• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KINERJA LAYANAN

3.3. Hasil Survei Kepuasan Pengguna 21 Layanan Setditjen

Pengolahan data responden terhadap 21 layanan sebagaimana Tabel 1.1.

tersebut di atas, diperoleh hasil Survei Kepuasan Layanan Sekretariat DJPPR sebagaimana Tabel 3.1. berikut:

Kejelasan prosedur Waktu penyelesaian Hasil Layanan Kompetensi

Pegawai Prilaku Pegawai

SETDITJEN 4,51 4,48 4,54 4,59 4,64

TI 4,63 4,57 4,64 4,7 4,71

UMUM 4,47 4,44 4,45 4,55 4,64

KIKHP 4,48 4,49 4,51 4,55 4,62

KEUANGAN 4,51 4,46 4,55 4,6 4,63

SDM 4,46 4,49 4,54 4,58 4,62

OTLLI 4,48 4,44 4,53 4,56 4,65

SETDITJEN TI UMUM KIKHP KEUANGAN SDM OTLLI

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

11

Tabel 3. 1.

Hasil Survei Kepuasan Layanan Sekretariat DJPPR Tahun 2020

No. Bagian/Subbagian Nama Layanan T R dan Pengembangan Karir SDM

Layanan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala

4,20 205 4,50 4,55 4,60 4,62 4,61 4,58 109,05

Subbagian Pengembangan

Kapasitas SDM Layanan Penyelenggaraan

Diklat 4,20 321 4,50 4,48 4,54 4,59 4,63 4,55 108,33 Subbagian Manajemen

Informasi dan Layanan SDM

Layanan Kelengkapan Dosir

Pegawai 4,20 219 4,39 4,45 4,47 4,54 4,61 4,49 106,90

3. Bagian Keuangan 4,20 4,51 4,46 4,55 4,60 4,63 4,55 108,33

Subbagian Penyusunan Anggaran

Penyusunan DIPA, Revisi DIPA, dan Dokumen Revisi POK BA 015

4,20 131 4,53 4,48 4,57 4,60 4,67 4,57 108,81

Subbagian Perbendaharaan

Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM)

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

12 dan Penyampaian Laporan) pada Unit Eselon II

Subbagian Pemantauan

dan Evaluasi Kepatuhan Koordinasi Pelaksanaan Pemeriksaan Aparat Kontrak Kinerja Kemenkeu One s.d. Five

4,20 257 4,49 4,49 4,52 4,58 4,63 4,54 108,10

Subbagian Harmonisasi

Peraturan Reviu Legal Drafting dan Harmonisasi atas Draft Peraturan/ Keputusan

Subbagian Layanan Gaji

dan Tata Usaha Layanan Kearsipan 4,20 106 4,31 4,27 4,25 4,40 4,56 4,36 103,81 Subbagian Rumah Tangga Pemeliharaan BMN di

lingkungan DJPPR 4,20 157 4,47 4,49 4,48 4,56 4,63 4,52 107,62 Subbagian Pengadaan dan

Pengelolaan Barang Milik Negara

Teknologi Informasi Layanan Penyusunan Dokumen User Requirement Sistem Aplikasi

4,20 112 4,65 4,54 4,65 4,72 4,72 4,66 109,13

Seksi Pengembangan dan Implementasi Sistem I

Layanan Pembangunan, Pemeliharaan/

Pemuktahiran, Akses Data

4,20 109 4,53 4,44 4,52 4,59 4,64 4,54 106,32

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

13

No. Bagian/Subbagian Nama Layanan T R

ASPEK LAYANAN

C %

1 2 3 4 5

Informasi dan Pelatihan Aplikasi Pinjaman, Hibah, Kesekretariatan, dan PDPPI Seksi Pengembangan dan

Implementasi Sistem II

Layanan Pembangunan, Pemeliharaan/

Pemuktahiran, Akses Data Informasi dan Pelatihan Aplikasi SBN dan PRKN Pengguna dan Pengelola User Account, Domain, dan

