BAB I. GAMBARAN UMUM
BAB 3. ATURAN PENULISAN TUGAS AKHIR
3.4. Penomoran
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
f. Judul sub setelah subsubbab maksimal 2 turunan (subsubsubbab dan subsubsubsubbab).
3.4. Penomoran
Penomoran halaman, bab, subbab, subsubbab, tabel, gambar, dan lampiran diatur sebagai berikut:
a. Penomoran halaman pada bagian awal karya tulis ilmiah menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dst.) yang diletakkan di bagian tengah bawah halaman;
b. Penomoran halaman pada bagian utama dan bagian akhir karya tulis ilmiah menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dst.) yang diletakkan di bagian kanan atas halaman, termasuk pada halaman yang dicetak secara landscape;
c. Penomoran pada halaman pertama pada setiap bab (halaman bab) diletakkan di bagian tengah bawah halaman;
d. Penomoran subsubbab tidak boleh lebih dari tiga digit. Jika tiga angka digit sudah digunakan, penomoran selanjutnya menggunakan a, b, c, dst., kemudian 1), 2), 3) dst;
e. Penomoran untuk ilustrasi (tabel atau gambar) menggunakan angka Arab sebanyak dua digit yang diletakan setelah kata “Tabel”atau “Gambar”. Digit pertama merujuk pada nomor bab dimana ilustasi ditempatkan. Digit kedua merupakan nomor urut ilustrasi. Digit pertama dan kedua dipisahkan dan diakhiri dengan tanda baca titik;
f. Nomor urut ilustrasi (tabel atau gambar) pada setiap bab dimulai dengan angka 1;
g. Penomoran untuk lampiran menggunakan angka Arab secara berurutan sesuai dengan banyaknya dokumen yang dilampirkan.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Contoh penomoran bab, subbab, dan subsubbab:
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Judul Subbab
(Paragraf)………
………..….. (akhir kalimat).
2.2. Judul Subbab 2.2.1 Judul Subsubbab
(Paragraf)………
………..….. (akhir kalimat).
a. Subsubsubbab 1 b. Subsubsubbab 2 1) Subsubsubsubbab 1 2) Subsubsubsubbab 2
2.2.2 Judul Subsubbab dst.
(Paragraf)………
………..….. (akhir kalimat).
2.3. Judul Subbab
(Paragraf)………
………..….. (akhir kalimat).
2.4. Judul Subbab
(Paragraf)………
………..….. (akhir kalimat).
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Penulisan simbol pada karya tulis ilmiah wajib menggunakan fasilitas
“symbol” ( ) pada aplikasi pengolah kata yang digunakan. Berikut adalah contoh kekeliruan penggunaan simbol yang sering ditemui:
a. Jarak baris antar Tanaman adalah 3 x 3 cm (menggunakan huruf “x” (eks) yang seharusnya menggunakan simbol perkalian “×”);
b. Suhu rerata adalah 250C … (menggunakan angka “0” (nol) atau huruf “O” yang dibuat superscript (bentuk pangkat) yang seharusnya menggunakan symbol derajat “°”).
c. Reaktan ditambahkan sebanyak 2 ul (mikroliter) …. (menggunakan huruf “u”
yang seharusnya menggunakan simbol “”).
Beberapa kekeliruan juga sering ditemui pada penulisan rumus kimia yang seharusnya mengikuti standar baku penulisan, seperti penulisan H2O yang seharusnya H2O, KH2HPO4 yang seharusnya KH2HPO4, atau pada penulisan “ion H2+” yang seharusnya “ion H2+”.
Selain itu, untuk penulisan sebuah formula untuk perhitungan, seringkali ditemui dalam bentuk tangkapan layar (screenshot) sehingga berformat gambar.
