Diagnosa 1:
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada An. P
No RESPON KELUARGA HASIL Modifikasi intervensi Ya Tidak
1) Keluarga menyebutkan definisi dari ketidakseimbangan nutrisi, yaitu asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan
metabolik.
√
2) Keluarga dapat menyebutkan 3 dari 5 penyebab gizi kurang, yaitu:
1 Makanan yang kurang (Tidak tersedia makanan yang adekuat) 2 Jenis makanan tidak seimbang
(tidak cukup mendapat makanan yang bergizi)
3 Pola asuh orang tua 4 Makan yang tidak teratur
(Kebiasaan makan yang kurang tepat)
5 Adanya Penyakit
√
3) Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 6 tanda dan gejala gizi kurang, yaitu:
1 BB kurang dari 20% dari BB ideal
2 IMT di bawah normal 3 Badan kurus
4 Lemah dan pucat
5 Rambut tipis, berwarna merah (pirang) dan mudah tercabut 6 Kaki dan tangan bengkak
√
4) Keluarga mampu menyebutkan 2 dari 4 akibat ketidakseimbangan nutrisi jika tidak diatasi, yaitu:
1 Pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu
2 Anak mudah sakit 3 Menurunkan daya pikir/
√
5) Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 5 cara perawatan masalah gizi
kurang, yaitu:
1 memberikan makanan sesuai dengan gizi seimbang (triguna makanan)
2 memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan/porsi makan anak
3 cara mengolah makanan dengan benar
4 mengatur jadwal makan pada anak
5 tata makanan yang menarik sesuai dengan makanan kesukaan anak
√
6) Keluarga dapat menyebutkan manfaat dari triguna makanan serta memberikan contohnya melalui food model
√
7) Keluarga mampu mendemontrasikan pemberian makan sesuai porsi dengan gizi yang seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan anak
√
8) Keluarga dapat mendemonstrasikan cara pengolahan makanan dengan benar
√ 9) Keluarga mampu mendemonstrasikan
pengaturan jadwal makan pada anak
√
Memotivasi keluarga untuk mengatur jadwal makan anak
10) Keluarga mampu mendemonstrasikan makan bersama anak, dan
memotivasi anak untuk
menghabiskan porsi makan anak
√ 11) Keluarga mampu menyebutkan 3 dari
5 cara memodifikasi lingkungan yang sesuai untuk gizi kurang, yaitu memodifikasi makanan dengan:
1 harga terjangkau 2 nilai gizinya baik
3 memilih makanan yang masih segar
4 memasak makanan dengan tampilan yang menarik makan bersama anak
√
modifikasi lingkungan untuk mengatasi gizi kurang
√ untuk menyajikan
makanan dalam bentuk dan tempat yang menarik
13) Keluarga mampu menyebutkan manfaat fasilitas kesehatan yaitu sebagai sarana untuk pemeriksaan, perawatan gizi kurang, sebagai sarana untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tepat untuk
mengatasi masalah gizi kurang
√
14) Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 5 fasilitas pelayanan kes. yang dapat digunakan dalam penanganan gizi kurang, yaitu:
puskesmas, posyandu, RS, Praktek perawat, dan dokter praktek.
√
15) Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk penanganan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
√
Diagnosa 2:
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada An. P
No RESPON KELUARGA HASIL Modifikasi intervensi Ya Tidak
1 Keluarga mampu menyebutkan pengertian ISPA yaitu penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang ditandai dengan batuk pilek yang datangnya tiba-tiba
√
2 Keluarga dapat menyebutkan 3 dari 5 penyebab ISPA
Penyebab utama: Virus Penyebab lain :
1. Tertular penderita lain 2. Kurang gizi
3. Tinggal dilingkungan yang kurang sehat
4. Imunisasi tidak lengkap
√
3 Keluarga mampu menyebutkan 2 dari 4 tanda/gejala ISPA:
1. Batuk pilek 2. Demam/panas
Nafas sesak/ada tarikan dinding
4. Nafas cepat: yaitu: anak usia 2 bulan: 60 x/menit
4 Keluarga mampu menyebutkan 2 dari 4 akibat ISPA bila tidak diatasi 1. Daya tahan tubuh menurun.
2. Tumbuh kembang terhambat 3. Biaya berobat mahal
4. Meninggal dunia
√
5 Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 5 cara pencegahan ISPA:
1. Jauhkan dari penderita batuk 2. Berikan tetap ASI
3. Mintakan imunisasi lengkap 4. Berikan makanan bergizi setiap
hari
5. Jaga kebersihan tubuh, makanan dan lingkungan
√
6 Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 6 cara perawatan ISPA:
1. Istirahat yang cukup
2. Jika hidung tersumbat karena pilek, bersihkan dengan ujung sapu tangan.
3. Jika anak demam:
- Berikan obat penurun panas.
- Berikan minum banyak - Kompres dengan air biasa - Jangan gunakan selimut tebal - Sirkulasi udara adekuat.
4. Berikan makanan bergizi.
5. Berikan inhalasi sederhana dengan menggunakan air panas dalam baskom dan minyak kayu putih.
Cara tradisional merawat ISPA:
Campuran setengah sendok perasan air jeruk nipis dengan setengah sendok makan madu atau kecap.
