BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Deskripsi Hasil Penelitian
4.3.1 Aspek Yuridis
Indikator aspek-aspek kepatuhan wajib pajak yang pertama adalah aspek yuridis yaitu kepatuhan wajib pajak dilihat dari ketaatan terhadap prosedur administrasi perpajakan yang ada. Aspek ini meliputi laporan perkembangan penyampaian SPT, laporan perkembangan penyampaian SPT secara presentase yang diisi secara benar dan tidak benar, serta laporan perkembangan penyampaian angsuran berdasarkan perkembangan SPT masa.
Indikator aspek yuridis terdari dari pendaftaran wajib pajak, pengisian SPPT, Perhitungan pajak dan Pembayaran pajak. Mengenai laporan perkembangan penyampaian SPT secara presentase yang diisi secara benar dan tidak benar, serta laporan perkembangan penyampaian angsuran berdasarkan perkembangan SPT terhadap wajib pajak. Peneliti memberikan pertanyaan yaitu :
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan?
Kepada Bapak Andry Effendy, ST I1.1sebagai kasi penagihan dan keberatan PBB-P2 dan BPHTB di dinas pendapatan daerah kabupaten pandeglang. Berikut ketupian wawancara nya :
“Iya, kita mengisi SPPT sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku perundang-undangannya adalah Undang-Undang No 28 Tahun 2009 Tentang Landasan Hukum Dalam Pemungutan Pajak Dan Retribusi Daerah.”
(Selasa, 1 November 2016 Pukul 10:00 WIB di dinas pendapatan daerah).
I2.1 Bapak Tb. Saepul Bahri sebagai lurah di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang juga mengemukakan hal yang serupa, yakni :
“Pengisian SPPT pasti sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Tetapi untuk pencapaian target pemungutan pajak bumi bangunan khususnya di kadomas ini sebetulnya belum sesuai target,target yang ditetapkan pada tahun 2015 adalah Rp 27.848.697 dan yang teralisasi hanya sekitar Rp 290.199 sekitaran 25,67% berdasarkan laporan yang kami dapatkan dari Dinas Pendapatan Daerah.” (Rabu 26 Oktober 2016 Pukul 09:30WIB di kantor Kelurahan Kadomas Kabupaten Pandeglang).
I2.2 Bapak Moch. Nursan sebagai Kasi Pemerintahan sekaligus sebagai Kolektor Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Desa Pakalongan dan Desa Cicalung Kelurahan Kadomas Kabupaten Pandeglang. Mengemukakan hal yang serupa dengan, yakni :
“Iya sudah, berdasarkan peraturan yang berlaku yang kami dapatkan melalui sosialisai sudah berdasarkan undang-undang yag berlaku yaitu undang Undang-Undang No 28 Tahun 2009 Tentang Landasan Hukum Dalam Pemungutan Pajak Dan Retribusi Daerah” (Rabu, 26 Oktober 2016Pukul 11:00 WIB di Kantor Kelurahan Kadomas Kabupaten Pandeglang)
pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Desa kadomas, jajawai dan cijeruk Kelurahan Kadomas Kabupaten Pandeglang mengemukakan hal yang serupa dengan, yakni :
“Sesuai dengan perundang-undangan, kenapa karna itu udah masuk dari pada tugas, wewenang, kelurahan untuk menagih pajak. karna dari bawah tingkat kelurahan sampai kecamatan itu sudah diatur perundang-undangan” (Rabu, 26 Oktober 2016 Pukul 10:00 WIBdi Kantor Kelurahan Kadomas Kabupaten Pandeglang)
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh kasi penagihan dan keberatan PBB-P2 dan BPHTB, lurah di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang, kasi pemerintahan sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pakalongan dan desa cicalung kelurahan kadomas kabupaten pandeglang dan kasi kesos sekaligus kolektor pemungutan PBB-P2 di desa kadomas, jajawai dan cijeruk kelurahan kadomas kabupaten pandeglang yang bersedia di wawancarai oleh peneliti, dapat peneliti simpulkan bahwa pengisian SPPT sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah no 28 tahun 2009 tentang landasan hukum dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah. Tetapi untuk pencapaian target pemungutan PBB-P2 khususnya di kelurahan kadomas belum sesuai target, target yang ditetapkan pada tahun 2015 adalah Rp. 27.848.697 dan yang teralisasi hanya sekitar Rp. 290.199 sekitaran 25,67%.
