• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

hipotesis 9 yang merupakan hipotesis dari modifikasi model

sebelumnya. Hal ini menunjukkan regularitas fenomena hubungan antara perceived quality dan emotional yang dikemukakan seperti studi terdahulu sesuai dengan temuan yang diperoleh (Lee et al., 2006). Namun demikian, konsep ini masih memerlukan studi lanjutan dalam upaya meningkatkan validitas eksternal dari konsep tersebut, sehingga di masa mendatang dapat menggeneralisasi pada konteks yang luas.

commit to user

93

BAB V

PENUTUP

Bab ini memaparkan kesimpulan, keterbatasan, saran, serta implikasi penelitian yang terdapat pada penelitian ini. Pemaparan-pemaparan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ruang lingkup penelitian dan peluang untuk melakukan penelitian selanjutnya.

A. KESIMPULAN

Simpulan penelitian dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman mengenai hasil dari penelitian ini. Dalam sub bab ini akan dipaparkan secara singkat mengenai hasil penelitian sebagai berikut:

1. Self concept tidak berpengaruh signifikan terhadap need for uniqueness.

Hal ini menjelaskan bahwa konsumen yang memiliki konsep diri atau kenyamanan terhadap penampilan serta kondisi dirinya cenderung tidak menginginkan penampilan yang unik atau berbeda dengan orang lain.

2. Self concept berpengaruh positif pada clothing interest. Konsumen yang

memiliki rasa nyaman terhadap penampilan dan kondisi dirinya cenderung memiliki ketertarikan pada pakaian (clothing).

3. Need for uniqueness berpengaruh positif pada clothing interest

commit to user

94

unik atau berbeda dengan orang lain memiliki ketertarikan pada pakaian

(clothing) untuk menyalurkan keinginan tersebut.

4. Clothing interest berpengaruh positif pada emotional value berarti

ketertarikan konsumen terhadap pakaian (clothing) dapat meningkatkan nilai emosional mereka pada suatu produk yang ditunjukan dengan kenyamanan serta keinginan untuk menggunakan produk tersebut.

5. Clothing interest berpengaruh positif pada perceived quality. Hal ini

menjelaskan bahwa ketertarikan konsumen terhadap pakaian (clothing) dapat meningkatkan persepsi kualitas produk mereka yang ditunjukan dengan kepercayaan tentang keawetan serta kualitas produk yang baik.

6. Clothing interest berpengaruh positif pada purchase intention. Untuk

meningkatkan niat beli konsumen terhadap produk dapat dilakukan dengan meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap pakaian atau produk tersebut.

7. Emotional value tidak berpengaruh signifikan pada purchase intention

mengindikasikan bahwa nilai emosional konsumen cenderung tidak berpengaruh terhadap niat beli mereka yang mungkin dipengaruhi oleh faktor lainnya.

8. Perceived quality berpengaruh positif pada purchase intention. Konsumen

yang memiliki persepsi kualitas yang bagus akan mempunyai niat beli yang tinggi pada produk karena mereka menganggap produk tersebut tahan lama dan berkualitas tinggi.

commit to user

95

9. Perceived quality berpengaruh positif pada emotional value menunjukkan

bahwa konsumen yang memiliki persepsi kualitas yang positif juga akan memiliki nilai emosional yang positif pula terhadap pakaian atau produk tersebut.

B. KETERBATASAN

Penelitian ini memiliki obyek amatan yang terfokus pada produk distro sehingga berdampak pada terbatasnya generalisasi studi. Dengan demikian untuk mengaplikasikan studi ini pada konteks yang berbeda, diperlukan perhatian dalam mencermati karakteristik produk yang melekat pada obyek yang digunakan dalam penelitian. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi bias dalam hasil-hasil pengujian yang dapat berdampak pada kekeliruan dalam memahami implikasi penelitian.

Dalam penelitian ini hanya terbatas pada satu lokasi yaitu di kota Purwokerto. Sedangkan produk distro tidak hanya berada di kota Purwokerto saja, hampir disetiap kota sudah banyak ditemui, sehingga hasil penelitian ini masih terbatas untuk produk distro di kota Purwokerto.

Meskipun terdapat keterbatasan dalam penelitian ini yang menyebabkan ketidakmampuan model untuk digeneralisasi pada segala situasi, namun dengan prosedur pengujian yang terstruktur diharapkan tidak mengurangi derajat keyakinan terhadap akurasi model prediksi yang diharapkan.

commit to user

96

C. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut :

1. Saran untuk studi kedepan

Studi ini bertumpu pada metode yang terbatas ruang lingkupnya, sehingga memerlukan studi-studi lanjutan untuk mengeneralisasi hasil studi pada konteks yang lebih luas dan jumlah sampel yang lebih banyak. Hal ini diperlukan agar konsep yang dikonstruksi dapat ditingkatkan validitasnya eksternalnya.

2. Saran Praktis

Studi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman pada praktisi yang ingin mencapai kesuksesan dalam memasarkan produk mereka, khususnya produk distro. Mereka harus memahami bagaimana konsumen bereaksi ke produk distro dan apa yang melatarbelakangi mereka memiliki sikap yang positif terhadap produk distro, sehingga produk distro yang mereka tawarkan mampu menghasilkan purchase

intention produk distro.

D. IMPLIKASI STUDI

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, ada tiga implikasi yang akan dijelaskan pada sub bab ini yaitu implikasi untuk studi lanjutan, implikasi teoritis dan implikasi praktis.

commit to user

97

1. Implikasi untuk studi lanjutan

Model yang dikembangkan pada riset ini terbatas ruang lingkupnya. Hal ini berdampak pada keterbatasan model untuk diaplikasi pada setting yang berbeda. Hal ini dapat terjadi karena dalam setting yang berbeda diperkirakan terdapat profil background dan perilaku responden yang berbeda. Keterbatasan ini mengisyaratkan perlunya studi lanjutan pada konteks yang berbeda, sehingga konsep yang dimodelkan dapat ditingkatkan generalisasinya.

2. Implikasi teoritis

Hasil pengujian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan di bidang studi mengenai purchase intention dan memberikan pemahaman teoritikal terhadap variabel-variabel yang diamati yaitu self concept, need for uniqueness, clothing interest, emotional value, perceived quality dan purchase intention.

3. Implikasi praktis

Studi ini disarankan dapat memberikan pemahaman pada praktisi terhadap upaya-upaya untuk meningkatkan purchase intention. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membangun self concept dan need for

uniqueness konsumen seperti membangun kecocokan dan kenyamanan

konsumen pada produk, menciptakan produk yang sesuai dengan target pasar, dan membangun brand image yang baik. Selain itu clothing interest

juga perlu ditingkatkan dengan produk-produk yang modis/mengikuti tren dan pemasaran yang kreatif. Perceived quality juga perlu ditingkatkan

commit to user

98

melalui membangun kepercayaan merek, produk-produk yang berkualitas tinggi dan produk yang tahan lama/awet. Hal ini dilakukan karena self

concept, need for uniqueness, clothing interest, dan perceived quality

Dokumen terkait