Seharusnya penulisan sebuah formula menggunakan fasilitas “equation” ( ) yang disediakan oleh aplikasi pengolah kata. Berikut adalah contoh kekeliruan penulisan formula yang sering ditemui:
, seharusnya menggunakan
Equation, menjadi: 𝐾𝑒𝑝𝑎𝑟𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 = ∑(𝑣.𝑛)
Penulisan karya ilmiah untuk tujuan digitalisasi perlu dibuat dalam bentuk dokumen digital/soft file dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Karya tulis ilmiah yang didigitalisasi adalah karya tulis ilmiah yang telah
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
satu dokumen digital/soft file;
2. Lembar Pengesahan pada dokumen digital karya tulis ilmiah wajib bertanda tangan dan stempel basah, kemudian dipindai/scan dan menjadi satu kesatuan dengan dokumen digital;
3. Format dokumen digital dalam bentuk PDF (Portable Document Format) dengan ukuran maksimum 20 MB (Mega Byte) dan disimpan dalam bentuk cakram padat (compact disk; CD);
4. Cakram padat diberi label, sesuai ketentuan akademik di Fakultas Pertanian (Gambar 3.1);
5. Penamaan dokumen digital ditulis dengan format: Nama Program Studi_Nama_NIM_tahun lulus. Contoh: Agribisnis_Ainul Musta’inah_101510601101_2017.PDF
Gambar 3.1. Contoh pelabelan pada cakram padat
31
Sumber rujukan adalah referensi atau acuan yang berasal dari sumber yang kredibel atau dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Rujukan dapat berasal dari buku, artikel jurnal/makalah, berita, prosiding, komunikasi pribadi (personal communication), atau sumber tulisan lainnya. Termasuk yang tersedia di internet, yang dirujuk atau dikutip langsung ke dalam tulisan. Rujukan dapat berupa catatan dalam, catatan kaki atau catatan akhir.
Standar umum suatu rujukan dianggap sebagai rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan dalah berisi tentang (1) nama penulis, (2) tahun terbit/
tahun penulisan, (3) judul, (4) penerbit, dan (5) digital object identifier atau DOI, (6) volume dan nomor, jika untuk tulisan berseri, dan (7) waktu akses khusus untuk internet.
Penulisan kutipan pada karya ilmiah di lingkungan Fakultas Pertanian pada jenjang pendidikan apapun wajib dibuat menggunakan aplikasi reference manager atau aplikasi pengelola sumber acuan. Aplikasi yang digunakan dapat berupa Mendeley, Zotero atau Endnote. Penggunaan aplikasi tersebut ditujukan untuk mempermudah penulis karya ilmiah khususnya ketika ingin merubah tulisan karya ilmiahnya dalam bentuk lain seperti jurnal, buku dan lain sebagainya.
Sumber rujukan yang digunakan seyogyanya adalah sumber rujukan termutakhir (terkini) atau setidaknya sepuluh tahun terakhir, dihitung dari tahun terbit karya tulis ilmiah yang sedang ditulis. Terkecuali untuk sumber-sumber primer seperti hukum fisika, kimia, biologi, rumus acuan atau pedoman lain yang sifatnya sudah disepakati secara internasional. Hal tersebut bertujuan untuk menjamin kebaharuan dan kemutakhiran dari karya ilmiah yang dihasilkan oleh sivitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Jember.
4.1. Kutipan dan Teknik Pengutipan
Terdapat dua jenis kutipan utama yang dapat digunakan dalam menulis sebuah karya ilmiah yaitu (1) kutipan langsung atau parenthetical citation dan (2) kutipan tidak langsung atau narrative citation. Keduanya dibedakan berdasarkan
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
didasarkan lokasi tanda kurung “(“ “)” yang digunakan.
Format umum penulisan yang digunakan adalah mengkuti susunan nama penulis, tahun terbitan dan. Untuk kutipan langsung atau Parenthetical Citation mengikuti format nama belakang penulis (tahun terbitan). Kutipan tidak langsung atau Narrative citation mengukitu fotmat (Nama belakang penulis, tahun terbitan).
Kedua format tersebut juga akan dipengaruhi oleh jumlah penulis pada sumber acuan yang digunakan.
Sumber tulisan dengan pengarang hanya satu orang, dapat ditulis mengikuti Formula: [Nama akhir pengarang] ([tahun terbitan]), atau ([Nama akhir pengarang], [tahun terbitan]). Sebagai contoh: Wahyudi (2009) atau (Wahyudi, 2009).
