II. TATA BUSANA TARI
3. Assesoris yang digunakan pada Tari Pattennung
Assesoris yang digunakan pada Tari Pattennung, antara lain adalah: Tigerro tedong (Gelang panjang)
Patteppo riyase atau lola (Gelang kecil) Simatayya (Pengikat lengan baju) Bangkara (Anting-anting panjang) Gerro mabule (Kalung panjang) Kolara (Kalung bulat-bulat) Patteppo jakka (Bando)
Bunga simboleng (Bunga sanggul) Pinang goyang (Tusuk konde) Sulepe (Ikat pinggang)
Sanggul
4. Property yang digunakan pada Tari Pattennung.
Teknik Pemakaian busana dan assesoris Tari Pattennung, antara lain adalah:
1. Mengenakan sarung lipa sabbe (sarung tope) 2. Mengenakan baju bodo
3. Mengenakan sulepe (Pengikat rok)
4. Mengikat simatayya yang ada pada lengan baju 5. Memakai assesoris
6. Memakai sanggul 7. Memakai rias
Busana dan Assesoris yang digunakan pada Tari Pattennung :
Gambar 10. Busana Tari Pattennung
Gambar 11. Busana Tari Pattennung
Gambar 12. Busana Tari Pattennung nampak samping
Gambar 13.Busana Tari Pattennung nampak belakang dan depan.
Gambar 18. Sulepe (pengikat sarung)
Gambar 20. Patteppo jakka ( Mahkota dipakai di kepala)
Gambar 22. Gerro Mabule ( Kalung panjang )
Gambar 24. Bangkara ( Anting-Anting )
Gambar 26. Sanggul dan Kambuh ( Konde )
Gambar 29,30,31.Cara merias memakai bedak dan pensil
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut:
1. Jelaskan pengertian rias dan busana? 2. Jelaskan fungsi rias dan busana? 3. Sebutkan jenis-jenis rias?
4. Sebutkan beberapa alat-alat rias? 5. Sebutkan beberapa bahan-bahan rias?
6. Sebutkan busana yang dipakai pada Tari Pattennung? 7. Sebutkan assesoris dan property yang digunakan pada Tari
Pattennung?
PETUNJUK JAWABAN LATIHAN
1. Tata rias adalah seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan karakter yang diinginkan.Sedangkan pengertian busana tari adalah bahan yang dikenakan pada tubuh penari sekaligus membantu peranan tari secara utuh dan membantu memperjelas karakter tari yang dibawakan penari tersebut.
2. Berdasarkan fungsinya tata rias untuk tari dapat dibagi menjadi dua hal yaitu :
a).Tata rias berfungsi sebagai penegas garis (contur) wajah. b). Tata rias berfungsi sebagai pembentuk karakter penari. Sedangkan fungsi busana tari adalah:
Dapat membedakan masing-masing peran atau tokoh Membantu menghidupkan perwatakan penari di dalam
Memberi fasilitas dan membantu gerak Menambah keindahan penampilan. 3. Jenis-jenis Rias dibagi menjadi :
Tata rias jenis
Rias jenis adalah rias untuk mengubah seorang laki-laki menjadi wanita atau sebaliknya.
Tata Rias tokoh / watak / karakter
Rias tokoh/watak/karakter adalah tata rias untuk membedakan watak/bentuk dan karakter tokoh satu dengan tokoh yang lain dengan menunjukkan watak dan bentuk/wujud yang berbeda.
Tata Rias temporal
Rias temporal adalah rias menurut perbedaan waktu dan tempat.
Tata rias wajah untuk karakterisasi digunakan untuk kepentingan dunia akting dan hiburan. Setiap warna dan bahan kosmetika yang digunakan ditujukan untuk membentuk karakter/watak tertentu.
4. Beberapa alat-alat rias dalam tari, antara lain meliputi :
• Kuas bedak ( Face powder brush) • Kuas pipi ( Blusher brush ) • Kuas / sikat alis ( Eyebrow brush ) • Kuas garis mata ( Eyeliner brush ) • Kuas perona mata ( Eye shadow brush ) • Kuas bibir ( Lip brush )
• Busa / spons rias wajah ( Make up sponge )
Beberapa peralatan yang serba guna yang dipakai dalam tari, seperti :
• Cotton buds • Water spray • Tissue / kapas
• Penutup kepala / ikat kepala / jepit rambut • Penutup dada
• Pinset
• Rautan / cutter • Penjepit bulu mata • Cermin
5.Bahan untuk rias yang dipakai dalam tari meliputi :
• Pembersih dan penyegar (Cleansing milk + astringent /face tonic )
• Pelembab kulit ( Moisturizer )
• Alas bedak ( Make up foundation ) • Bedak padat / tabur ( Face powder )
• Pensil alis ( Eyebrow pencil ) • Perona mata ( Eye shadow ) • Garis mata ( Eyeliner )
• Pemerah pipi ( Blush on / rouge ) • Pemerah bibir ( Lipstik )
• Pewarna bulu mata ( Mascara )
