• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ayat-ayat dalam Al Qur'an yang mengandung kisah serta terdapat nilai- nilai-nilai Pendidikan Agama Islam

Ayat-ayat dalam Al Qur’an yang mengandung kisah serta terdapat nilai- nilai pendidikan Agama Islam, menurut penulis semua ayat yang telah penulis sebutkan diatas terdapat nilai-nilai pendidikan Agama Islam. Karena ayat di atas semua menerangkan atau mengkisahkan para Rosul, Nabi serta para Sahabat Rosul.

Dalam Al-Qur’an terdapat banyak kisah-kisah yang diabadikan dalam nama-nama suratnya menurut tema kisah di dalamnya, misalnya surat yu su f, Nuh, al-Kahfi, an-naml, al-fil, dan lain sebagainya. Sebagian besar kisah- kisah yang dikisahkan Al-Qur’an bersifat pengulangan atau repetitive, untuk menunjukkan bahwa kisah tersebut amat besar artinya bagi manusia sebagai bahan pelajaran dan peringatan agar dapat diambil hikmahnya.

Kisah ataupun yang sepadannya banyak diketemukan dalam kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an, namun dalam pelitian ini hanya penulis membatasi pada ayat-ayat Al Qur’an yang penulis anggap mengandung unsur pendidikan diantaranya:

Seperti firman Allah SWT :

013

t*LLJ j li_> ya flJl

^^-^>-1

* „£

Z**Aj (ji C-o bj Ji i i l (j j j jjjaiA)! ^4 ]Ii ^ C—i.

S J i i g <

-J j d S j f ’> £p j^- I

J-LP (jj i JJZ cLU ijJLSvIS < iJjji^l J^P .illjp j ^y%*sa S"

(

A rtin ya :

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan A l-Q ur’an ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (Ingatlah) ketika yu su f berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi m elihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan, kulihat semua sujud kepdaku”. Ayahnya berkata “Hai anakku janganlah kamu ceritakan mimpi itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakanmu. Sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia ” (Q S.Y usuf: 3 -5 ).51

Ibnu Katsir menafsirkan,

J f lj ( c^Lll L L k.j! La j )

J U IjJiCjc- ( ji\ °(jc. J j j i 3 j j

(jjaik.! lAjW f^ a S j 1 n lp < . * * u j l aSil (J jx tfjU j3 la •

( ....

A rtinya:

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu. Berhubungan dengan sebab turunnya ayat ini, terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa Ibnu Abbas berkata : Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, andaikan engkau bercerita kepada

45

kami, maka turunkan ayat, Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling b a ik” (HR.Ibnu Jarir)52

Adapun asbab nuzul ayat tersebut adalah dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa setelah sekian lama turun ayat-ayat Al-Qur’an kepada Nabi SAW, dan dibacakan kepada para sahabat, mereka berkata “ Ya Rasulullah bagaimana jika tuan bercerita kepada kami ?” maka Allah menurunkan; “Allahu nazzala ahsanal hadits” sampai pada akhir ayat menegaskan bahwa Allah telah menurunkan sebaik-baik cerita.

Dalam ayat lain Allah juga berfirman :

(jiL^T ^ 3 \j ^ j r & j^__JI l^. aix* 3 3J3

I j L c ^ - L 4_^=>jo j ! aI Ip o l i

Dan kalau kami menghendaki, tentulah kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. M aka perumpamaannya seperti anjing, jik a kamu menghalaunya, dia ulurkan lidahnya dan jik a kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. M aka ceritakanlah (kepada umatmu) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS.Al-A’r a f : 176)53

Al-Maraghi menafsirkan :

1^1 u * L J U y (u jJ Q < 4 ^ 0 ^ 2 1 ) "

Aj c[\y U aJ (Jl_2k A_Il_k. Aj j jJJ ci i l i

52 Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an al-Adhim, maktabah an-Nur al-Mlmiyyah, Beirut, him. 448 5? R.H.A. Soenaijo, dkk, op. cit., him. 251

^ \ \ f,jjuJ Aj3 y i L j CjiISjII CjIjV!

p U V I > l l ! j J ^ i ^ l l i ^ j V J t ^ J L ta i « I L I ^ l l 4 >u V O ^ -a J l a £ j A rtin ya :

