ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4. Asumsi goodness -of-fit model
Sebelum menginterpretasi hasil pengujian hipotesis, terlebih dahulu menganalisis goodness-of-fit model. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa model yang dikonstruksi mempunyai kesesuaian yang baik dengan setting yang digunakan sebagai obyek amatan melalui data yang diperoleh. Hasil pengujian goodness of fit model
struktural secara lebih rinci disajikan pada table IV.7 berikut: Tabel IV.7
Hasil Pengujian Goodness-of-Fit Model
Indeks Nilai Kritis Hasil Keterangan
1 Chi-Square (c2) Mendekati nol 441,081 - 2 Probability level ≥0,05 0,000 Kurang Baik 3 CMIN/DF ≤ 2,0 1,987 Baik
4 CFI ≥ 0,95 0,888 Kurang Baik
5 RMSEA ≤ 0,08 0,082 Kurang Baik
6 TLI ≥ 0,95 0,873 Kurang Baik
7 GFI ≥ 0,90 0,807 Kurang Baik
8 AGFI ≥ 0,90 0,760 Kurang Baik
Sumber: data primer yang diolah, 2011
Berdasarkan hasil goodness of fit model yang dapat dilihat pada tabel IV.7 diatas terlihat hasil pengukuran masing-masing kriteria
commit to user
72
Nilai chi-square sebesar 441,081 dengan probability level
0,000. Karena probability level ≤ 0,05 maka menunjukkan indikasi yang kurang baik. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara matrik kovarian sampel dengan kovarian populasi yang diamati.
Normed Chi-Square (CMIN/DF) adalah ukuran yang diperoleh
dari nilai Chi-Square dibagi dengan degree of freedom. Indeks ini merupakan indeks kesesuaian parsimonious yang mengukur hubungan
goodness-of-fit model dengan jumlah koefisien-koefisien estimasi yang
diharapkan untuk mencapai tingkat kesesuaian. Nilai CMIN/DF pada model ini adalah 1,987 merupakan indikasi yang baik karena memenuhi syarat nilai ≤ 2,0.
Comparative Fit Index (CFI) adalah indeks kesesuaian
incremental yang membandingkan model yang diuji dengan null
model. Besaran indeks ini adalah dalam rentang 0 sampai 1 dan nilai yang mendekati 1 mengindikasikan model memiliki tingkat kesesuaian yang baik. Indeks ini sangat dianjurkan untuk dipakai karena indeks ini relatif tidak sensitif terhadap besarnya sampel dan kurang dipengaruhi oleh kerumitan model. Dengan memperhatikan nilai yang direkomendasikan ³ 0,95, maka nilai CFI sebesar 0,888 menunjukkan bahwa model ini memiliki kesesuaian yang kurang baik.
The Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA)
adalah indeks yang digunakan untuk mengkompensasi nilai
commit to user
73
direkomendasikan £ 0,08, maka nilai RMSEA sebesar 0,082 menunjukkan tingkat kesesuaian yang kurang baik.
Tucker Lewis Index (TLI) merupakan alternatif incremental fit
index yang membandingkan model yang diuji dengan baseline model.
TLI merupakan indeks kesesuaian model yang kurang dipengaruhi oleh ukuran sampel. Nilai yang direkomendasikan ³ 0,95, dapat disimpulkan bahwa model menunjukkan tingkat kesesuaian yang kurang baik dengan nilai TLI sebesar 0,873.
Goodness of fit index – GFI mencerminkan tingkat kesesuaian
model secara keseluruhan. Dengan tingkat penerimaaan yang direkomendasikan GFI ³ 0,90, model memiliki nilai GFI sebesar 0,807 sehingga dapat dikatakan memiliki tingkat kesesuaian model yang kurang baik.
Adjusted goodness of fit index – AGFI sebagai pengembangan
indeks dari GFI, merupakan indeks yang telah disesuaikan dengan rasio degree of freedom model yang diusulkan dengan degree of
freedom dari null model. Dengan nilai penerimaan yang
direkomendasikan AGFI ³ 0,90, model memiliki nilai AGFI sebesar 0,760 sehingga dapat dikatakan memiliki tingkat kesesuaian yang kurang baik.
Kesimpulan dari keseluruhan pengukuran hasil Goodness of Fit model yang disajikan pada table IV.7 diatas mengindikasikan
commit to user
74
bahwa model belum dapat diterima dengan baik, oleh karena itu peneliti mempertimbangkan untuk melakukan modifikasi model untuk membentuk model alternatif yang mempunyai goodness of fit yang lebih baik.
5. Modifikasi
Salah satu tujuan modifikasi model adalah untuk mendapatkan kriteria goodness of fit dari model yang dapat diterima. Melalui nilai
modification indices dapat diketahui ada tidaknya kemungkinan
modifikasi terhadap model yang dapat diusulkan. Modification indices
dapat diketahui dari output Amos versi 16.0. yang menunjukkan hubungan-hubungan yang perlu diestimasi yang sebelumnya tidak ada dalam model supaya terjadi penurunan pada nilai chi-square untuk mendapatkan model penelitian yang lebih baik.
