• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPLEK BANDARA TUNGGUL WULUNG TRITIH LOR, KEC. JERUKLEGI, KAB. CILACAPS TELP ; FAKS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOMPLEK BANDARA TUNGGUL WULUNG TRITIH LOR, KEC. JERUKLEGI, KAB. CILACAPS TELP ; FAKS"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

KOMPLEK BANDARA TUNGGUL WULUNG

TRITIH LOR, KEC. JERUKLEGI, KAB. CILACAPS 5 3 2 5 2 TELP. 0282 -521870; 534243 FAKS. 0282 – 533920

(2)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaallliii

KATA PENGANTAR

Dengan rahmat Allah SWT dan senantiasa kami panjatkan puji syukur kehadirat-Nya, karena atas limpahan taufik dan hidayah-Nya kita masih diberi kesempatan untuk berkarya menyelesaikan Laporan Tahunan Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Cilacap Tahun Anggaran 2018.

Laporan ini menyajikan data hasil kegiatan selama satu tahun anggaran dengan segala keberhasilan dan kekurangannya, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran hasil kerja yang telah dicapai dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan langkah-langkah strategis untuk penyempurnaan kegiatan operasional maupun non operasional baik karantina hewan maupun karantina tumbuhkan, serta untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa di masa yang akan datang.

Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran pegawai SKP Kelas I Cilacap atas partisipan, kerja kerasnya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi unit kerja SKP Kelas I Cilacap. Demikian juga kepada masyarakat/kalangan pengguna jasa karantina dan masyarakat lainnya yang peduli terhadap perkarantinaan, yang telah memberikan andil yang sangat besar dalam rangka mewujudkan karantina hewan dan tumbuhan yang profesional, modern, Tangguh dan terpercaya. Harapan kami semoga laporan tahunan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Cilacap, Januari 2019 Kepala,

drh. Puji Hartono, MP.

(3)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaallliiiiii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

DAFTAR TABEL iii

DAFTAR GAMBAR iv

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan 1

C. Keadaan Umum Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

1. Keadaan Umum 2. Wilayah Kerja

2

2 6

BAB II KEGIATAN UMUM 9

A. Perencanaan dan Keuangan

1. Realisasi Anggaran

9

9

B. Kepegawaian dan Tata Usaha

1. Kondisi Umum Pegawai a. Kenaikan Pangkat b. Kenaikan Gaji Berkala c. Mutasi Jabatan/ Alih tugas d. Pegawai yang Melakukan Cuti e. CPNS 2018

2. Ketatausahaan

a. Kondisi Kearsipan

b. Kondisi Perpustakaan atau Pengadaan Buku c. Barang Milik Negara (BMN)

14 14 18 19 20 21 21 21 22 23 24

BAB III KEGIATAN OPERASIONAL 26

A. Karantina Hewan

1. Tindakan Karantina Hewan terhadap Media Pembawa HPHK Impor

2. Tindakan Karantina Hewan terhadap Media Pembawa HPHK Ekspor

3. Tindakan Karantina Hewan terhadap Media Pembawa HPHK yang diantarareakan

4. Kegiatan 8 P

5. Penggunaan Formulir Karantina Hewan 6. Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK

26 26 28 28 29 34 35

(4)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaallliiiiiiiii

7. Kegiatan Koleksi HPHK

8. Penilaian Instalasi Karantina

41 42

B. Karantina Tumbuhan

1. Tindakan Karantina Tumbuhan terhadap Media Pembawa OPTK ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia

2. Tindakan Karantina Tumbuhan terhadap Media Pembawa OPTK ke Luar Wilayah Negara Republik Indonesia

3. Tindakan Karantina Tumbuhan terhadap Media Pembawa OPTK Antar-area

4. Kegiatan 8 P

5. Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK di Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

6. Koleksi OPT/OPTK dan Media Pembawa 7. Penyidikan Kasus Tindak Karantina

8. Penggunaan Formulir

9. Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak

44 44 53 59 60 62 63 66 66 64

BAB IV KEGIATAN LAIN-LAIN 68

A. Koordinasi dan Kerjasama

1. Koordinasi / Kerjasama lingkup Badan Karantina Pertanian 2. Koordinasi / Kerjasama dengan instansi terkait di daerah

68

68 69

B. Kegiatan Public Awareness

1. Standar Pelayanan Publik 2. Wilayah Bebas Korupsi 3. Sistem Manajemen Mutu

4. Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja (IPNBK) 5. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

6. Refleksi Budaya Kerja 7. Bakti Sosial 72 72 74 75 75 77 82 C. Apresiasi/Sosialisasi/workshop/Seminar 1. Sosialisasi Tupoksi Karantina Pertanian 2. Seminar Lokal Pemantauan OPTK 3. Kunjungan Kerja Mahasiswa Unsoed D. Lain-lain

1. Skim Audit Badan Karantina Pertanian 2. Penilaian Instalasi Karantina

a. Karantina Hewan 84 84 86 88 89 89 96 96

(5)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaallliiivvv

b. Karantina Tumbuhan

3. Pembinaan Mental Pegawai SKP Kelas I Cilacap

98 100

BAB V. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 101

A. Permasalahan 1. Kegiatan umum 2. Kegiatan Operasional 101 101 101 B. Solusi Umum 104

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN 107

A. Kesimpulan 107

B. Saran 108

(6)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaalllvvv DAFTAR TABEL

Tabel 1 Perbandingan DIPA Tahun Anggaran 2013 sd 2018 9

Tabel 2 Perbandingan Anggaran Belanja antara DIPA TA 2013 sd 2018 10

Tabel 3 Realisasi Anggaran Belanja Pegawai tahun 2013 s/d 2018 11

Tabel 4 Realisasi Anggaran Belanja Barang tahun 2013 s/d 2018 12

Tabel 5 Realisasi Anggaran Belanja Modal tahun 2013 s/d 2018 13

Tabel 6 Jumlah pegawai menurut jenis jabatan per 31 Desember 2018. 14

Tabel 7 Jumlah pegawai merurut klasifikasi pendidikan per 31 Desember 2018.

15

Tabel 8 Jumlah Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan/Ruang per 31 Desember 2018.

16

Tabel 9 Kenaikan Pangkat Pegawai TA. 2018 18

Tabel 10 Pegawai Naik Gaji Berkala TA. 2018 19

Tabel 11 Rekapitulasi Surat Keluar/Masuk Tahun Anggaran 2018 22

Tabel 12 Importasi Sapi Bakalan, Sapi Indukan, Domba/Kambing Bibit dari Negara Asal Australia Tahun 2013-2018

27

Tabel 13 Kegiatan Eksportasi Sarang Burung Walet Tujuan Taiwan 28

Tabel 14 Lokasi Pengasingan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina Pada Tahun 2018

31

Tabel 15 Penggunaan & Persediaan formulir karantina Hewan tahun 2018

35

Tabel 16 Data Informasi Status dan Situasi HPHK di Kabupaten Temanggung

Sepanjang Tahun 2017 40

Tabel 17 Kegiatan Pemasukan MP-PSAT Tahun 2014 sd 2018 45

Tabel 18 Import Biji Gandum Tahun 2014– 2018 46

Tabel 19 Import Kedelai Tahun 2014– 2018 46

Tabel 20 Frekwensi Kegiatan Impor Gandum tahun 2014 – 2018 47

Tabel 21 Frekwensi Kegiatan Impor Kedelai tahun 2014 – 2018 48

Tabel 22 Rangkuman Hasil Pengujian Kesehatan MP PSAT (OPT/K) Media Pembawa Gandum dan Kedelai

(7)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaalllvvviii

Tabel 23 Frekuensi dan Jumlah komoditas pada Pengeluaran MP dari wilayah negara RI Tahun 2018 berupa hasil tanaman mati

54

Tabel 24 Frekuensi dan Jumlah komoditas pada Pengeluaran MP Antar Area

59

Tabel 25 Kegiatan Pemeriksaan Pada Tahun 2018 61

Tabel 26 Kegiatan Pembebasan Pada Tahun 2018 61

Tabel 27 Temuan OPTK tahun 2018 62

Tabel 28 Penggunaan formulir karantina tumbuhan tahun 2018 66

Tabel 29 Pengelolaan Penerimaan PNBP 66

Tabel 30 Indek Penerapan Nilai Budaya Kerja (IPNBK) 2018 69

Tabel 31 Hasil pengukuran IKM SKP Kelas I Cilacap Tahun 2018 75

Tabel 32 Responden Tahun 2018 77

(8)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaalllvvviiiiii DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

2

Gambar 2 Peta Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

8

Gambar 3 Peta Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

8

Gambar 4 Kegiatan penimbangan dan desinfeksi sapi 29

Gambar 5 Tindakan karantina pemeriksaan dokumen diatas alat angkut 30

Gambar 6 Tindakan pengamatan oleh medic veteriner di IKH. 33

Gambar 7 Tindakan karantina berupa pemberian vitamin terhadap sapi indukan

34

Gambar 8 Peta Pemantauan Daerah Sebar HPHK TA. 2018. 36

Gambar 9 Instalasi karantina hewan milik PT. CABS 43

Gambar 10 Timbangan Individu Gangway dan kandang Isolasi IKH milik PT CABS

43

Gambar 11 Pengambilan sampel di palka kapal dan identifikasi di laboratorium

51

Gambar 12 Kegiatan Pemeriksaan Ekspor Gula Semut Organik di Gudang Pemilik

58

Gambar 13 Kegiatan Pemeriksaan Ekspor Barecore (Produk kayu olahan) di Gudang Pemilik

58

Gambar 14 Pengiriman Bibit Aglonema merupakan kegiatan domestik keluar

61

Gambar 15 Peta Temuan OPTK Pemantauan Tahun 2018 Kabupaten Banjarnegara

65

Gambar 16 Peta Temuan OPTK Pemantauan Kabupaten Kebumen

Tahun 2018

65

Gambar 17 Peta Temuan OPTK Pemantauan Kabupaten Purbalingga Tahun 2018

66

(9)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaalllvvviiiiiiiii

Pemantauan OPTK Tahun 2018

Gambar 19 Peserta Evaluasi Standar Public Hearing 72

Gambar 20 Kegiatan Upacara Bendera 82

Gambar 21 Tanyajawab Mahasiswa pada kuliah lapang 84

Gambar 22 Sesi diskusi operasional perkarantinaan hewan dalam Kuliah Lapang mahasiswa Unsoed Purwokerto

50

Gambar 23 Peserta dan Panitia Evaluasi hasil Pemantauan OPTK 54

Gambar 24 Sesi Kunjungan mahasiswa 59

Gambar 25 IKH SKP Cilacap Jl. Laut Jawa Pelabuhan Tanjung Intan 61

Gambar 26 Timbangan Individu Gangway dan kandang Isolasi 61

Gambar 27 Suasana IKT Binaan SKP Kelas I Cilacap 62

(10)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaallliiixxx DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Pagu DIPA SKP Kelas I Cilacap TA 2013 s/d 2018 10

Grafik 2 Pagu Anggaran SKP Kelas I Cilacap TA 2013 s/d 2018 10

Grafik 3 Realisasi Anggaran Belanja Pegawai tahun 2013 s/d 2018 11

Grafik 4 Prosentase Realisasi Anggaran Belanja Pegawai tahun 2013 s/d 2018

12

Grafik 5 Realisasi Anggaran Belanja Barang tahun 2013 s/d 2018 12

Grafik 6 Prosentase Realisasi Anggaran Belanja Barang tahun 2013 s/d 2018

13

Grafik 7 Realisasi Anggaran Belanja Modal tahun 2013 s/d 2018 13

Grafik 8 Prosentase Realisasi Anggaran Belanja Modal tahun 2013 s/d 2018.

14

Grafik 9 Klasifikasi Pendidikan PNS SKP Kelas I Cilacap per 31 Desember 2018

16

Grafik 10 Klasifikasi Golongan/Ruang PNS per 31 Desember 2018 17

Grafik 11 Status dan Situasi HPHK di Kab.Banjarnegara 36

Grafik 12 Status dan Situasi HPHK di Kab.Banyumas 37

Grafik 13 Status dan Situasi HPHK di Kab.Brebes 37

Grafik 14 Status dan Situasi HPHK di Kab.Cilacap 38

Grafik 15 Status dan Situasi HPHK di Kab.Kebumen 38

Grafik 16 Status dan Situasi HPHK di Kab.Purbalingga 39

Grafik 17 Status dan Situasi HPHK di Kab.Purworejo 39

Grafik 18 Status dan Situasi HPHK di Kab. Wonosobo 40

Grafik 19 Impor Gandum Tahun 2014 sd 2018 45

Grafik 20 Impor Kedelai pada SKP Kelas I Cilacap Tahun 2014 sd 2018 45

Grafik 21 Pemasukan MP-PSAT Gandum Tahun 2014– 2018 46

Grafik 22 Importasi Kedelai Tahun 2014– 2018 47

(11)

L

LLaaapppooorrraaannnTTTaaahhhuuunnnaaannnSSStttaaasssiiiuuunnnKKKaaarrraaannntttiiinnnaaaPPPeeerrrtttaaannniiiaaannnKKKeeelllaaasssIIICCCiiilllaaacccaaappp HHHaaalllxxx

Grafik 24 Frekwensi Impor Kedelai Tahun 2014– 2018 48

(12)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Laporan Tahunan 2018menggambarkan laporan hasil kinerja pelaksanaan kegiatan tugas pokok, dan fungsi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor

22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentangOrganisasidan Tata Kerja Unit PelaksanaTeknisKarantinaPertanian.

Penyusunan Laporan Tahunan ini berdasarkan Pedoman Laporan Tahunan Balai Besar/Balai/Stasiun Karantina Pertanian. Informasi yang disajikan di dalamnya disusun sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan Tahunan inimenggambarkan keseluruhankegiatan hasilkinerjayang telah dilaksanakan oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap sepanjang tahun 2018, sehingga dapat dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi untuk menentukan kebijakan di tahun mendatang.

B. Tujuan

Tujuan penyusunan Laporan Tahunan 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap adalah :

1. Bahan informasi hasilpelaksanaan kegiatan tugas pokok, dan fungsi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap selama kurun waktu tahun 2018

2. Bahan informasi terhadap tingkat pengukurancapaian kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap sampai akhir tahun 2018

3. Sebagai bahan evaluasi dan monitoring untuk kebijakan penyelenggaraan perkarantinaan di tahun-tahun mendatang.

C. Keadaan Umum Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

1. Keadaan Umum

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap merupakan unit pelaksana teknis di bidang karantina hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan pangan hayati

(13)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

hewani dan nabati yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor

61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian, struktur organisasi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap adalah sebagaiberikut :

STRUKTUR ORGANISASI INTERNAL

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELASI I CILACAP TAHUN 2018

Gambar 1 : Struktur OrganisasiStasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap dipimpin oleh seorang Kepala Stasiun berdasarkan Peraturan MenteriPertanianRepublikIndonesiaNomor 43/Permentan/OT.010/8/2015 tentang Organisasi dan Tata Kementerian Pertanian.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap adalah organisasi dengan eselon IV a, dengan demikian Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap adalah pejabat eselon IV a yang membawahi KepalaUrusan Tata Usaha (eselon Va), Kepala Sub Seksi Pelayanan Operasional (eselon Va), serta kelompok Jabatan Fungsional, sebagaimana gambar 1 di atas.

Dasar Hukum penyelenggaraan Karantina Pertanian adalah UU No.16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, PP No. 82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan dan PP No.14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan dan

(14)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

sejumlah peraturan perundang-undangan turunannya, serta peraturan-peraturan daerah yang terkait. Berdasarkan Permentan No. 22 Tahun 2008, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayatihewani dan nabati, dan dalam melaksanakan tugas dimaksud, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap menyelenggarakan fungsi :

1) Penyusunan rencana, evaluasi dan laporan;

2) Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK);

3) Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK; 4) Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK;

5) Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

6) Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan tumbuhan;

7) Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

8) Pelaksanaan sistem informasi, dokumentasi dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan;

9) Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan, bidang karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati;

10) Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Tugas Tambahan

Selain tugas pokok yang harus dilakukan, SKP Kelas I Cilacap juga mempunyai tugas tambahan, yaitu :

1. Auditor Instalasi Karantina Hewan (IKH) berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian nomor : 349/Kpts/PD.670.210/L/12/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Instalasi Karantina Hewan untuk Ruminansia

(15)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Besar. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi acuan secara nasional akan pembangunan/penetapan Instalasi Karantina Hewan baik milik negara ataupun pihak ketiga sebagai tempat pelaksanaan tindak karantina hewan. 2. Penilaian untuk Penetapan Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) berdasarkan

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 73/permentan/OT.140/12/2012 tentang Persyaratan dan Tata Cara Penetapan Instalasi Karantina Tumbuhan Milik Peroranganatau Badan Hukum, serta tempat lain berdasarkan permentan no 38 tahun 2014.

