KESAN SUATU EKSPRESI
Kegiatan penerapan tema dan konsep merupakan kelanjutan dari tahap analisa dan pengumpulan data dan fakta, setelah menganalisa data dan fakta maka proses dalam merancang akan dilanjutkan pada sesi menetapkan tema. Pada penetapan tema harus sesuai konteks tema dan memperhatikan keadaan tapak dan sekitarnya. Kali ini, kami studio PA6 desain grup mendapatkan 2 jenis tema, yaitu tema utama riverfront dan tema kedua urban lifestyle yang kemudian akan ditambahkan atau disisipi dengan tema individual yang akan diterapkan pada bangunan dan tapak. Tema utama telah ditentukan yaitu riverfront, pada tema riverfront menceritakan bagaimana konteks sungai terhubung dengan site atau lahan sehingga membentuk satu sinergi antara bangunan, kawasan dalam site dengan sungai. Tema riverfront dijadikan sumber ide, sebagaimana sungai dijadikan
sebagai sumber ide dalam merancang. Sehingga dalam proses merancang kajiannya tidak jauh dari hubungannya dengan sungai. Bertepatan dengan letak site kami, sungai yang kami dapat terletak berdampingan dengan sungai deli, sungai deli merupakan salah satu dari delapan sungai yang ada pada kota medan, dan pada masa lalunya merupakan jalur perdagangan utama kedaerah lain. Pada masa kini sungai deli telah menjadi daerah kumuh dikarenakan oleh banyaknya penduduk yang kurang bertanggung jawab menjadikan sungai sebagai daerah pembuangan akhir, padahal jika dikaji lebih lanjut sungai deli memiliki potensi baik sebagai wahana rekreasi yang dapat menarik banyak pengunjung, baik dalam kota maupun dari luar kota. Dikarenakan letak site yang berada pada area komersial, terlebih lagi tema kedua pada kegiatan studio yaitu urban lifestyle. Tema urban lifestyle memiliki hubungan erat dengan site sebagai daerah dengan area komersial karena berkaitan dengan trend gaya hidup masa kini. Hal ini tentu sangat menarik dan sebagai area komersial dengan fungsi rekreasi didalam site dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup masa kini. Tujuh bangunan telah direncanakan sebagai bangunan yang dirancangkan untuk memenuhi gaya hidup masa kini. Masing-masing individu dalam kelompok diwajibkan untuk memilih dua dari tujuh bangunan tersebut, bangunan dipilih perancang yaitu bangunan hotel dan mall yang berfungsi sebagai area rekreasi.
Hotel rekreasi merupakan hotel yang berfungsi untuk mengakomodasi fasilitas pada daerah yang memiliki sarana hiburan. Ciri-ciri yang membedakan hotel rekreasi dengan hotel yang memiliki fungsi lainnya yaitu dari segi letak, hotel rekreasi umumnya terletak pada kawasan yang memiliki fungsi rekreasi, seperti sungai deli dijadikan sebagai area hiburan untuk menarik pengunjung. Dari segi pemasaran, target penghuni pada hotel rekreasi yaitu pengunjung dari yang ingin menikmati tujuan berlibur, bersenang-senang, yang ingin mengisi waktu luang dari kesibukan sehari-hari, baik itu pengunjung dari
25
dalam kota, luar kota, maupun dari luar negeri. Dari segi fasilitas, pada hotel rekreasi mengakomodasi fasilitas pelayanan, hiburan, relaksasi, contoh fasilitas tersebut yaitu dapat berupa area spa and sauna, gym center, karaoke room, dan swimming pool. Area swimming pool dapat menjadi salah satu fasilitas utama karena dapat mengakomodasi kegiatan berenang yang tidak dapat diakomodasi oleh sungai. Segi lainnya yang membedakan hotel rekreasi dengan hotel lainnya yaitu segi suasana, suasana dari hotel berbeda dengan hotel umumnya, suasana pada hotel rekreasi umumnya mengekspresikan suasana alam yang berkaitan dengannya dan berusaha menyatu dengan alam sekitarnya. Selain bangunan hotel, perancang juga memilih bangunan mall yang berfungsi sebagai area rekreasi, sebagai area perbelanjaan, pemilihan bangunan mall didasari dari analisa aktivitas dan budaya setempat, berdasarkan analisa, site terletak pada daerah yang memiliki fasilitas perbelanjaan yang minim. Ditambah lagi daerah sekitar site terdapat daerah perumahan dengan tingkat perekonomian menengah keatas. Sehingga dengan analisa tersebut pemilihan bangunan mall bertujuan untuk mengakomodasi fungsi yang kurang pada daerah disekitarnya. Dari analisa tersebut menunjukan bahwa salah satu area yang paling penting terdapat dalam mall yaitu supermarket yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Selain analisa mengenai penduduk disekitar site, di tinjau dari segi kawasan, site yang terletak pada kawasan perkantoran dan pusat pendidikan. Sehingga pada waktu tertentu seperti jam siang atau jam istirahat, bangunan yang memiliki fasilitas makan-minum seperti café atau lounge juga sangat diperlukan untuk mengurangi stress yang didapat saat bekerja maupun saat belajar.
Gambar 3.1 Chilehaus Sumber: www.skyscrapercity.com Gambar 3.2 Sprinkenhof Sumber: fotocommunity.de Gambar 3.3 Ullsteinhaus Sumber:www.imittelstand.de Setelah mempertimbangkan dua bangunan dari tujuh yang akan dibangun, tahap selanjutnya yang perancang lakukan yaitu menentukan tema individual yang tepat, pada pemilihan tema tentu tidak lari dari konteks sungai sebagai tema utama yaitu tema riverfront dan tema kedua urban lifestyle. penetapan tema individual ini pada nantinya akan diterapkan pada bangunan dan tapak yang akan dirancang. tema yang perancang pilih yaitu “expression of the river flows”, dasar penentuan tema didapat dari gambaran aliran atau flows dari sungai deli, penggambaran yang di dapat yaitu aliran sungai deli ketika mengalir melewati bebatuan sehingga membentuk aliran dalam bentuk riak-riakan air. Ekspresi yang perancang gambarkan dalam aliran tersebut yaitu penggambaran air dan batu ketika sungai sedang mengalir, hal tersebut terlihat seperti suatu harmoni antara suatu bentuk atau benda yang bersifat kasar dan dengan benda yang bersifat halus lembut. Penggambaran tersebut perancang terapkan dalam bentuk gaya arsitektur ekspresionist. Gaya Arsitektur ekspresionis adalah gaya arsitektur yang mencerminkan gambaran hati,