BAB I. GAMBARAN UMUM
BAB 4. PENULISAN RUJUKAN DAN PUSTAKA
4.5. Penyusunan Daftar Sumber Rujukan
4.5.9. Komunikasi Personal
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
[Press Release].
4.5.9. Komunikasi Personal
Hasil komunikasi personal pada penggunaan APA 6th Edition tidak perlu dimasukkan pada daftar pustaka, Komunikasi Pribadi hanya bisa digunakan sebagai kutipan di dalam teks
Contoh: (dalam teks)
J. T. Lewis (komunikasi pribadi, May 14, 2020) (K. Taylor, personal communication, March 17, 2021)
41
Pada karya tulis ilmiah tugas akhir, hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk ilustrasi. Ilustrasi dapat berupa data yang disajikan dalam bentuk tabel maupun gambar. Ilustrasi dalam bentuk gambar dapat bersumber dari foto hasil pengamatan, grafik, diagram, kurva, tangkapan layar (screenshot), maupun peta yang dihasilkan melalui pengolahan data kuantitatif menggunakan perangkat lunak tertentu.
5.1. Ilustrasi Bentuk Tabel
Penyajian tabel diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tabel harus diletakkan pada posisi tengah secara horisontal dan menempati paragraf tersendiri (disarankan pada posisi paling atas jika penjelasan terdapat di halaman sebelumnya atau pada posisi paling bawah jika penjelasan terdapat di atas tabel);
b. Tabel dapat disajikan secara landscape pada halaman tersendiri;
c. Penomoran tabel sesuai dengan ketentuan pada penomoran;
d. Semua tabel harus dirujuk dalam naskah;
e. Perujukan tabel yang menunjuk tabel tertentu, penulisannya menggunakan Title Case pada tabel (misalnya, …, sebagaimana disajikan pada Tabel 3).
f. Rujukan pertama sebuah tabel dan sajian tabel yang dirujuk harus diletakkan pada halaman yang sama;
g. Tabel yang lebih dari satu halaman tidak boleh disajikan pada bagian utama tetapi disajikan pada lampiran, kecuali merupakan bagian dari pembahasan dan kepala tabel ditulis ulang (gunakan perintah heading rows repeat pada toolbar Table).
h. Judul kepala tabel atau judul kolom harus ringkas dan ditulis pada posisi tengah dengan Title Case.
i. Isian sel tabel yang berupa bilangan disusun berdasarkan nilai tempat bilangan dan isian sel tabel yang berupa frasa/kalimat disusun mengikuti format rata kiri.
Jika berupa frasa ditulis dengan lower case tanpa tanda baca titik (.); kalimat
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
j. Jika diperlukan, ukuran huruf (font) untuk isian sel tabel dapat diperkecil sampai 8 point.
k. Isian sel tabel diketik dengan jarak baris 1 spasi.
l. Garis pemisah horisontal dan batas bawah horisontal harus ada dalam tabel dengan ketebalan ¼ pt;
m. Judul tabel (caption) memuat ringkasan isi tabel dan dapat ditambahkan penjelasan singkat apabila diperlukan;
n. Judul tabel diletakkan di atas tabel dengan ketentuan:
1. Jika hanya satu baris, judul tabel diletakkan di tengah;
2. Jika lebih dari satu baris, penulisan judul tabel menggunakan format menggantung (indent) sejajar dengan huruf pertama judul tabel dan jarak antarbaris 1 spasi, termasuk jarak antarbaris di dalam tabel;
3. Antara judul tabel dan garis atas tabel (heading) diberi jarak 1,5 spasi;
4. Penulisan judul tabel menggunakan Sentence case tanpa tanda baca titik (.).
5. Judul tabel dan tabel tidak boleh disajikan pada halaman yang berbeda;
6. Jika judul tabel dan penjelasannya terlalu panjang, pencantuman dalam daftar isi dapat diringkas tanpa mengurangi makna dan substansinya.