Modifikasi model dengan menggunakan modification indices
dilakukan dengan melakukan korelasi antar error term yang tidak memerlukan justifikasi teoritis dan yang memiliki nilai modification
indices lebih besar atau sama dengan 4,0 sampai nilai goodness of fit
yang memenuhi syarat. Selain itu peneliti juga melakukan modifikasi model dengan menggunakan modification indices yang dilakukan dengan menambah hubungan antar variabel penelitian seperti yang direkomendasikan pada modification indices. Hal ini dilakukan karena model penelitian dianggap belum dapat diterima dengan baik. Modifikasi model ini memerlukan justifikasi teoritis (lihat lampiran).
commit to user
75
Tabel IV.8 merupakan hasil goodness of fit model yang telah dimodifikasi.
Tabel IV.8
Hasil Goodness-of-Fit Setelah Modifikasi Model
Indeks Nilai Kritis Hasil Keterangan
1 Chi-Square c Mendekati nol 213,963 - 2 Probability ≥0,05 0,180 Baik 3 CMIN/DF ≤ 2,0 1,092 Baik 4 CFI ≥ 0,95 0,991 Baik 5 RMSEA ≤ 0,08 0,025 Baik 6 TLI ≥ 0,95 0,988 Baik 7 GFI ≥ 0,90 0,895 Marginal 8 AGFI ≥ 0,90 0,852 Marginal
Sumber: data primer yang diolah, 2011
Pada Tabel IV.8 dapat dilihat hasil pengujian Goodness of Fit
model yang sudah dilakukan modifikasi. Nilai chi-square bernilai 213,963 dengan degree of freedom 196 adalah signifikan secara statistic pada level signifikansi 0,000. Probabilitas sebesar 0,180 merupakan indikasi yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara matriks kovarian data dan matriks kovarian yang diestimasi. Dari Tabel IV.8 dapat dilihat pula nilai
Goodness of Fit Index (GFI) sebesar 0,895 yang mengindikasikan
model diterima. The Root Mean Square Error of Approximation
(RMSEA) menunjukkan nilai 0,025 yang mengindikasikan baik.
commit to user
76
mengindikasikan model diterima. Comparative Fit Index (CFI) menunjukkan nilai 0,991 yang mengindikasikan baik. Tucker Lewis
Index (TLI) menunjukkan nilai 0,988 yang mengindikasikan baik.
Sedangkan nilai dari indeks parsimony fit measures didapat dari nilai CMIN/DF sebesar 1,092 menunjukkan indikasi yang baik karena memiliki nilai kurang dari 2.
D. JUSTIFIKASI TEORITIS MODIFIKASI MODEL
Justifikasi Teoritis dilakukan karena dalam modifikasi model, peneliti menambahkan hubungan antar variabel yaitu pengaruh variabel perceived
quality pada emotional value. Hal ini dilakukan karena model sebelumnya
mengindikasikan belum dapat diterima dengan baik. Penambahan ini didasarkan pada modification indices yang direkomendasikan. Model penelitian yang diajukan seperti yang digambarkan dibawah ini :
Gambar IV.1 Modifikasi Model Self Concept Neef For Uniqueness Clothing Interest Perceived Quality Emotional Value Purchase Intention H1 H2 H3 H5 H4 ] H8 H7 H6 H9
commit to user
77
Produk atau merek dapat memberikan manfaat non-utilitarian seperti rasa senang dan pengalaman menyenangkan yang dapat menghasilkan nilai emosional yang berbeda bagi konsumen (Holbrook, 1986) dalam (Lee et.al, 2006). Sebagai kategori produk yang dapat menciptakan keterlibatan tinggi serta ketertarikan karena sifatnya yang simbolis dan hedonis, pakaian cenderung membangkitkan emosi konsumen melalui tahap seleksi dan penggunaan produk (Kim et al., 2002).
Nilai fungsional dan nilai emosional secara konseptual terkait (Babin et al., 1994). Secara khusus, kualitas produk mempengaruhi nilai tersebut karena kualitas yang dirasakan, diperkuat oleh atmosfer ritel yang kemudian menciptakan nilai belanja pribadi dan mendorong pembelian kembali (Darden dan Babin, 1994; Wakefield dan Baker, 1998). Oleh karena itu, kualitas produk yang lebih tinggi tidak hanya meningkatkan nilai fungsional, tetapi penghargaan emosional konsumen dengan pengalaman yang lebih memuaskan (Babin et al., 2004) dan juga atribut tinggi dalam persepsi kualitas konsumen, kemewahan, prestise, dan high class untuk status merek pakaian (Shermach, 1997). Kualitas yang dirasakan muncul untuk membawa nilai emosional kepada konsumen. Berdasarkan uraian diatas, peneliti dapat mengusulkan hipotesis tambahan karena adanya modifikasi model sebagai berikut:
H9. Semakin tinggi perceived quality maka semakin tinggi
commit to user
78
E. ANALISIS UJI HIPOTESIS DAN PEMBAHASAN