Bulu mata
Lem bulu mata
8. Busana yang digunakan pada Tari Pattennung.
Adapun busana yang digunakan pada Tari Pattennung, antara lain adalah:
Baju Bodo ukuran panjang atau pendek Lipa Sabbe yang serasi
9. Assesoris yang digunakan pada Tari Pattennung, antara lain adalah: Tigerro tedong (Gelang panjang)
Patteppo riyase atau lola (Gelang kecil) Simatayya (Pengikat lengan baju) Bangkara (Anting-anting panjang) Gerro mabule (Kalung panjang) Kolara (Kalung bulat-bulat) Patteppo jakka (Bando)
Bunga simboleng (Bunga sanggul) Pinang goyang (Tusuk konde) Sulepe (Ikat pinggang)
Sanggul
Sedangkan Property yang digunakan pada Tari Pattennung, antara lain adalah:
Sarung yang dilipat-lipat seperti kipas.
GLOSARIUM
Pattennung : menenun Lipa : sarung Sabbe : sutera
Lipa Sabbe : sarung sutera Tigerro tedong : Gelang panjang Patteppo riyase atau lola : Gelang kecil
Simatayya : Pengikat lengan baju Bangkara : Anting-anting panjang
Gerro mabule : Kalung panjang Kolara : Kalung bulat-bulat Patteppo jakka : Bando
Bunga simboleng : Bunga sanggul Pinang goyang : Tusuk konde Sulepe : Ikat pinggang
RANGKUMAN
Tata rias adalah seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan karakter yang diinginkan. Fungsi utama tata rias dalam tari adalah membantu mewujudkan ekspresi wajah penari sesuai dengan peran yang harus dibawakan. Rias selain bertujuan untuk membuat penari menjadi cantik atau tampan, bisa juga disesuaikan dengan peran yang dibawakan oleh penari.
Tata rias adalah kegiatan mengubah penampilan dari bentuk asli sebenarnya dengan bantuan alat kosmetik. Istilah
make up lebih sering ditujukan kepada pengubahan bentuk wajah, meskipun sebenarnya seluruh tubuh dihias ( make up). Tata rias wajah membutuhkan banyak pengetahuan tentang:
Anatomi (untuk memberikan bentuk ideal anggota tubuh)
Karakterisasi warna dan garis (untuk memberikan karakterisasi personal)
Gradasi warna (untuk memperhalus hasil akhir tata rias)
Komposisi warna
Adapun jenis-jenis Rias dibagi menjadi : Tata rias jenis
Tata Rias tokoh / watak / karakter Tata Rias temporal
Tata rias wajah untuk karakterisasi
Tata rias yang dimaksudkan dapat diperhatikan pada
uraian di bawah ini.
Berdasarkan fungsinya tata rias untuk tari dapat dibagi menjadi dua hal yaitu :
Tata rias berfungsi sebagai penegas garis (contur) wajah
Tata rias berfungsi sebagai pembentuk karakter penari.
Busana membantu peranan gerak dalam bentuk tari secara utuh, seperti tari Pakarena dari Makassar, tari lilin dari Sumatra, tari pendet dari Bali. Kostum/busana tari harus betul-betul serasi/harmonis dan cocok dipakai sehingga tidak mengganggu gerak tarinya.
Busana dan kelengkapannya sangat membantu dan memperjelas karakter dari tarian tersebut. Oleh sebab itu penonton bisa menebak tari apa yang dipentaskan melalui busana yang dipakai.
Oleh karena itu tata Busana tidak perlu kelihatan gemerlap (serba emas) tetapi harus memberikan keleluasaan pada gerakan, membantu keindahan dan ekspresi gerak.