o. Keterangan tabel (jika ada) diletakkan di bawah tabel menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 11 point tanpa mencantumkan kata keterangan;
p. Sumber tabel (khusus untuk data sekunder) diletakkan di bawah tabel setelah keterangan tabel dengan menggunakan jenis dan ukuran huruf yang sama;
q. Hasil keluaran program komputer disajikan dalam tabel yang sudah dimodifikasi (hasil keluaran yang apa adanya disajikan dalam lampiran);
r. Awal alinea atau kalimat setelah sajian tabel (termasuk keterangan tabel dan sumber) diberi jarak 3 spasi.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Tabel 1. Data klimatologi daerah perkebunan tebu Lokasi Perkebunan
Table 2. Kejadian penyakit dan respon ketahanan tanaman tembakau terhadap penyakit layu bakteri.
Perlakuan Kejadian Penyakit (%) Kriteria Ketahanan 1)
Kontrol + 100 R (41-60%), R = Rentan (60-100%). (Sumber: Nadhira et al., 2021)
5.2. Ilustrasi Bentuk Gambar
Penyajian gambar diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Ilustrasi berupa gambar dapat bersumber dari beberapa jenis gambar yaitu:
1) Grafik Statistik
Gambar jenis ini umumnya dihasilkan dari analisis data dengan metode statistik. Beberapa gambar yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
histogram, grafik batang, grafik garis, grafik lingkaran (pie chart), dan diagram pencar.
2) Diagram
Diagram digunakan untuk menggambarkan prosedur atau langkah- langkah dalam suatu proses. Diagram dapat berupa diagram alir, skema, sketsa,
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
komputer dengan menggunakan simbol-simbol program komputer yang baku, sedangkan penyajian skema tidak harus menggunakan simbol-simbol yang baku.
Sketsa merupakan rancangan gambar yang umumnya digunakan untuk membuat rancang bangun, desain mode, dan desain lukisan. Penyajian diagram harus disebutkan sumber acuannya, kecuali hasil kreasi penulis sendiri.
3) Tampilan Menu Program Komputer
Dalam bidang komputer sering diperlukan ilustrasi tampilan menu suatu program. Gambar ini umumnya diperoleh dari penangkapan layar (screen capture).
4) Peta
Peta adalah salah satu jenis gambar yang menjelaskan suatu lokasi tertentu.
Penyajian peta harus diberi skala yang digunakan dan sumber acuannya.
5) Foto Normal dan Mikroskopis
Penyajian foto normal dan mikroskopis harus mencantumkan sumber acuannya. Jika foto normal bersifat pribadi, pencantumannya harus seizin yang bersangkutan. Penyajian foto mikroskopis harus disertai ukuran pembesaran yang dipakai.
b. Gambar harus diletakkan pada paragraf terpisah dengan naskah dan pada posisi tengah secara horisontal tanpa bingkai tambahan;
c. Penomoran gambar menggunakan ketentuan penomoran;
d. Hanya gambar yang dirujuk yang boleh dimuat;
e. Perujukan gambar diletakkan pada halaman yang sama baik sebelum maupun sesudah sajian Gambar yang penulisannya dengan Title Case (misalnya, … sebagaimana disajikan pada Gambar 3);
f. Ukuran gambar diusahakan proporsional dengan ukuran halaman dan secara keseluruhan dapat dibaca dengan jelas. Jika diperlukan, gambar dapat disajikan satu halaman penuh.
