BAB IV SARAN DAN MASUKAN RESPONDEN
4.3. Bagian Keuangan
Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan DJPPR. Bagian Keuangan terdiri dari 3 Subbagian yaitu Subbagian Penyusunan Anggaran, Subbagian Perbendaharaan, dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.
Masukan dan saran dari responden terhadap layanan yang terdapat pada Bagian Keuangan adalah sebagai berikut:
- Pemberian waktu penyelesaian penugasan terlalu sempit
• Agar diberikan rambu-rambu utama dan reminder yang lebih reguler;
• Target waktu yang terlalu sempit dan kadang terburu-buru;
• Agar waktu untuk dibahas bisa lebih panjang dan lebih baik lagi kalau ada pemahaman terhadap proses yang ada di client. Mungkin bisa diadakan semacam magang agar bisa mengetahui proses yang berlangsung.
• Seringkali waktu (yang diberikan) terlalu mepet.
- Respon dan kecepatan pegawai perlu ditingkatkan
• Untuk DIPA/Revisi POK - Prosedur sudah jelas dan dapat dimengerti namun terkadang kurang responsif dalam memberikan pelayanan.
Untuk Pencairan Dana - Pegawai kurang responsif dalam memberikan pelayanan seperti dalam menjawab pertanyaan terkait SPJ terutama terkait honorarium. Untuk LTPK - Sudah sangat baik dan jelas dalam
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 22
Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020
prosedur maupun pelayanan.
• Perlu ditingkatkan kecepatan penyelesaian tugas.
- Perlunya sosialisasi layanan dan prosedur Bagian Keuangan
• Pemahaman terhadap ketentuan peraturan dan pemberlakuannya oleh pelaksana kegiatan agar lebih ditingkatkan.
• Sebaiknya edukasi dan sosialisasi layanan untuk secara rutin dan berkesinambungan dilaksanakan.
• Di masa WFH kadang prosedur nya jadi lebih lama, tp pegawai sigap menanggapi pertanyaan, overall sudah baik.
Adapun saran dan masukan responden yang terkait dengan masing-masing layanan di Bagian Keuangan adalah sebagai berikut:
a. Subbagian Penyusunan Anggaran, Layanan Penyusunan DIPA, Revisi DIPA dan Dokumen revisi POK BA 015
1) Perlunya fleksibilitas waktu pelaksanaan revisi anggaran
▪ Layanan Bagian Keuangan sudah cukup bagus, perlu dipertimbangkan fleksibilitas untuk revisi anggaran sesuai dinamika organisasi.
▪ Permintaan bahan masukan revisi dll agar disampaikan dengan mempertimbangkan waktu sehingga tidak terburu-buru dalam penyelesaiannya.
2) Perlunya penyampaian prosedur revisi yang lebih jelas
▪ Pada waktu revisi POK terakhir, prosedur yang disampaikan mungkin akan menghasilkan hal yang berbeda dari yang diusulkan sehingga pada akhirnya revisi tidak dilaksanakan karena tidak ada kepastian. Amat disayangkan bahwa dana POK Dit. SUN harus dikembalikan karena tidak adanya kepastian hasil tersebut.
3) Perlunya koordinasi dan komunikasi informasi yang lebih baik
▪ Dalam hal penganggaran kegiatan strategi komunikasi yang terpusat di setditjen, perlu adanya meeting dengan Direktorat teknis di awal tahun untuk menyampaikan apa saja kegiatan di Direktorat teknis (berdasarkan usulan kegiatan yang telah disampaikan Direktorat teknis sebelumnya) yang budget-nya di-cover oleh Setditjen untuk diadakan sendiri oleh Direktorat teknis tersebut, dan mana yang budget-nya dicover dalam bentuk kegiatan bersama se-DJPPR.
▪ Layanan agar dipertahankan. Jika dibutuhkan input unit Eselon II atas perubahan POK yang mendesak agar bisa dikomunikasikan terlebih dahulu secara informal supaya lebih cepat.
▪ Perlu diinfokan lebih detail dan jelas terkait adanya efisiensi/penghematan.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 23
Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020
▪ Usulan penambahan anggaran yang dibiayai oleh Setditjen agar lebih dikoordinasikan lagi, usulan sudah disepakati dalam pembahasan dan sudah disampaikan secara formal, tetapi pelaksanaannya tidak bisa dilaksanakan karena kurang cermat dalam prosesnya.
