• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV SARAN DAN MASUKAN RESPONDEN

4.4. Bagian Kepatuhan Internal, Kinerja dan Harmonisasi Peraturan

Bagian Kepatuhan Internal Kinerja dan Harmonisasi Peraturan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.01/2018 mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi di bidang kepatuhan proses bisnis, kode etik, disiplin pegawai, dan penyusunan rekomendasi terhadap keputusan pimpinan dari segi pengendalian kode etik serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja, manajemen risiko, penelaahan rancangan peraturan di tingkat

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 25

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

DJPPR. Adapun Subbagian yang mendukung Bagian KIKHP adalah Subbagian Kepatuhan Internal, Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Kepatuhan, Subbagian Pengelolaan Kinerja dan Risiko Organisasi dan Subbagian Harmonisasi Peraturan. Masukan dan saran dari responden terhadap layanan yang terdapat pada Bagian KIKHP, yaitu:

- Untuk pegawainya di level pelaksana luar biasa komitmen dan kemampuan dalam melaksanakan tugas. Seyogyanya sebagai pejabat yang merupakan role model kepatuhan alangkah baiknya memberikan contoh yang baik, dalam bersikap, berkata, dan bertingkah laku.

- Secara umum kinerja KI sudah sangat baik, pejabat dan pegawainya ramah dan kooperatif. Semoga sehat selalu. Sedikit masukan, agar beberapa prosedur bisa diperjelas, kemudian didukung juga dengan teknologi/nadine. Misalnya jika SOP belum memungkinkan untuk ttd via nadine, dilakukan perubahan SOP. Untuk asistensi pemeriksaan perlu diperjelas prosedur dan mekanisme koordinasinya karena kadang terjadi penyampaian dokumen yang belum tercatat/jadwal yang tidak sesuai.

- Terkadang permintaan dokumen bersamaan dengan permintaan dokumen dari auditor eksternal sehingga kesulitan dalam melayani permintaan dokumen yang bersamaan.

- mohon untuk semakin ketat dalam pengawasan kehadiran pegawai, terutama yang presensi kehadirannya sering tidak sesuai (berturut-turut atau tidak), namun "diputihkan" karena surat tugas atau mekanisme lain yang dibolehkan.

- Asistensi dapat ditingkatkan lagi.

- Temuan oleh Auditor juga dipelajari oleh Setditjen. Capaian IKU melihat kemampuan dari masing-masing Direktorat.

Adapun saran dan masukan responden yang terkait dengan masing-masing layanan di Bagian KIKHP adalah sebagai berikut:

a. Subbagian Kepatuhan Internal, Layanan Pemantauan Pengendalian Intern (penyusunan perangkat pemantauan, pelaksanaan pemantauan, dan penyampaian laporan) pada Unit Eselon II

1) Agar dirotasi tusi yg direview, sehingga tidak produk/proses itu2 saja yg direview, tapi bisa beralih ke produk/proses lain yang bisa jadi sangat krusial tetapi kurang mendapat perhatian.

2) Agar inovasi layanan menjadi perhatian. Sebaiknya edukasi dan sosialisasi layanan untuk secara rutin dan berkesinambungan dilaksanakan.

3) Izin mengusulkan untuk melakukan pemantauan kepatuhan penggunaan BMN.

4) Lebih disosialisasikan lagi hasil/output,prosedur, dan waktu

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 26

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

penyelesaian di beberapa layanan.

5) Pemahaman probis client bisa ditingkatkan.

6) Perlu ada kejelasan mengenai dokumen apa saja yang dibutuhkan.

7) Saya kurang memahami pengendalian internal yang dilakukan terhadap PDPPI, tujuan, dan objektifnya.

8) Untuk pengendalian internal mungkin lebih tepat tetap dikoordinasikan PAPH (tidak langsung masing-masing subdit).

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Kepatuhan, Layanan Koordinasi Pelaksanaan Pemeriksaan Aparat Pengawas

1) Sudah sangat baik dalam melakukan kordinasi terkait konsep temuan BPK dan pemenuhan dokumen pemeriksaan.

2) Perlu ditingkatkan koordinasi dengan pemeriksa dan unit terkait.

3) Agar lebih dikedepankan prinsip satu pintu. Untuk unit koordinator aparat pengawasan, diusulkan hanya 1 unit saja dimana saat DJPPR punya 2 unit koordinator dimana terkait prosedur/koordinasi di Setditjen sedangkan substansi tanggapan/dokumen di EAS.