√
7 Keluarga mampu mendemontrasikan
kompres hangat √
8 Keluarga mampu mendemontrasikan
inhalasi sederhana √
9 Keluarga mampu mendemonstrasikan cara membuat campuran kecap dan jeruk nipis
√ 11 Keluarga mampu menyebutkan 3 dari
5 cara memodifikasi lingkungan
Memotivasi keluarga untuk memodifikasi
7. Pencahayaan dalam rumah adekuat.
8. Hindari anak menghirup debu 9. Membuka jendela setiap hari agar
sirkualsi udara dalam rumah baik.
10. Rumah tidak lembab.
√
12 Keluarga mampu melakukan modifikasi lingkungan untuk
mengatasi ISPA √
13 Keluarga mampu menyebutkan manfaat fasilitas kesehatan yaitu sebagai sarana untuk pemeriksaan, perawatan/pengobatan ISPA, sebagai sarana untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tepat untuk
mengatasi masalah ISPA
√
14 Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 6 fasilitas pelayanan kes. yang dapat digunakan dalam penanganan ISPA, yaitu:
puskesmas, posyandu, RS, Praktek perawat, dokter praktek dan praktek bidan.
√
15 Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk penanganan ISPA
√
Lampiran 6 TINGKAT KEMANDIRIAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA ANAK P
Nama keluarga : Anak P
Alamat : RT 04 RW 02 Kelurahan Sukatani, Depok.
KESIMPULAN:
Dari hasil pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi yang dilakukan selama tujuh minggu, keluarga dapat bekerjasama dengan mahasiswa dalam mengatasi masalah kesehatan yang ditemukan. Selama melakukan pembinaan dan kunjungan rutin di keluarga, mahasiswa banyak memperoleh informasi dari keluarga mengenai masalah kesehatan yang dialami keluarga. Selama tujuh minggu mahasiswa melakukan pembinaan dan kunjungan rutin ke keluarga dan menemukan dua masalah kesehatan dan dapat disimpulkan bahwa keluarga termasuk ke dalam “Keluarga mandiri tingkat III” dengan alasan:
Kriteria Ya Tidak Pembenaran
Keluarga anggota keluarga selalu menerima kedatangan mahasiswa dengan ramah, terlibat dalam menentukan kontrak waktu dan tempat interaksi.
Anggota keluarga Anak P, terutama Ibu N selalu menghentikan sementara kegiatan paruh waktunya saat mahasiswa datang, mengikuti proses interaksi hingga selesai. Ibu N juga memiliki rasa ingin tahu dan perhatian lebih terhadap masalah kesehatan yang ada dalam keluarga. Keluarga juga menerima masukan dari mahasiswa dengan menerapkan cara perawatan keluarga dengan masalah kesehatan dan melaporkan hasilnya pada mahasiswa.
Keluarga menerima pelayanan kesehatan yang
√ Hasil pengkajian yang dilakukan mahasiswa kepada keluarga selama 14 kali kunjungan, terdapat 3 masalah keperawatan yang ada, yaitu nutrisi kurang pada An. P, ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada An. P, dan AGngguan
sesuai dengan rencana keperawatan
keluarga diberikan oleh mahasiswa terhadap 2 masalah utama, keluarga menerima setiap jenis intervensi yang dilakukan. Setiap diskusi, Ibu N tampak antusias untuk mendengarkan, bertanya, dan melaporkan hasil tindakan mandiri yang telah dilakukan oleh keluarga, misalnya saat Ibu N memodifikasi menu makan anak, melakukan inhalasi sederhana pada anak, dan memberikan makanan yang bergizi. Dari tiga diagnosa keperawatan yang ditemukan, dua diagnosa telah diselesaikan.
√ Selama diwawancara oleh mahasiswa tentang riwayat kesehatan dan keluhan saat ini, anggota keluarga menjawab pertanyaan dengan jujur, beberapa dibuktikan oleh bukti autentik, misalnya kartu KMS posyandu dari An P. Keluhan kesehatan yang diungkapkan keluarga telah diklarifikasi dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya.
√ Keluarga sudah memanfaatkan fasilitas kesehatan secara berkala ke posyandu tiap bulan
Keluarga
√ Keluarga sudah mampu melakukan perawatan sederhana sesuai anjuran, diantaranya:
Menyusun menu seimbang
Melakukan inhalasi sederhana
Keluarga melakukan tindakan pencegahan
√ Keluarga sudah mampu melakukan pencegahan terhadap masalah kesehatan yang dialami, diantaranya:
Memasak dan menyediakan makanan kesukaan anak
Menyajikan makanan yang menarik untuk anak
Menemani anak saat makan
Melakukan teknik inhalasi sederhana Keluarga
melakukan promosi kesehatan
√ Keluarga belum mampu melakukan promosi kesehatan secara aktif, karena :
Belum dapat menyediakan lingkungan yang sesuai untuk masalah ISPA
memiliki nilai gizi
Lampiran 7 Tabel NCHS (Kemenkes, 2011)
Indeks Kategori Status
Gizi
Ambang Batas (z-score)
Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Anak Umur 0-60 Bulan
Gizi Buruk <-3SD
Gizi Kurang -3SD sampai dengan <-2SD
Gizi Baik -2SD sampai dengan 2 SD
Gizi Lebih >2SD
Panjang Badan menurut Umur (PB/U)
Anak Umur 0-60 bulan
Sangat Pendek <-3SD
Pendek -3SD sampai dengan <-2SD
Normal -2SD sampai dengan 2 SD
Tinggi >2SD
Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Umur 0-60 bulan
Sangat Kurus <-3SD
Kurus -3SD sampai dengan <-2SD
Normal -2SD sampai dengan 2 SD
Gemuk >2SD