tersebut, untuk saat ini difokuskan UKM yang diletakkan di sistem tersebut yang berhubungan dengan TI (Teknologi Informasi).
Gambar 3. Lokasi UKM
Lokasi UKM didefinisikan dengan titik berwarna merah dan biru, biru menandakan bahwa UKM tersebut memiliki tingkat user view yang cukup tinggi, sedangkan titik berwarna merah menandakan bahwa pengunjung tidak banyak/tertarik dengan UKM tersebut dengan merujuk kepada jumlah link yang di klik oleh user.
Ketika titik yang berwarna tersebut di klik, maka akan muncul pop up screen shot dari foto potensi UKM yang terlihat di gambar 4. Foto tersebut menjelaskan contoh UKM yang telah terdata di dalam sistem.
Gambar 4. Salah satu potensi UKM (software)
Validasi sistem dilakukan oleh pakar di bidang teknologi informasi sebagai validator bidang perangkat lunak, sedangkan output untuk kelayakan bagi UKM telah divalidasi oleh pakar di bidang UKM dan pengabdian masyarakat. Hasil validasi menyatakan bahwa aplikasi ini layak digunakan untuk pemetaan potensi UKM dengan tingkat validitas sebesar 86,7% dari segi output UKM dan 92,4% dari segi teknologi informasi.
5. Kesimpulan dan Saran
Hasil penelitian ini memberikan informasi berupa potensi UKM yaitu produk-produk unggulan yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses bisnis dari masyarakat. Pihak ibikkum memfasilitasi kegiatan ini sehingga startup UKM dapat dikenal masyarakat dan memudahkan dalam menggunakan layanan.
Saran penelitian lebih lanjut diharapkan dapat digunakan tidak hanya untuk UKM saja tetapi untuk perusahaan-perusahaan yang menjadi kompetitor UKM sehingga dapat dilakukan suatu kerjasama dengan UKM agar UKM tersebut dapat menjadi berkembang.
Daftar Pustaka:
Acicis (2011): Development Studies Professional Practicum (DSPP), http://www.acicis. murdoch.edu.au/hi/dspp1.html
Albee, Ardath. (2009): eMarketing Strategies for The Complex Sale, McGraw-Hill. USA.
Carmichael, Curtis. (2012): Effective eMarketing Strategies, Create Space Independent Publishing Platform.
MySQL (2014): Learn MySQL, www.mysql.com PHP (2014): Introduction to PHP, www.php.net. Stokes, Rob. (2011): eMarketing : The essential
Guide to Digital Marketing (4th Edition), Quirt 4th edition.
Strauss, Judy. (2011): e-Marketing 6th Edition,
B-109
SPEECH RECOGNITION PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS
Meyti Eka Apriyani, Loury Hadasa Armanto, Nanda Tri Isman Politeknik Negeri Batam
[email protected], [email protected] , [email protected]
Abstrak
Penguasaan bahasa Perancis merupakan salah satu akses untuk meraih kesuksesan di segala bidang.
Pembelajaran bahasa Perancis tidak efisien jika hanya berbekal buku kamus bahasa Perancis. Belajar dari modul dan kamus hanya akan memenuhi aspek membaca dan menulis, sedangkan untuk aspek mendengar dan
berbicara dibutuhkan interaksi langsung dengan native speaker Perancis, sehingga untuk belajar mendengar dan berbicara bahasa Perancis tidak bisa dilakukan secara individual. Dalam berbahasa terdapat 4 aspek yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek tersebut dapat dipelajari dengan teknologi text to speech dan speech to text yang diimplementasikan dalam sebuah aplikasi berbasis android. Aplikasi ini terdiri dari 4 inti proses, yaitu pembelajaran menulis, membaca, mendengar dan berbicara. Sistem dapat membaca teks yang diinputkan oleh user, sehingga user dapat mengetahui cara pengucapan yang tepat suatu kata atau kalimat dalam Bahasa Perancis. Kemudian sistem menerima masukan berupa teks dan suara dari user. Jika hasil dari konversi suara ke teks sama dengan kata yang diinputkan oleh user, maka pronunciation user benar. Setelah itu akan tampil pesan yang menyatakan bahwa pronunciation user benar atau salah. Aplikasi ini dibuat untuk menunjang pembelajaran bahasa Perancis dengan pengimplementasian Text to Speech dan Speech To Text.
Kata Kunci: Speech to Text, Text to Speech
1. Pendahuluan
Penguasaan bahasa Perancis sebagai bahasa resmi dari 32 negara di 5 benua merupakan salah satu akses untuk meraih kesuksesan di segala bidang, baik pendidikan maupun bisnis. Menurut Daftar Asosiasi Bahasa Modern 2002 yang disadur dari pusat pembelajaran bahasa umum pada level setingkat universitas di Amerika Serikat, Bahasa Perancis adalah bahasa kedua terbaik di belahan dunia.
Pembelajaran tidak efisien jika hanya berbekal buku kamus bahasa Perancis. Belajar dari modul dan kamus hanya akan memenuhi aspek membaca dan menulis, sedangkan untuk aspek mendengar dan berbicara dibutuhkan interaksi langsung dengan
native speaker Perancis, sehingga untuk belajar mendengar dan berbicara bahasa Perancis tidak bisa dilakukan secara individual. Dalam berbahasa terdapat 4 aspek yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek tersebut dapat dipelajari dengan menggunakan salah satu teknologi yaitu text to speech atau speech to text. Metode pembelajaran ini sangat efektif dalam memahami kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi serta mencocokkan sinyal digital dengan pola tertentu.
Dari masalah tersebut dilakukan penyediaan media pembelajaran interaktif, menggunakan media aplikasi
mobile berbasis Android. Aplikasi ini terdiri dari 4
inti proses, yaitu pembelajaran menulis, membaca, mendengar dan berbicara. Sistem dapat membaca teks yang diinputkan oleh user. Sehingga user dapat mengetahui cara pengucapan yang tepat suatu kata atau kalimat dalam Bahasa
Perancis. Kemudian sistem menerima masukan berupa teks dan suara dari user. Jika hasil dari konversi suara ke teks, sama dengan kata yang diinputkan oleh user, maka pronunciation user benar. Setelah itu akan tampil pesan yang menyatakan bahwa pronunciation user benar atau salah. Aplikasi ini dibuat untuk menunjang pembelajaran bahasa Perancis dengan pengimplementasian Text to Speech
dan Speech To Text.
2. Tinjauan Pustaka
Pengenalan ucapan atau yang sering disebut dengan speech recognizer dalam perkembangan teknologinya terdiri dari dua jenis yaitu pengenalan pembicara (identifikasi suara berdasarkan orang yang berbicara) yang sering disebut dengan speech to text
dan text to speech.
2.1 Text to Speech
Text To Speech adalah suatu sistem pembuatan ucapan oleh mesin dengan cara fonetisasi otomatis