1 : Kejelasan Prosedur 2 : Waktu Penyelesaian 3 : Hasil Layanan 4 : Kompetensi pegawai 5 : Prilaku Pegawai

: warna hijau menunjukkan capaian di atas capaian Setditjen 2020

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 14

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

Berdasarkan hasil survei terhadap 21 layanan yang terdapat di Setditjen yang merupakan representasi salah satu layanan yang dilaksanakan oleh Subbagian-Subbagian yang terdapat di Setditjen. Adapun hasil capaian berdasarkan 5 aspek layanan diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Jumlah responden untuk masing-masing layanan di atas 30 orang, dengan demikian telah memenuhi minimal responden dan nilai yang diperoleh dapat mewakili masing-masing layanan;

b. keseluruhan 21 layanan Setditjen tersebut berdasarkan 5 aspek layanan mendapatkan skor di atas 4 dengan kategori baik;

c. Tidak terdapat skor atas aspek layanan yang di bawah target sebesar 4,2;

d. Persentase capaian Setditjen dengan target 4,20 dan realisasi 4,56 adalah 108,57%. Dengan persentase layanan yang paling rendah yaitu Layanan Kearsipan sebesar 103,81% dan persentase layanan tertinggi yaitu Layanan Instalasi, Pemeliharaan Perangkat Pengguna dan Pengelola User Account Domain dan E-mail sebesar 110,07%.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 15

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

BAB IV

SARAN DAN MASUKAN RESPONDEN

Salah satu yang menjadi alat untuk meningkatkan layanan yang ada di Setditjen adalah masukan dan saran dari responden. Masing-masing responden diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan saran layanan yang ada pada masing-masing Bagian. Berikut masukan dan saran yang disampaikan oleh responden.

4.1. Bagian Organisasi, Tata Laksana dan Layanan Informasi

Bagian OTLLI mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi, ketatalaksanaan, dan layanan informasi di lingkungan DJPPR. Bagian OTLLI terdiri dari Subbagian Organisasi, Subbagian Tata Laksana, dan Subbagian Layanan Informasi. Untuk 3 layanan yang disurvei yaitu Penyusunan Renstra, Pelaksanaan SOP Reguler, dan Dukungan Penyelenggaraan, Dokumentasi, dan Publikasi Kehumasan. Berikut masukan dan saran dari responden yang dapat menjadi masukan untuk perbaikan layanan Bagian OTLLI, yaitu:

- Saran dan Masukan yang disampaikan responden kepada Bagian OTLLI:

sebagian besar responden mengungkapkan kepuasan terhadap layanan yang telah diberikan dan berharap kedepannya layanan yang diberikan dapat ditingkatkan ke level yang lebih baik lagi.

- Koordinasi sudah bagus, namun memang jadwal penyelesaian yang mepet mungkin perlu jadi catatan kedepannya.

- Tidak semua unit memiliki supporting division yang ditugasi untuk mengampu bidang tugas terkait tugas-tugas non core tusi sehingga unit-unit tersebut harus bisa membagi waktunya dengan workload utamanya.

Akan lebih baik jika semua kegiatan terkait dapat diinisiasi sejauh mungkin dari target penyelesaiannya disertai pula dengan monitoring serta reminder berkala untuk memastikan semua unit dapat menyelesaikan kewajibannya on time.

- Terkait target waktu yang diberikan sering sekali sangat mendesak sehingga kualitas terkadang kurang sesuai dengan yang diharapkan.

- Pemberian informasi yang jelas dan lebih terbuka kepada seluruh pegawai.

- Kolaborasi dan sinergi yang selama ini sudah terjalin sangat bagus, mohon supaya dapat dipertahankan di masa akan datang dan mohon untuk tidak

"subjektif" terhadap typical/karakter pimpinan di unit Eselon II kami, karena yang kami lakukan adalah untuk organisasi yang lebih besar.

- Prosedur adalah cara kerja, sehingga konfirmasi ketepatan penyusunan baik formatting maupun substansi penting. Oleh karena itu, konfirmasi dari Bagian OTLLI penting dan harus firm.

