Korporasi Pribadi
Pengetahuan akan kekuatan struktur legal korporasilah yang sung-guh-sungguh memberi orang kaya keuntungan besar melampaui orang miskin dan kelas menengah. Karena mempunyai dua orang ayah yang mengajar saya, satu sosialis dan satunya kapitalis, dengan cepat saya mulai menyadari bahwa filosofl kapitalis lebih memberi pengertian finansial pada saya. Tampak bagi saya bahwa kaum sosialis akhirnya menghukum diri mereka sendiri, hanya karena mereka kurang pen-didikan finansial. Tidak peduli apa pun yang diajukan oleh khalayak ramai yang "Mengambil dari orang kaya", orang kaya selalu menemukan cara untuk mengakali mereka. Itu sebabnya kenapa pajak akhirnya juga dipungut dari kelas menengah. Orang kaya mengakali kaum intelek-tual, semata-mata karena mereka memahami kekuatan uang—subjek yang tidak diajarkan di sekolah.
Bagaimana orang kaya mengakali kaum intelektual? Setelah pajak yang "Mengambil dari orang kaya" disahkan, kas mulai mengalir ke dalam brankas pemerintah. Awalnya, rakyat senang. Uang telah di-bagikan kepada karyawan pemerintah dan orang kaya. Uang itu men-jadi milik karyawan pemerintah dalam bentuk pekerjaan dan (uang) pensiunan. Uang itu menjadi milik orang kaya lewat pabrik-pabrik mereka yang menerima kontrak pemerintah. Pemerintah menjadi ko-lam uang raksasa, tetapi masalahnya terletak pada manajemen fiskal atas uang tersebut. Sama sekali tidak ada perputaran kembali (atas uang tersebut). Dengan kata lain, kebijakan pemerintah, jika anda adalah birokrat pemerintah, adalah menghindari uang yang berlebihan. Jika anda gagal mengeluarkan dana yang diberikan pada anda, anda berisiko untuk kehilangan dana itu dalam bujet berikutnya. Anda jelas tidak akan diakui karena bersikap efisien. Sebaliknya, orang bisnis diberi ganjaran atau hadiah bila mereka mempunyai kelebihan uang dan diakui karena efisiensi mereka.
Ketika siklus pengeluaran pemerintah yang bertumbuh ini terus berlanjut, tuntutan akan uang pun naik dan gagasan "Pajakilah orang kaya" sekarang diatur untuk memasukkan kelompok yang tingkat pe-masukannya lebih rendah, artinya turun ke orang-orang yang memberi suara (untuk pemungutan pajak itu), yakni orang miskin dan kelas menengah.
Kapitalis sejati menggunakan pengetahuan finansial mereka untuk menemukan cara agar lolos dari pajak. Mereka kembali pada perlin-dungan korporasi. Korporasi melindungi orang kaya. Tetapi apa yang tidak diketahui oieh banyak orang yang tidak pernah mendirikan kor-porasi adalah bahwa sebuah korkor-porasi bukanlah sesuatu yang riil, yang terlihat nyata. Korporasi hanyalah sebuah file folder (map arsip) de-ngan beberapa dokumen legal di dalamnya, tertumpuk di suatu kan-tor pengacara yang terdaftar pada agen pemerintah negara. la bukan-lah sebuah bangunan besar dengan nama korporasi di atasnya. la bu-kanlah sebuah pabrik atau sekelompok orang. Korporasi hanyalah se-buah dokumen legal yang menciptakan sese-buah badan legal tanpa jiwa. Kekayaan orang kaya sekali lagi dilindungi. Sekali lagi, penggunaan korporasi menjadi populer—setelah undang-undang penghasilan disahkan—karena tarif pajak penghasilan korporasi kurang daripada tarif pajak penghasilan individual. Di samping itu, seperti telah di-uraikan, pengeluaran tertentu di dalam korporasi bisa dibayar dengan uang sebelum-kena-pajak.
