• Tidak ada hasil yang ditemukan

Assets Management

Dalam dokumen Annual Report 2013 (Halaman 90-96)

Perkembangan Assets Management

Setelah pembentukannya tahun 2012, sepanjang 2013 Unit Asset Management mengalami sejumlah perkembangan. Proses menuju pengelolaan aset Perseroan yang efisien dan efektif belum tercapai, tetapi proses menuju ke arah itu terus dilakukan. Perkembangan yang signifikan terjadi di kuartal 3 tahun 2013. Jika pada kuartal 1 dan 2 belum ada sistem yang terintegrasi, belum memiliki standar proses pengolahan manajemen aset yang mendasar, serta pengelolaan belum dilakukan secara terpusat, maka mulai kuartal 3 pengelolaan aset sudah mulai terstruktur dan berpusat di DH-Balikpapan Support Facility BSF. Pada kuartal 3 ini pemenuhan kebutuhan sumber daya baru sudah mencapai 75% dan mulai dilakukan proses awal pemetaan dan sistem pengkajian untuk proses standardisasi serta penyusunan detail dan riwayat mesin dan komponen melalui Plant Department di Balikpapan. Di kuartal 4 akan dilakukan implementasi dan sentralisasi Prosedur Operasional Standar, Sistem Enterprise Assets Management EAM (JDE), dan Riwayat serta Detail Mesin dan Komponen untuk seluruh proyek Perseroan. Tahap ini

Assets Management Progress

Following its establishment in 2012, the Assets Management Unit saw some progresses in 2013. The process toward an efficient and effective asset management of the Company has not been attained, however it continues to go in that direction. Significant progress occurred in Q3 2013. If there was no integrated system in Q1 and Q2, no basic standard on asset management process and no centralized management, starting in Q3 asset management had been structured and centralized at DH-Balikpapan Support Facility (BSF). In Q3, the fulfilling of new resource demand had reached 75 percent and saw the implementation of initial mapping process and assessment system toward standardization as well as the outlining of detail and history of machine and component through Plant Department in Balikpapan. In Q4, there will be implementation and centralization of Standard Operational Procedure, Enterprise Assets Management (EAM) System or JDE and information gathering related to the history and detail of machine and component for all projects of the Company. This stage will be regulated by Plant Assets

S e c a r a k e s e l u r u h a n , P e n c a p a i a n Ketersediaan Mesin untuk memenuhi kebutuhan operasional masih perlu ditingkatkan. Jaminan ketersediaan alat kerja atau yang biasa disebut Physical Availability (PA) yang dijanjikan akan disediakan untuk Operasional adalah di atas 85%. Namun, saat ini baru dapat dipenuhi di bawah 85% karena adanya beberapa kendala, sehingga belum dapat dipenuhi dengan baik.

Tantangan & tindakan antisipasi

Unit kerja Assets Management merupakan unit yang masih muda. Oleh karenanya sejak awal dibentuknya masih dilakukan penataan dan pengembangan sistem kerja agar dapat segera berfungsi penuh dengan efektif dan efisien. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Unit Assets Management adalah sistem Internal Plant Hire Rate (IPHR), anggaran, dan overhead yang belum standar dan sistematis. Secara umum, banyak hal yang masih dikerjakan sesuai dengan kebijakan di masing- masing proyek. Standardisasi Prosedur Operasional dan Working Instruction (WI) belum terpusat, masih dilakukan oleh masing-masing proyek. Riwayat dan detail mesin dan komponen juga dikelola secara terpisah oleh masing-masing proyek. Dari gambaran tersebut, dapat dikatakan bahwa tantangan terbesar adalah segera membuat suatu sistem pengelolaan yang terintegrasi, sehingga pengelolaan lintas proyek dapat dilakukan dengan efisien dan efektif.

Overall, the Machine Availability Attainment to fulfill the operational demand still needs to be improved. The commitment to provide working tool or commonly called Physical Availability (PA) is well over 85 percent. But, at the moment, the percentage is below 85 percent due to some obstacles.

Challenge & Anticipation

The Assets Management is relatively a new unit. Thus, since its early formation there has been ongoing restructuring and system upgrading to help it perform its effective and efficient function. One of the challenges faced by the Assets Management unit is the Internal Plant Hire Rate (IPHR) system, budget and overhead which are not standardized and systematic yet. Generally, many things are carried out according to policies in each project. Standard Operational Procedure and Working Instruction are not centralized yet. Record on the history and detail of machine and component is separately managed by each project. From this description, we can say the biggest challenge is how to immediately make an integrated management system so that cross-project management can be carried out effectively and efficiently. Assets Management

Untuk mengatasi hal-hal di atas, telah dilakukan sejumlah aktivitas. Saat ini mulai dikembangkan database serta sistem IPHR dan anggaran yang standar dan terintegrasi. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa kendali proses dan kemajuan yang aktual dapat dilakukan secara maksimal. Unit juga melakukan standardisasi Prosedur Operasional Standar dan WI untuk proyek dan memusatkannya di Plant DH Balikpapan Support Facility BSF. Hal ini untuk memastikan bahwa pembaruan kemajuan dan pengendalian dapat dikelola melalui satu pintu. Unit juga membakukan semua sistem data mesin dan komponen, yang nantinya akan diimplementasikan ke seluruh proyek.

