• Tidak ada hasil yang ditemukan

B-77 baru tidak ada hubungan Dari situlah terbentuk

Dalam dokumen DESAIN PENGATURAN BANDWIDTH LEWAT JARING (Halaman 77-79)

Hutan.(4)

2.3 Pohon Terner ( Ternary Tree )

Yaitu pohon yang mempunyai akar dengan jumlah cabang (anak) maksimum Tiga, yang saling terpisah yang nantinya dengan cabang kiri Tengah dan cabang kanan. Dalam Ternary Tree cabang kiri Tengah dan kanan sangat di bedakan, sedangkan pada tree sembarang secara umum urutan ini tidaklah penting.

Secara umum untuk menjelaskan lebih lanjut dapat digambarkan sebuah tree yang diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Ternary Tree beserta Cabangnya Pada Gambar 3 menyatakan contoh aplikasi dari Ternary Tree yaitu pohon ekspresi dengan persamaan ( A + B + C ) * A * ( B – C – D ).

Gambar 3. Aplikasi Ternary Tree untuk Pohon Ekspresi

2.4 Kunjungan pada Ternary Tree

Kunjungan pada Ternary tree disebut juga

Ternary Tree Traversal yaitu proses melakukan kunjungan pada setiap simpul, pada pohon Terner tepat hanya satu kali. Dengan adanya proses tersebut secara lengkap diharapkan akan diperoleh urutan informasi secara linier yang ada pada pohon Terner.

Adapun cara untuk menelusuri pohon Terner antara lain :

Dengan orientasi semacam ini, kunjungan diatas disebut dengan Left to Right Oriented (LRO). Dengan LRO, maka kunjungan Pre Order sama dengan kunjungan Post Order pada LRO dan sebaliknya.

Pada contoh pohon Terner berikut akan ditelusuri secara pre order, in order, post order dan

level order seperti diperlihatkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Traversal pada Ternary Tree Traversal Pre Order : A, B, E, F, G, C, D, H, I,J

Traversal In Order : E, B, F, G, H, D, I, J, A, C

Traversal Post Order : E, B, F, G, C, H, I, J, D, A 2.5 Penyajian Ternary Tree

Penyajian Ternary Tree dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : Cara pertama adalah dengan menggunakan senarai berantai (link list) dan cara yang kedua dengan cara berurutan (array). Tapi yang penting dalam penggambaran dan mengilustrasikan suatu Ternary tree adalah bagaimana membuatnya ke bentuk implementasi memory suatu Ternary tree yang sudah digambarkan.

2.6 Deklarasi Pohon

Ternary Tree terdiri atas tiga simpul dan didalam suatu simpul terdapat Tiga pointer yang menunjukkan cabang kiri, tengah dan cabang kanan, dan informasi yang disimpan tersebut diletakkan ditengah-tengah antara pointer kiri dan pointer kanan tersebut. Penyimpanan proses pointer tidak luput dari masalah memory dinamik.

Penyimpanan dengan memory dinamik ini sangat menguntungkan, karena besar dari memory

yang digunakan akan selalu berubah sesuai dengan banyaknya data yang akan disimpan.

2.7 Membuat Pohon Terner

Sebuah pohon Terner bisa dibuat dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan cara non rekursif, dan cara kedua adalah dengan cara rekursif. Untuk yang pertama kedua cara ini akan dicoba supaya kedua cara tersebut dapat dibandingkan. Tetapi untuk seterusnya menggunakan rekursif karena lebih singkat. Selain kedua cara di atas, perlu juga memperhatikan kapan suatu simpul akan dipasang sebagai cabang kiri dan kapan sebagai cabang kanan. Dalam algoritma cabang kiri dan cabang kanan ditentukan dengan cara simpul yang berisi informasi yang nilainya lebih besar dari simpul ayah akan ditempatkan sebagai cabang kanan, jika lebih kecil akan ditempatkan pada cabang kiri.

2.8 Pohon Pencarian Ternary (Ternary Search Tree)

Ternary search tree adalah sebuah pohon pencarian yang berisi tiga buah cabang yang mana akan dicari simpul sebagai data yang dibutuhkan. Pada penelusuran Ternary tree ini ada kriteria tertentu yang penting yaitu suatu simpul akan diletakkan dalam cabang kiri apabila isi informasi yang dikirimkan lebih kecil dibanding informasi pada akar, atau sebagai cabang kanan jika isi informasinya dinyatakan lebih besar dari akar. Dengan cara ini pencarian suatu data bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Dan persyaratan tersebut dapat diperlihatkan pada Gambar 5.

B-78

Y€a<X<Z€b

Gambar 5. Syarat sebuah Ternary Search Tree

2.9 Sandi Morse

Kode morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835. Sandi morse yang telah ada terus dikembangkan dengan menambahkan beberapa kode untuk tanda baca yang juga telah disepakati dalam dunia internasional.(1)

Selain sebagai sandi komunikasi rahasia di dunia militer, kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit Pramuka

Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput dan Sandi Paku.(3)

Penjabaran Untuk Kode morse dapat dilihat pada tabel 1, 2 dan 3.

Tabel 1. Kode Morse Alfabet

Tabel 2. Kode Morse Tanda Baca

Tanda Baca Kode Tanda baca Kode

Titik [ . ] .- Pertik dua [ “ ] .-..-. Koma [ , ] --..— Garis miring [ / ] -..-. Tanya [ ? ] ..--.. Kurung buka [ ( ] -.---. Seru [ ! ] -.-.-- Kurung Tutup [ ) ] -.--.- Titik dua [ : ] ---... Kurang [ - ] -….-

Tabel 3. Kode Morse Angka

Kemampuan menerima dan mengirimkan Sandi Morse merupakan salah satu dari kecakapan

yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Sandi Morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.

2.10 Sandi Rumput

Sandi Rumput adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca yang dibuat berdasarkan prinsip kode morse. Berarti kunci utamanya terletak pada sandi morse. Perbedaan antara keduanya hanya terletak pada cara penulisan, dimana titik dan garis pada kode morse diganti dengan rumput kecil dan rumput besar. Berikut ini merupakan contoh gambar :

Gambar 6. Kunci Sandi rumput 2.11 Sandi Paku

Sandi Paku adalah sandi turunan dari sandi morse sama seperti sandi rumput hanya saja rumputnya menghadap ke bawah. Sandi paku disebut

juga sandi akar. Perhatikan kunci di bawah ini :

Gambar 7. Kunci sandi paku 3. PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pembahasan

Dalam menyelesaikan penelitian ini, penulis melakukan penelitian dan pengumpulan data yang bersumber pada Kampus STMIK Yadika Bangil, UPT SMA Negeri 1 Bangil, PUSDIKLAT Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pasuruan.

Pada tahap pengumpulan data, data didapatkan dari berbagai sumber seperti diperoleh dari artikel – artikel, e-book, jurnal, dan diperoleh dari referensi – referensi lain, dan penelitian ini nantinya akan dilakukan wawancara terhadap pakarnya, agar data yang didapatkan lebih akurat.

Analisa Kinerja dilakukanUntuk meningkatkan sejauh mana kinerja dari sistem, dalam menyelesaikan tahap-tahap pekerjaan dengan mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan.

Perancangan Aplikasi dimulai dengan merancang diagram WBS sebagai berikut :

B-79

Dalam dokumen DESAIN PENGATURAN BANDWIDTH LEWAT JARING (Halaman 77-79)