3. Koordinator Skim Audit Barantan sesuai Keputusan Kepala Barantan No. 20/Kpts/PD.540.210/L.2/04 dalam pelaksanaan kegiatan skim audit Fumigasi dan Ispm.

Sedangkan tugas masing-masing pejabat struktural dibawah Kepala Stasiun adalah sebagai berikut :

a. Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) mempunyai tugas melakukan : a.1. penyiapan bahan penyusunan rencanakerja,

a.2. sistimevaluasi dan pelaporan,

a.3. menjalankanurusan ketata usahaan dan rumah tangga.

b. Sub Seksi Pelayanan dan Operasional (Kasiyan-op) melakukan tugas:

b.1. pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan karantina tumbuhan,

b.2. pengawasan keamanan hayati hewani, b.3. dukungan sarana teknikperkarantinaan,

b.4. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi,

b.5. melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan dan tumbuhan, serta keamanan hayati hewani dan nabati.

Kelompok Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner mempunyai tugas :

a. Melakukan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa hama penyakit

(16)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap hewan karantina (HPHK);

b. Melakukan pemantauan daerah sebar HPHK; c. Melakukan pembuatan koleksi HPHK;

d. Melakukan pengawasan keamanan hayati hewani;

e. Melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan mempunyai tugas :

a. Melakukan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK);

b. Melakukan pemantauan daerah sebar OPTK; c. Melakukan pembuatan koleksi OPTK;

d. Melakukan pengawasan keamanan hayati nabati;

e. Melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masing- masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional yang kompeten dengan ketetapan oleh Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacapdengansuratkeputusan. Koordinator Jabatan Fungsional KH dan POPT memiliki tugas dan fungsi selaintugaspokoksesuaijenjangnyaantara lain :

 Bimbingandanpengaturankegiatanoperasionalolehmasing-masingjenjangjabatannya.

 Penyiapan bahan penyusunan rencanakerja,sistim evaluasi dan pelaporan.  Penyelarasandukungansaranateknikdanmetodeoperasionalperkarantinaan.

Sarana dan prasarana yang telah dimiliki oleh SKP Kelas I Cilacap sampai saat ini berupa :

a. Gedung perkantoran utama yang cukup representatif pelaksanaan kegiatan pelayanan operasional bertempat di Komplek Bandar Udara Tunggul Wulung

(17)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap Cilacap

b. Gedung Instalasi Karantina Hewan (IKH) dan Gudang yang berada di Jl. Laut Jawa Pelabuhan Tanjung Intan – Cilacap;

c. Gedung tempat peristirahatan para supir truk yang ada di Instalasi Karantina Hewan.

d. Gedung Wilayah Kerja Pelabuhan Tg. Intan Cilacap, Jl. Selat Madura No. 3 Pelabuhan Tanjung Intan – Cilacap

e. Gedung Wilayah Kerja Kantor Pos Indonesia Purwokerto

f. Rumah Dinas dan Sarana Gudang di Jl. Swadaya no. 45 – Cilacap;

g. Mess Pegawai dan Sarana Gudang di Jl. Kuntul no. 7 Tegalreja - Cilacap;

Khusus untuk Gedung perkantoran utama, kini memiliki Gedung Pelayanan terhadap pengguna jasa yang cukup representatif, untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas. Ditambah dengan gedung fungsional untuk mendukung setiap kegiatan dari setiap jajaran fungsional baik fungsional karantina hewan (medik/paramedik veteriner) maupun fungsional karantina tumbuhan(popt) dan Ruang Rapat.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap hingga saat ini (per 31 Desember 2018) memiliki 38 pegawai/staff yang terdiri dari 38 orang PNS.

2. Wilayah Kerja

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor

94/Permentan/OT.140/12/2011 tentang tempat-tempat Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap adalahsbb:

A. TEMPAT-TEMPAT PEMASUKAN MEDIA PEMBAWA HAMA DAN PENYAKIT HEWAN KARANTINA DAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN KARANTINA KE DALAM WILAYAH NEGARA RI (IMPOR)

(18)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

1. Pelabuhan Laut atau Pelabuhan Sungai Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap

B. TEMPAT-TEMPAT PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA HAMA DAN PENYAKIT HEWAN KARANTINA DAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN KARANTINA DARI DALAM WILAYAH NEGARA RI (EKSPOR)

1. Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Sungai Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap

C. TEMPAT-TEMPAT PEMASUKAN DAN PENGELUARAN MEDIA PEMBAWA HAMA DAN PENYAKIT HEWAN KARANTINA DAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN KARANTINA DI DALAM WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA (ANTAR AREA)

1. Bandar Udara

Tunggul Wulung Cilacap

2. Pelabuhan Laut atau Pelabuhan Sungai Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap

3. Kantor Pos

Kantor Pos Purwokerto

Untuk kegiatan karantina hewan, ada beberapa kegiatan lintas provinsi dikarenakan IKH (Instalasi Karantina Hewan) terletak di Provinsi Jawa Barat, yaitu di Kecamatan Malangbong, Kab. Garut yaitu di Jl. Raya Malangbong Wado KM 5 dan KM 6. Kedua IKHS milik swasta yang terletak di Provinsi Jawa Barat tersebut berada di bawah pengawasan SKP Kelas I Cilacap.

Wilayah KerjaStasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap dapat dilihat pada peta berikut ini :

(19)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Gambar 2 : Peta Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Gambar 3 : Peta Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Bandara Tunggul Wulung

Pelabuhan Tg. Intan Bandara Tunggul Wulung Cilacap Pelabuhan Tg. Intan Cilacap

Bandara Jend. Soedirman Purbalinnga

(20)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

BAB II

KEGIATAN UMUM

Salah satu fungsi dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap sesuai dengan Permentan Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Teknis Karantina Pertanian adalah melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan serta urusan tata usaha dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab urusan tata usaha.

A. Perencanaan dan Keuangan

1. Realisasi Anggaran

Pelaksanaan anggaran instansi pemerintah pada tahun 2018 tetap mengacu pada sistem anggaran yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Petikan (DIPA) Tahun Anggaran 2018 Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Cilacap.

Anggaran Belanja Negara yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap sesuai dengan DIPA No. SP DIPA-018-12.2.237369/2018 tanggal 05 Desember 2017, terakhir di Revisi ke 05 tanggal 28 November 2018 sebesar Rp. 6.914.246.000,00terdiri dari Rupiah Murni Rp. 6.321.246.000,00 dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 593.000.000,00.

Tabel 1:DIPATahunAnggaran 2013 sd 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap. (dalam ribuan rupiah)

T. H. DIPA PAGU DIPA

T.A 2013 7.368.778.000 T.A 2014 5.669.271.000 T.A 2015 8.747.923.000 T.A 2016 7.313.884.000 T.A 2017 6.398.038.000 T.A 2018 6.398.038.000

(21)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Grafik I. Pagu DIPA SKP Kelas I Cilacap TA 2013 s/d 2018

Tabel 2:Perbandingan Anggaran Belanja antara DIPA TA 2013 sd 2018 (dalam ribuan rupiah)

No. Uraian Bel. Pegawai Bel. Barang Bel. Modal Jumlah

1. DIPA 2013 2.247.154.000 3.294.174.000 1.827.450.000 7.368.778.000 2. DIPA 2014 2.328.764.000 3.105.047.000 235.460.000 5.669.271.000 3 DIPA 2015 2.484.061.000 3.116.782.000 3.147.080.000 8.747.923.000 4 DIPA 2016 2.397.704.000 3.008.680.000 1.907.500.000 7.313.884.000 5 DIPA 2017 2.301.632.000 2.641.966.000 1.454.440.000 6.398.038.000 6 DIPA 2018 2.482.365.000 3.003.454.000 1.428.427.000 6.914.246.000

(22)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Berdasarkan tabel 1 di atas, maka anggaran tahun 2018 mengalami kenaikanan sebesar Rp 516.208.000,00atau 80,68% dari tahun sebelumnya yaitu Rp 6.398.038.000 menjadi Rp 6.914.246.000

Realisasi anggaran belanja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap tahun 2018, sebesar Rp.6.860.404.945,00 (99,22%) dengan realisasi anggaran masing-masing belanja pegawai, belanja barang maupun belanja modal dibawah pagu yang tersedia.

Anggaran tersebut direalisasikan melalui 3 jenis belanja yaitu belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal. Besar realisasi anggaran per jenis belanja dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3. Realisasi Anggaran Belanja Pegawai tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Grafik3. Realisasi Anggaran Belanja Pegawai tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

No Belanja Pegawai Pagu Realisasi % Saldo

1. T.A 2013 2.247.154.000 2.173.121.230 96,71 74.032.770 2. T.A 2014 2.328.764.000 2.297.858.655 98,67 30.905.345 3. T.A 2015 2.484.061.000 2.481.736171 99,89 2.324.829 4. T.A 2016 2.397.704.000 2.393.864.468 99,84 3.838.532 5. TA 2017 2.301.632.000 2.265.191.128 98,42 36.440.872 6. TA 2018 2.482.365.000 2.454.780.061 98,89 27.584.939

(23)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Grafik4.Prosentase Realisasi Anggaran Belanja Pegawai tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Tabel 4

.

Realisasi Anggaran Belanja Barang tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Grafik5. Realisasi Anggaran Belanja Barang tahun 2013 s/d 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

No Belanja Barang Pagu Realisasi % Saldo

1. T.A 2013 3.294.174.000 2.845.011.520 86,36 449.162.480 2. T.A 2014 3.105.047.000 3.016.228.801 97,14 88.818.199 3. T.A 2015 3.116.782.000 3.022.943.359 96,98 93.838.641 4. T.A 2016 3.008.680.000 2.878.926.778 95,69 129.752.222 5. TA 2017 2.641.966.000 2.594.747.591 98,21 47.218409 6. TA 2018 3.003.454.000 2.981.428.804 99,27 22.025.196

(24)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Grafik6.Prosentase Realisasi Anggaran Belanja Barang tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Tabel 5

.

Realisasi Anggaran Belanja Modal tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Grafik7. Realisasi Anggaran Belanja Modal tahun 2013 s/d 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

No Belanja

Modal Pagu Realisasi % Saldo

1. T.A 2013 1.827.450.000 1.699.070.000 92,97 128.380.000 2. T.A 2014 235.460.000 229.431.120 97,44 6.028.880 3. T.A 2015 3.147.080.000 3.131.498.700 99,50 15.581.300 4. T.A 2016 1.907.500.000 1.900.791.645 99,65 6.708.355 5. T.A 2017 1.454.440.000 1.441.672.398 99,12 12.767.602 6. TA 2018 1.428.427.000 1.423.343.912 99,64 5.083.088

(25)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Grafik8.Prosentase Realisasi Anggaran Belanja Modal tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

B. Kepegawaian dan Tata Usaha

1. Kondisi Umum Pegawai

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) SKP Kelas I Cilacap per31 Desember 2018 berjumlah 38 (tiga puluh delapan) orang PNS. Jenis jabatan,latar belakang pendidikan dan jenjang kepangkatan dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini.

Tabel 6. Jumlah pegawai menurut jenis jabatanper31 Desember 2018.

No Jenis Jabatan Jumlah

1 Kepala SKP Kelas I Cilacap 1

2 Kepala Urusan Tata Usaha 1

3 Kepala Sub Seksi Pelayanan Operasional 1

4 Medik Veteriner Madya 2

5 Medik Veteriner Muda 3

6 Medik Veteriner Pertama 1

7 Paramedik Veteriner Penyelia 3

8 Paramedik Veteriner Mahir 3

9 Paramedik Veteriner Terampil 2

(26)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

11 POPT Ahli Madya 1

12 POPT Ahli Muda 1

13 POPT Ahli Pertama 2

14 POPT Penyelia 2

15 POPT Mahir 0

16 POPT Terampil 2

17 Calon Medik Veteriner 0

18 Calon Paramedik Veteriner 0

18 Calon POPT Ahli 0

19 Calon POPT Terampil 0

20 Tenaga Administrasi Umum *) 13

Total Jumlah : 38

Keterangan :

*) Pelaksana pada Subbag/Seksi.

Tabel 7. Jumlah pegawai merurut klasifikasi pendidikanper31 Desember 2018.

No. Pendidikan Program Pend./ Jurusan Jumlah

1 SD - 1 2 SLTP - 3 SLTA/SPP/SPMA/SNAKMA - IPA - IPS - SMT Pertanian - SPMA Peternakan - SMEA Tata Niaga - SPP Pertanian - STM MESIN 4 6 - 2 5 2

(27)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

4 DIPLOMA (D3) - Peternakan

- Kesehatan Hewan

1 4 5 Sarjana (S1) - Ekonomi Manajemen

- Pertanian - Biologi - Peternakan 1 4 1 6 Pasca Sarjana (S2) - Teknologi Hasil Pertanian

- Kedokteran Hewan

2 6

Total Jumlah : 38

Grafik 9. Klasifikasi Pendidikan PNS SKP Kelas I Cilacap per 31 Desember 2018

Tabel 8. Jumlah Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan/Ruangper31 Desember 2018.

No. Jenis Pangkat Gol. Ruang Jumlah

1 Juru Muda I/a 0

2 Juru Muda Tk. I I/b 0

(28)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

4 Juru Tk. I I/d 1

5 Pengatur Muda II/a 0

6 Pengatur Muda Tk.I II/b 5

7 Pengatur II/c 2

8 Pengatur Tk. I II/d 3

9 Penata Muda III/a 4

10 Penata Muda Tk. I III/b 7

11 Penata III/c 5

12 Penata Tk. I III/d 7

13 Pembina IV/a 4

14 Pembina Tk. I IV/b 0

15 Pembina Utama Muda IV/c 0

16 Pembina Utama Madya IV/d 0

17 Pembina Utama IV/e 0

Total Jumlah : 38

Grafik 10. Klasifikasi Golongan/Ruang PNS SKP Kelas I Cilacap per 31 Desember 2018

(29)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Secara rinci dan detail uraian kepegawaian dari masing-masing pegawai yang meliputi tempat tanggal lahir, pangkat terakhir dan lain-lain dapat dilihat pada Lampiran 1.

Selain jumlah pegawai tersebut diatas, SKP Kelas I Cilacap masih memiliki tenaga harian lepas (THL) sebanyak 16 (enambelas) orang, dengan masa pengabdian dari 1 hingga 5 tahun. Data selengkapnya terdapat pada Lampiran 2.

Untuk kelancaran tugas dan fungsi SKP Kelas I Cilacap dalam Tahun Anggaran 2017 Sub Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha telah melakukan tugas dan fungsi Kepegawaian dan Tata Usaha sebagai berikut :

a. Kenaikan Pangkat

Dalam Tahun Anggaran 2018SKP Kelas I Cilacap telah mengusulkan 15(lima belas) orang yang memenuhi persyaratan untuk mendapat Kenaikan Pangkat regular dan fungsional untuk periode April dan Oktober 2018 dengan rincian sebagaimana Tabel berikut ini:

Tabel 9. Kenaikan Pangkat Pegawai TA. 2018

No N a m a Sebelum Setelah Jabatan Tmt

1 Juwakir, SE III/b III/c Kepala Urusan Tata

Usaha 01 April 2018 2 Dwi Astuti Yuniasih,

SP. M.Sc III/c III/d

Kepala Pelayanan

Operasional 01 April 2018 3 drh. AgusWasana III/d IV/a Medik Veteriner

Madya 01 April 2018 4 Winarti, SP III/c III/d POPT Muda 01 April 2018 5 Mumfarid Ruri Listiono,

A.Md II/d III/a

Paramedik Veteriner

Mahir 01 April 2018 6 Suhada Nur Sefriyanto,

A.Md II/d III/a

Petugas Pelaporan

Keuangan 01 April 2018 7 Indra Tri Wibowo, A.Md II/d III/a Paramedik Veteriner

(30)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

8 Purwani Asih Panuntun II/d III/a Pengadministrasi

Keuangan 01 April 2018 9 Idhatin Sukandari,

A.Md II/c II/d

Bendahara

Penerimaan 01 April 2018 10 Respati Pujianto II/c II/d Penatausaha Simak

BMN 01 April 2018

11 Sutianah II/c II/d POPT Terampil 01 April 2018

12 drh. Mei Wardhani

Setyaningrum Arief III/b III/c

Medik Veteriner Muda

01 Oktober 2018 13 Edi Wuryanto II/a II/b Pembuat Daftar Gaji 01 Oktober

2018 14 Dani Andayono II/a II/b Petugas Simak BMN 01 Oktober

2018

15 Jumadi I/c I/d Pramu Publikasi

Tata Usaha

01 Oktober 2018 b. Kenaikan Gaji Berkala

Dalam Tahun Anggaran 2018 pegawai SKP Kelas I Cilacap yang mendapatkan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) sebanyak18 (delapan belas)orang pegawai, seperti terlihat pada Tabel berikut :