Selain mengembangkan sistem internal yang terintegrasi. Unit Assets Management juga membangun dan menjalin kerja sama dengan para pemasok dari Original Equipment Manufacturing (OEM) untuk m e m b a h a s m a s a l a h - m a s a l a h y a n g timbul dan mendapatkan masukan dari masing-masing proyek. Dengan demikian, pengelolaan masalah dan komunikasi dilakukan dengan kebijakan satu pintu,

To solve those problems, some steps have been taken. Currently, database and IPHR system are being developed and so is an integrated and standardized budgeting. This is done to ensure that control and actual progress can be made maximally.

The unit also carries out Standard Operational Procedure and WI standardization for projects and centralizes it at Plant DH Balikpapan Support Facility (BSF). This is to ensure that progress update and control could be managed through a single door. The unit also introduces standardization of all data system of machine and component that will later be implemented in all projects.

Aside from developing an integrated internal system, the Assets Management unit also builds and forges cooperation with suppliers from the Original Equipment Manufacturing (OEM) to discuss problems and get feedbacks from each project. So, problem solving and communication is carried out through a single door policy, preventing adversity that may affect the operation in the field. The unit also

dengan kompetensi yang dibutuhkan guna mendukung peningkatan kinerja di seluruh proyek. Untuk memastikan semua dilakukan sesuai kebijakan dan rencana, secara rutin dilakukan kajian terhadap lokasi proyek dan audit kualitas plant. Hasil audit ini ditindaklanjuti dengan menyelesaikan temuan-temuan yang masih harus diperbaiki.

Kinerja 2013

Karena masih berada pada tahap persiapan, harus diakui bahwa kinerja Unit di tahun 2013 belumlah maksimal sesuai dengan fundamental manajemen aset yang ingin diterapkan. Namun, Perseroan mempunyai keyakinan besar bahwa saat ini Unit berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target yang diberikan. Perseroan telah melakukan beberapa hal untuk mengembangakan Unit ini dan bersemangat menantikan kinerjanya secara penuh di masa depan.

Perseroan menunjang kinerja Unit dengan melakukan investasi untuk perbaikan, perluasan, dan peningkatan infrastruktur ICT (Instrument Communication & Technology), menjaga dan meningkatkan hubungan dengan pemasok dan subkontraktor agar bersedia mendukung operasional d i l a p a n g a n d e n g a n m e n i n g k a t k a n komitmen keuangan dan pembayaran. Perseroan membantu memperkuat jaringan relasi secara internal dan eksternal guna memastikan setiap komponen organisasi secara internal dan dunia di luar organisasi

skilled resources with competency level to support activities in all projects. To ensure everything done according to policy and plan, there is routine assessment into project site as well as audit into the quality of plant. The result of this audit is followed up by completing stuffs that need to be improved.

Performance 2013

Since it is still in preparatory stage, it must be acknowledged that the performance of the Unit in 2013 is not maximal yet in accordance with the ideal asset management. However, the Company has a high confidence that, at the moment, the Unit is on the right track to improve performance and attain the target. The Company has taken some steps to develop this Unit and is enthusiastic expecting better performance in the future.

The Company supports the performance of the Unit by investing in upgrade, expansion and improvement of Instrument Communication & Technology (ICT) infrastructure, maintains relations with supplier and subcontractor and makes them ready to support field operation by improving commitment in financing and payment. The Company helps strengthening relations network internally and externally to ensure each organizational component inside and outside of it can support each other. The Company also improves management Assets Management

dapat saling mendukung. Perseroan juga meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan sumber daya yang dibutuhkan. Ini semua dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja Unit di masa mendatang.

Rencana 2013

Rencana Kerja Assets Management untuk jangka panjang adalah berkomitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan untuk mendukung dan menunjang operasional di lapangan secara maksimal dan pemenuhan Indikator Kinerja Utama secara maksimal. Dengan dapat berfungsinya Unit Assets Management secara optimal diyakini bahwa Unit akan memainkan peran penting dalam memastikan perwujudan cita-cita Perseroan menjadi kontraktor pertambangan yang disegani karena kemampuannya memberikan layanan dengan kualitas dunia yang efisien, efektif, dan maksimal.

and supply of resources that are needed. These all are taken to support the Unit’s performance in the future.

Plan 2013

The Assets Management long-term working plan is its commitment to improving service quality to maximally support the field operation and the fulfilling of Main Performance Indicator. With the Assets Management Unit’s optimum function it is believed that the Unit can play important role in ensuring realization of the Company’s goals to become a respected mining contractor with ability to provide world- class, efficient and effective services.

Dalam dokumen Annual Report 2013 (Halaman 90-96)