85Gambar 8.3 Konsep Elektrikal
8.6 Konsep Aspek Keberlanjutan
91
Sistem keberlanjutan perancang menggunakan konsep pengelolaan air hujan dan penggunaan material double glazing glass, pada konsep keberlanjutan air hujan, airhujan tersebut disaring, kemudian ditampung pada suatu bak penampungan, yang kelak air tersebut akan digunakan sebagai air untuk menyiram tanaman, sedangkan penggunaan material double glazing glass terdapat pada jendela kamar hunian, material double glazing glass merupakan kaca insulasi untuk meminimalisir panas yang masuk kedalam ruangan sehingga mengurangi penggunaan energi, sesuai dengan sistem keberlanjutan energi merupakan faktor yang perlu diperhitungkan, sehingga material kaca ini dapat memenuhi syarat aspek kerbelanjutan tersebut. Setelah melakukan proses pengembangan rancangan, rancangan perancang selanjutnya akan kembali diuju oleh penguji yang merupakan arsitektur profesional dan dosen pembimbing selaku dosen penguji sendiri, pada tahap pengujian rancangan ini disebut dengan preview 2. Pada proses preview 2 perancang kembali mendapatkan kritikan, saran dan masukan seperti mengenai fasilitas yang diberikan hotel resort atau area rekreasi yang dapat ditampilkan oleh hotel, fasilitas yang perancang sodorkan yaitu beerupa wahana liburan berupa esplanade dimana pengunjung dapat berlibur sambil menikmati suasana tepi sungai yang tenang, dimana area tersebut penghuni dapat berjalan kaki maupun duduk dengan santai pada area yang telah disediakan, area esplanade ini dapat berupa area liburan maupun sebagai sirkulasi penjalan kaki untuk mencapai generator aktivitas, sehingga orang yang berjalan kaki dapat dengan teduh dan tenang berjalan disekitarnya. Saran dan masukan yang lain yaitu kurang perbedaan yang kontras antara kamar deluxe dan junior, dimana hanya terdapat perbedaan dari segi luasannya. Saran dan masukan yang lain yaitu view yang terhalang oleh skin bangunan, sehingga perancang dikarenakan proses pengarahan yang luar biasa dari konsultan ahli dan dosen pembimbing, perancang dapat mengulas mengenai view yang terhalang sesuai dengan teori fisika mengenai cahaya.
KESIMPULAN
Kegiatan merancang bermula dari adanya suatu permasalahan yang harus dipecahkan, bermula dari sungai sebagai jantung dari suatu kota, tetapi sungai tersebut tidak dijaga dan ditata dengan baik karena kurangnya kesadaran masyakat akan pentingnya sungai. Sehingga kalangan pemerintah bergabung dengan PT Twin River bersama merancang kembali sungai deli sebagai area yang dapat dinikmati oleh masyarakat serta dihargai keberadaannya. Perancang merupakan bagian dari kelompok a yang turut mengambil bagian dalam memberikan solusi dan pemecahan masalah sungai ini. Kegiatan merancang dimulai dari briefing mengenai permasalahan mengenai kasus proyek, yaitu proyek yang terletak pada jalan guru patimpus, kecamatan medan barat. Kegiatan tersebut dilanjutkan oleh kegiatan survey yang bertujuan untuk mencari data dan fakta, baik data yang bersifat fisik maupun non fisik. Mengenai data fisik site yaitu site memiliki luas ± 2.35 ha, memiliki iklim tropis dengan suhu berkisar 23 ºc - 33,1 ºc, kelembaban udara 78-82%, kontur yang menjorok kesungai, kdb 60% dan klb 8-32 lt, garis sempadan sungai 15m dan garis sempadan depan 8,5m, berbatasan dengan podomoro deli city, serta memiliki nilai view yang positif. Dari data tersebut perancang menganalisa mengenai prospek dan fungsi yang tepat bagi site sehingga didapat kesimpulan bangunan yang memiliki prospek yang bagus yaitu hotel rekreasi dan mall.