4) Bagian KIKHP diharapkan dapat menjalankan fungsi yang lebih baik sebagai reviewer dari pelaksanaan pemeriksaan (tidak hanya menjadi kompilator) dan lebih aktif dalam menjalankan koordinasi dan menjembatani komunikasi dengan auditor. Selain itu diharapkan pula mampu memberikan informasi yang diperlukan oleh unit internal DJPPR yang menjadi objek pemeriksaan.

5) Asistensi yang diberikan kadang tidak membantu dalam menyiapkan dokumen yg dibutuhkan.

6) Untuk koordinasi dengan aparat pengawas (Itjen atau BPK) agar unit teknsi daapt dibantu secara intensif, untuk Itjen harap untuk DJPPR jangan dijadikan satu dengan UE I lain saat one on one meeting ,supaya diskusi lebih efektif dan efisien.

c. Subbagian Pengelolaan Kinerja dan Risiko Organisasi, Layanan Reviu dan Asistensi/konsultasi penyusunan Kontrak Kinerja Kemenkeu One s/d Five

1) Tidak setiap target untuk dapat selalu di-upgrade setiap periode (tiap tahun). Target yang ada sudah cukup menantang (berat).

2) Kiranya dapat memberikan informasi terkait update penyusunan Kontrak Kinerja.

3) Penyelesaian Kontrak Kinerja perlu memperhitungkan waktu yang diperlukan untuk masing-masing unit. Perlu juga bantuan komunikasi ke pimpinan unit yang kurang care terhadap batasan waktu Kontrak Kinerja yang sudah ditentukan.

4) Pemberian informasi terkait peraturan-peraturan yang berlaku sangat baik, selain itu dalam penyusunan IKU telah memberikan

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 27

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

informasi terkait penyusunan IKU yang berkualitas, agar ditingkatkan.

5) Agar ditingkatkan terkait review terkait KK.

6) Perlu membuat guidelines yang lebih jelas tentang pengelolaan kinerja, agar tidak muncul pertanyaan yang sama setiap tahun dan pegawai dapat merumuskan kinerja dengan lebih baik. Selain itu, perlu asistensi terhadap unit yang fokus menangani unclassified cases yang unexpected dan urgen, seringkali kejadian ini tidak ter-capture di kinerja sehingga men-downgrade unit dan mempengaruhi citra unit dimaksud saat dibandingkan dengan unit lain yang lebih clear dari unclassified issues.

7) Asistensi sudah dilakukan namun belum mampu membantu penyusunan IKU yang benar-benar mencerminkan beban pekerjaan yang dilaksanakan.

8) Mohon untuk dapat dilakukan sosialisasi ulang terkait dengan penyusunan KK dan manual IKU, terima kasih.

9) Terkait dengan kinerja, sudah bagus namun perlu sedikit improvement terutama pada bagian kejelasan informasi dan petunjuk pelaksanaan kepada setiap Direktorat.

10) Kiranya terdapat sosialiasi berkenaan penyusunan Kontrak Kinerja beserta manual dan CKP raw data nya.

11) Untuk IKU Kemenkeu One s.d. Five perlu dilakukan diseminasi ulang.

12) Saya tidak mendapat kejelasan terkait penghapusan IKU saya.

Malah dioper-oper terus.

13) Sudah baik, terkadang permasalahan terjadi saat penulisan kata pada Kontrak Kinerja.

14) Seringkali KI memaksakan dalam pengaturan skor di IKU.

15) Kinerja Bagian KIKHP sudah baik. Setiap tahun IKU harus selalu naik capaiannya agar menjadi tantangan bagi sebuah unit, namun saya rasa dengan "harus selalu naik capaiannya" perlu juga reward apabila "capaian yang menantang" tersebut berhasil diraih.

d. Subbagian Harmonisasi Peraturan, Layanan Reviu Legal Drafting dan Harmonisasi Atas Draft Peraturan/Keputusan Bidang Tugas DJPPR 1) Lebih tingkatkan terkait kejelasan waktu penyelesaian penyusunan

peraturan/keputusan.

2) Perlu diperkuat koordinasi dalam konteks pendampingan legal drafting.

3) Harmonisasi peraturan masih belum terlihat, masih hanya berdasar pengajuan Eselon II terkait.

4) Apabila dari Direktorat teknis telah menerbitkan PMK baru, diharapkan bagian KI dapat lebih pro aktif dalam mendampingi

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 28

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

penyusunan aturan turunannya (Perdirjen, Kepdirjen dsb).

5) Layanan Bagian Kepatuhan Internal, Kinerja, dan Harmonisasi Peraturan sudah cukup bagus. Perlu lebih aktif dalam pembahasan regulasi di Direktorat teknis.