PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ANDALUSIA DAN SICILIA
4. Bagaimana pola pendidikan Islam di Sicilia?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan sebagai berikut.
1. Untuk menjelaskan lintas sejarah masuknya Islam di Andalusia. 2. Untuk menjelaskan pola pendidikan Islam di Andalusia.
3. Untuk menjelaskan lintas sejarah masuknya Islam di Sicilia. 4. Untuk menjelaskan pola pendidikan Islam di Sicilia.
BAB II PEMBAHASAN A. Lintas Sejarah Masuknya Islam Di Andalusia
Spanyol lebih dikenal dengan Andalusia (tanah semenanjung Iberia) yang berasal dari kata Vandalusia (negeri bangsa Vandal)50. Kondisi Andalusia
pra kedatangan Islam sangat memprihatinkan, terutama ketika masa pemerintahan raja Ghotic yang melaksanakan pemerintahannya dengan penindasan. Kondisi ini menyebabkan rakyat Andalusia menderita dan tertekan. Mereka sangat merindukan datangnya kekuatan ratu adil sebagai sebuah kekuatan yang mampu mengeluarkan mereka saat itu, kerinduan mereka akhirnya terobati ketika kedatangan Islam di Andalusia.
Penaklukan Islam di Spanyol tidak terlepas dari kepiawaian tiga heroik Islam, yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nusair. Perluasan kekuatan Bani Umayyah ke Spanyol, diawali dari rintisan Tharif ibn Malik yang berhasil menguasai ujung paling selatan Eropa. Upaya ini kemudian dilanjutkan oleh Thariz ibn Ziyad yang berhasil menguasai Archidona, Elfira, dan Cordova. Bahkan, Raja Roderik berhasil Ia kalahkan pada tahun 711 M, sehingga memudahkan pasukan Islam melintasi dan menaklukkan kota-kota Spanyol lainnya tanpa mengalami perlawanan berarti. Keberhasilan Thariq inilah dalam sejarah Islam dicatat sebagai acuan resmi penaklukan Spanyol. Kemudian ekspansi ini dilanjutkan pada waktu yang sama oleh Musa ibn Nusair yang akhirnya mampu menguasai Spanyol bagian Barat yang belum dilalui oleh Thoriq51.
Ada beberapa periode masuknya Islam di Spanyol:52
1. Masa Pemerintahan Kewalian atau Kepala Derah, Ahd Al-Wulah (714-755) 50 Siti Maryam, dkk., Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik hingga Modern, cet. 2, (Yogyakarta: LESFI, 2004), hlm. 69.
51 Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah
Pendidikan Era Rasulullah sampai Indonesia., (Jakarta: Kencana, 2009), hlm. 77. 52 Imam Fu’adi, Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II, Cet 1, (Yogyakarta: Teras, 2012), hlm. 21-25.
Pada periode ini, Spanyol menjadi salah satu provinsi dari kekhalifahan Bani Umayyah dengan nama Andalusia yang berpusat di Damaskus. Ketika itu, wali Andalus di bawah gubernur Afrika Utara dan tidak di bawah kekhalifahan secara langsung, karena komunikasi dan transportasi yang lama. Wali pertamanya adalah Abd al-Aziz ibn Musa ibn Nusair. Pada periode ini, stabilitas politik negeri Spanyol belum terkendali gangguan keamanan masih banyak terjadi di beberapa wilayah, karena pada masa ini adalah masa peletakan dasar Islam di Spanyol.