Perang antara yang kaya dan yang tidak kaya telah berlangsung ratusan tahun. Orang banyak yang "Mengambil dari orang kaya" me-lawan orang kaya. Perang itu terjadi kapan saja dan di mana saja hu-kum dibuat. Perang itu akan berlangsung selamanya. Masalahnya, orang yang kalah adalah yang tidak mendapat informasi. Orang yang setiap hari bangun pagi dan dengan rajin pergi bekerja dan membayar pajak. Seandainya mereka tahu cara orang kaya memainkan permainan, mereka bisa memainkannya juga. Bila demikian, mereka akan berada di jalan mereka menuju kemandirian finansial mereka sendiri. Itu sebabnya saya merasa ngeri setiap kali saya mendengar orangtua menasihati anak mereka untuk pergi ke sekolah, agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang aman dan terjamin. Seorang karyawan dengan pekerjaan yang aman dan terjamin, tanpa kecerdasan finansial, tidak akan lolos dari pergumulan finansial.
Rata-rata orang Amerika sekarang bekerja lima sampai enam bulan untuk pemerintah sebelum mereka menghasilkan cukup uang untuk melunasi pajak mereka. Menurut pendapat saya, itu waktu yang lama. Semakin keras anda bekerja, semakin banyak anda membayar
pemerintah. Itu sebabnya saya yakin bahwa gagasan "Mengambil dari orang kaya" berbalik mengenai orang-orang yang menyetujui pe-mungutan pajak itu.
Setiap kali orang berusaha menghukum orang kaya, orang kaya ti-dak menurut begitu saja, mereka bereaksi. Mereka mempunyai uang, kekuatan/kekuasaan, dan keinginan untuk mengubah segala sesuatunya. Mereka tidak hanya duduk diam dan dengan suka rela membayar pa-jak yang lebih besar. Mereka mencari cara-cara untuk meminimalkan beban pajak mereka. Mereka menyewa pengacara dan akuntan, dan mendesak para politikus untuk mengubah hukum atau menciptakan "lubang-lubang" yang legal. Mereka mempunyai sumber untuk melakukan perubahan.
Kitab Undang-undang Perpajakan Amerika Serikat juga mengizinkan cara-cara lain untuk menghemat pajak. Kebanyakan cara ini tersedia bagi siapa pun, tetapi orang kayalah yang biasanya mencari cara-cara itu karena mereka memikirkan bisnis mereka. Sebagai contoh, "1031" adalah jargon untuk Bab 1031 dari Internal Revenue Code, yang mengizinkan seorang penjual menunda pembayaran pajak atas sebuah real estat yang dijual untuk mendapatkan keuntungan modal (capital gain) melalui penukaran dengan sebuah real estat yang lebih mahal. Real estat adalah satu alat investasi yang memberikan keuntungan pa-jak yang besar seperti itu. Sejauh anda terus berdagang dalam nilai, anda tidak akan dikenai pajak atas keuntungan itu, sampai anda men-cairkannya. Orang yang tidak mengambil keuntungan atas penghe-matan pajak yang ditawarkan secara legal ini kehilangan kesempatan besar untuk membangun kolom aset mereka.
Orang miskin dan kelas menengah tidak mempunyai sumber daya yang sama. Mereka hanya duduk dan membiarkan jarum pemerintah menusuk lengan mereka dan darah mereka diisap. Sekarang, saya masih saja kaget melihat jumlah orang yang membayar pajak lebih besar, atau mengambil pengurangan yang lebih sedikit, hanya karena mereka takut pada pemerintah. Dan saya sungguh tahu bahwa petugas pajak pemerintah bisa menjadi sangat menakutkan dan mengancam. Saya mempunyai cukup banyak teman yang bisnisnya ditutup dan dihancurkan, padahal mereka mengetahui bahwa hal itu
adalah kesalahan pemerintah. Saya sadar akan itu semua. Tetapi hasil kerja dari Januari sampai pertengahan Mei adalah sebuah harga yang tinggi untuk membayar intimidasi itu. Ayah saya yang miskin tidak pernah melawan. Ayah saya yang kaya juga tidak melawan. Hanya saja dia memainkan permainan itu dengan lebih cerdik, dan dia melakukannya lewat korporasi—rahasia terbesar orang kaya.