g. Garis-garis dan titik-titik pada grafik statistik harus jelas dan tajam serta perlu dihindari tambahan garis pada grafik yang sebenarnya tidak diperlukan. Nama sumbu (baik tegak maupun horisontal) harus jelas dan terbaca dengan ukuran
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
yang diputar ke kiri 90°;
h. Gambar foto normal harus dengan resolusi dan kontras yang baik serta terbaca dengan jelas. Perbesaran maupun pengecilan ukuran gambar tetap harus memperhatikan ratio ukuran atau bentuk asli dari objek;
i. Beberapa gambar sejenis dapat digabung dalam satu judul tetapi harus disajikan dalam satu halaman;
j. Hindari penggunaan tanda, label, atau objek tambahan dalam gambar yang dapat mengganggu atau menutup objek gambar utama;
k. Judul gambar dapat berisi penjelasan singkat yang diletakkan di bawah gambar dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman 11 point, ketentuannya sebagai berikut:
1) Jika hanya satu baris, judul gambar diletakkan di tengah;
2) Jika lebih dari satu baris, judul gambar menggunakan format menggantung (indent) sejajar dengan huruf pertama judul gambar dan jarak antarbaris 1 spasi;
3) Penulisan judul gambar menggunakan Sentence case tanpa tanda baca titik (.);
4) Jarak antara gambar dan keterangan gambar dan atau judul gambar, 2 spasi.
l. Awal alinea atau kalimat setelah sajian gambar (termasuk judul, keterangan keterangan dan sumber) diberi jarak 3 spasi.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
1. Perujukan Gambar
Contoh yang sesuai: (perujukan gambar tertulis dalam naskah)
Virus dari keluarga Microviridae adalah non-enveloped, ssDNA, virus prokariotik dengan simetri ikosahedral T = 1. Ada dua morfologi yang diwakili dalam keluarga Microviridae (Gambar 1), yang bersama dengan organisasi genom, urutan homologi dan host, memisahkan keluarga menjadi dua bagian yang berbeda, genus Microvirus dan tiga genera subkomponen Gokushovirinae.
Gambar 1. (Atas kiri) Rekonstruksi cryo-image dari dua morfologi yang diwakili dalam keluarga Microviridae (Sumber: Dokland et al., 1997).
2. Rasio, proporsi, dan tanda tambahan pada gambar Contoh yang sesuai:
Gambar 2. Gejala penyakit pustule pada daun tanaman kedelai di lapang (A) yang teinfeksi koloni bakteri penyebab pustul bakteri (B) yang dapat ditumbuhkan pada media buatan
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
di tengah naskah, salah satu proporsi gambar tidak seimbang, adanya tambahan objek/label yang menutupi objek/gambar utama, serta perubahan rasio gambar yang tidak sesuai bentuk objek aslinya.
Gambar 2. Gejala penyakit pustul pada daun tanaman kedelai di lapang (A) yang teinfeksi koloni bakteri penyebab pustul bakteri (B) yang dapat ditumbuhkan pada media buatan
Contoh yang tidak sesuai: (penambahan bingkai pada gambar).
Gambar 2. Gejala penyakit pustul pada daun tanaman kedelai di lapang (A) yang teinfeksi koloni bakteri penyebab pustul bakteri (B) yang dapat ditumbuhkan pada media buatan
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Contoh yang sesuai:
Gambar 3. Kerangka analisis manajemen rantai pasok oleh Asian Productivity Organization (APO) (Sumber: Nahidah et al., 2020)
Contoh yang tidak sesuai 1: (Penulisan judul gambar menggunakan Title case)
Gambar 3. Kerangka Analisis Manajemen Rantai Pasok oleh Asian Productivity Organization (APO) (Sumber: Nahidah et al., 2020)
Contoh yang tidak sesuai 2: (Penulisan judul gambar dengan 1,5 spasi)
Gambar 3. Kerangka analisis manajemen rantai pasok oleh Asian Productivity Organization (APO) (Sumber: Nahidah et al., 2020)
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
ditengah (centered)).