Tabel 10. Pegawai Naik Gaji Berkala TA. 2018

No N a m a Dalam

Gol/Pkt

Jabatan TMT

1 drh. Saimah, M.Si III/d Medik Veteriner Muda

01 Januari 2018

2 Hardiyanto II/d Bendahara Pengeluaran

3 Trimo Bekti II/d Paramedik Veteriner Terampil

4 Edi Wuryanto II/a Pembuat Daftar Gaji 5 Dani Andayono II/a Pelaksana Simak BMN

(31)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

7 drh. AgusWasana IV/a Medik Veteriner Madya 2018

8 Ir. Idham, M.Si IV/a POPT Madya

9 Yunus III/d Paramedik Veteriner

Penyelia

10 Arsanudin III/d POPT Penyelia

11 Salud Siswadi III/b Verifikator dan Penguji SPM

12 drh. Mei Wardhani

Setyaningrum Arief III/c Medik Veteriner Muda 13 Idhatin Sukandari, A.Md II/d Bendahara Penerimaan 14 Purwani Asih Panuntun III/a Pengadministrasi

Keuangan 01 April

2018 15 Respati Pujianto II/d Penatausaha Simak BMN

16 Juwakir, SE III/c Kepala Urusan Tata Usaha

01 Juli 2018

17 Karyono III/d Paramedik Veteriner

Penyelia

18 Sutianah II/d POPT Terampil

c. Mutasi Jabatan/ Alih tugas

Selama tahun 2018dilingkungan SKP Kelas I Cilacap terdapat 3 kalimutasi alih tugas pegawai yaitu :

c.1. Mutasi Kesatu yang mendapatkan adalah pegawai bernama Ir. Idham, M.Siselaku fungsional POPT Madyayang dimutasi alih tugas Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta ke SKP Kelas I Cilacap,

c.2. Mutasi Kedua yang mendapatkan adalah pegawai bernama Zulaekhah Rahmi, A.Md selaku fungsional POPT Terampilyang dimutasi alih tugas dari Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta ke SKP Kelas I Cilacap

(32)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

c.3. Mutasi Kedua yang mendapatkan adalah pegawai bernama drh. Saimah, M.Si

selaku fungsional Medik Veteriner Mudayang dimutasi alih tugas Balai Karantina Pertanian Palangkaraya ke SKP Kelas I Cilacap.

d. Pegawai yang Melakukan Cuti tahun 2017 pada Stasiun KarantinaPertanian Kelas I Cilacap

Pegawai yang melakukan cuti di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap sepanjang tahun 2017 sebanyak 31 pegawai, dengan rincian

 Cutitahunan = 28 orang

 Cutialasanpenting = 2 orang

 Cutimelahirkan = 0 orang

 Cutibesar = 0 orang

 Cuti dalamtanggunganNegara = 0 orang

e. CPNS 2018

Kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir SKP Kelas I Cilacapbelum mendapatkan tambahan pegawai dari jenjang pengadaan pegawai baru (CPNS), tetapi SKP Kelas I Cilacap mendapatkantambahanpegawaidari mutasi alih tugas pegawai, selamakurunwaktu2018.Sementara PNS yang alihtugasdalam jabatan fungsional tertentu (JFT) sehingga komposisi jabatan pada JFT berbanding dengan komposisi kegiatan yang ada.Namun berbanding terbalik dengan Jabatan Fungsional Umum (JFU) yang masih merasakanberatbebankinerjabuatpegawamaupunSKP Kelas I Cilacap.

2. Ketatausahaan

Kegiatan ketatausahaan di SKP Kelas I Cilacapsuatu kegiatan yang cukup vital dalam menunjang semua kegiatan operasionalnya. Hal ini harus didukung dengan tenaga yang mampu menangani salah satunya adalah urusan surat menyurat. Kegiatan ini meliputi penanganan surat keluar masuk, penggandaan surat, pendistribusian, dan

(33)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

kerjadalamsistimpelayananpublicadalahkecepatandankemudahandalampencarianarsips urat yang masihdibutuhkan.

Dengankhususkepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap menunjuk 1 (satu) tenaga harian lepas (THL)untukpenatausahaanpersuratan, agar kedepankegiatantersebutsemakinbaik.Khususnya surat menyurat dalam tahun 2018 telah memproses surat masuk maupun surat keluar dengan rekapitulasi sebagai mana tercantum pada tabel di bawah ini:

Tabel 11. Rekapitulasi Surat Keluar/Masuk Tahun Anggaran 2018

No. Jenis Surat Jumlah

1 Surat Masuk SKP Kelas I Cilacap 689 surat

2 Surat Keluar SKP Kelas I Cilacap 4.955 surat

a. Kondisi Kearsipan

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacaptelah memfungsikan gudang untuk kegiatan kearsipan surat masuk dan surat keluar serta dokumen lainnya. Hal ini dimaksudkan agar capaian kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I

Cilacaplebihefisiendanmampubersaingdenganuptlainnya. Tata

kearsipandikelompokkanmenjadi 3 (tiga) kategoriyaitu :  Kategori arsip aktif

Arsip kategori ini merupakan persuratan yang setiap saat masih dibutuhkan baik dalam monitoring maupun untuk evaluasi. Pada umumnya kategori ini persuratan/kearsipan maksimal waktunya 1 (satu) tahun, dan tata kelola kearsipan ini berada dalam kantor.

 Kategori arsip tidak aktif

(34)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

dan lebih cenderung sebagai dokumen/bukti dari suatu kegiatan. Pada umumnya kategori persuratan/kearsipan ini di arsipkan dengan kurun waktu minimal 5 (lima) tahun, sebelum dialihkan kedalam kategori purna (pemusnahan) dan tata kelola kearsipan ini berada dalam gudang kearsipan. Untuk penempatan arsip tersebut berada dan menyatu denngan rumah dinas Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap di JalanSwadaya, KelurahanTambakreja, KecamatanCilacap Selatan.

 Kategori arsip purna

Arsip kategori tersebut merupakan persuratan yang tidak dibutuhkan dan lebih cenderung sebagai dokumen/bukti yang bersifat purna (dimusnahkan) agar tidak menjadi beban operasional. Kegiatan pemusnahan arsip dan/atau dokumen lain yang akan dimusnahkan pada umumnya sudah lebih dari 5 (lima) tahun, dalam kategori arsip tidak aktif,dantata kelola kearsipan ini berada dalam gudang kearsipan dalam lingkungan instalasi karantina hewan, untuk persiapan pemusnahan menggunakan metode pembakaran di incenerator. Lokasi incenerator sebagai peralatan pemusnahan berada di jalan jawa komplek pelabuhan tanjung intan Cilacap yang masuk dalam wilayah KelurahanTambakreja, KecamatanCilacap Selatan.

b. Kondisi Perpustakaan atau Pengadaan Buku

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Hingga saat ini koleksi pustaka hanya didapat dari sumber-sumber berupa Peraturan Peraturan baru baik dari Kementerian pertanian maupun beberapa kementerian lain yang menunjang tugas pokok dan fungsi SKP, Laporan Tahunan, karya tulis ilmiah pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap, materi-materi pelatihan seperti TC, diklat, leaflet-leaflet seputar Karantina Hewan dan Karantina

(35)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Tumbuhan dsb dalam bentuk soft dan hard copy.

c. Barang Milik Negara (BMN)

Mutasi transaksi terkait Barang Milik Negara adalah sebagai berikut :

c.1. Penambahan Asset PeralatandanMesin

Penambahan Asset terdiridaribelanja modal peralatandanmesinsenilaiRp. 756.518.912-. Terdiridari :

c.1.1. Pembelian Peralatan dan Mesin Rp. 520.568.912,- berupa pengadaan/pembelian :

5 Unit Sepeda Motor 10 Unit A.c Split

2 Unit Gerobak Tarik 2 Unit UPS

1 Unit Alat Pencacah Hijauan 1 Unit Vertical Blind 3 Unit Lemari Besi Metal 1 Unit Gordyn/Kray

2 Unit Sice 1 Unit Camera Digital

4 Unit Kasur/Spring Bad 1 Unit Transponder DME

1 Unit Mesin Cuci 1 Unit Thermohygrometer

5 Unit Sepeda Motor 10 Unit A.c Split

1 Unit Printer 1 Unit Scanner

1 Unit Microscope 1 Unit P.C Unit

1 Unit Micropipet 1 Unit LapTop

1 Unit Meja Kerja LAB 1 Unit Tablet

1 Unit Tank 1 Unit Microscope

c.1.2. ReklasifikasimasuksenilaiRp. 235.950.000,-

Penambahan asset dari hibah berupa 1 (satu) unit mobil Station Wagon dari Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok Jakarta.

c.2. Penambahan Asset GedungdanBangunan

Belanja Modal pengembangangedungdanbangunansenilaiRp. 23.779.100,-terdiridari :

c.2.1. Pembangunan senilai Rp. 362.229.750 berupa :

c.2.1.1. Pembangunan 1 (satu) unit bangunan talud permanen, c.2.1.2. Pembangan 1 (satu) unit bangunan pagar permanen.