Sungai merupakan tema utama bagi perancang merupakan sumber inspirasi dan ide dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Dari hubungan antara sungai dengan kasus proyek hotel rekreasi dan mall maka dihasilkan tema individu "expression of the river flows" dimana perancang mengekspresikan sungai tersebut pada bangunan hotel dan mall berupa konsep aliran air yang lewati bebatuan, dari konsep tersebut perancang menerapkan harmoni antara unsur kaku dan lembut yang dihasilkan oleh elemen batu dan
93
air, harmoni tersebut perancang ekspresikan batu sebagai bentuk dasar bangunan dan air sebagai skin bangunan. Pada penerapan tema ini perancang menerapkan prinsip gaya arsitektur ekspresionis secara in-tangible.
Kegiatan merancang umumnya merupakan kegiatan tidak hanya bergerak dengan lurus, dimana sering terdapat kekurangan dalam segi efisiensi sehingga dalam kegiatan merancang umum sering ditemukan kegiatan revisi. Umumnya kegiatan ini sering ditemukan pada kegiatan-kegiatan setelah kegiatan penerapan konsep rancangan seperti kegiatan desain skematik dan pengembangan rancangan. dalam kegiatan skematik menggambarkan rancangan dalam bentuk skema yang berupa gambaran untuk mencapai tahap pengembangan rancangan, kegiatan skematik juga menggambarkan perkiraan rancangan yang ingin dirancang oleh perancang. kegiatan akhir dalam desain yaitu kegiatan pengembangan rancangan, kegiatan yang terdapat dalam tahap ini yaitu kegiatan pengembangan layout, struktur, konsep mekanikal elektrikal, dan pengembangan lainnya.
EPILOG
Fall And Stand, a Winner Never Quit, Keep on Trying..
Proses kegiatan merancang merupakan satu rangkaian cerita, dimana banyak terdapat kejadian jatuh dan bangun bagi kami satu kelompok, tidak semua kegiatan dapat berjalan lurus seperti yang terlihat. Tetapi seberapa banyak seberapa kuat pun kami terjatuh, hal yang lebih penting adalah seberapa tinggi kita bisa kembali berdiri. Selama proses merancang, keadaan dimana terdapat penolakan, pertikaian, kritikan telah menjadi hal yang wajar serta merupakan masukan yang sangat berharga untuk dicatat, sebab keadaan tersebut merupakan seperti batu asah yang dapat mempertajam mata pisau, hal tersebut pula yang dapat meningkatkan kemampuan serta mempertajam potensi kita sebagai calon arsitek.
Selama kegiatan merancang ini, perancang merasakan adanya perbedaan dengan
kegiatan merancang sebelumnya. Kegiatan merancang kali ini memberikan kesan “inilah cara belajar arsitek sebenarnya” bukan seperti masa pada perancangan sebelumnya
dimana kesan yang didapat, kita belajar lebih mengarah kearah drafter. Pada proses kali ini kemampuan dalam menganalisa masalah dan menerapkan konsep yang tepat benar harus perancang perhatikan. Selain itu hal yang membuat pembelajaran kali ini menjadi proses pembelajaran yang istimewa yaitu terdapat konsultan ahli yang telah berpengalaman dibidang arsitek untuk turut membimbing perancang dan kelompok. Dari pelajaran yang didapat banyak terdapat perbedaan yang mencolok yaitu, perancang dan kelompok lebih mengenal luas kebebasan dalam berkarya serta banyaknya solusi untuk setiap masalah yang ada. Dari hal tersebut perancang merasa bahwa masih banyak hal luar biasa yang dapat dipelajari dari luar tetapi tidak kita dapat dapatkan dalam kegiatan perkuliahan ini.
95
Dalam kegiatan merancang ini, kesan yang perancang yaitu kebersamaan kelompok dalam merancang, dalam perancang kali ini, susah senang kami sharing
bersama. Terutama setelah proses preview dimana hasil karya perancang termasuk kurang jika dibandingkan dengan anggota lain, sehingga banyak memicu kritikan terutama mengenai konsep ekspresi batu dan air. Dengan motivasi dari kelompok perancang, kritikan tersebut menjadi masukan yang berharga bagi perancang. Fall and stand, a winner never quit, keep on trying inilah kutipan yang mencerminkan kesan selama masa kegiatan perancangan ini, selama kita tetap kembali berdiri dan tetap berjuang pasti selalu akan ada jalan keluarnya. Jadi tetaplah berjuang dan berkarya, dengan berkarya hidup akan lebih bermakna dan kita akan menemukan jati diri kita.