Anda mungkin ingat pelajaran pertama yang saya pelajari dari ayah saya yang kaya. Saya seorang bocah berumur 9 tahun yang harus du-duk dan menunggu dia untuk memilih berbicara kepada saya. Saya se-ring kali duduk di kantornya menunggu dia untuk "menemui saya". Dia sengaja mengabaikan saya. Dia menginginkan saya untuk menga-kui kekuatannya dan menumbuhkan hasrat untuk mempunyai ke-kuatan itu bagi diri saya sendiri suatu hari nanti. Selama tahun-tahun saya studi dan belajar dari dia, dia selalu mengingatkan saya bahwa pengetahuan adalah kekuatan, power. Dan dengan uang datanglah kekuatan yang lebih besar yang menuntut pengetahuan yang benar untuk menjaganya dan melipatgandakannya. Tanpa pengetahuan itu, dunia mempermainkan anda. Ayah yang kaya terus-menerus mengingatkan Mike dan saya bahwa penggertak terbesar bukanlah bos atau supervisor, tetapi petugas pajak. Petugas pajak akan selalu mengambil lebih jika anda membiarkan dia.
Pelajaran pertama tentang mempunyai uang yang bekerja untuk saya, yang dipertentangkan dengan bekerja untuk uang, adalah sung-guh-sungguh soal kekuatan, power. Jika anda bekerja untuk uang, anda menyerahkan kekuatan itu kepada majikan anda. Jika uang anda bekerja untuk anda, anda memegang dan mengendalikan kekuatan itu.
Setelah kami mempunyai pengetahuan tentang kekuatan uang yang bekerja untuk kami, dia menginginkan kami untuk bersikap pandai secara finansial dan tidak membiarkan para penggertak atau pengganggu mempermainkan kami. Anda harus mengetahui hukum itu dan bagaimana sistemnya bekerja. Jika anda bodoh, sangatlah mu-dah digertak. Jika anda tahu apa yang anda bicarakan, anda mem-punyai kesempatan untuk melawan. Itu sebabnya dia membayar be-gitu banyak untuk akuntan pajak dan pengacara yang pandai. Tapi itu
masih lebih murah dibandingkan dengan membayar pemerintah. Pe-lajaran terbaiknya bagi saya, yang saya gunakan sepanjang hidup saya, adalah "Berpandai-pandailah dan kamu tidak akan terlalu banyak dipermainkan." Dia tahu hukum karena dia adalah warga negara yang patuh pada hukum. Dia tahu hukum karena sangatlah mahal bila ti-dak mengetahui hukum. "Jika kamu tahu kamu benar, kamu titi-dak ta-kut untuk balik melawan." Bahkan jika anda menerima Robin Hood dan gerombolan Merry Men-nya.
Ayah saya yang berpendidikan tinggi selalu mendorong saya untuk mencari pekerjaan yang baik dengan korporasi yang kuat. Dia ber-bicara tentang kebajikan "berusahalah untuk menaiki tangga peru-sahaan". Dia tidak mengerti bahwa, dengan hanya bersandar pada gaji dari majikan perusahaan, saya akan menjadi sapi jinak untuk diperah. Ketika saya memberi tahu ayah saya yang kaya tentang nasihat ayah saya, dia hanya tertawa kecil. Dia hanya mengatakan, "Mengapa tidak memiliki tangga itu sendiri?"
Sebagai seorang bocah, saya tidak mengerti apa yang dimaksud ayah yang kaya dengan memiliki korporasi saya sendiri. Itu adalah gagasan yang tampaknya tidak mungkin, dan mengintimidasi. Meski-pun saya senang dengan gagasan itu, jiwa muda saya tidak akan mem-biarkan saya memimpikan kemungkinan bahwa setelah dewasa suatu hari saya akan bekerja untuk sebuah perusahaan yang akan menjadi milik saya.
