Timbulan air limbah tahun
NO AKUN 31 DESEMBER 2012 31 DESEMBER
4 Aspek Sumber Daya Manusia
(Bobot 15 %)
Rasio Pegawai terhadap 1000 pelanggan, untuk mengukur efisiensi penggunaan tenaga kerja dalam melayani setiap 1000 pelanggan.
Rasio Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, mengukur kepedulian perusahaan untuk meningkatkan kompetensi pegawai.
Rasio Biaya Pendidikan dan Pelatihan, mengukur kepedulian perusahaan untuk mendanai dalam hal peningkatan
kemampuan pegawai.
Dari standar penilaian tersebut kemudian diolah guna menghasilkan nilai dengan menggunakan mekanisme pembobotan yang tersaji pada tabel dibawah ini:
Tabel 6.66 Pembobotan Penilaian PDAM
No Aspek Bobot Nilai Maksimum Skoring
1 Keuangan 0.25 5 1.25
2 Pelayanan 0.25 5 1.25
3 Operasional 0.35 5 1.75
4 Sumber daya manusia 0.15 5 0.75 Sumber : Bappeda Kabupaten Lombok Tengah, 2014
Evaluasi Kinerja PDAM yang dilakukan berdasarkan kriteria baru tersebut, dikelompokkan kedalam 3 kategori yakni; Sehat, Kurang Sehat, dan Sakit, dengan batasan nilai:
1. Kategori Sehat, memperoleh nilai lebih besar dari 2,8
PDAM dengan kategori sehat adalah PDAM yang mampu berkembang dan dapat memperbaiki kas dan kewajiban pinjaman, dan melakukan mengoperasikan instalasi secara efisien dalam pelayanannya kepada pelanggan
2. Kategori Kurang Sehat, memperoleh nilai antara 2.2 – 2,8
PDAM dengan kategori kurang sehat adalah PDAM yang menanggung resiko atas keadaan kas dan pembayaran pinjaman dalam mengembangkan pelayanannya.
3. Kategori Sakit, memperoleh nilai kurang dari 2.2
PDAM dengan kategori sakit adalah PDAM yang tidak mampu menanggung resiko kas dan pinjaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tapi apakah status sehat PDAM tersebut merupakan muara akhir dari aktivitas perusahaan ini? Tentunya tidak. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Prof. Rhenald Kasali yang kemudian ditulis dalam buku yang berjudul “Change” diperlukan upaya yang sistematis dan bersifat gradual dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di depan. Dengan kata lain bahwa setiap
perusahaan dituntut untuk bisa melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang akan selalu datang antara terkait dengan:
Kehumasan sebagai Lini Pelayanan kepada Masyarakat
Banyak perusahaan yang menganggap kegiatan komunikasi publik sebagai usaha yang hanya diperuntukkan bagi korporasi besar. Padahal sebenarnya hal itu merupakan anggapan yang salah kaprah karena entahlah tergolong sebagai korporasi besar (PT/ persero) ataupun korporasi kecil (BUMD) pada dasarnya mereka digolongkan kedalam klasifikasi korporasi atau perusahaan yang dibuat dengan tujuan untuk mendatangkan keuntungan bagi daerah (dalam kasus ini adalah BUMD) sehingga menjadi sebuah kewajiban bagi perusahaan tersebut dalam hal ini adalah PDAM juga memberikan porsi keterlibatan masyarakat sebagai salah satu stakeholder utama dari daerah tersebut. PDAM Kabupaten Lombok Tengah dalam hal ini termasuk ke dalam golongan korporasi yang belum menyediakan sarana bagi masyarakat untuk mengakses informasi tentang pelayanan penyediaan air minum hal ini dibuktikan dengan belum adanya website tentang PDAM Lombok Tengah.
Penyediaan dukungan website resmi PDAM Kabupaten Lombok belum tersedia, namun seharusnya sudah mulai diprioritaskan untuk dibuat. Dengan disediakannya pranala resmi akan memberikan kemudahan kepada calon investor untuk lebih memilih menggunakan jasa layanan PDAM ketimbang melakukan upaya penyediaan air sendiri.
Selain terkait dengan aspek eksternal, pranala resmi juga bisa berfungsi sebagai alat pengukur kinerja manajemen PDAM Kabupaten Lombok. Hal ini dikarenakan kewajiban untuk selalu menyampaikan segala macam informasi baik laporan keuangan, trend pelanggan, proyeksi laba, rencana pengembangan unit usaha turunan maupun performa manajemen yang direpresentasikan dalam tingkat kehadiran rapat di tingkat dewan direksi maupun dewan pengawas.