Gambar 3. Kerangka analisis manajemen rantai pasok oleh Asian Productivity Organization (APO) (Sumber: Nahidah et al., 2020)
4. Informasi pada gambar yang berupa grafik Contoh yang sesuai:
Gambar 4. Koefisien aliran tahunan tiap-tiap skenario DAS Ciliman tahun 2015
Contoh yang tidak sesuai: (informasi pada sumbu vertikal dibuat horisonal)
Gambar 4. Koefisien aliran tahunan tiap-tiap skenario DAS Ciliman tahun 2015
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Contoh yang sesuai:
Gambar 5. Pengaruh aplikasi agens pengendali hayati terhadap keparahan penyakit hawar pada kedelai
Contoh yang tidak sesuai: (memuat beberapa garis tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan seperti bingkai grafik dan garis bantu minor)
Gambar 5. Pengaruh aplikasi agens pengendali hayati terhadap keparahan penyakit hawar pada kedelai
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Contoh yang sesuai:
Gambar 6. Rerata nilai kadar lemak (A) dan kadar protein (B) dalam susu pasteurisasi dengan penambahan biji chia (Salvia hispanica) dengan level yang berbeda.
Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa penambahan biji chia dengan level yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak susu pasteurisasi. Rerata kadar lemak susu pasteurisasi dengan penambahan biji chia secara berurut (C0, C1, C2 dan C3) yaitu 4,69%, 5,77%, 5,70% dan 6,33% (Gambar 5).
Contoh yang tidak sesuai: (Awal kalimat dari Alinea/paragraph baru ditulis tanpa jarak dengan bagian akhir sajian gambar).
Gambar 6. Rerata nilai kadar lemak (A) dan kadar protein (B) dalam susu pasteurisasi dengan penambahan biji chia (Salvia hispanica) dengan level yang berbeda.
Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa penambahan biji chia dengan level yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
penambahan biji chia secara berurut (C0, C1, C2 dan C3) yaitu 4,69%, 5,77%, 5,70% dan 6,33% (Gambar 5).
53 LAMPIRAN
Kumpulan lampiran dalam format DOC/DOCX dapat diakses melalui pemindai QR code atau tautan dengan klik pada QR code
KOMPARASI USAHATANI CABAI RAWIT LOKAL DAN HIBRIDA SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN TOTAL RUMAH TANGGA PETANI
SKRIPSI
Oleh:
Juwita Febriana NIM 101510601041
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER 2021
RESPON KETAHANAN TERHADAP STRES GENANGAN 6 VARIETAS TEBU
TESIS
Oleh:
Silvia Fitri Mei Arini, S.P.
NIM 121520101002
PROGRAM STUDI MAGISTER AGRONOMI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER 2014
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM RESI GUDANG PRODUK PERTANIAN DI JAWA TIMUR
DISERTASI
Oleh:
Ir. Sulistyaningsih, M.M.
NIM 141530101001
PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER 2019
KOMPARASI USAHATANI CABAI RAWIT LOKAL DAN HIBRIDA SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN TOTAL RUMAH TANGGA PETANI
SKRIPSI
diajukan guna memenuhi salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program Sarjana pada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember
Oleh:
Juwita Febriana NIM 101510601041
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER 2021
PUBLIKASI
Hasil penelitian dalam Tesis ini telah dipublikasikan/didiseminasikan dalam bentuk:
A. Publikasi ilmiah:
Rejeki, D., Addy, H. S., & Narulita E. (2021). Partial characterization of bacteriophages from indonesia and its potency as biocontrol of Xanthomonas oryzae pv. oryzae. International Journal of Agriculture and Biology, 25(1), 75-80.
B. Presentasi ilmiah:
Rejeki, D. (2019). Characterization of bacteriophages infecting Xanthomonas oryzae pv. oryzae. (19-21 Agustus 2019) The 6th International Conference on Bacterial Blight of Rice, Can Tho City, Vietnam.