Sumber tulisan dengan pengarang berjumlah dua orang, dapat ditulis mengikuti Formula: [Nama akhir pengarang pertama] dan [Nama akhir pengarang kedua] ([tahun terbitan]), atau ([Nama akhir pengarang pertama] dan [Nama akhir pengarang kedua], [tahun terbitan]). Kata “dan” pada formula penulisan dapat diganti dengan “and” atau “&”. Pemilihan tanda baca tersebut harus ditulis secara konsisten pada keseluruhan tulisan referensi. Sebagai contoh:
Kusumatmaja dan Imran (2010) atau (Kusumatmaja dan Imran, 2010);
Alexopoulos and Blackwell (1996) atau (Alexopoulos and Blackwell,1996); Irma
& Junaedi (2021) atau (Irma & Junaedi, 2021).
Sumber tulisan dengan pengarang berjumlah lebih dari dua orang, dapat ditulis mengikuti formula: [Nama akhir pengarang pertama] et al. ([tahun terbitan]), atau ([Nama akhir pengarang pertama] dkk, [tahun terbitan]). Kata “dkk” pada formula penulisan dapat diganti dengan “et al.” dengan format tulisan cetak miring (italic) secara konsisten pada keseluruhan tulisan referensi. Sebagai contoh:
Dewanti dkk (2020) atau (Dewanti dkk, 2020); Handoyo et al. (2019) atau (Handoyo et al., 2019).
4.2. Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan kutipan yang diambil secara identik atau sama persis dari sumber aslinya. Kutipan langsung umumnya terbagi menjadi dua jenis,
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
langsung diapit dengan tanda kutip/petik dua (“…”). Setelah kutipan, diberi keterangan sumber.
4.3. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang ditulis berdasarkan interpretasi sebuah sumber bacaan yang selanjutnya ditulis dengan bahasa dan gaya penulis. Penulisan kutipan tidak langsung hanya dapat dibuat dengan satu pola yaitu terpadu dengan teks tanpa tanda kutip. Pada kutipan ini, nama pengarang dan tahun terbitan dan atau nomor terbitan dapat diletakkan pada awal, di tengah maupun di akhir kalimat. Beberapa contoh penulisan kutipan tidak langsung disajikan sebagai berikut.
Jika nama pengarang ditulis sebelum kutipan, Contoh 1:
Menurut Kloepper (2012) bahwa bakteri Pseudomonas fluorescens termasuk dalam kelompok bakteri perakaran yang dapat digunakan sebagai agensia pengendali biologi.
Contoh 2:
Hirano and Upper (2000) menemukan bahwa bakteri epifit tidak hanya menempati permukaan daun saja epidermis, tetapi juga menempati ruang intraselular pada mesofil (apoplas), sedangkan bakteri yang hidup pada jaringan vaskular disebut bakteri endofit.
Jika nama pengarang ditempatkan setelah kutipan, Contoh 1:
Bakteri Pseudomonas fluorescens termasuk dalam kelompok bakteri perakaran yang dapat digunakan sebagai agensia pengendali biologi (Kloepper, 2012).
Contoh 2:
Penyebaran patogen ini dapat melalui tanah dan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman pada waktu yang lama (Setyari dkk, 2013).
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Jika kutipan diambil dari dua sumber rujukan atau lebih, maka antara sumber rujukan disisipi tanda titik koma (;)
Contoh:
Penggunaan antibiotik dalam bidang mikrobiologi dapat berdampak negatif bagi penggunanya jika penggunaannya tidak dilakukan dengan tepat (Razak, 1982;
Santoso dan Indriati, 1995; Pratiwi dkk., 2012).
4.4. Gaya Selingkung Penulisan Sumber Rujukan
Jenis sumber rujukan dalam karya tulis ilmiah dapat berupa buku teks, artikel ilmiah, laporan penelitian, sumber rujukan dalam jaringan (online). Begitu pula, gaya selingkung penulisan sumber rujukan juga dapat berbeda-beda. Secara umum gaya selingkung penulisan sumber rujukan dalam karya tulis ilmiah tugas akhir di Fakultas Pertanian mengikuti gaya selingkung American Psychological Association 6 edition (APA 6th edition).