Pembentukan Budaya Perusahaan yang Tangguh
Salah satu kunci keluaran yang bernilai tangguh dari sebuah perusahaan adalah terletak pada kemampuan sebuah perusahaan untuk membentuk budaya yang tangguh. Hal ini diawali dengan komitmen dari manajemen untuk mendorong terciptanya budaya perusahaan yang tangguh melalui permodelan atau keteladanan dari pucuk pimpinannya dimulai dari hal yang sederhana semisal ketepatan presensi kehadiran dan presensi berakhirnya jam dinas dan melakukan (hal yang seharusnya dilakukan dan bukan sekedar hal yang dikategorikan benar saja). Hal ini berguna dalam melatih dan menularkan semangat perubahan untuk melayani pelanggan yang sejatinya merupakan “nafas utama” dari perusahaan penyedia air. Langkah selanjutnya adalah merumuskan key performance indicator (KPI) sebagai panduan terhadap penilaian kinerja perusahaan misalnya:
Tabel 6.67 Tabel Key Performance Indicator
Perspektif Indikator performa Keterangan
Keuangan Target pendapatan meningkat Proyeksi pertambahan pelanggan melalui penambahan SR ataupun pembukaan produk/ unit usaha baru
Pelayanan Pengurangan persentase water loss
Efisiensi pelayanan menggunakan teknologi informasi
Mengganti pipa yang sudah tua
Penggunaan Website SDM Produktifitas pegawai meningkat
seiring dengan peningkatan laba perusahaan yang berimbas pada peningkatan gaji
Kompetensi pegawai meningkat
Meningkatkan target laba dan melakukan efisiensi terhadap pos pembiayaan
Dilakukan pelatihan, studi banding, sertifikasi keahlian Inovasi Peluncuran produk baru Semisal: air minum dalam
kemasan
Hal yang terkadang “dilupakan” oleh BUMD adalah bahwasanya mereka juga berstatus sebagai korporasi yang bertugas untuk mencari penghasilan bagi para pemegang saham yang diantaranya adalah daerah pemerintah, meskipun juga dilekati oleh kewajiban Public service obligation (PSO), namun korporasi juga berhak untuk mengajukan peningkatan kesejahteraan karyawan melalui mekanisme yang sudah ditentukan dengan catatan telah mampu menghasilkan laba diatas yang ditargetkan. Maka dengan adanya visi seperti ini akan menumbuhkan kapasitas, kapabilitas serta integritas SDM yang akan membentuk menjadi kultur perusahaan.
Inovasi Produk-Produk Baru dalam rangka menaikkan Laba
Hal yang juga menjadi hal dari korporasi adalah memunculkan inovasi sebagai sebuah bagian dari usaha untuk meningkatkan laba dan kualitas serta cakupan kewajiban pelayanan publik. Kebanyakan PDAM tertinggal dalam hal inovasi di aspek ini sehingga sejak dilahirkan sampai divonis “sakit” akan selalu menjual air baku meskipun label yang disandang secara resmi adalah Perusahaan Daerah Air Minum. Baru bisa dihitung dengan jari PDAM yang melakukan inovasi dengan memunculkan produk baru baik melalui lini produksi barunya ataupun melalui anak perusahaan yang baru.
Banyak diantaranya masih berupa rencana yang eksekusinya tidak terukur baik dalam artian beban kerja maupun target perwujudannya. Sebagai contoh misal terkait dengan ide pembuatan air minum dalam kemasan. Rencana terukur terkadang masih belum bisa dilaksanakan dengan detail karena terkendala oleh waktu perijinan yang membutuhkan waktu beberapa tahun sementara kemungkinan besar direksi sudah akan diganti sebelum hal itu terwujud.
Kerjasama dengan berbagai pihak
Sesuai dengan letak geografisnya dimana Kabupaten Lombok Tengah saat ini dijadikan sebagai pintu gerbang kedatangan pariwisata di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat memunculkan potensi yang besar terhadap kebutuhan air. Hal ini menumbuhkan asa bahwa salah satu perusahaan yang menjadi primadona dan didekati oleh para investor adalah PDAM. Namun jika ternyata tidak pastinya ada yang salah. Kesalahan bisa karena belum adanya perencanaan
macro ditingkat provinsi dan kabupaten yang menempatkan PDAM Kabupaten Lombok Tengah sebagai salah satu stakeholder utama dalam percaturan investasi, misal terkait dengan perda penggunaan sumber air dalam. Selain itu perlu juga ditawarkan bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan antara PDAM dan organisasi SPAM yang berada di perdesaan dalam rangka menyelesaikan tantangan MDG’s yang tersisa kurang dari 2 tahun ke depan. Sehingga satu sama lain tidak berkompetisi namun bersinergi dengan menggarap segmen pasarnya masi ng- masing.