Maksud saya, jika bukan karena ayah saya yang kaya, saya mung-kin akan mengikuti nasihat ayah saya yang berpendidikan. Itu hanya-lah cara mengingatkan dari ayah saya yang kaya yang membuat gagas-an untuk memiliki korporasi saya sendiri tetap hidup dgagas-an membuat saya tetap berada di jalan yang berbeda. Pada waktu saya berumur 15 atau 16 tahun, saya tahu saya tidak akan terus menjalani jalan yang direkomendasikan oleh ayah saya yang berpendidikan. Saya tidak tahu bagaimana saya akan melakukannya, tetapi saya memutuskan untuk tidak menempuh arah yang diambil oleh kebanyakan teman sekelas saya. Keputusan itu mengubah hidup saya.
Saya belum genap berumur 20 tahun ketika nasihat ayah saya yang kaya mulai lebih masuk akal. Saya baru saja meninggalkan Marine
Corps dan bekerja untuk Xerox. Saya menghasilkan ba-nyak uang, tetapi setiap kali saya melihat slip gaji saya, saya selalu kecewa. Potongannya terlalu besar, dan semakin keras saya bekerja, semakin besar pula potongannya. Ketika saya semakin sukses, bos saya bicara soal promosi dan kenaikan gaji. Itu suatu sanjungan, tetapi saya bisa mendengar ayah saya yang kaya bertanya di telinga saya: "Untuk siapa kamu bekerja? Siapa yang kamu buat kaya?"
Pada 1974, sewaktu masih karyawan Xerox, saya membentuk kor-porasi pertama saya dan mulai "mengurus bisnis saya sendiri". Sudah ada beberapa aset dalam kolom aset saya, tetapi sekarang saya memu-tuskan berkonsentrasi untuk membuatnya lebih besar. Slip gaji de-ngan segala potode-ngannya itu membuat seluruh tahun-tahun yang penuh dengan nasihat ayah saya yang kaya menjadi sangat masuk akal. Saya dapat melihat masa depan jika saya mengikuti nasihat ayah saya yang berpendidikan.
Banyak majikan merasa bahwa menasihati karyawan mereka untuk memikirkan bisnis mereka sendiri adalah buruk bagi bisnis. Saya yakin hal itu bisa demikian bagi orang-orang tertentu. Tetapi bagi sa-ya, memfokuskan diri pada bisnis saya sendiri, dan mengembangkan aset, menjadikan saya karyawan yang lebih baik. Sekarang saya mem-punyai tujuan. Saya datang lebih awal dan bekerja dengan rajin, me-ngumpulkan uang sebanyak mungkin sehingga saya dapat mulai ber-investasi dalam real estat. Hawaii baru saja boom (naik karena per-tumbuhan ekonomi yang pesat), dan keuntungan bisa dibuat di sana. Semakin saya sadar bahwa kami dalam tahap awal sebuah boom, se-makin banyak mesin Xerox yang saya jual. Sese-makin banyak saya men-jual, semakin banyak uang saya peroleh, dan, tentu saja, semakin be-sar potongan gaji saya. Hal itu mendatangkan inspirasi. Saya sung-guh-sungguh sangat ingin keluar dari perangkap menjadi karyawan sehingga saya bekerja lebih keras, bukan berkurang. Pada 1978, saya secara konsisten menjadi salah satu dari lima tenaga penjual paling top, malah sering kali yang No. 1. Saya sungguh ingin keluar dari perlombaan tikus itu.
Dalam waktu kurang dari tiga tahun, saya mendapatkan pemasukan lebih banyak dalam korporasi kecil saya sendiri, yakni holding
com-pany real estat, daripada yang saya hasilkan di Xerox. Dan uang yang saya dapatkan dalam kolom aset saya, dalam korporasi saya sendiri, adalah uang yang bekerja bagi saya. Bukan saya yang mengetuk pintu untuk menjual mesin fotokopi. Nasihat ayah saya yang kaya menjadi semakin masuk akal. Dalam waktu singkat, arus kas dari properti saya menjadi sangat kuat sehingga perusahaan saya membelikan saya mobil Porsche saya yang pertama. Rekan saya di Xerox mengira saya mem-belanjakan uang komisi saya. Padahal tidak. Saya menginvestasikan komisi saya dalam aset.