2. Apakah selalu melaporkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) yang telah diisi dengan tepat waktu ?
kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan sebagai berikut :
“Ada kesulitan dalam pemungutan PBB karena kita berhadapan dengan masyarakat sangat susah, oleh karena itu pelaporan SPPT selalu tidak sesuai dengan tepat waktu” (Rabu, 26 Oktober 2016 Pukul 09:00 WIB di kantor kelurahan kadomas)
I2.3 Bapak Wisnu Supardan, SHI. MM sebagai kasi kesos sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa kadomas, jajawai dan cijeruk di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan hal yang serupa, yakni :
“Tidak selalu tepat waktu, hanya kita punya jadwal tertentu sudah ditargetkan oleh tingkat kantor pajak itu sudah targetkan setiap bulan juli keluar diakhir sampai oktober , oktober itu harus selesai semuanya. Masyarakat harus sudah setor sampai minimal 80% . kenapa harus begitu kita sebagai koordinator di kasi saya membawahi teman-teman dari staf-staf di bagi wilayah . saya koordinator kesos ini wilayahnya hanya kadomas 2 RW, kita pertama kasih undangan oleh beliau ke masyarakat yang undangannya itu kita yang buat di kasih ke RT dikumpulkan oleh RT dikasih jadwal , jadi jadwalnya undangan untuk memberitahukan bahwa untuk pembayaran pbb itu sampai bulan oktober . oleh RT dikasih ke masyrakat setempat untuk pembayaran langsung ke pak RT koordinator bayangan kita. Nah nanti pak RT akan menyetorkan kepada kita ke kelurahan berapa dapat nya selama sekian bulan karna target kita yang sudah diatur oleh undang-undang dari bulan juli sampai dengan oktober walaupun kadang-kadang bisa sampai desember yang penting tahun ini selesainya sampai dengan bulan oktober , nah itu penyampaian targetnya itu yang lebih mudah untuk undangan kenapa karna akan mengingatkan tetapi sppt kita tagih ke rumah-rumah itu ada yang lupa, ada yang bilang nanti akhirnya kita pulang kemaleman kinerja malam itu kan kita udah diluar waktu kita makannya kita akalin bagaimana untuk memudahkan koordinator pbb ke masyarakat dengan cara undangan, undangan dulu kita kasih undangan kepada RT lalu disebarkan ke masyarakat bahwa sppt nya nilai nya sekian, wajib pajak sekian, setelah beberapa minggu RT nanti setor ke kelurahn dari kelurahan ke bank . sebab misalkan kita door to door masyarakat akan kaget terkadang banyak alasan akhirnya. Sehingga waktu kita habis . kalau dengan undangan udah komitmen. Itu sistem nya dan itu lebih efektif.” ( Rabu, 26 Oktober 2016 Pukul 10:00 WIB di kantor kelurahan kadomas)
kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pakalongan dan cicalung di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan hal yang berbeda dengan Bapak Wisnu Supardan, SHI. MM dan Bapak Tb. Saepul Bahri, yakni :
“Iya kami melaporkan SPPT setiap tahun nya dengan tepat waktu” (Rabu 26 Oktober 2016 Pukul 11:00 WIB di kantor kelurahan kadomas)
I2.4 Ibu Nur Rahmi Safitri, S. Sos sebagai kasi pembangunan sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pabuaran kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan hal serupa dengan Bapak Moch. Nursan, yakni:
“Iya. Selalu tiap bulan” (Rabu, 04 Januari 2016 Pukul 09:00 WIB di kantor kelurahan kadomas)
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh lurah kadomas kelurahan kadomas, kasi kesos sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa kadomas, jajawai dan cijeruk, kasi pemerintahan sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pakalongan dan cicalung di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang dan kasi pembangunan sekaligus sebagai kolektor pemungutab PBB-P2 di desa pabuaran kelurahan kadomas kabupaten pandeglang, dapat peneliti simpulkan bahwa tidak ada nya komunikasi hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan jawaban yang disampaikan oleh aparatur desa tersebut.
3. Apakah selalu menghitung obyek pajak yang terutang dengan benar dan apa adanya ?
penagihan dan keberatan PBB-P2 dan BPHTB mengemukakan sebagai berikut : “Ya adapun perhitungan obyek pajak yang terutang dilakukan oleh dinas dengan cara menghitung sesuai dengan kepemilikan yang sah. Dasar perhitungan pajak adalah yang ditetapkan serendah-rendahnya 20% dan setinggi-tingginya 100% dari NJOP. NJOP adalah Nilai Jual Obyek Pajak besarnya NJOP ditetapkan setiap 3 tahun kecuali obyek pajak tertentu dapat ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan wilayahnya” (Selasa, 1 November 2016 Pukul 10:00 WIB di kantor dinas pendapatan daerah)
I2.1 Bapak Tb. Saepul Bahri sebagai lurah di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan, yaitu :
“Tugas kami hanya memungut PBB ke masyarakat untuk perhitungan kami tidak tahu menau yang merekapitulasi dan melaporkan ke dinas adalah kecamatan” (Rabu, 26 Oktober 2016 Pukul 09:30 WIB di kantor kelurahan kadomas)
I2.2 Bapak Moch. Nursan sebagai kasi pemerintahan sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pakalongan dan cicalung di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan hal yang serupa, yakni :
“Udah, perhitungan sudah ditentukan oleh dispenda kami hanya bertugas untuk memungut pbb kepada masyarakat.” (Rabu, 26 Oktober 2016 Pukul 11:00 WIB di kantor kelurahan kadomas)
I2.3 Bapak Wisnu Supardan, SHI sebagai kasi kesos sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa kadomas, jajawai, dan cijeruk di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan sebagai berikut :
“Iya. NJOP nya berapa misalkan kali luas tanah mereka lalu di kali 5% untuk pajak baru nanti keluar nilai nya itu yang wajib pajak oleh masyarakat karna ada bumi, kalau bangunan lain lagi walaupun bersatu tapi terkadang ada bangunan dan ada tidak karna memang waktu itu kantor pajak juga belum merealisasikan walaupun sudah diverifikasi . kalau yang di verifikasi sekarang sampai bangunan dan bumi ini belum keluar nanti keluarnya 2017.