Tantangan selanjutnya adalah membuat paket penawaran yang menarik bagi para calon investor. Jika potensi sudah bisa disadari dan didukung dengan budaya perusahaan yang baik maka kekhawatiran bahwa PDAM akan menjadi perusahaan yang selamanya menjual air kaporit akan bisa dihilangkan dengan sendirinya namun jika tidak, maka bisa jadi status sehat yang sudah disandang PDAM Kabupaten Lombok Tengah hanya akan tinggal tunggu waktu karena lambat laun akan digerogoti kewajiban membayar utang.
SPAMDes
Targetan pencapaian MDG’s dalam bidang air minum di tahun 2015 yaitu terpenuhinya akses air bersih perpipaan sebesar 68% seharusnya bisa dijadikan sebuah tantangan yang positif untuk dijawab khususnya oleh Kabupaten Lombok Tengah yang dikarunia oleh banyak sumber mata air dengan debit besar. Karena satu-satunya cara untuk bisa meningkatkan pencapaian tersebut tanpa selalu mengkaitkan dengan kebutuhan investasi yang bernilai tinggi adalah dengan mendorong gerakan masyarakat untuk mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri dengan kemandirian yang dimiliki. Berikut adalah tabel kondisi organisasi SPAMDes yang berada di Kabupaten Lombok Tengah.
Tabel 6.68 Tabel Kondisi Organisasi SPAMDes di Kabupaten Lombok Tengah
No Spamdes Status Keterangan
1 Desa Waja Geseng Kec. Kopang
Sehat Cash flow disajikan dengan format yang baik
Bagi hasil antara pengelola dan desa sudah tersistematika dengan baik
Dari 188 pelanggan tercatat hanya 10 orang yang menunggak
2 Desa AiK Berik Kec. Batukliang Utara
Tidak Sehat
Kapasitas dan kapabilitas pengelola belum cukup baik
Kewenangan pengelola terbatas
Pelanggan masih memiliki mind set “pemborosan air” 3 Desa Karang Sidemen Kec. Batukliang Utara Tidak Sehat
Kapasitas dan kapabilitas pengelola belum cukup baik
Kewenangan pengelola terbatas
Pelanggan masih memiliki mind set “pemborosan air”
4 Desa Bunkate Kec. Jonggat
Tidak Sehat
Kapasitas dan kapabilitas pengelola belum cukup baik
Kewenangan pengelola terbatas
Pelanggan masih memiliki mind set “pemborosan air”
5 Desa Bonjeruk Kec. Jonggat
Tidak Sehat
Kapasitas dan kapabilitas pengelola belum cukup baik
No Spamdes Status Keterangan
Pelanggan masih memiliki mind set “pemborosan air”
6 Desa Perina Kec. Jonggat
Tidak Sehat
Kapasitas dan kapabilitas pengelola belum cukup baik
Kewenangan pengelola terbatas
Pelanggan masih memiliki mind set “pemborosan air”
7 Desa Pemepek Kec. Pringgarata
Tidak Sehat
Kapasitas dan kapabilitas pengelola belum cukup baik
Kewenangan pengelola terbatas
Pelanggan masih memiliki mind set “pemborosan air”
8 Desa Gonjag Kec. Praya
Tidak Sehat
Kapasitas dan kapabilitas pengelola belum cukup baik
Kewenangan pengelola terbatas
Pelanggan masih memiliki mind set “pemborosan air”
Dari tabel tersebut di atas dapat diambil kesimpulan sementara bahwa permasalahan yang muncul lebih kearah sumber daya manusia pengelola dan pelanggan, namun di balik permasahan yang mengemukan di 7 dari 8 organisasi SPAMDES tersebut terdapat sebuah harapan dalam mengembangkan jejaring organisasi SPAMDES untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Lombok Tengah ini.
Hal ini bisa dilihat dari kinerja yang dicapai oleh BUMDES Bareng Makmur, Desa Waja Geseng, Kecamatan Kopang yang sampai saat ini sudah berhasil mengembangkan sistem sebanyak 96 SR. Menurut laporan keuangan pada bulan Juni-Juli tahun 2013 dimana pada bulan tersebut berhasil dikumpulkan pendapatan sebesar Rp. 2.118.000,00 dengan persentase bagi hasil yaitu :
a. Pengurus : 40 % = Rp. 847.200,00 b. Pemeliharaan : 40 % = Rp. 847.200,00 c. Desa : 20 % = Rp. 423.600,00
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan di Desa Wajegeseng sudah masuk dalam tataran “baik” hal ini dapat dilihat dari sistem dalam BUMDES tersebut yang mewajibkan adanya laporan rutin setiap bulan terkait dengan cash flow, adanya sistem pembagian hasil sebagai kontra prestasi operasional sehari-hari antara pihak pengurus, desa dan deposit untuk keperluan pemeliharaan.