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menuliskan sebuah sumber rujukan dalam daftar pustaka bagi karya ilmiah sivitas akademika Fakultas Pertanian sebagai berikut:
a. Harus disusun dengan menggunakan aplikasi Reference Manager atau aplikasi pengelola bahan acuan, seperti Endnote, Mendeley atau Zotero;
b. Sumber kutipan yang dirujuk dalam isi karya ilmiah harus tercantum dalam daftar pustaka, begitupula sebaliknya;
c. Daftar pustaka ditulis atau diketik menggunakan spasi tunggal, berurutan secara alfabetis tanpa nomor urut;
d. Jika setiap sumber rujukan dalam daftar pustaka diketik lebih dari satu baris, maka tulisan pada baris kedua dan seterusnya dimulai pada ketukan kelima (+1cm);
e. Jarak antar baris antar rujukan adalah 2 spasi;
f. Jika literatur ditulis oleh satu orang, maka nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
g. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis sebagaimana aturan penulis tunggal dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang;
h. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan simbol “&”.
4.5. Penyusunan Daftar Sumber Rujukan
Daftar sumber rujukan harus disusun secara benar dan akurat. Kebenaran, akurasi, kelengkapan dan konsistensi komponen penulisan daftar sumber rujukan mencerminkan kecermatan dan apresiasi penulis terhadap sumber informasi yang dirujuknya. Untuk memberikan gambaran penyusunan daftar sumber rujukan dalam karya ilmiah, berikut adalah contoh cara penyusunan sumber rujukan yang tercantum dalam Daftar Pustaka sesuai dengan jenis rujukan yang digunakan.
4.5.1. Buku Teks
Penulisan daftar rujukan untuk buku teks perlu diperhatikan urutan penulisan, spasi, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan gaya tulisan. Judul buku diketik dengan gaya Sentence case dan cetak miring.
Contoh: Format penulisan untuk satu orang penulis
Alexopoulos, C. J. (1962). Introductory mycology. London: John Wiley and Sons.
Hillel, D. (2013). Fundamentals of soil physics. Sydney: Academic press.
Tjahjadi, N. (1989). Hama dan penyakit tanaman. Yogyakarta: Kanisius.
Contoh: Format penulisan untuk penulis lebih dari satu orang
Alexopoulos, C. J., Mims, C. W., & Blackwell, M. (1996). Introductory mycology (No. Ed. 4). London: John Wiley and Sons.
Foth, H. D., & Ellis, B. G. (2018). Soil fertility. London: CRC Press.
Villalobos, F. J., & Fereres, E. (Eds.). (2016). Principles of agronomy for sustainable agriculture. New York: Springer.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
4.5.2. Bab Buku
Penulisan daftar rujukan berupa bab buku perlu diperhatikan urutan penulisan, spasi, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan gaya tulisan. Judul bab buku diketik dengan gaya Sentence case dan tidak cetak miring, sedangkan Judul buku diketik dengan gaya Sentence case dan cetak miring. Halaman buku yang efficiency in agriculture and livestock feeding. In S. Kumar, R. S. Meena &
M. K. (Eds.), Resources use efficiency in agriculture (pp. 1-45). Singapore:
Springer.
Lacono, W. G. (2008). Polygraph testing. In E. Borgida & S. T. Fiske (Eds.), Beyond common sense: Psychological science in the courtroom (pp. 219-235). New Jersey: John Willey and Soon.
Pedersen S. M., & Lind K. M. (2017). Precision agriculture – from mapping to site-specific application. In S. Pedersen & K. Lind (Eds.), Precision agriculture:
Technology and economic perspectives. progress in precision agriculture (pp. 1-20). Cham: Springer.
4.5.3. Artikel Jurnal
Penulisan daftar rujukan berupa artikel jurnal perlu diperhatikan urutan penulisan, spasi, tanda baca, gaya tulisan, penggunaan huruf kapital, dan identitas jurnal. Judul artikel diketik dengan gaya Sentence case (kecuali nama kota atau sejenis) dan tidak cetak miring (kecuali nama latin). Identitas jurnal berupa nama jurnal (cetak miring) diikuti dengan volume (cetak miring) dan nomor terbitan (jika ada) beserta nomor halaman yang memuat artikel. Begitu pula, jika susunan nama penulis sama persis untuk 2 artikel jurnal yang berbeda maka pada bagian tahun diberi tambahan huruf secara alfabetis sejumlah artikel jurnal yang dirujuk.