Fungsi busana tari adalah:
Dapat membedakan masing-masing peran atau tokoh Membantu menghidupkan perwatakan penarinya di
dalam peranannya
Memberi fasilitas dan membantu gerak Menambah keindahan penampilan
Adapun busana yang digunakan pada Tari Pattennung, antara lain adalah:
Baju Bodo ukuran panjang atau pendek Lipa Sabbe yang serasi
Tigerro tedong (Gelang panjang)
Patteppo riyase atau lola (Gelang kecil) Simatayya (Pengikat lengan baju) Bangkara (Anting-anting panjang) Gerro mabule (Kalung panjang) Kolara (Kalung bulat-bulat) Patteppo jakka (Bando)
Bunga simboleng (Bunga sanggul) Pinang goyang (Tusuk konde) Sulepe (Ikat pinggang)
Sanggul.
TES FORMATIF 1
Pilihan Ganda
Berilah tanda silang ( x ) pada pilihan jawaban yang paling benar ! 1. Seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan
karakter yang diinginkan, disebut…. A. Tata Busana B. Tata Rias. C. Tata Boga
D. Tata Teknik Pentas
2. Bahan yang digunakan pada tubuh penari sekaligus membantu peranan tari secara utuh dan membantu memperjelas karakter tari yang dibawakan penari tersebut, adalah pengertian dari….
A. Busana tari
B. Busana pengantin C. Busana adat D. Busana pesta
3. Tata rias untuk membedakan watak/bentuk dan karakter tokoh satu dengan tokoh yang lain dengan menunjukkan watak dan bentuk/wujud yang berbeda, adalah pengertian dari….
A. Rias temporal B. Rias tokoh/karakter. C. Rias jenis
D. Rias wajah
4. Salah satu alat-alat rias dalam tari yang ada dibawah ini, antara lain adalah….
A. Kuas bedak ( Face powder brush). B. Alas bedak ( Make up foundation ) C. Pensil alis ( Eyebrow pencil ) D. Perona mata ( Eye shadow )
5. Salah satu bahan-bahan untuk rias yang dipakai dalam tari yang ada dibawah ini, antara lain adalah….
A. Pembersih dan penyegar ( Cleansing milk + astringent / face tonic ).
B. Kuas bedak ( Face powder brush) C. Kuas pipi ( Blusher brush )
D. Kuas / sikat alis ( Eyebrow brush )
6. Dibawah ini salah satu busana yang digunakan pada Tari Pattennung,antara lain adalah….
A. Baju Bodo ukuran panjang atau pendek dan Lipa Sabbe yang serasi.
B. Baju Pokko dan Lipa Sabbe corak lompo C. Baju Labbu dan Lipa Sabbe corak caddi D. Baju Balladada dan Lipa Sabbe corak lompo
7. Dibawah ini salah satu assesoris yang digunakan pada Tari Pattennung, antara lain adalah….
A. Bangkara B. Dali C. Sappi D. Kandore
Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul 4 ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus berikut dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Jawaban yang benar
--- x 100 % Jumlah Soal
Arti Tingkat Penguasaan: Tingkat Penguasaan Jumlah =
90 - 100 % = Baik Sekali 80 - 89 % = Baik
70 – 79 % = Cukup < 70 % = Kurang
Apabila mencapai tingkat penguasan 80 % atau lebih, peserta didik dapat meneruskan dengan Kegitan Belajar 5 Bagus dan terima kasih, tetapi jika masih dibawah 80 %, maka peserta didik harus mengulangi materi
Kegiatan Belajar 4, terutama pada bagian atau materi yang belum dikuasai.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional, (2002), Kurikulum SMK seni Tari draf buku 4,Jakarta.
Pratjichno, Bambang, Wiwiek Sipala, Sri Kurniati K, Standar
Kompetensi Nasional Tari Sulawesi Selatan, Departemen Pendidikan Nasional,
Jakarta.
Sapada, Andi Nurhani, (1975), Tari Kreasi Baru Sulawesi Selatan, Ujung Pandang , CV Riantira.
Munasiah, Najamuddin, (1982), Tari Tradisional Sulawesi Selatan, Ujung Pandang, PT. Bhakti Baru.
PENDAHULUAN
Untuk mengembangkan kemampuan keterampilan siswa diperlukan sarana prasarana memadai, diantaranya adalah materi pelajaran yang berupa modul sebagai salah satu penunjang indikator keberhasilan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar.
Substansi modul ini mengacu pada profil tamatan yang berdasarkan pada standar kompetensi siswa dan disusun secara sistematik, menarik, mudah dicerna, memenuhi aturan penulisan dan mempunyai aspek keterbacaan yang tinggi.
