• Tidak ada hasil yang ditemukan

Madrasah dan Kurikulum

Dalam dokumen PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DARI MASA (Halaman 100-108)

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMADIYAH

D. Madrasah dan Kurikulum

1. Madrasah

Pendidikan Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. tidak hanya bertumpu pada aspek akhirat saja, melainkan juga memperhatikan aspek keduniawiaan. Ajaran Islam yang dikenalkan oleh

Nabi Saw. bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia di dunia guna tercipta keharmonisan antar umat. Pendidikan Islam yang mulanya diselenggarakan di masjid, kini timbul madrasah sebagai tempat pengajaran pendidikan agama Islam.

Walaupun pada mulanya madrasah hanya mengajarkan agama, tetapi sejak tahun 1931 terjadi suatu perubahan dangan dimasukkan pengetahuan umum sebagai pengajaran. Adapun orgaisasi penyusun madrasah itu adalah:80

a. Memiliki kurikulum dan daftar pelajaran.

b. Dilakukan secara klasikal dan bertingkat berdasarkan umur dan kecakapan tertentu.

c. Mempunyai administrasi sekolah.

d. Guru bertanggungjawab akan kemajuan muridnya.

Dalam menyempurnakan pendidikan madrasah, disusunlah tingkatan madrasah sebagai berikut:

a. Awaliyah khusus mengajarkan pendidikan agama yang dilaksanakan selama 3 tahun untuk sekolah dasar 1.

b. Ibtidaiyah merupakan sekolah lanjutan yang berlangsung selama 4 tahun. c. Tsanawiyah sama dengan Awaliyah yang lama belajarnya 3 tahun.

Tetapi setelah kemerdekaan, organisasi-organisasi tersebut mengubah susanannya menjadi: 1). Raudatul Athfal (TK), 2) Madrasah Ibtidaiyah (SD), 3) Madrasah Tsanawiyah (SMP), 4) Madrasah Aliyah (SMA), 5). Universitas atau Akademi.

Peranan Madrasah Diniyah adalah suatu yang menjadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama dalam masalah berdirinya sekolah-sekolah agama. Diniyah mempunyai 7 kelas seperti HIS di Belanda. Hanya di desa-desa yang mempunyai guru sedikit maka Diniyah hanya terdiri dari 4-5 kelas dan untuk kelas 6 dan 7 melanjutkan sekolah ke madrasah yang kelasnya cukup besar.81

80 Rochidin Wahab FZh, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia…, hlm. 24. 81 Rochidin Wahab FZh, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia…, hlm. 27.

Berkenaan dengan subyek studi keislaman, Muhammadiyah tidak memberikan penekanan kepada mazhab-mazhab dalam syariah (fiqh) dan teologi Islam sebagaimana dalam pesantren. Sekolah Muhammadiyah lebih memfokuskan diri kepada upaya mencetak Muslim yang baik daripada mencetak ulama. 82 Hal inilah yang melatarbelakangi Muhammadiyah dalam

mendirikan Madrasah Diniyah, sebuah metode pendidikan yang menawarkan materi-materi keislaman pada sekolah umum, terutama Belanda yang tidak menawarkan mata pelajaran keislaman.

2. Kurikulum

Dalam melaksanakan program pendidikan, Muhammadiyah menggunakan Kurikulum Berbasis Tauhid (KBT) dengan menjadikan tauhid sebagai landasan pokok kurikulum yang secara kongkrit dilaksanakan dalam seluruh proses pembelajaran. Kurikulum yang ada dimodifikasi, dirancang, dan didesain sedemikian rupa sehingga nilai-nilai tauhid menjiwai dan mempola seluruh mata pelajaran, seperti pembelajaran matematika, sains, bahasa dan materi lain yang diorientasikan untuk mengungkit kembali potensi tauhid, menumbuhkembangkan, dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rencana pelajaran agama Islam di sekolah lanjutan dalah sebagai berikut:83

1) Kelas I a. Keimanan

Iman kepada Allah dan Rasul-Nya, hajat manusia kepada petunjuk Rasul, mukjizat dan sifat-sifat Rasul.

b. Ibadat

Hikmah sholat lahir, batin, dan cara melaksanakan sesuai dengan syari’at agama.

c. Sejarah Agama

82 Arif Subhan, Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Abad ke-20: Pengumulan

antara Modernisasi dan Identitas…, hlm. 154.

Riwayat singkat para Nabi sampai Nabi terakhir sebagai Nabi penutup risalah umum untuk seluruh umat.

d. Ayat-ayat al-Qur’an dan hadist yang bersangkutan dengan kemajuan seperti kesehatan, kebersihan, pengetahuan dan lain-lain.