(36)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

c.2.2. Pengembanganmelalui KDP senilaiRp. 424.734.800,- berupa :

c.2.2.1 Penambahan nilai bangunan gedung kantor NUP 3 berupa rehab gedung dan sarpras.

c.3.Pengurangan Asset

Penghentian asset (proses penghapusan)

peralatandanmesindalamkurunwaktutahun 2018 senilaiRp. 314.172.320,-terdiridari :

c.3.1. Penghentian/Penghapusanberupa : 1 Unit Portable Generating Set 1 Unit Stasionary Water Pump 1. Unit Local Network

(37)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

BAB III

KEGIATAN OPERASIONAL

Kegiatan operasional pada Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap merupakan kegiatan tindakan karantina terhadap media pembawa HPHK dan OPTK. Kegiatan tindakan karantina terhadap media pembawa HPHK seluruhnya merupakan kegiatan import selama tahun 2018. Sedangkan kegiatan tindakan karantina terhadap media pembawa OPTK adalah kegiatan antar area, importdan eksport.

Pelabuhan Laut Cilacap, yang lebih dikenal dengan nama Pelabuhan Laut Tanjung Intan, mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi pelabuhan samudera atau pelabuhan internasional. Saat ini pelabuhan mempunyai fasilitas 23 buoy, dan kedalaman efektif antara 11 s.d. 12 meter mLWS dengan panjang dermaga 742,2 meter, yaitu meliputi:

 Dermaga I s.d. dermaga III;  Dermaga Multi Purpose;  Dermaga IV;

 Dermaga VI.

Dermaga Multi Purpose sepanjang 150 meter diperuntukkan untuk dermaga peti kemas dengan kapasitas ruang penumpukan seluas 30.055,5 m2.

Bandar udara Cilacap, dikenal dengan bandar udara Tunggul Wulung. Bandar udara Tunggul Wulung sampai saat ini hanya melayani penerbangan antar area dengan rute Jakarta – Cilacap pp. Lalu lintas komoditas hewan maupun tumbuhan sampai akhir tahun 2018 adalah nihil.

A. Karantina Hewan

1. Tindakan Karantina Hewan terhadap Media Pembawa HPHKImport.

Kegiatan untuk karantina hewan berupa pemasukan (importasi) dan pengeluaran (eksportasi), yaitu sebagai berikut:

(38)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

o Sapi bakalan dari Australia dengan jumlah 16.768 ekor; o Sapi indukan dari Australia dengan jumlah 1.725 ekor; o Domba/kambing dari Australia dengan jumlah 242 ekor;

o Pengadaan sapi indukan milik PT. CABS maupun program pemerintah melalui anggaran DIPA tahun 2018 BBPTU-HPT Baturaden dengan pemenang tender CV. LARISSA memasukkan sapi indukan sebayak 1.549 ekor. Untuk lebih jelas mengenai kegiatan importasi sapi dapat dilihat pada table dibawah ini.

Tabel 12. Kegiatan Importasi Sapi Bakalan, Sapi Indukan, Domba/Kambing Bibit

dari Negara Asal Australia ke SKP Kelas I Cilacap tahun 2013 S/D 2018

No Tahun Frekuensi Jumlah (Ekor) Ket

1 2013 14 20.727 Sapi Bakalan 2 2014 14 27.197 Sapi Bakalan 3 2015 11 21.707 Sapi Bakalan 4 2016 8 18.892 Sapi Bakalan 5 2017 6 13.751 Sapi Bakalan 6 2017 1 176 Sapi indukan 7 2018 10 16.768 Sapi Bakalan 8 2018 2 1.549 Sapi indukan 9 2018 7 242 Domba/Kambing

(39)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Berdasarkan tabel di atas didapatkan bahwa tahun 2018 terjadi peningkatan importasi media pembawa berupa sapi bakalan, sapi indukan maupun domba/kambing.Hal ini dikarenakan kuota sapi impor yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan ditambah untuk menstabilkan harga pasar dan mendorong petani peternak lebih bergairah dalam usahanya.

Tindakan karantina untuk semua sapi bakalan impor dilakukan di Instalasi Karantina Hewan (IKH) milik SKP Kelas I Cilacap yang beralamat di Jalan laut Jawa, Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap dan Instalasi Karantina Hewan (IKH) milik swasta yaitu PT. Citra Agro Buana Semesta yang beralamat di Jl. Raya Malangbong KM 5 dan KM 6 Kabupaten Garut Jawa Barat.

2. Tindakan Karantina Hewan terhadap Media Pembawa HPHK Ekspor.

Selama tahun 2018, komoditi wajib periksa karantina hewanpada Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap adalah sarang burung wallet (Collocalia

fuciphaga).Tujuan eksportasi sarang burung wallet (Collocalia fuciphaga) tersebut

bukan untuk diperdagangkan tetapi dikonsumsi sendiri dan dikirim ke Negara Taiwan.

Tabel 13.Kegiatan Eksportasi Sarang Burung Walet Tujuan Taiwan.

No Tahun Frekuensi Jumlah (kg) Ket

1 2018 2 2 Tujuan untuk dikonsumsi sendiri,

melalui paket pos

3. Tindakan Karantina Hewan terhadap Media Pembawa HPHK yang diantarareakan.

a. Kegiatan Domestik Masuk

Kegiatan domestik masuk pada Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap tahun 2018 terhadap komoditi wajib periksa karantina hewan adalah

nihil.

(40)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Selama tahun 2018, pada Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap komoditi wajib periksa karantina hewan untuk domestik keluar adalah nihil.

4. Kegiatan 8P

Pelaksanaan tindakan karantina hewan pada Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap meliputi 8P yang terdiri dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan,perlakuan, penahanan,penolakan, pemusnahan dan pembebasan.

Persiapan kandang dilakukan sebelum digunakan yaitu didesinfektasi menggunakan larutan desinfektan (Histam).Alat angkut (truck) diberi pengaman agar sapi tidak melompat. Lantai bak truck diberi pengaman alas dari serbuk gergaji agar tidak licin dan mencegah urine dan kotoran tercecer di jalan. Kemudian didesinfektan / disemprot di ruangan carwash (bersamaan dengan sapi) agar semuanya bebas dari hama kuman penyakit.

Gambar4.Kegiatan penimbangan dan desinfeksi sapi. a. Pemeriksaan

Pelaksanaan pemeriksaan berupa pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium. Pada tahun 2018 terdapat 21 (dua puluh satu) kali permohonan sehingga dilakukan pemeriksaan sebanyak 21 (dua puluh satu)kali. Semua dokumen yang diperiksa benar, lengkap dan syah, pemeriksaan fisik media pembawa baik dan tidak terdapat gejala klinis hama penyakit hewan karantina. Hal ini

(41)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

menunjukkan bahwa pengguna jasa telah mengetahui semua dokumen yang dipersyaratkan.

Gambar5. Tindakan karantina pemeriksaan dokumen diatas alat angkut.

Pemeriksaan klinis pada media pembawa yang dilalulintaskan pada tahun 2018 adalah sehat (hewan hidup), tidak ada perubahan fungsi serta layak konsumsi (untuk sarang burung wallet). Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang dilakukan uji screaningRose Bengal Test (RBT) di laboratorium Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap menghasilkan 2.016 sampel serum darah negatif terhadap Brucella sp. Sedangkan pemeriksaan terhadap sampel preparat ulas darah (PUD) secara mikroskopis menghasilkan 1.380 sampel negatif parasit darah dan 68 sampel positif parasit darah yang selanjutnya hal ini dilakukan pengobatan terhadap sapi yang nomorn ear tag ya sesuai dengan penomoran sampel yang hasil positif. Penentuan jumlah sampel terhadap sapi bakalan memakai metode detect disease dan untuk golongan indukan atau bibit penentuan jumlah sampel sebanyak 100 % populasi yang dilalu lintaskan.