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan untuk:
MOTO
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”
(Q.S Al-Insyirah : 5)
“Pengalaman adalah apa yang kita dapatkan ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan”
(Enio Carvalho)
“Sedikit pengetahuan yang diterapkan jauh lebih berharga ketimbang banyak pengetahuan yang tak dimanfaatkan”
(Kahlil Gibran)
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
NIM :
menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul ”Peran Modal Sosial dalam Penggaduhan Sapi pada Kelompok Tani Margo Asri Desa Pontang Kecamatan Ambulu” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak mana pun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.
Jember, Juli 2021 Yang menyatakan,
(tanda tangan) Nama Lengkap NIM
SKRIPSI
UJI EFEKTIVITAS PSEUDOMONAS PENDAR-FLUOR DALAM MENGENDALIKAN PUSTUL BAKTERI (Xanthomonas axonopodis
pv. glycines) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.)
Oleh:
Anindya Salsabila NIM. 151510501148
Pembimbing
Dosen Pembimbing Skripsi : Hardian Susilo Addy, S.P., M.P., Ph.D.
NIP 198011092005011001
PENGESAHAN
Skripsi berjudul “Dampak Pengolahan Tanah Padi Sawah dan Ameliorasi terhadap Sifat Fisik Vertisol serta Hasil Kedelai Setelah Padi” telah diuji dan disahkan pada:
Hari : Rabu
Tanggal : 15 April 2015
Tempat : Fakultas Pertanian Universitas Jember
Dosen Pembimbing Skripsi:
(tanda tangan) Ati Kusmiati, SP., MP.
NIP 197809172002122001
Dosen Penguji II (tanda tangan)
Ir. Niken Sulistyaningsih, M.S.
NIP 196602231987122001
Dosen Penguji II, (tanda tangan)
Ir. Gatot Sukarno, M.P.
NIP 197702121999122001
Mengesahkan Dekan, (tanda tangan) Prof. Dr. Ir. Soetriono, M.S.
NIP 196602121987121001
RINGKASAN
Dampak Pengolahan Tanah Padi Sawah dan Ameliorasi terhadap Sifat Fisik Vertisol serta Hasil Kedelai Setelah Padi; Bagus Dhananing Satwikaputra, 021510301234; 2006: 36 halaman; Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Vertisol adalah salah satu jenis tanah yang potensial sebagai lahan pertanian.
Vertisol yang disawahkan dengan bentuk pola tanam bergiliran padi-palawija, sering menimbulkan masalah terjadinya perubahan fisik tanah. Hal tersebut berkaitan dengan cara pengolahan tanah yang berbeda untuk tanaman padi dan palawija. Tanaman padi memerlukan pelumpuran, sedangkan tanaman palawija tidak. Pelumpuran tanah berakibat terhadap perubahan fisik tanah. Hasil palawija setelah padi yang rendah diduga disebabkan oleh kondisi sifat fisik tanah akibat pelumpuran. Oleh karena itu, diperlukan cara pengolahan tanah yang baik dan ameliorasi untuk mengurangi pengaruh tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh berbagai macam cara pengolahan tanah sawah dan penggunaan blotong sebagai amelioran terhadap: (1) perubahan sifat fisik tanah, (2) hasil padi dan kedelai setelah padi. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai suatu bentuk pengolahan vertisol yang tepat untuk disawahkan dengan pola tanam padi-palawija.
Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap percobaan lapangan secara berkesinambungan. Pada percobaan tahap pertama diuji macam-macam cara pengolahan tanah sawah, yaitu pengolahan secara kering, pengolahan tanah sawah intensif dan pengolahan tanah sawah tradisional, serta pengaruh pemberian amelioran. Blotong digunakan sebagai amelioran dan diberikan bersamaan dengan saat pembajakan. Takaran blotong yang diberikan tiga puluh ton per hektar.
Pengolahan tanah kering dilakukan dengan pencangkulan tanah pada kondisi kering-penggenangan-penggaruan dengan garu bergigi. Pengolahan tanah intensif:
penggenangan-pembajakan empat kali dengan arah berbeda-penggaruan dengan
penggaruan dengan garu tanpa gigi.