M aka kisahkanlah (kepada umatmu kisah-kisah itu agar mereka berfikir) yakni ceritakanlah hai rasul-rasul yang mulia, kisah-kisah tentang orang-orang yang menyerupai keadaannya dengan keadaan mereka yang mendustakan ayat-ayat yang terang yang kamu bawa. Dengan kiasah-kisah itu mereka diharapkan mau memikirkannya, sehingga keadaan mereka yang buruk dan perumpamaan mereka yang jelek akan menyebabkan mereka mau berlama-lama memperhatikan dan berfikir dengan fikiran yang jernih tentang keadaan diri mereka sendiri, dan mau memandang ayat-ayat Allah dengan mata hatinya, bukan dengan mata nafsunya dan sikapnya yang berm usuhan54 Ayat diatas mengkisahkan tentang pendidikan yang menggunakan kisah dan perumpamaan, agar mereka mau memikirkannya, sebab pengaruhnya lebih kuat dari pada sekedar memberi alasan-alasan, bukti-bukti tanpa dibarengi dengan perumpamaan.

Ayat diatas juga mengisyaratkan betapa besar manfaat berfikir dan bahwa berfikir itu merupakan prinsip ilmu dan jalan yang akan menyampaikan kepada kebenaran. Seperti disebutkan dalam firman Allah Ta’a la :

r n ; Ja ili & & J - I J 5

( Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkannya ”(Q.S.An-Nahl :29)55

54 Ahmad Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-M araghi, (B airu t: Dar al-Fikr, 1974), him. 109 ) 55 R.H. A. Soenaijo, dkk, Op. cit. him. 412.

Kemudian dalam surat Yusuf Allah juga berfirman :

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Q ur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman ”.56

Al-maraghi menafsirkan,

ClUa. ; j± k l! ( L_lUl VI a! j i \ ^ A& ) ”

a\ j j j V ' (j-o tg-J I S O x ^ l j j l l ^ j -a i

Aj W C _ f l ^ u S A j Jal-2k!^ A

a j j j

” A

j

!

j j

J

j

A

j j

!

A rtin ya :

(Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal). Qashsha al-khabara berartimenyampaikan berita dalam bentuk yang sebenarnya ” . Kata ini diambil dari perkataan Qashsha al-atsara wa iqtashahu yang berarti “menuturkan cerita secara lengkap dan benar-benar mengetahuiYakni kisah Yusuf as. Beserta kedua orang tua dan saudara-saudaranya.57

Letak pengambilan pelajaran dari kisah ini adalah bahwa Allah telah kuasa untuk menyelamatkan Yusuf setelah dilemparkan kedalam sumur, mengangkat kedudukannya setelah dipenjarakan, menjadikannya berkuasa di mesir setelah dijualnya dengan harga murah, mengokohkan kedudukannya di muka bumi setelah lama ditawan, memenangkannya atas saudara-saudaranya

yang berbuat jahat kepadanya, menyatukan kekuatannya dengan

mengumpulkan kedua orang tua dan saudara-saudaranya setelah perpisahan

56 Ibid, him. 366

yang sekian lama, dan mendatangkan mereka dari belahan bumi yang sangat jauh.

Sesungguhnya Allah yang telah kuasa untuk melakukan itu semua terhadap Yusuf, kuasa pula untuk menjayakan Muhammad SAW.

Meninggikan kalimat-Nya, menampakkan agama-Nya, maka dia

mengeluarkannya dari tengah-tengah mereka, kemudian memenangkannya

atas mereka, mengokohkan kedudukannya di dalam negeri, dan

menguatkannya dengan bala tentara, para pembesar, pengikut serta penolong, mesti dia melalui berbagai rintangan dan peristiwa berat.

Ayat diatas menceritakan tentang betapa besar kekuasaan Allah yang telah diberikan kepada manusia. Kemudian ada perintah untuk mengambil pelajaran yang terdapat dalam kisah tersebut bagi orang-orang yang mengetahui sedangkan orang-orang yang tidak menggunakan akalnya akan terpedaya dan lengah. Ini merupakan perbuatan yang dilanggar oleh mereka sendiri karena mengabaikan perintah Allah tersebut.

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman :