dan anak-anak tentang alam laut.