Percobaan tahap kedua dilakukan segera setelah selesai panen padi untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah dan ameliorasi. Pengolahan tanah bekas sawah untuk mempersiapkan lahan tanaman kedelai dilakukan dengan pem-bajakan secara kering tanpa ameliorasi. Analisis perubahan sifat fisik tanah (BV, BJ, porositas, konduktivitas hidrolik, stabilitas agregat, derajat kerut, kapasitas penyimpanan air, konsistensi tanah, dan kurva karakteristik air tanah) dilakukan sebelum percobaan, sesudah panen padi, dan sesudah panen kedelai. Pengamatan ke dalam lumpur dan persen pelumpuran dilakukan setelah pengolahan tanah untuk padi sawah. Varietas padi yang ditanam pada percobaan tahap pertama IR 64, sedangkan kedelai yang ditanam pada percoban tahap kedua varietas genjah lokal.
Produksi padi dan kedelai dibandingkan antarperlakuan.
Penelitian disusun menurut percobaan berfaktor 3 × 2 dengan 5 ulangan.
Rancangan dasar yang digunakan dalam percobaan ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan enam kombinasi perlakuan. Beda antarperlakuan diuji dengan Duncan pada taraf 5%.
Tiga cara pengolahan tanah yang diuji tidak mengurangi perubahan sifat fisik tanah akibat proses pelumpuran. Ameliorasi dengan blotong 30 ton per hektar memperbaiki sifat fisik tanah dalam hal mengurangi 8% kepadatan tanah, 43%
stabilitas agregat, 6% derajat kerut, meningkatkan 7,68% porositas, dan 8,69%
konduktivitas hidrolik jenuh. Penambahan blotong pada tanah sawah dapat memperbaiki konsistensi tanah dan meningkatkan kisaran air tersedia serta berpengaruh pula terhadap pola karakteristik air tanah. Pengolahan tanah setelah padi dapat menurunkan 3,2% berat volume tanah, 17% stabilitas agregat, dan meningkatkan 2,28% porositas. Kombinasi perlakuan pengolahan tanah sawah intensif dan ameliorasi dapat meningkatkan 6,7% hasil padi serta meningkatkan 9,9% hasil kedelai setelah padi.
SUMMARY
Effectiveness Test of Pseudomonas pendar-fluor in Controlling the Pustule of Bacteria (Xanthomonas axonopodis pv. glycines) at the Soybean Plants (Glycines max. L); Anindya Salsabila, 151510501148; 2020: 36 pages;
Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, University of Jember.
Soybean (Glycine max L.) is a food crop of legumes. The role of soy is very important besides being used as food, soybean plants can be used as green fertilizer and animal feed. Soybean productivity (tons) in Indonesia, especially in Jember, East Java, has declined from the past 4 years, 2015 to 2017. Factors that influence the decline are plant-disturbing organisms. OPT attack on soybean plants is bacterial pustules caused by Xanthomonas axonopodis pv. glycines. Control of bacterial pustules can be done with the use of biological agents by utilizing the bacterium Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) (Pseudomonas pendar-fluor). This research was conducted to determine the effectiveness of several concentrations of biological agents (106 cfu/ml, 107 cfu/ml, 108 cfu/ml, and 109 cfu/ml) in controlling bacterial pustules.
The results of isolation from the leaves of soybean plants were X. axonopodis pv. glycines, which produce positive reactions in gram tests, are pathogenic and have high virulence which can cause leaves to turn necrotic. The PGPR bacteria obtained by isolation from the roots of elephant grass are Pseudomonas pendar-fluor bacteria because they have pendar-fluorescent pigments that can be seen under UV light. Pseudomonas pendar-fluor bacteria are gram negative bacteria and are not classified as pathogens. In vitro testing of Pseudomonas pendar-fluor bacteria using YDA, King's B and NA media was able to inhibit the development of X. axonopodis pv. glycines by producing inhibition zone diameters in the form of clear zones that vary with a diameter range of 0.81 to 1.15 mm and in this in vitro test is able to suppress the development of pathogens by producing siderophores and antibiotics as well as being bacteriostatic.
