• Tidak ada hasil yang ditemukan

Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis (OPTK A2)

KEGIATAN LAIN-LAIN

C. Apresiasi / Sosialisasi / Workshop / Seminar

1. Skim Audit Badan Karantina Pertanian

Kegiatan skim audit Badan Karantina Pertanian (SAB) di SKP Kelas I Cilacap masih terbatas pada kegiatan karantina tumbuhan. Kedepan kegiatan SAB tersebut akan dilakukan penyatuan dari komponen kegiatan karantina hewan dan tumbuhan, sambil menunggu keputusan dan atau rekomendasi dari Badan Karantina Pertanian.

Kegiatan SAB lingkup SKP Kelas I Cilacap pada umumnya berupa kegiatan karantina tumbuhan dengan bidang kegiatan antara lain :

1.1 Tata operasional kegiatan ISPM #15

Badan Karantina Pertanian, sesuai dengan kompetensinya sebagai

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

telah melaksanakan program registrasi terhadap perusahaan yang akan ditunjuk untuk melaksanakan sertifikasi terhadap kemasan kayu sesuai dengan persyaratan ISPM # 15. Agar program registrasi tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, diperlukan suatu pedoman bagi Badan Karantina Pertanian sebagai instansi pelaksana serta perusahaan kemasan kayu yang berminat untuk mengikuti program registrasi tersebut.

International Standards For Phytosanitary Measures No. 15 (ISPM

15) adalah Standar Internasional Untuk Phytosanitary Measures Nomor 15

(ISPM 15) merupakan alat ukur internasional Phytosanitary yang dikembangkan oleh Perlindungan Tanaman Konvensi Internasional (IPPC) yang secara langsung membahas kebutuhan untuk mengobati bahan kayu dengan ketebalan lebih besar dari 6mm, yang digunakan untuk produk kapal antar negara. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah transportasi internasional dan penyebaran penyakit dan serangga penggerek yang negatif dapat mempengaruhi tanaman atau ekosistemnya. ISPM 15 mempengaruhi semua kemasan kayu (pallet, peti, dunnages, dll) yang mengharuskan mereka harus debarked dan kemudian dipanaskan atau difumigasi dengan metil bromida dan dicap atau bermerek, sebagai tanda kepatuhan. Tanda ini adalah bahasa sehari-hari yang dikenal sebagai "marking", untuk produk terbuat dari bahan alternatif, seperti produk kertas, plastik atau kayu panel (yaitu OSB, hardboard, dan kayu lapis).

bahan kemasan kayu harus debarked sebelum diadakan perlakukan panas atau difumigasi untuk memenuhi peraturan ISPM 15. Komponen tersebut diharuskan bebas dari kulit kayu untuk mencegah re-infestasi serangga pada saat akan diproduksi, atau bahkan setelah diproduksi. Perusahaan pelaksana kegiatan ISPM#15 yang teregistrasi dalam wilayah

kerja SKP Kelas I Cilacap adalah:

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

 PT. Arjuna Scuritas Abadi ID – 008  PT. Ekualiti Jaya S ID – 0127 1.2 Tata operasional IKT dan Tempat Lain

Ruang lingkup pengakuan untuk IKT dan/atau tempat lain yaitu mencakup aspek administrasi, komitmen top manager, sarana penunjang, dan SDM. Cakupan aspek tersebut diperuntukkan audit kecukupan, audit awal, audit ulang, audit insvestigasi. Hal ini dapat di uraikan sebagai berikut :

 Aspek audit kecukupan

Cakupan aspek audit kecukupan adalah pemeriksaan semua persyaratan administrasi berupa semua administrasi perusahaan yang terdiri dari surat perijinan dan perjanjian, profil perusahaan dan kelengkapanya. Dalam pengajuan hanya soft copy yang telah dilegalisir oleh pimpinan perusahaan. Dari dokumen persyaratan yang ada akan dilakukan pemeriksaan administratip oleh petugas SAB SKP Kelas I Cilacap, hal ini untuk mengetahui lengkap tidaknya pengajuan tersebut. Dalam hal belum lengkapnya persyaratan administrasi Koordinator Lapangan (korlap) SAB SKP Kelas I Cilacap akan menugaskan personil SAB ke tempat pengusul untuk memenuhi unsur persyaratan yang belum ada, sebelum dilakukannya Audit awal/audit ulang/audit insvestigasi.  Aspek audit awal