Penulisan nama jurnal dapat disingkat sesuai dengan standar singkatan jurnal. Pada bagian akhir dapat ditambahkan dengan digital object identifier (doi) untuk jurnal
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Contoh:
Addy, H. S., Askora, A., Kawasaki, T., Fujie, M., & Yamada, T. (2012a). The filamentous phage ϕRSS1 enhances virulence of phytopathogenic Ralstonia solanacearum on tomato. Phytopathol., 102, 244–251.
Addy, H. S., Askora, A., Kawasaki, T., Fujie, M., & Yamada, T. (2012b). Loss of virulence of the phytopathogen Ralstonia solanacearum through infection by ϕRSM filamentous phages. Phytopathol., 102: 469–477.
Gao, C. (2018). The future of CRISPR technologies in agriculture. Nature Reviews Molecular Cell Biology, 19(5), 275-276.
Jha, K., Doshi, A., Patel, P., & Shah, M. (2019). A comprehensive review on automation in agriculture using artificial intelligence. Artificial Intelligence in Agriculture, 2, 1-12. doi:10.1016/j.aiia.2019.05.004
Verma, A. K. (2018). Positive correlation between Indian Sarus crane and agriculture. J. Exp. Zool. India, 21(2), 801-803.
Wolchik, S. A., West, S. G., Sandler, I. N., Tein, J., Coatsworth, D., Lengua, L., &
Griffin, W. A. (2000). An experimental evaluation of theory-based mother and mother-child programs for children of divorce. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 68(5), 843-856.
4.5.4. Artikel Konferensi (prosiding)
Penulisan daftar rujukan berupa artikel konferensi perlu diperhatikan urutan penulisan, spasi, tanda baca, gaya tulisan, penggunaan huruf kapital, identitas prosiding, dan editor. Judul artikel diketik dengan gaya Sentence case (kecuali nama kota atau sejenis) dan tidak cetak miring (kecuali nama latin). Rujukan dari artikel konferensi dapat berupa artikel konferensi yang diterbitkan dalam bentuk prosiding maupun artikel konferensi yang diterbitkan secara regular. Apabila artikel diperoleh dalam bentuk elektronik, maka DOI wajib dituliskan. Untuk artikel yang diterbitkan dalam bentuk prosiding, maka wajib dicantumkan editornya.
Contoh: Penulisan artikel konferensi yang termuat dalam prosiding
Ningsih, I. K. J., & Hapsari, T. D. (2019). Alternatif pemilihan strategi pemasaran olahan ikan buntal (Lagocephalus spadiceus) berdasarkan analisis SWOT pada agroindustri Jaya Utama Kota Probolinggo. In A. Zainuddin, E. B.
Kuntadi, I. S. Magfiroh, I. Ibanah, D. Fauziyah, D. B. Zahrosa, A. Mahdi, &
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
pendidikan tinggi agribisnis: Peluang dan tantangan di era industri 4.0 (pp 133-142). Jember, Indonesia: UPT Percetakan & Penerbitan Universitas Jember.
Contoh: Penulisan artikel konferensi yang terbit secara regular
Wafa, A., Mohamed-Saad, A., Addy, H. S., & Kawasaki, T. (2021). Isolation protocol of jumbo phage from winter grass soil. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., 759, 012071. doi:10.1088/1755-1315/759/1/012071.
Pramana, D. B. S., & Rondhi, M. (2020). Analysis of contract farming pattern and income comparison of potato farmers on atlantic and granola varieties. E3S Web of Conferences 142, 05003. doi:10.1051/e3sconf/202014205003.
4.5.5. Skripsi/Tesis/Disertasi
Gaya penulisan rujukan yang berupa Skripsi/Tesis/Desertasi dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu rujukan yang tidak dipublikasikan dan rujukan yang dipublikasikan.
Contoh: Penulisan skripsi/tesis/desertasi yang tidak dipublikasikan
Farid, M. M. (2018). Determinasi molekular bakteri Ralstonia solanacearum dan karakterisasi bacteriophage DT3A. (Tesis tidak dipublikasikan). Universitas Jember, Jember, Jawa Timur, Indonesia.