bangunan ke UPT mengajukan baru keluar NJOP bangunan karna besar . rata-rata hampir 15.000 sampai dengan 80.000 paling terkecil tuh ada 5.000 objek tanah padahal bangunannya ada karna apa kita engga bisa meminta oleh objek tanah dimasukan bangunannya itu bagaimana orang pbb, nanti orang pbb datang ke kita itu namanya verifikasi. Tapi kadang-kadang masyarakat tidak mau sebab nanti timbul muncul bangunan akan besar untuk membayar pajak nya.” (Rabu, 26 Oktober 2016 Pukul 10:00 WIB di kantor kelurahan kadomas)
I2.4 Ibu Nur Rahmi Safitri sebagai kasi pembangunan sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pabuaran kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan sebagai berikut :
“Iya, sesuai dengan yang ada dilapangan”(Rabu, 04 Januari 2016 Pukul 09:00 WIB di kantor kelurahan kadomas)
Berdasarkan pernyataan yang disampaikanoleh kasi penagihan dan keberatan PBB-P2 dan BPHTB, lurah kelurahan kadomas, kasi pemerintahan sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pakalongan dan cicalung di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang, kasi kesos sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa kadomas, jajawai, dan cijeruk di kelurahan kadomas kabupaten pandeglang, dan kasi pembangunan sekaligus sebagai kolektor pemungutan PBB-P2 di desa pabuaran kelurahan kadomas kabupaten pandeglang, dapat peneliti simpulkan bahwa perhitungan obyek pajak yang terutang sudah benar dan apa adanya, sesuai dengan kepemilikan yang sah. Dasar perhitungan pajak dari NJOP. NJOP adalah nilai jual obyek pajak besarnya NJOP ditetapkan 3 tahun kecuali obyek pajak tertentu dapat ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan wilayahnya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan I3.1 Bapak Suparman sebagai Rt 03 Rw 07 di desa kadomas kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan sebagai berikut :
“Iya, tepat waktu kami RT selalu memberikan laporan masing-masing wajib pajak yang membayar dengan tepat waktu berdasarkan batas waktu yang diberikan Kelurahan” (Senin, 10 Januari 2016 Pukul 09:30 WIB di desa kadomas)
I3.2 Bapak Jumroni sebagai Rt 02 Rw 02 di desa pakalongan kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan hal serupa, yakni :
“Iya, saya selalu membayar pajak bumi dan bangunan tepat waktu” (Senin, 10 Januari 2016 Pukul 10:00 WIB di desa pakalongan)
I3.3 Bapak Suparto sebagai Rt 02 Rw 05 di desa pabuaran kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan sebagai berikut :
“Tepat waktu. Bila mana SPPT sudah diterima. Saya langsung membayarnya” (Senin, 10 Januari 2016 Pukul 10:30 WIB di desa pabuaran) I3.6 Ibu Suzanna Dwi sebagai masyarakat desa kadomas kelurahan kadomas kabupaten pandeglang mengemukakan hal berbeda, yaitu :
“Tidak tentu, karena tergantung petugas yang menagih kalau tidak ada yang menagih tidak bayar” (Rabu, 04 Januari 2017 Pukul 11:30 WIB di desa kadomas kelurahan kadomas kabupaten pandeglang)
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Suparman sebagai Rt 03 Rw 07 di desa kadomas kelurahan kadomas kabupaten pandeglang, Bapak Jumroni sebagai Rt 02 Rw 02 di desa pakalongan kelurahan kadomas kabupaten
kadomas kabuapten pandeglang dan Ibu Suzanna Dwi sebagai masyarakat desa kadomas, dari pernyataan yang disampaikan dapat peneliti simpulkan bahwa ada nya perbedaan yang disampaikan antara Rt atau Rw dengan masyarakat setempat hal ini menandakan bahwa kurang nya kesadaran masyarakat untuk membayar PBB-P2 dan kurangnya adanya sikap tegas dari kelurahan dalam penagihan PBB-P2.