Cakupan aspek audit awal adalah tindak lanjut pengajuan untuk penetapan dan/atau pengakuan awal setelah semua administrasi terpenuhi. Audit tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan dan komitmen perusahaan apabila nantinya ditetapkan.Audit ini untuk memotret secara langsung kesiapan teknis operasional sebagai pendukung kegiatan sesuai peruntukannya, juga verifikasi keabsahan dokumen perijinan dan perjanjiannya.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Pelaksana audit awal oleh seorang Auditor dan dibantu oleh seorang petugas yang sudah kompeten dibidangnya, setelah diberikan surat penugasan oleh Kepala SKP Kelas I Cilacap selaku korlap SAB SKP Kelas I Cilacap. Output dari audit awal adalah rekomendasi untuk penetapan dan/atau pengakuan sesuai peruntukkanya diwaktu pengajuan awal. Penetapan dan/atau pengakuan awal untuk IKT berlaku dalam 1 (satu) tahun semenjak surat penetapan ditetapkan, dan dapat diperpanjang kembali. Dalam kurun waktu 1 (satu) tahun semenjak surat penetapan ditetapkan akan dilakukan monitoring/sureveylens serendah rendahnya 1 (satu) kali pelaksanaan oleh petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) SKP Kelas I Cilacap. sedangkan untuk Tempat lain masa berlakunya untuk 3 (tiga) bulan semenjak surat penetapan ditetapkan dan dapat diperpanjang kembali.

 Aspek audit ulang

Cakupan aspek audit ulang adalah tindak lanjut pengajuan untuk perpanjangan penetapan dan/atau pengakuan yang sudah berjalan 1 (satu) tahun, setelah semua administrasi untuk audit ulang terpenuhi. Apabila persyaratan belum dapat dipenuhi maka akan berlaku audit kecukupan. Audit tersebut bertujuan untuk memotret atau mengetahui hasil capaian prestasi dan kekurangan yang telah dijalani dalam kurun waktu 1 (satu) tahun penetapan/pengakuan.

Pelaksana audit ulang oleh seorang Auditor dan dibantu oleh seorang petugas yang sudah kompeten dibidangnya, setelah diberikan surat penugasan oleh Kepala SKP Kelas I Cilacap selaku korlap SAB SKP Kelas I Cilacap. Output dari audit awal adalah rekomendasi untuk perpanjangan penetapan dan/atau pengakuan sesuai peruntukkanya diwaktu pengajuan dan berlaku untuk 2 (dua) tahun semenjak surat penetapan ditetapkan dan dapat diperpanjang kembali, sedangkan untuk Tempat lain masa berlakunya untuk 3 (tiga) bulan semenjak surat

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

penetapan ditetapkan dan dapat diperpanjang kembali.  Aspek audit insvestigasi

Cakupan aspek audit insvestigasi adalah tindak lanjut dari laporan dalam pelaksanaan monitoring/surveilens, yang menyatakan adanya penyimpangan dari kesepakatan yang ada. Penyimpangan tersebut dilakukan tidak sepengetahuan/ seizin pemangku ketetapan.Hal ini dilakukan dengan sengaja dalam waktu berkesinambungan. Pelaksanaan audit ini untuk mengetahui kebenaran dari laporan yang ada. Apabila Auditor dalam audit ini menyatakan benar-benar terjadi dengan didukung oleh data yang sesungguhnya terjadi.

Berdasarkan hasil laporan pelaksana audit insvestigasi oleh seorang Auditor dibidangnya untuk kegiatan IKT, maka Kepala SKP Kelas I Cilacap selaku korlap SAB SKP Cilacap akan merekomendasikan pencabutan dan/atau pembekuan penetapan dan/atau pengakuan kepada SAB pusat. Pencabutan dan/atau pembekuan tersebut dapat digugurkan setelah ada kesepakatan dan pernyataan diatas kertas bermaterai sesuai peraturan yang berlaku dan jaminan tidak akan mengulangi kesalahan yang ada. Pemberlakuan masa operasional sesuai surat keputusan yang lama bukan dari peryataan hasil audit investigasi, hal ini berlaku juga untuk Tempat Lain.

 Tujuan

Kegiatan penetapan dan/atau pengakuan untuk IKT dan Tempat Lain yaitu untuk menjamin adanya :

1. Kemudahan dalam pemeriksaan kebenaran jenis, jumlah media pembawa yang akan dilalulintaskan oleh pemilik.

2. Kemudahan dalam pendeteksian awal adanya instroduksi OPT/K yang dimungkinkan terbawa/menyerang media pembawa yang akan dilalulintaskan oleh pemilik.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

3. Kemudahan pemeriksaan alat angkut dan persyaratannya yang disediakan oleh agen/ekspedsi dalam mengangkut media pembawa yang akan dilalulintaskan oleh pemilik.