Uang saya bekerja keras untuk menghasilkan uang lebih banyak. Setiap dolar dalam kolom aset saya adalah karyawan yang hebat, be-kerja keras untuk menciptakan lebih banyak karyawan dan membelikan bosnya sebuah mobil Porsche baru dengan uang yang belum kena pa-jak. Saya mulai bekerja lebih keras untuk Xerox. Rencana itu berhasil, dan Porsche saya adalah buktinya.
Dengan menggunakan pelajaran-pelajaran yang saya pelajari dari ayah saya yang kaya, saya mampu keluar dari "perlombaan tikus" itu karena menjadi karyawan pada umur muda. Hal itu mungkin karena pengetahuan finansial yang kokoh yang saya peroleh melalui pelajaran-pelajaran itu. Tanpa pengetahuan finansial itu, yang saya sebut IQ fi-nansial, jalan saya menuju kemandirian finansial pasti akan menjadi jauh lebih sulit. Sekarang saya mengajar orang lain lewat seminar-seminar finansial dengan harapan bahwa saya bisa membagikan pe-ngetahuan saya kepada mereka. Kapan saja berbicara, saya meng-ingatkan orang-orang bahwa IQ finansial tersusun atas pengetahuan dari empat bidang keahlian yang luas.
No. 1 adalah akuntansi. Inilah yang saya sebut melek finansial. Keterampilan penting jika anda ingin membangun imperium bisnis. Semakin banyak uang yang menjadi tanggung jawab anda, semakin dibutuhkan keakuratan, atau rumah itu akan ambruk. Ini adalah otak bagian kiri, atau detail-detail. Melek finansial adalah kemampuan untuk membaca dan memahami laporan finansial. Kemampuan ini mengizinkan anda untuk mengenali kekuatan dan kelemahan bisnis apa pun.
tentang uang yang menghasilkan uang. Ini mencakup strategi dan formula. Ini adalah otak bagian kanan, atau sisi kreatif.
No. 3 adalah mengerti pasar. Ilmu pengetahuan tentang penawaran dan permintaan. Ada keharusan untuk mengetahui aspek-aspek "tek-nis" dari pasar, yang merupakan dorongan emosi; boneka Tickle Me Elmo dalam saat Natal 1996 adalah kasus pasar yang bersifat teknis atau dorongan emosi. Faktor pasar lainnya adalah "dasar" atau penger-tian ekonomis akan investasi. Apakah investasi masuk akal atau tidak masuk akal didasarkan pada kondisi-kondisi pasar yang sekarang.
Banyak orang berpikir bahwa konsep-konsep investasi dan pema-haman akan pasar terlalu kompleks dan rumit untuk anak-anak. Me-reka tidak dapat melihat bahwa anak-anak mampu mengetahui subjek itu secara intuitif. Bagi mereka yang tidak familier dengan boneka Elmo, ia adalah salah satu tokoh dalam Sesame Street yang sangat di-puji-puji oleh anak-anak persis sebelum Natal. Kebanyakan anak menginginkannya, dan mereka mencatatnya di tempat teratas daftar hadiah natal yang mereka inginkan. Banyak orangtua bertanya-tanya apakah perusahaan tersebut dengan sengaja menahan produk itu dari pasar, sambil terus mengiklankannya selama Natal. Kepanikan terjadi karena permintaan sangat tinggi dan persediaan kurang. Karena tidak dapat membeli boneka tersebut di toko, para calo melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan kecil dari orangtua yang putus asa. Orangtua yang tidak beruntung karena tidak mendapatkan boneka itu dipaksa untuk membeli mainan lain untuk Natal. Popularitas boneka Tickle Me Elmo yang luar biasa itu tidak masuk akal bagi saya, tetapi itu menunjukkan sebuah contoh yang sangat bagus tentang penawaran dan permintaan. Hal yang sama berlaku untuk pasar saham, surat-surat berharga, real estat, dan kartu bisbol.
No. 4 adalah hukum. Misalnya, memanfaatkan korporasi yang di-bungkus dengan keterampilan teknis tentang akuntansi, investasi, dan pasar dapat membantu pertumbuhan yang luar biasa. Orang dengan pengetahuan tentang keuntungan dan perlindungan pajak yang dise-diakan oleh sebuah korporasi dapat menjadi kaya dengan jauh lebih cepat daripada orang yang cuma menjadi karyawan atau pemilik tung-gal sebuah bisnis kecil. Ini seperti perbedaan antara seseorang yang
berjalan kaki dengan yang terbang. Perbedaan itu sangat besar bila menyangkut kekayaan jangka panjang.