Hasanah, R. (2021). Evaluasi kemampuan dan kesesuaian lahan pada berbagai penggunaan lahan di sub DAS Dinoyo Kabupaten Jember. (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Jember, Jember, Jawa Timur, Indonesia.
Contoh: Format Penulisan Skripsi/Tesis/Desertasi dari situs daring/ website Fatonah, E. T. (2019). Preferensi petani dalam menggunakan varietas bibit tebu di PTPN XI PG. Asembagoes Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo (Skripsi, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur, Indonesia). Diakses dari http://repository. unej.ac.id/handle/123456789/93490
Purba, D. P. (2021). Induksi mutasi dan seleksi invitro jeruk (Citrus sp.) untuk peningkatan ketahanan terhadap penyakit huanglongbing (Tesis, IPB University, Bogor, Jawa Barat, Indonesia). Diakses dari https://repository.ipb.ac.id/handle/ 123456789/107159
4.5.6. Situs web
Contoh: Penulisan Situs web memiliki nama penulis
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
learningandteaching.info/learning/behaviour_mod.htm
Jim, R. (2021). Soil erosion - causes and effects. Diakses dari http://www.
omafra.gov.on.ca/english/engineer/facts/12-053.htm
Contoh: Penulisan situs web tanpa nama penulis
Kementan: Urban farming dukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Diakses dari https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4691
Pandemic cover crop program. (2021). Diakses dari https://www.farmers.gov/archived/cover-crops 4.5.7. Situs Jejaring Sosial
Beberapa sumber rujukan dapat berupa informasi dari situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, maupun yang sejenis.
Contoh:
Elsevier Biomedchem. (29 Juli 2021). Top women scientists share their career and
personal insights. [Tweet]. Diakses dari
https://twitter.com/elsbiomedchem/status/1420742413950197762
Pemkab Jember. (30 Juli 2021). Bupati ikut rapat persiapan vaksin UNEJ [Status Facebook]. Diakses dari
https://www.facebook.com/jemberkab/posts/4065127373543121 4.5.8. Press Release
Sumber rujukan ini berasal publikasi media masa baik yang sifatnya dari jaringan media masa maupun dari instansi/perusahaan terkait. Dapat berasal dari website atau media masa cetak
Contoh
IRRI. (2021, Januari 18). Unlocking rice gene diversity for food security [Press release]. Diakses dari https://www.irri.org/news-and-events/news/unlocking-rice-gene-diversity-food-security
American Phytopatological Society. (2021, Juli 14). A new sensitive tool for the fast and efficient quantification of plant disease susceptibility [Press release].
Diakses dari https://www.apsnet.org/about/newsroom/releases/
Pages/newtool.aspx
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
[Press Release].
4.5.9. Komunikasi Personal
Hasil komunikasi personal pada penggunaan APA 6th Edition tidak perlu dimasukkan pada daftar pustaka, Komunikasi Pribadi hanya bisa digunakan sebagai kutipan di dalam teks
Contoh: (dalam teks)
J. T. Lewis (komunikasi pribadi, May 14, 2020) (K. Taylor, personal communication, March 17, 2021)
41
Pada karya tulis ilmiah tugas akhir, hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk ilustrasi. Ilustrasi dapat berupa data yang disajikan dalam bentuk tabel maupun gambar. Ilustrasi dalam bentuk gambar dapat bersumber dari foto hasil pengamatan, grafik, diagram, kurva, tangkapan layar (screenshot), maupun peta yang dihasilkan melalui pengolahan data kuantitatif menggunakan perangkat lunak tertentu.