Khusus untuk pemasukan sapi indukan program pemerintah melalui DIPA anggaran tahun 2018 milik BBPTU-HPT Baturaden yang dilaksanakan oleh pemenang tender CV. Larissa tidak dilakukan pemeriksaan

(42)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

laboratorium dan hanya dilakukan tindakan pengamatan dan perlakuan. Hal ini dikarenakan bahwa sapi indukan tersebut telah dilakukan pre shipment

inspection di Negara asal Australia.

Pemeriksaan laboratorium terhadap media pembawa golongan indukan dilakukan uji ELISA terhadap Paratuberculosis, RBT dan parasit darah (mikroskopis), sedangkan untuk media pembawa golongan bibit dilakukan uji ELISA terhadap Paratuberculosis, BVD, IBR, uji AGID TEST terhadap EBL, RBT dan parasit darah (mikroskopis).Pemeriksaan laboratorium terhadap media pembawa sapibakalan dilakukan pemeriksaan laboratorium Rose Bengal Test (RBT) dan pemeriksaan parasit darah (mikroskopis).

Pemeriksaan sampel darah dengan metode uji ELISA terhadap Paratuberculosis, BVD, IBR dan metode uji AGID terhadap EBL dilakukan di laboratorium rujukan BBVet Wates.

b. Pengasingan

Pengasingan dilakukan untuk memastikan media pembawa terbebas dari HPHK, sehingga diperlukan tindakan karantina lebih lanjut dengan lebih intensif di Instalasi Karantina Hewan baik milik pemerintah maupun pihak ketiga yang telah ditetapkan.Lamanya pengasingan untuk sapi bakalan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari, sedangkan lama pengamatan untuk sapi indukan atau domba/kambing bibit dilakukan selama 14 hari.Selama masa pengasingan pelaksana Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner melakukan tindakan karantina baik di IKH maupun di IKHS.

Tabel 14.Lokasi Pengasingan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan

Karantina Pada Tahun 2018.

No. BULAN PEMILIK LOKASI IKH JENIS

(43)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

1. Januari PT. CABS Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Sapi Bakalan

2. Januari PT. CABS Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Sapi Bakalan

3. Februari PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 6, Mekarasih, Malangbong

Sapi Bakalan

4. Februari PT. MDS Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Kambing Bibit

5. Februari PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 5, Mekarasih, Malangbong

Domba Bibit

6. Februari PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 5, Mekarasih, Malangbong

Kambing Bibit

7. Februari PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 5, Mekarasih, Malangbong

Kambing Bibit

8. Februari PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 5, Mekarasih, Malangbong

Kambing Bibit

9. April PT. LUNAR Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Kambing Bibit

10. April PT. MDS Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Kambing Bibit

11. April PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 6, Mekarasih, Malangbong

Sapi Bakalan

12. April PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 6, Mekarasih, Malangbong

Sapi Indukan

13. Juni PT. CABS Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Sapi Bakalan

14. Sapi Bakalan PT. CABS Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Sapi Bakalan

15. Oktober PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 6, Mekarasih, Malangbong

Sapi Bakalan

16. Oktober CV. LARISSA Jl. Laut Jawa, Pelabuhan LautTanjung Intan, Cilacap

Sapi Indukan

17. Nopember PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 6, Mekarasih, Malangbong

(44)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

18. Nopember PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 6, Mekarasih, Malangbong

Sapi Bakalan

19. Desember PT. CABS Jl. Malangbong – Wado Km. 6, Mekarasih, Malangbong

Sapi Bakalan

c. Pengamatan

Pengamatan dilakukan oleh Medik dan Paramedik selama masa pengasingan dan didokumentasikan dalam catatan harian tindak karantina mengenai kondisi kesehatan sapi, kambing dan domba impor, pengawasan pemberian pakan dan minum.Hasil pengamatan terhadap media pembawa selama tahun 2018 tidak ditemukan gejala klinis hama penyakit hewan karantina.

Gambar6. Tindakan pengamatan oleh medic veteriner di IKH. d. Perlakuan

Tindakan karantina perlakuan berupa tindakan preventif, kuratif, dan suportif.Tindakan preventif berupa pemberian vaksin Septicaemia Epizootica (SE) secara Intra Muscular (IM) terhadap sapi bakalan.Tindakan kuratif berupa pemberian obat terhadap sapi, kambing dan domba yang mengalami kelemahan umum, dan mengalami penurunan nafsu makan serta pemberian preparat anti parasit darah pada sapi yang berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis Preparat ulas darah menunjukan adanya parasit darah.Tindakan suportif berupa pemberian vitamin terhadap sapi, kambing dan domba yang

(45)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap mengalami kelemahan umum.

Gambar7. Tindakan karantina berupa pemberian vitamin pada sapi indukan. e. Penahanan

Pada tahun 2018 tidak ada kegiatan penahanan. f. Penolakan

Pada tahun 2018 tidak ada kegiatan penolakan. g. Pemusnahan

Pada tahun 2018 tidak ada kegiatan pemusnahan. h. Pembebasan

Pembebasan dilaksanakan jika medik veteriner menyatakan media pembawa sehat dan layak dikonsumsi serta pemilik telah melaksanakan kewajiban berupa pembayaran PNBP sesuai PP 35 tahun 2016.

5. PenggunaanFormulir Karantina Hewan

Selama tahun 2018, total penggunaan sertifikat karantina hewan sebanyak 21 sertifikat berupa sertifikat KH-14 (sertifikat pelepasan) yaitu 18 sertifikat, sertifikat KH-12 (sertifikat pelepasan) yaitu 1 buah (untuk pemasukan sapi pada bulan Desember 2017 pembebasan tahun 2018), KH-12 (sertifikat sanitasi produk hewan) yaitu 2 buah sertifikat. Sertifikat batal/rusak yaitu 4 sertifikat KH-14.

(46)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Tabel 15. Penggunaan & Persediaan formulir karantina Hewan tahun 2018

No Jenis Formulir Saldo awal tahun (set) Pemakaian (set) Saldo (set) 1 KH -11 500 490 10 2 KH -12 251 243 8 3 KH -13 250 0 250 4 KH -14 500 22 478

6. Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK

Pemantauan daerah sebar HPHK yang dilakukan melalui kegiatan pengamatan status dan situasi HPHK tahun 2018 di wilayah kerja SKP Kelas I Cilacap yang dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian No. 146 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemantauan Daerah Sebar HPHK tahun 2018. Pemantauan dilaksanakan melalui prioritas nasional dengan kegiatan pengamatan status dan situasi HPHK dan prioritas regional berupa kegiatan pengambilan dan pengujian sampel dari daerah sebar. Pemantauan prioritas nasional difokuskan pada HPHK Golongan I dan II; sebagaimana diatur dalam Kepmentan Nomor : 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang Penggolongan Hama Penyakit Hewan Karantina, dan Klasifikasi Media Pembawa.

A. Prioritas Nasional

Secara umum gambaran HPHK dari daerah pemantauan SKP Kelas I Cilacap berasal dari data gejala klinis, uji laboratorium pasif dan surveilans dari dinas yang membidangi fungsi teknis kesehatan hewan di 9 Kabupaten(kab. Banjarnegara, Kab. Banyumas, Kab. Brebes, Kab. Cilacap, Kab. Kebumen, Kab. Purbalingga, Kab. Purworejo, Kab. Temanggung, Kab. Wonosobo), Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Veteriner Wates, hasil penelitian di Fakultas Kedokteran Hewan UGM serta hasil uji laboratorium media pembawa yang dilalulintaskan melalui SKP Kelas I Cilacap yang tersaji dalam peta/matrik statusdan situasi HPHK sebagai:

(47)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Gambar 8. Peta Pemantauan Daerah Sebar HPHK TA. 2018.

DataHPHK sepanjang tahun 2017 yang diperoleh dalam pengumpulan data sekunder melalui kegiatan pemantauan daerah sebar HPHK tahun anggaran 2018 meliputi Anaplasmosis, Avian Influenza, Babesiosis,

Brucellosis, Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), Paratubercullosis, Theileriosis, Trypanosomiasis, Newcastle Disease (ND), dan Scabies.

1. KabupatenBanjarnegara

Grafik 11.Status dan Situasi HPHK di Kab.Banjarnegara berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017.