1. Keuntungan Pajak: Korporasi dapat melakukan begitu banyak hal yang tidak dapat dilakukan individu. Seperti membayar penge-luaran sebelum ia membayar pajak. Ini adalah bidang keahlian yang menyeluruh dan sangat menarik, tetapi tidak perlu dimasuki kecuali anda mempunyai aset yang cukup besar atau sebuah bisnis.
Karyawan mendapat bayaran dan dikenakan pajak dan mereka ber-usaha hidup berdasarkan apa yang tersisa. Korporasi mendapat ba-yaran, membelanjakan segala sesuatu yang ia bisa, dan dikenai pajak atas apa yang tersisa. Ini adalah salah satu lubang pajak legal yang ter-besar yang digunakan oleh orang kaya. Hal itu mudah diadakan dan tidak mahal jika anda memiliki investasi yang menghasilkan arus kas yang baik. Contohnya; dengan memiliki korporasi anda sendiri—li-buran adalah pertemuan dewan pengurus di Hawaii. Pembayaran mobil, asuransi, reparasi adalah pengeluaran perusahaan. Keanggotaan klub kesehatan adalah pengeluaran perusahaan. Kebanyakan jamuan makan di restoran adalah pengeluaran tambahan. Dan sebagainya dan seterusnya—tetapi lakukanlah secara legal dengan uang sebelum kena pajak.
2. Perlindungan dari perkara hukum. Kita hidup dalam masyarakat yang mudah menuntut perkara secara hukum. Setiap orang meng-inginkan contoh tindakan anda. Orang kaya menyembunyikan banyak kekayaan mereka dengan menggunakan sarana-sarana seperti korporasi dan perseroan untuk melindungi aset mereka dari para kreditur. Ketika orang menggugat individu yang kaya, mereka sering kali menemui lapisan-lapisan perlindungan legal, dan sering mendapati bahwa orang kaya sesungguhnya tidak memiliki apa pun. Mereka mengendali-kan segala sesuatu, tetapi tidak memiliki apa pun. Orang miskin dan kelas menengah berusaha untuk memiliki segala sesuatu dan kehilang-an hal itu untuk pemerintah atau warga negara sesamkehilang-anya ykehilang-ang ingin menuntut orang kaya. Mereka belajar hal itu dari kisah Robin Hood. Mengambil dari orang kaya, memberi pada orang miskin.
Tujuan buku ini bukanlah mendalami seluk-beluk pemilikan korporasi. Tetapi saya akan mengatakan bahwa jika anda memiiiki aset apa pun yang sah, saya akan mempertimbangkan untuk mengetahui lebih banyak tentang keuntungan dan perlindungan yang ditawarkan oleh korporasi sesegera mungkin. Ada banyak buku yang ditulis tentang topik yang akan menguraikan keuntungan dan malah menunjukkan langkah-langkah yang perlu untuk mendirikan korporasi. Buku Inc. and Grow Rich secara khusus memberikan wawasan yang luar biasa dalam kekuatan korporasi pribadi.
IQ finansial sesungguhnya adalah sinergi dari banyak keterampilan dan talenta. Tapi saya akan mengatakan ini adalah kombinasi empat keterampilan teknis yang tercantum di atas yang membentuk intelegensi finansial dasar. Jika anda bercita-cita untuk menjadi kaya raya, kom-binasi keterampilan-keterampilan itulah yang akan memperkuat in-telegensi finansial seseorang.
Ringkasnya
Orang Kaya Orang yang Bekerja dengan Perusahaan untuk Perusahaan
1. Mendapat bayaran 1. Mendapat Bayaran 2. Membelanjakan 2. Membayar Pajak 3. Membayar Pajak 3. Membelanjakan Sebagai bagian strategi finansial anda secara menyeluruh, kami sa-ngat merekomendasikan untuk memiiiki korporasi anda sendiri yang membungkus aset anda.