Modul ini merupakan salah satu modul yang memuat materi mata pelajaran tari etnis Bugis khususnya untuk praktek tari bentuk tunggal, berpasangan dan kelompok yaitu Tari Pattennung yang wajib di implementasikan oleh guru bidang studi pada peserta didik di SMK Negeri 1 Somba Opu Gowa.
Modul ini berisi enam Kompetensi Dasar, antara lain Melakukan Apresiasi Tari Pattennung, Melakukan Olah Tubuh Tari Pattennung,Mengidentifikasi Musik Iringan Tari Pattennung, Mengidentifikasi Rias dan Busana Tari Pattennung, Mengidentifikasi Ragam Gerak Tari Pattennung dan Menampilkan Tari Pattennung secara baik dan benar.
TUJUAN :
Peserta didik terampil melakukan Ragam-Ragam Gerak Tari Pattennung. PETUNJUK BELAJAR (PESERTA DIDIK)
a. Langkah-langkah belajar yang harus di tempuh dalam mempelajari modul ini sebagai berikut:
Pelajari daftar isi serta skema penulisan modul dengan cermat dan teliti, karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari dengan modul-modul yang lain.
Kerjakan soal-soal dan cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh mana pengetahuan yang telah Anda miliki sebelum mulai mempelajari modul ini.
Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan.
Pelajari materi dengan membaca secara seksama hingga Anda benar- benar memahami dan mengerti materi yang telah dibaca. Selanjutnya tandai/catat bagian kata atau kalimat yang belum dimengerti atau dipahami dan tanyakan kepada tenaga pendidik.
Bila terdapat penugasan,kerjakan tugas tersebut dengan baik dan bilamana perlu konsultasikan hasil tersebut pada tenaga pendidik.
Untuk menjawab tes formatif usahakan memberi jawaban yang singkat, jelas dan kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini.
Catatlah setiap kesulitan yang Anda hadapi dalam menyelesaikan modul ini untuk ditanyakan pada guru pada saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lainnya yang berhubungan dengan materi modul agar Anda mendapatkan tambahan pengetahuan.
Lakukan kegiatan praktek secara sistematis menurut langkah-langkah belajar yang ditulis dalam modul ini agar benar-benar terampil dalam melakukan teknik ragam-ragam gerak sampai terampil menampilkan secara keseluruhan.
Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 16 jam yang terdiri dari teori 2 jam dan praktik 14 jam.
PETUNJUK MENGAJAR (GURU) :
Mengidentifikasi ragam-ragam gerak Tari Pattennung Merangkai ragam-ragam gerak Tari Pattennung Menyebutkan nama-nama ragam Tari Pattennung.
RUANG LINGKUP: Kurikulum 2013 SMK
Tari Tradisional Sulawesi Selatan Tari Kreasi Baru Sulawesi Selatan Telaah Teoritis Seni Tari
A. PENDAHULUAN
PRASYARAT
Sebelum mempelajari Modul ini, peserta didik telah menuntaskan modul materi pelajaran praktek Tari Pattennung kelas XII semester 1.
RUANG LINGKUP MATERI
Modul ini terdiri dari tiga kegiatan pembelajaran yaitu:
Mengidentifikasi ragam-ragam gerak Tari Pattennung Merangkai ragam-ragam gerak Tari Pattennung Menyebutkan nama-nama ragam Tari Pattennung
B. ISI (KONTEN DAN 5 M)
Mengeksplorasi
Mengingatkan kembali materi yang telah disajikan pada pertemuan sebelumnya dan mengaitkan dengan materi yang akan diajarkan.
Menanya
Setiap peserta didik secara bergantian mengajukan pertanyaan mengenai ragam-ragam gerak Tari Pattennung:
Mencari berbagai informasi tentang ragam-ragam gerak Tari Pattennung melalui video, tv dan media yang lain ataupun pengamatan langsung dan selanjutnya membuat catatan hasil pengamatan.
Mendiskusikan kesalahan-kesalahan dan cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat mendeskripsikan ragam-ragam gerak Tari Pattennung.
Mendeskripsikan dengan benar sesuai ragam-ragam gerak Tari Pattennung oleh guru atau peserta didik lainnya.
Mengamati dan Menganalisis
Setiap peserta didik mengamati dan menganalisis rangkaian ragam-ragam gerak Tari Pattennung
Mengasosiasi
Menyimpulkan nama-nama ragam gerak Tari Pattennung. Mengkomunikasikan
Mendeskripsikan dan mempresentasikan hasil diskusi nama-nama ragam gerak Tari Pattennung yang telah dipelajari dengan menunjukkan perilaku kerja sama, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, disiplin, dan toleransi.