(48)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

2. Kabupaten Banyumas

Grafik 12.Status dan Situasi HPHK di Kab.Banyumas berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017.

3. Kabupaten Brebes

Grafik 13. Status dan Situasi HPHK di Kab.Brebes berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017

(49)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

4. KabupatenCilacap

Grafik 14. Status dan Situasi HPHK di Kab.Cilacap berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017

5. KabupatenKebumen

Grafik15. Status dan Situasi HPHK di Kab.Kebumen berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017

(50)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

6. KabupatenPurbalingga

Grafik16. Status dan Situasi HPHK di Kab.Purbalingga berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017

7. KabupatenPurworejo

Grafik17. Status dan Situasi HPHK di Kab.Purworejo berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017

(51)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

8. Kabupaten Temanggung

Tabel 16.Data Informasi Status dan Situasi HPHK di Kabupaten Temanggung Sepanjang Tahun 2017.

N

o Jenis HPHK Jenis Hewan Data

GK

Data Uji Lab Pasif Data Hasil Surveilan

Keterangan Lokasi Sumbe r* Jenis Uji (+) (-) Jenis Uji (+) (-)

1 BSE Sapi Histology 0 31 Kec. Temanggung b

2 Parasit Darah Sapi Identifikas i

0 1 Kec. Tlogomulyo b

3 Ektoparasit Ayam Identifikasi 0 1 Kec. Parakan b 4 BVD Sapi Potong Elisa Antigen 0 30 Kec. Kedu b 5 Avian

Influenza

Unggas 93 Kec. Kedu, Kec.

Bejen, Kec. Bengkal

a

6 Scabies Kambing 65 Kec. Candiroto,

Kec. Ngadirejo, Kec. Kranggan, Kec. selopampang

a

Sapi 9 Kec. Kaloran, Kec.

Candiroto

a

Kucing 33 Kec. Kedu, Kec.

Temanggung

a

a. Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Temanggung b. BBVet Wates

9. Kabupaten Wonosobo

Grafik18. Status dan Situasi HPHK di Kab. Wonosobo berdasarkan hasil uji Laboratorium Tahun 2017

(52)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

10. SKP Kelas I Cilacap

Berdasarkan uji laboratorium, sepanjang tahun 2018 terdapat 1 sampel positif Brucella abortus melalui uji RBT di laboratorium Karantina Hewan SKP Kelas I Cilacap, sampel selanjutnya diuji CFT di BBVet Wates dan hasilnya dinyatakan positif. Sapi yang positif CFT kemudian dilakukan pemusnahan menggunakan incenerator di IKH SKP Kelas I Cilacap, sedangkan sapi lainnya disarankan dilakukan pengujian RBT ke II.

B. Prioritas Regional

Pemantauan HPHK prioritas regional direncanakan dan sepakati bersama dengan BBVet Wates serta Dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan setempat. Kegiatan difokuskan pada salah satu penyakit yaitu Brucellosis di Kabupaten Banyumas.

Perhitungan besaran dan lokasi sampel dilakukan sesuai kaidah epidemiologi.Jumlah sampel yaitu 162 dan berlokasi di empat kecamatan yaitu kecamatan Sumbang, kecamatan Cilongok, kecamatan Baturaden, dan kecamatan pekuncen.Hasil sampel yang diperoleh yaitu 165 sampel namun satu sampel mengalami lisis.Selanjutnya 164 sarum diuji dengan Rose Bengal Test (RBT) dan apabila positif dilanjutkan dengan uji Complement Fixation Test (CFT) di laboratorium BBVet Wates.Hasil akhir yang iperoleh yaitu negative, sehingga informasi status penyakit Brucellosis di Kabupaten Banyumas yaitu negative.

7. Kegiatan Koleksi HPHK

Kegiatan koleksi HPHK pada tahun 2018 telah dilaksanakan berupa pembaruan cairan formalin pada fetus sapi yang dikoleksi serta preparat ulas darah positif parasite darah.

(53)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

8. Penilaian Instalasi Karantina

a. Karantina Hewan

Penilaian IKH SKP Kelas I Cilacap tahun 2018 dilakukan oleh medik dan paramedik SKP Kelas I Cilacap. Ditinjau dari hasil Evaluasi pemeriksaan fisik prasarana dan sarana lokasi milik Stasiun Karantina Pertanian ( SKP ) Kelas I Cilacap pada prinsipnya layak (dengan system all in all out ) dijadikan Instalasi Karantina Hewan Permanen (IKH) Milik Pemerintah untuk Hewan Besar.

b. IKHS PT. Citra Buana Alam Semesta

Penilaian terhadap IKHS milik pihak ketiga di wilayah Kerja SKP Kelas I Cilacap yaitu dilakukan terhadap IKHS milik PT. Citra Agro Buana Semesta yang terletak di Garut. Kegiatan ini dilakukan satu kali selama 4 tahun, sedangkan untuk evaluasi dilakukan satu kali dalam setahun yaitu di PT. Citra Agro Buana Semesta di Jl. Raya Malangbong-Wado KM 6. Malngbong, Garut, Jawa Barat.

(54)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

(55)

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

B. KARANTINA TUMBUHAN

Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Pemasukan Media Pembawa Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia

Pemasukan Media Pembawa ke dalam wilayah negara Republik Indonesia harus memenuhi persayaratan administrasi seperti yang tertuang dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 antara lain :

a. Melalui pintu pemasukan yang telah ditetapkan b. Dilaporkan kepada petugas karantina

c. Dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal

Pelabuhan Tanjung Intan yang berada di wilayah kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap merupakan salah satu pintu pemasukan Media Pembawa PSAT khususnya biji gandum dan kedelai. Biji gandum dan kedelai masuk ke wilayah SKP Kelas I Cilacap guna memenuhi bahan baku tepung dan tempe mendoan di wilayah Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. Terdapat tiga Importir yang rutin melakukan kegiatan importasi melalui wilker tanjung intan yaitu PT. Pangan Inti Persada (Importir gandum) dan PT Manunggal Perkasa (Importir gandum) dan PT FKS Multi Agro (Importir Kedelai).

Pengawasan keamanan pangan biji gandum dan kedelaike wilayah SKP Kelas I Cilacap mengacu pada Permentan Nomor 55/Permentan/KR.040/11/2016 tentang Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Dalam Permentan ini diatur tentang persyaratan dan tata cara pemasukan serta cara pengawasan terhadap MP PSAT,di mana gandumdan kedelai merupakan salah satu MP PSAT yang termasuk dalam permentan tersebut.Daftar pemasukan MP PSAT melalui pelabuhan tanjung intan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Gambar

Gambar 3 : Peta Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap
Tabel 3. Realisasi Anggaran Belanja Pegawai tahun 2013 s/d 2018Stasiun Karantina  Pertanian Kelas I Cilacap
Tabel  4 .  Realisasi  Anggaran  Belanja  Barang  tahun  2013  s/d  2018Stasiun  Karantina Pertanian Kelas I Cilacap
Tabel  5 .  Realisasi  Anggaran  Belanja  Modal  tahun  2013  s/d  2018Stasiun  Karantina  Pertanian Kelas I Cilacap
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 28 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 46 tahun 2014 tentang

Menurut CDC (2012) Faktor resiko ILO adalah faktor pasien meliputi status nutrisi, diabetes tidak terkontrol, merokok, obesitas, infeksi yang terjadi sebelum

Arifin (2008): Studi Penumbuhan Material DMS GaN:Mn dan Struktur GaN/GaN:Mn Di Atas Substrat Silikon Dengan Metode PA- MOCVD Untuk Aplikasi Divais MTJ, Jurnal Sains Materi

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan (kolerasi) dari nilai DDT dengan nilai ITP dengan menggunakan metode bina marga dan mengetahui berapa besar pengaruh

a) Lokasi Sementara (Loksem) wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Sarat. Masing-masing dari sudin wilayah menyesuaikan jumlah data

Bagi Pondok Pesantren Bustanul Ulum Diharapkan dari hasil penelitian ini pondok pesantren dapat bekerja sama lintas sektoral agar memberikan wawasan kepada santri

menyentuh realitas sejarah, hal tersebut dikarenakan dalam melihat dan menilai kehidupan dan sifat perawi merupakan hal yang sangat kompleks dan kontekstual,

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini pada penerapan ERP ( Electronic Road Price ) yang akan diterapkan di beberapa sudut jalan ibu kota Jakarta, banyak pro dan kontra