5.1. Ilustrasi Bentuk Tabel
Penyajian tabel diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tabel harus diletakkan pada posisi tengah secara horisontal dan menempati paragraf tersendiri (disarankan pada posisi paling atas jika penjelasan terdapat di halaman sebelumnya atau pada posisi paling bawah jika penjelasan terdapat di atas tabel);
b. Tabel dapat disajikan secara landscape pada halaman tersendiri;
c. Penomoran tabel sesuai dengan ketentuan pada penomoran;
d. Semua tabel harus dirujuk dalam naskah;
e. Perujukan tabel yang menunjuk tabel tertentu, penulisannya menggunakan Title Case pada tabel (misalnya, …, sebagaimana disajikan pada Tabel 3).
f. Rujukan pertama sebuah tabel dan sajian tabel yang dirujuk harus diletakkan pada halaman yang sama;
g. Tabel yang lebih dari satu halaman tidak boleh disajikan pada bagian utama tetapi disajikan pada lampiran, kecuali merupakan bagian dari pembahasan dan kepala tabel ditulis ulang (gunakan perintah heading rows repeat pada toolbar Table).
h. Judul kepala tabel atau judul kolom harus ringkas dan ditulis pada posisi tengah dengan Title Case.
i. Isian sel tabel yang berupa bilangan disusun berdasarkan nilai tempat bilangan dan isian sel tabel yang berupa frasa/kalimat disusun mengikuti format rata kiri.
Jika berupa frasa ditulis dengan lower case tanpa tanda baca titik (.); kalimat
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
j. Jika diperlukan, ukuran huruf (font) untuk isian sel tabel dapat diperkecil sampai 8 point.
k. Isian sel tabel diketik dengan jarak baris 1 spasi.
l. Garis pemisah horisontal dan batas bawah horisontal harus ada dalam tabel dengan ketebalan ¼ pt;
m. Judul tabel (caption) memuat ringkasan isi tabel dan dapat ditambahkan penjelasan singkat apabila diperlukan;
n. Judul tabel diletakkan di atas tabel dengan ketentuan:
1. Jika hanya satu baris, judul tabel diletakkan di tengah;
2. Jika lebih dari satu baris, penulisan judul tabel menggunakan format menggantung (indent) sejajar dengan huruf pertama judul tabel dan jarak antarbaris 1 spasi, termasuk jarak antarbaris di dalam tabel;
3. Antara judul tabel dan garis atas tabel (heading) diberi jarak 1,5 spasi;
4. Penulisan judul tabel menggunakan Sentence case tanpa tanda baca titik (.).
5. Judul tabel dan tabel tidak boleh disajikan pada halaman yang berbeda;
6. Jika judul tabel dan penjelasannya terlalu panjang, pencantuman dalam daftar isi dapat diringkas tanpa mengurangi makna dan substansinya.
o. Keterangan tabel (jika ada) diletakkan di bawah tabel menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 11 point tanpa mencantumkan kata keterangan;
p. Sumber tabel (khusus untuk data sekunder) diletakkan di bawah tabel setelah keterangan tabel dengan menggunakan jenis dan ukuran huruf yang sama;
q. Hasil keluaran program komputer disajikan dalam tabel yang sudah dimodifikasi (hasil keluaran yang apa adanya disajikan dalam lampiran);
r. Awal alinea atau kalimat setelah sajian tabel (termasuk keterangan tabel dan sumber) diberi jarak 3 spasi.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Tabel 1. Data klimatologi daerah perkebunan tebu Lokasi Perkebunan
Table 2. Kejadian penyakit dan respon ketahanan tanaman tembakau terhadap penyakit layu bakteri.
Perlakuan Kejadian Penyakit (%) Kriteria Ketahanan 1)
Kontrol + 100 R (41-60%), R = Rentan (60-100%). (Sumber: Nadhira et al., 2021)
5.2. Ilustrasi Bentuk Gambar
Penyajian gambar diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Ilustrasi berupa gambar dapat bersumber dari beberapa jenis gambar yaitu:
1) Grafik Statistik
Gambar jenis ini umumnya dihasilkan dari analisis data dengan metode statistik. Beberapa gambar yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
histogram, grafik batang, grafik garis, grafik lingkaran (pie chart), dan diagram pencar.
2) Diagram
Diagram digunakan untuk menggambarkan prosedur atau langkah- langkah dalam suatu proses. Diagram dapat berupa diagram alir, skema, sketsa,
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
komputer dengan menggunakan simbol-simbol program komputer yang baku, sedangkan penyajian skema tidak harus menggunakan simbol-simbol yang baku.
komputer dengan menggunakan simbol-simbol program komputer yang baku, sedangkan penyajian skema tidak harus menggunakan simbol-simbol yang baku.