pendar-fluor bacteria against X. axonopodis pv. glycines significantly affect the severity of the disease. The highest percentage of disease severity at 28 dai (days after inoculation) was 38.7% in control, while the lowest disease severity was at 109 cfu/ml with 18.94% with an effectiveness value of 51.11%. The disease incidence and infection rates were not significantly different between treatments with the lowest value at a concentration of 109 cfu/ml, respectively 16.67% and 0.102 units/day. However, a minimum concentration of 107 cfu/ml can control bacterial pustules.
PRAKATA
Puji syukur ke hadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Kestabilan Produksi Sepuluh Genotipe Kedelai (Glycine max, L.) dari Sepuluh Seri Percobaan”.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Dr. Ir. M. Setyo Poerwoko, M.S., selaku Dosen Pembimbing Utama, Ir. Kacung Hariyono, M.S., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Anggota I, dan Ir. Setiyono, M.P., selaku Dosen Pembimbing Anggota II yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan perhatian dalam penulisan skripsi ini;
2. Ir. Didik Pudji Restanto, M.S., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah membimbing selama penulis menjadi mahasiswa;
3. Bapak/Ibu Suraji dan Bapak/Ibu Sumaji sekeluarga yang telah memberikan dorongan dan doanya demi terselesaikannya skripsi ini;
4. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat.
Jember, Februari 2014
Penulis
3.2. Instrumentasi Penelitian ... 21
3.3. Metode dan Prosedur Pelaksanaan ... 22
3.4. ... 28
3.5. Analisa Data ... 32
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 33
4.1. Hasil Penelitian ... 33
4.1.1. Pengaruh Kemiringan Lahan terhadap Karakter Agronomis Kopi Arabika ... 33
4.1.2. Produktivitas Kopi Arabika pada Dataran Tinggi ... 36
4.2. Pembahasan ... 38
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Hal
2.1 Perbedaan kandungan teh hijau dan teh hitam ... 7 4.1 Rata-rata luas zona hambatan teh hijau dan teh hitam
konsentrasi 25%, 50% terhadap pertumbuhan S. mutans (cm) 18 4.2 Hasil uji Kruskal Wallis rata-rata zona hambatan teh hijau
dan teh hitam konsentrasi, 25%, 50% terhadap
pertumbuhan S. mutans ... 19 4.3 Perbandingan antara teh hijau konsentrasi 50% dengan
the hijau konsentrasi 25% terhadap pertumbuhan
S. mutans ... 23
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Hal
2.1 Rangka struktur kation flavium dan penomoran atom karbonnya 7 2.2 Struktur senyawa antosianidin ... 18 2.3 Perubahan struktur antosianidin menjadi basa karbinol 19 3.1 Diagram alir ekstraksi antosianin dari kulit buah duwet 23 3.2 Histrogram toral rendemen pada ekstraksi menggunakan
variasi jenis pelarut dan kondisi suhu ekstrasi ... 24 3.3 Histogram konsentrasi antosianin pada ekstraksi menggunakan
variasi jenis pelarut dan kondisi suhu ekstraksi ... 26 4.1 Histogram rendemen antosianin pada ekstraksi menggunakan
variasi jenis pelarut dan kondisi suhu ekstraksi ... 29 4.2 Grafik pengaruh pH terhadap intensitas warna pigmen antosianin 30
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul Hal
1 Gambaran responden konsumen Kopi Wulan ... 7 2 Lampiran penilaian responden kepuasan produk “Kopi Wulan” 18
1 Gambaran responden konsumen Kopi Wulan ... 7 2 Lampiran penilaian responden kepuasan produk “Kopi Wulan” 18