▪ Bagian Keuangan cukup responsif dan membantu dalam revisi POK dan pencairan dana. Namun terkait koordinasi dengan bagian lain terkait revisi POK mungkin perlu ditingkatkan.
4) Perlunya tinjauan kesesuaian pengalokasian anggaran dan rencana kegiatan
▪ Dalam rangka integrasi IKU dan anggaran, bagaimana kemudian pemantauannya? Sehingga koordinasi IKU dan keuangan menjadi dalam 1 forum dan semua isu terbahas.
Untuk anggaran diharapkan dapat juga dialokasikan untuk implementasi ISRBTK di level Eselon II, dimana saat ini ada Duta TK di Eselon II.
▪ Pengalokasian anggaran tidak sejalan dengan kebutuhan.
b. Subbagian Perbendaharaan, Layanan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM)
1) Waktu penyelesaian tagihan relatif lama
▪ Waktu penyelesaian SPM terkadang lambat dan perbedaan standar antar PPK dari masing masing Direktorat terkadang terjadi.
▪ Sekarang pencairan SPJ lamaaa.
▪ Dalam pembayaran uang saku DL maupun lemburan masih terbilang relatif lama.
2) Perlunya sosialisasi prosedur dan/atau Aturan Pelaksanaan Pembayaran seperti PMK Pembayaran dan SBM
▪ Mohon untuk menyampaikan aturan-aturan yang belum disebutkan di PMK/Surat Edaran/Perdirjen/dsb mengenai proses pencairan dana kepada unit Eselon II lingkup DJPPR secara tertulis. Termasuk juga kebijakan dari KPA/PPK/PPSPM mohon agar disampaikan secara tertulis dan sekaligus.
▪ Mohon untuk kebijakan PPSPM agar dikoordinasikan dengan PPK sebelum disampaikan ke unit Eselon II lingkup DJPPR, agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
▪ Mohon agar dalam proses pencairan dana, apabila ada kesalahan dari pihak PPK, dokumen kegiatan dikembalikan ke PPK bukan ke pengelola kegiatan.
▪ Mohon untuk tidak merendahkan setiap pendapat/usulan dari pegawai dari unit Eselon II lingkup DJPPR.
▪ Agar proses di bagian keuangan menyesuaikan dengan kondisi
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 24
Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020
pandemi Covid-19, sebagai contoh masih ada dokumen yang membutuhkan tanda tangan basah pegawai sehingga diperlukan kedatangan fisik ke kantor
▪ Kejelasan prosedur pencairan dana mungkin perlu disosialisasikan /diedarkan.
▪ Mohon untuk potongan-potongan honor dapat diseragamkan dengan Eselon I lain yang dalam pemotongan honor lebih moderat.
3) Pertimbangan pembayaran dimuka untuk beberapa tagihan
▪ Untuk zoom harusnya langsung saja diberikan lumpsum karena harganya standar dan ketahuan berapa dollar, tidak perlu menunggu tagihan CC, prosesnya jadi lama.
▪ Sebaiknya jika seorang pegawai ditugaskan dinas luar (baik dalam maupun luar negeri) SPD nya disiapkan sebelum menjalankan tugas, atau kalau belum memungkinkan setelah melaksanakan tugas tapi dalam waktu yg singkat.
4) Perlunya aplikasi pemantauan pengerjaan tagihan, revolving Uang Persediaan setiap Direktorat, dan peningkatan komunikasi terkait pencairan dana
▪ Sudah baik, namun perlu dipertimbangkan untuk dapat membangun infrastruktur IT untuk mengukur historis durasi waktu pergerakan dokumen SPJ dari unit ke Bag. Keuangan s.d.
KPPN mengingat masih ada laporan dokumen SPJ tertahan/lama di suatu tempat, agar dapat lebih mudah di-track dan dilakukan perbaikan.
▪ Uang persediaan yang di Bendahara Pengeluaran Pembantu kurang maksimal penggunaannya.
▪ Konsultasi terkait pencairan dana kurang tanggap dan cepat.
c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan, Layanan Penyusunan Laporan Triwulan Pelaksanaan Kegiatan (LPTK) DJPPR 2019
Perlu adanya keseimbangan hubungan kerja dan pembagian beban tanggung jawab pekerjaan yang proporsional. selama berhubungan dengan Bagian Keuangan pada akuntansi pelaporan, peran staf begitu menonjol dan menanggung beban tanggung jawab yang tidak seimbang.