Timbulan air limbah tahun
NO AKUN 31 DESEMBER 2012 31 DESEMBER
E. Peraturan Perundangan
Sejalan dengan peran Pemerintah Pusat sebagai fasilitator dalam era otonomi daerah dan dalam kaitan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Pemerintah telah menerbitkan produk pengaturan setingkat peraturan pemerintah yang memberikan pedoman, baik kepada pemerintah kabupaten/kota dan pihak lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan pelayananan air minum maupun kepada masyarakat sebagai pengguna layanan air minum, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Adapun wewenang dan tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) adalah meliputi : (i) menetapkan kebijakan dan strategi nasional, (ii) menetapkan norma, standar, pedoman, dan manual (NSPM), (iii) memfasilitasi pemenuhan kebutuhan air baku.
Sejalan dengan peran Pemerintah Pusat sebagai fasilitator dalam era otonomi daerah, maka wewenang dan tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) adalah meliputi : (i) menetapkan kebijakan dan strategi nasional, (ii) menetapkan norma, standar, pedoman, dan manual (NSPM), (iii) memfasilitasi pemenuhan kebutuhan air baku. Selanjutnya, hal ini ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah terkait dengan membuat Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) di tingkat II baik Kabupaten maupun Kotamadya.
Pelaksanaan kegiatan penyediaan air baku/bersih/minum harus mengacu kepada dasar hukum yang berlaku. Undang-undang No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air, didalamnya juga mengatur beberapa hal mengenai penyediaan air. Dalam Pasal 34 UU No. 7 Tahun 2004, dinyatakan bahwa pengembangan sumber daya air pada wilayah sungai ditujukan untuk peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air guna memenuhi kebutuhan air baku untuk rumah tangga, pertanian, industri, pariwisata, pertahanan, pertambangan, ketenagaan, perhubungan, dan untuk berbagai keperluan lainnya. Mengenai pemenuhan kebutuhan air baku, lebih lanjut dijelaskan dalam pasal 40 UU No. 7 Tahun 2004, bahwa pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum rumah tangga dilakukan dengan pengembangan sistem penyediaan air minum.
Sebagai tindak lanjut pasal 40 UU No. 7 Tahun 2004, telah berlaku Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Dalam Peraturan Pemerintah tersebut, yang dimaksud dengan air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum. Dalam Pasal 5, Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2005 tersebut, dinyatakan bahwa sistem penyediaan air minum (SPAM) dapat dilakukan melalui sistem jaringan perpipaan dan/atau bukan jaringan perpipaan. SPAM dengan jaringan perpipaan dapat meliputi unit air baku, unit produksi, unit distribusi, unit pelayanan, dan unit pengelolaan. Sedangkan SPAM bukan jaringan perpipaan, dapat meliputi sumur dangkal, sumur pompa tangan, bak penampungan air hujan, terminal air,
Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 Tentang Sistem Pengembangan Air Minum menyebutkan bahwa sistem penyediaan air minum terdiri dari unit air baku, unit produksi, unit distribusi, unit pelayanan, dan unit pengelolaan.
E.1 Undang-Undang:
Berikut ini merupaan undang-undang yang menjadi dasar penyusunan rispam di Kabupaten Lombok Tengah :
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. 3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
5. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025.
8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. 9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan 11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman.
E.2 Peraturan Pemerintah:
Berikut ini merupakan kumpulan peraturan pemerintah dalam penyusunan RISPAM di Kabupaten Lombok Tengah:
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1982 tentang Pengaturan Air. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian
Pencemaran Air.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
9. Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2005 tentang Standar Pelayanan Minimum. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian urusan Pemerintahan
Antara Pemerintah, Pemerintah daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014.
E.3 Keputusan Presiden:
Berikut ini merupakan kumpulan Keputusan Presiden dalam penyusunan RISPAM di Kabupaten Lombok Tengah:
1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air.
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air.
E.4 Peraturan Menteri Republik Indonesia:
Berikut ini merupakan kumpulan Peraturan Menteri Republik Indonesia dalam penyusunan RISPAM di Kabupaten Lombok Tengah:
1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM).
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air.
4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 294/2005 tentang Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 69/1995 tentang Pedoman Teknis Mengenai Dampak Lingkungan Proyek Bidang Pekerjaan Umum.
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
E.5 Keputusan Menteri:
Berikut ini merupakan kumpulan Keputusan Menteri Republik Indonesia dalam penyusunan RISPAM di Kabupaten Lombok Tengah:
1. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 35/MENLH/7/1995 tentang Program Kali Bersih.
2. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 269/1996 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan UKL dan UPL Departemen Pekerjaan Umum.
3. Keputusan Menteri Negara lingkungan Hidup No 337/1996 tentang Petunjuk Tata Laksana UKL dan UPL Departemen Pekerjaan Umum.
4. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 296/1996 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan UKL –UPL Proyek Bidang Pekerjaan Umum.
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/Menkes/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan.
6. Kepmen Kimpraswil 534/2000 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Permukiman. 7. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2001 tentang
Jenis Usaha dan atau kegiatan yang wajib dilengkapi degan AMDAL.
8. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1205/Menkes/Per/X/ 2004 tentang Pedoman Persyaratan Kesehatan Pelayanan Sehat Pakai Air (SPA). 9. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/KPTS/M/2005 tentang Pedoman
Pemberdayaan Penanggung Jawab Teknik Badan Usaha Jasa Konstruksi Kualifikasi Kecil.
10. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 852/Menkes/SK/IX/ 2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
E.6 Standar Nasional Indonesia:
Berikut ini merupakan kumpulan Standar Nasional Indonesia dalam penyusunan RISPAM di Kabupaten Lombok Tengah:
1. SNI 03-6859-2002 tentang Metoda Pengujian Angka Rasa Dalam Air; 2. SNI 03-6860-2002 tentang Metoda Pengujian Angka Bau dalam Air;
3. SNI 03-2414-1991 tentang Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka; 4. SNI 06-2412-1991 tentang Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air;
5. SNI 19-1141-1989 tentang Cara Uji Suhu;
6. SK SNI M-03-1989-F tentang Metode Pengujian Kualitas Fisika Air; 7. RSNI T-01-2003 tentang Tata Cara Perencanaan Jaringan Perpipaan.
Kedepannya, meskipun dalam awal pengejawantahan RISPAM akan banyak kualifikasi dalam berbagai perutaran tersebut yang belum bisa dicapai, namun cara pandang dan sudut pandang yang kumprehensif dan terintegrasi merupakan sebuah modal utama agar ke depannya kualifikasi tersebut bisa sedikit-demi sedikit bisa diperbaiki dan dipenuhi. Hal ini dikarenakan akar amanah di dalam peraturan tersebut yang mengeksplisitkan ketersediaan air minum kepada masyarakat sebagai pihak yang dilayani oleh pemerintah.
F. Permasalahan dan Tantangan Pengembangan SPAM