4. Mengurangi hambatan lalulintas/penumpukan barang di area kepabeanan ditempat pengeluaran dan/atau pemasukkan

5. Jaminan keamanan manakala adanya instroduksi OPT/K tidak menyebar ke area lain yang akan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

6. Kemudahan dalam kegiatan perlakuan media pembawa yang akan dilalulintaskan manakala ada persyaratan tambahan dari importer, maupun dalam kegiatan eradikasi OPT/K.

7. Wujudnyata implementasi sistem manajemen mutu, sesuai dengan Standar Badan Karantina Pertanian yang dijalankan oleh pihak ketiga/importer/eksportir yang telah ditetapkan sebagai IKT dan/atau Tempat Lain sesuai dengan Standar Badan Karantina Pertanian untuk tindakan karantina tumbuhan.

Perusahaan yang telah mendapatkan pengakuan untuk IKT dan/atau tempat lain dapat dilihat pada Bab III

1.3 Tata operasional Audit Perlakuan Pihak Ketiga

Standard Internasional untuk Tindakan Fitosanitari, Terbitan No. 15 (ISPM) merupakan pedoman yang mengatur treatment Wood Packaging Material (WPM) pada perdagangan internasional.Daftar ini menentukan tindakan fitosanitari yang dibutuhkan untuk meminimalisir penyebaran hama-hama karantina.WPM (Wood Packaging Material) mengacu pada material kemasan kayu mentah, baik kayu lunak maupun kayu keras dan tidak termasuk kayu olahan seperti kayu lapis, papan untai, chipboard, dan lain-lain.Ini adalah layanan fumigasi paling umum yanng diperlukan oleh mereka yang berkecimpung dalam perdagangan internasional.Selama WPM terdapat

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

di dalam kargo atau dalam kontainer yang dikirim ke luar negeri, Anda harus mematuhi standar ISPM 15.Treatment meliputi fumigasi yang menggunakan Metil Bromida, yang mana semua WPM harus bertanda ISPM 15.

Dalam hal ini dibutuhkan jasa layanan fumigator yang profesional, yang telah terakreditasi oleh Skema Akreditasi Fumigasi Indonesia (MAFAS) dibawah Departemen Pertanian. Sertifikat Fumigasi harus ada selama proses pengiriman. Pada saat kedatangan di pintu masuk pelabuhan di negara lain, aparat Karantina akan memeriksa kesesuaian ISPM 15. Pengiriman yang tidak sesuai dapat membuat kargo dipulangkan kembali, atau dirusak.ISPM 15 sedang diimplementasikan secara progresif di seluruh dunia.Dampaknya telah dapat dirasakan dan dilihat pada barang-barang yang dikirim menuju Kanada dan Amerika dimana para aparat karantina sangat waspada. Seperti misalnya, Amerika Utara menekankan perlunya untuk memilih perusahaan fumigasi yang sesuai, yang internalnya mengendalikan kepastian dari hasil fumigasi yang mana tidak akan menyebabkan penundaan pengiriman.

Perlakuan menggunakan fumigasi dengan fumigant methyl bromide (CH3Br) harus sesuai standar yang telah ditetapkan secara internasional. Standar minimum fumigasi dengan methyl bromide adalah sebagai berikut:

Temperatur Dosis

gr/m3

Minimum konsentrasi (g/m3) pada CT 2 Jam 4 Jam 12 Jam 24 jam

21o C atau lebih 48 36 31 28 24

16o C atau lebih 56 42 36 32 28

11o C atau lebih 64 48 42 36 32

Dosis standar 48 gr/m3/min, temperatur 21o C / 24 jam, dan minimum

temperatur tidak boleh kurang dari 10 o C dan waktu paparan fumigasi tidak

boleh kurang dari 24 Jam.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

panas dan fumigasi methyl bromide sesuai perlakuan di atas adalah untuk

serangga: Anobiidae, Bostrichidae, Buprestidae, Cerambycidae,

Curculionidae, Isoptera, Lyctidae (dengan beberapa pengecualian perlakuan

panas), Oedemeridae, Scolytidae, Siricidae. Golongan Nematoda

adalah Bursaphelenchus xylophilus.