2. Masa Pemerintahan Keamiran, Ahd Al-Imarah (756-912)
Pada masa ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar Amir (panglima atau gubernur), tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu dipegang oleh Kholifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abd Ar-Rahman Al-Dakhil yang berhasil mendirikan dinasti Bani Umayyah di Spanyol, Ibu kota negara di Cordova. Pada masa ini, politik dan peradabannya lebih maju, karena Amirnya mendirikan masjid di Cordova dan menjadikan Spanyol sebagai pusat keilmuan dan peradaban di Eropa. Namun demikian, terdapat gangguan stabilitas politik dengan adanya gangguan dari sejumlah kecil orang-orang Nasrani di Andalusia yang membenci Islam, seperti gerakan Martyrdom (kesyahidan) oleh kelompok Kristen fanatik Spanyol, adanya usaha orang- orang Abbasiyyah pada masa Abu Ja’far Al-Mansur untuk mengambil alih kekuasaan Andalusia, serta serangan luar negeri dari Norman sampai tiga kali serangan.
3. Masa Pemerintahan Khalifah, Ahd Al-Khilafah (912-1013 M)
Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar “kholifah”. Khalifah yang memerintah adalah Abd Ar-Rahman III. Pada periode ini juga umat Islam di Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi Daulat Abbasiyah di Baghdad. Abd Al-Rahman mendirikan Universitas Cordova. Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku. Selain itu, dibangun beberapa kota, yaitu madinah Az-Zahra, madinah Az-Zahirah, madinah Salim, dan madinah Al-Mariyah. Namun,
pada masa pemerintahan Muhammad Ibn Abdillah Ibn Abi Amir, Islam Spanyol mulai mengalami kemunduran, karena kualitas pemerintahannya tidak sebagus pendahulunya.
4. Masa Pemerintahan Raja-raja Golongan, Muluk Al-Tawa’if (1030-1086 M) Periode ini, Spanyol terpecah sekitar 30 kerajaan kecil dibawah perintah raja-raja yang berpusat di suatu kota, seperti Seville, Cordova, Toledo dan sebagainya. Raja-raja kecil mementingkan diri sendiri dan saling bermusuhan, sehingga mengakibatkan stabilitas negara goyah. Kelompok Kristen mulai menyerang kerajaan kecil yang lemah, tahun 1085 M, kekuatan Kristen mampu menguasai Toledo.
5. Masa Pemerintahan Murabitun dan Muwahhidun, Ahd Al-Murabitun wa Ahd Al-Muwahhidun (1086-1248)
Periode ini terdapat gerakan keagamaan yang menjadi gerakan politik. Dinasti Murabithun (1086-1143) dipimpin oleh Yusuf Ibn Tasyfin yang berpusat di Maroko. Awalnya, ia diundang Mu’tamid, penguasa Dinasti Abbadiyah untuk ikut perang melawan Alfonso IV (Raja Kristen dari Castille), dan berhasil. Undangan kedua untuk melawan Seville dan berhasil. Dengan tekad yang bulat, Yusuf berusaha merebut wilayah kekuasaan Islam seperti Badajoz, Valencia dan Saragosa53.
Dinasti Muwahhidun (1146-1248 M) didirikan oleh Muhammad Ibn Tumart yang berpuat di Afrika Utara. Dinasti ini mengalami kemajuan kembali, raja terakhir, Muhammad Ibn Nasir mendapat tekanan dari Paus yang mendapat dukungan dari raja-raja Kristen. Paus menuduh bahwa, kehadiran umat Islam tidak lain hanya untuk menjajah Spanyol. Akhirnya, terjadi pertempuran di Las Vanas, 1212 dan Dinasti Muwahhidun direbut musuh.
6. Masa Pemerintahan Andalus Kecil, Kerajaan Granada (1248-1492 M) Periode ini , Islam hanya berkuasa di daerah Granada, dibawah Dinasti Bani Ahmar. Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abd Al- Rahman Al-Nasir. Namun, secara politik Dinasti ini hanya 53 Imam Fu’adi, Sejarah Peradaban Islam..., hlm. 29-46.
berkuasa di wilayah yang kecil, terjadi perang saudara yang memperebutkan kekuasaan, sehingga kekuasaan Islam menjadi semakin lemah. Pada periode ini adalah akhir dari peradaban umat Islam di Spanyol54.