2) Kelas II a. Keimanan

Iman kepada malaikat, kitab suci, hari akhir, dan surga neraka. b. Sejarah Islam

Wahyu, al-Qur’an yang membahas mengenai turunnya, pembukanya, mushaf, dan isi al-Qur’an yang bersangkutan dengan kemakmuran negara.

c. Ibadat

Hakikat, faedah, dan cara melaksanakan zakat mulai dari mengeluarkan sampai membagikannya, dan hikmah serta cara melaksanakan haji.

d. Islam dan kemasyarakatan

Pengaruh agama untuk kesejahteraan manusia dan kemakmuran masyarakat.

e. Ayat-ayat al-Qur’an

Mengajarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadist yang berkaitan dengan kemajuan masyarakat.

3) Kelas III a. Keimanan

Iman kepada takdir b. Ilmu Fiqh

Lahirnya ilmun fiqh, riwayat madzab, ijma’ dan qiyas. c. Sejarah Islam

Sunnah, hadist Nabi, riwayat hadist baik dari pembukuannya serta derajad hadist.

Musyawarah kemerdekaan, persamaan, perdamaian, kesosialan, had, kewajiban laki-laki dan perempuan, pengetahuan dan ketangkasan, menghargai akal pikian dan menganjurkan menurut berbagai ilmu pengetahuan, dan bid’ah yang terdapat di masyarakat.

e. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadist.

Ideologi keagamaan Muhamadiyah menjadi dasar dalam perumusan materi pembelajaran keislaman di sekolah Muhammadiyah. Materi-materi penting dalam sekolah-sekolah Muhammadiyah meliputi beberapa bidang berikut:84

a. Bahasa Arab

Sejalan dengan gagasan “kembali pada al-Qur’an dan Sunnah”. Teks suci Islam ditulis dalam bahasa Arab maka kemampuan bahasa Arab merupakan keniscayaan.

b. Materi-materi tentang literatur keislaman

Meliputi fiqh, ushul fiqh, dan tafsir juga mendapatkan tempat di sekolah Muhammadiyah. Hal ini dimaksudkan agar para siswa mengenal dengan baik doktrin besar keislaman sehingga memiliki kemampuan memberikan bimbingan keagamaan kepada msyarakat.

c. Materi-materi sejarah Islam

Dilihat dari peran pentingnya, sejarah dianggap sebagai kekuatan yang dapat meneguhkan keimanan dan membangkitkan semangat perjuangan.

84 Arif Subhan, Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Abad ke-20: Pengumulan

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut:

1. Penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama dari segi jumlah pendidikan yang dibangun yang dibangun. Muhammadiyah menawarkan model sekolah Islam yang merupakan kombinasi antara model pendidikan Belanda dan Islam. Model ini disebut dengan HIS Met De al-Qur’an (sekolah umum plus). Menurut Deliar Noer, hanya dalam satu tempo dekade Muhammadiyah berhasil mendirikan 8 HIS Muhammadiyah, satu sekolah guru, 32 sekolah dasar lima tahun, satu sekolah schakelschool (sekolah dasar bahasa Belanda), dan 14 buah Madrasah yang secara keseluruhan mempunyai 4.000 murid dan 119 guru. Hal tersebut merupakan suatu pencapaian yang cukup tinggi dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

2. Madrasah dan kurikulum

Dalam menyempurnakan pendidikan madrasah disusunlah tingkatan sebagai berikut:

a. Awaliyah merupakan sekolah dasar 1 yang berlangsung selama 3 tahun dan khusus memberikan pelajaran agama.

b. Ibtidaiyah merupakan sekolah lanjutan yang berlangsung selama 4 tahun. c. Tsanawiyah sekolah yang berlangsung selama 3 tahun.

Setelah kemerdekaan kemerdekaan sekolah tersebut berubah susunannya menjadi:

1. Raudatul Athfal (Taman Kanak-kanak) 2. Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar)

3. Madrasah Tsanawiyah (Sekolah Menengah Pertama) 4. Madrasah Aliyah (Sekolah Menengah Atas)

Materi penting dalam sekolah-sekolah Muhammadiyah meliputi beberapa bidang:

a. Bahasa Arab

b. Materi-materi meliputi literatur keislaman, seperti fiqh, ushul fiqh dan tafsir yang mendapat tempat di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

c. Materi-materi sejarah Islam.

Muhammadiyah telah berperan penting dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia sampai sekarang.

B. Saran

Setelah membuat makalah terkait dengan Perkembangan Pendidikan Muhammadiyah, maka kami memberikan saran penting untuk pembuat makalah selanjutnya dengan tema yang sama agar makalah ini dijadikan sebagi referensi. Kemudian bagi guru diharapkan menjadikan makalah ini sebagai bahan acuan dalam kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Chamamah, Siti. 2009. Muhammadiyah sebagai Gerakan Seni dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Hidayatullah, Syarif. 2010. Muhammadiyah dan Pluralitas Agama di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Ismail, Faisal. 1996. Paradigma Kebudayaan Islam Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yogyakarta: Tititan Ilahi Press.

Subhan, Arief. 2012. Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Abad ke-20: Pergumulan antara Modernisasi dan Identitas. Jakarta: Kencana.

Wahab, Rochidin. 2004. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung: CV. Alfabeta.

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM

Dalam dokumen PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DARI MASA (Halaman 100-108)