Kegiatan Tata operasional Perlakuan Pihak Ketiga SKP Cilacap telah membina perusahaan pelaksana perlakuan karantina. Perusahaan/pihak ketiga sebagai pelaksana perlakuan karantina (fumigasi) yang dibina langsung adalah CV. Jasprim Putra Cabang Cilacap yang beralamat di Jalan Perkutut Barat No 10 Cilacap.Pihak ketiga tersebut telah mendapatkan nomor registrasi ID-0156-MB dari Badan Karantina Pertanian dengan wilayah layanan Propinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

2. Penilaian Instalasi Karantina

c. Karantina Hewan

Penilaian IKH SKP Kelas I Cilacap tahun 2016 dilakukan oleh medik dan paramedik SKP Kelas I Cilacap. Ditinjau dari hasil Evaluasi pemeriksaan fisik prasarana dan sarana lokasi milik Stasiun Karantina Pertanian ( SKP ) Kelas I Cilacap pada prinsipnya layak (dengan system all in all out ) dijadikan Instalasi Karantina Hewan Permanen (IKH) Milik Pemerintah untuk Hewan Besar.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Gambar 25. IKH SKP Cilacap Jl. Laut Jawa Pelabuhan Tanjung Intan

IKHS PT. Citra Buana Alam Semesta

Penilaian terhadap IKHS milik pihak ketiga di wilayah Kerja SKP Kelas I Cilacap yaitu dilakukan terhadap IKHS milik PT. Citra Agro Buana Semesta yang terletak di Garut. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam setahun yaitu di PT. Citra Agro Buana Semesta Jl. Raya malangbong KM 5 dan di Jl. Raya Malangbong KM 6.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

d. Karantina Tumbuhan

b.1. Instalasi Karantina Tumbuhan

Pada tahun 2015, SKP Kelas I Cilacap melakukan penilaian dan penetapan Instalasi Karantina Tumbuhan sebagai lokasi pengasingan dan pengamatan. Dalam tahun 2016 monitoring dan penilaian kelayakan teknis administrasi dan operasional selalu menunjukan pengembangan yang cukup memuaskan. Hal ini pengguna jasa yang telah ditetapkan dan telah mengalami perpanjangan IKT adalah9 perusahaanyaitu:

Gambar 27. Suasana IKT Binaan SKP Kelas I Cilacap CV Mitra Cimalati Indonesia

UD. Hasil Saw Mill PT. Rama Gombong Sejahtera

CV. Hikmat Jaya PT. Indotama Omicron Kahar

PT. Mitra Karya Usaha Sejahtera

PT Panganmas Inti Persada PT Sabda Alam Prima Nusa

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

b.2. Tempat Lain

Di tahun 2016, SKP Kelas I Cilacap melakukan penilaian dan penetapanTempat Lain sebagai lokasi pengasingan dan pengamatan. Dalam penetapan tersebut setiap 3 (tiga) bulan harus di adakan perpanjangan penetapannya. Perpanjangan dapat dilakukan sepanjang penilaian kelayakan teknis administrasi dan operasional selalu menunjukan pengembangan yang cukup memuaskan. Hal ini pengguna jasa yang telah ditetapkan dan telah mengalami perpanjangan penetapan Tempat Lain yaitu:

PT Cebong Kayuindo PT Anugrah Karya Trisakti

PT Coco Sugar Indonesia

PT Giri Sentosa Adiraya

PT Inagro Jinawi PT Karya Purabaya

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Gambar 28. Suasana Tempat Lain

e. Pembinaan Mental & Spiritual

Konsolidasi dan pembinaan pada tahun 2016 ini Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap mengedepankan upaya peningkatan pemerintahan yang bersih, akuntabel dan kredibel, sesuai yang diamanahkan dalam sertifikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, sesuai standar ISO 9001-2016 dan 17025-2008 yang penerapannya di semua kegiatan yang dimulai pada bulan Oktober 2014. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan Ceramah Pengajian untuk pembinaan mental dan spiritual pegawai SKP Cilacap.

Agenda ini dilaksanakan secara berkesinambungan dengan harapan mental pegawai kearah yang lebih baik, sehingga upaya peningkatan pemerintahan yang bersih, akuntabel dan kredibel dapat terpenuhi. Kegiatan ini merupakan agenda khusus yang mengedepankan rasa sosial, kepedulian kepada sesama dan terbangunnya sistim kepercayaan yang tangguh.

Norma norma yang terkandung dalam pembinaan mental spiritual sangat dimungkinkan dalam mendukung sistim budaya kerja yang bersih penuh rasa keimanan yang teguh. Insan manusia yang bertakwa pada hakikatnya selalu menuju kearah yang lebih baik dengan memperkecil kesalahan yang tidak sesuai dengan norma keyakinan yang selama ini anut dan imani.

Pembinaan Mental Pegawai SKP Kelas I Cilacap diharapkan pelaksanaan Tupoksi yang telah dilakukan akan mendapatkan keberhasilan

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

yang cukup baik, dengan mengedepankan pelayanan yang prima, tangguh dan terpercaya.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap BAB V

Dokumen terkait