- Pengetahuan pelaksana kegiatan terhadap teknis/substansi yang dibahas/disusun agar dapat lebih ditingkatkan.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 16

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

- Komunikasi kepada stakeholder dapat lebih ditingkatkan.

- Perlu ditingkatkan koordinasi dengan unit teknis.

- Pegawainya perlu ditambah.

- Bagian OTLLI diharapkan lebih responsif karena banyak pertanyaan dari subdit-subdit teknis Direktorat yang tidak bisa dijawab oleh Subbag TU dan butuh jawaban yang cepat.

- Secara keseluruhan sudah baik namun perlu ditingkatkan koordinasi antar unit dan mohon untuk tidak melempar tugasnya ke unit lain.

Adapun saran dan masukan responden yang terkait dengan masing-masing layanan di Bagian OTLLI adalah sebagai berikut:

a. Subbagian Organisasi, Layanan Penyusunan Renstra

1) Tinjauan kembali atas jenis pekerjaan bidang perencanaan dengan organisasi atau dengan keuangan dari sisi penganggaran.

2) Bagian OTLLI diharapkan memberikan sosialisasi, edukasi, serta pendampingan secara lebih intens bila terdapat pelaksanaan uji petik Jabatan Fungsional Analisis Pembiayaan dan Risiko Keuangan (JFAPRK) agar semua responden memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup dalam melakukan uji petiknya.

3) Hal-hal terkait delayering dan lain-lain kurang tersosialisasikan dengan baik, seperti apa setelah delayering, apa yang harus dilakukan dan lain lain, dan tidak semua pegawai memahami hal tersebut.

4) Untuk renstra DJPPR hendaknya diadakan FGD dulu agar setiap unit teknis dapat memahami sense policy pimpinan untuk visi DJPPR kedepannya yg dimanifestasikan pertahun berkenaan.

5) Susah berkomunikasi dengan PIC renstra.

6) Agar lebih dibantu panduan penyusunan renstra.

b. Subbagian Tata Laksana, Layanan Pelaksanaan SOP Reguler

1) Update atas perubahan SOP agar dapat di-share ke masing-masing Subdirektorat dan diinformasikan data SOP terbaru karena kalau dilihat ada beberapa perubahan sehingga pegawai bingung ketika mau akses data SOP terbaru dan ter-update.

2) Agar waktu untuk pembahasan bisa lebih panjang dan lebih baik lagi kalau ada pemahaman terhadap proses yang ada di client.

Permintaan update SOP sering dadakan dan tidak mempertimbangkan pekerjaan unit teknis.

3) Peningkatan pemahaman terkait probis.

4) Perlu komunikasi yang intensif dan berkala dalam layanan SOP.

5) Memerlukan arahan atau guide yang mudah dipahami terkait pembentukan, perubahan, dan penghapusan SOP.

6) Perlu direalisasi diadakan klinik konsultasi.

7) Untuk SOP setiap tahun bentuk dan format selalu ada penyesuaian

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 17

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

dan belum ada yang benar-benar baku. Untuk usul kejelasan pembakuan bentuk sehingga tidak menambah pekerjaan.

8) Mohon untuk dapat melakukan sosialisasi kepada semua direktorat di DJPPR terkait dengan prosedur penyusunan SOP.

9) Mohon untuk adanya pemantauan SOP secara reguler, bukan hanya untuk pembuatan SOP baru, namun pembuatan/penyempurnaan SOP merupakan hasil dari monev sebelumnya. Sehingga unit Eselon II dapat melihat kesesuaian SOP dengan kondisi esksisting. Untuk monev SOP belum termuat pada PMK SOP.

10) Kurang dapat memberikan penjelasan mengenai prosedur penyusunan SOP Link.

c. Subbagian Layanan Informasi, Layanan Dukungan Penyelenggaraan, Dokumentasi, dan Publikasi Kehumasan

1) Kiranya dapat mengakomodasi jika ada kegiatan yang memerlukan support anggaran jika di unit teknis terbatas alokasi dana untuk kegiatan yg sifatnya sosialisasi/publikasi.

2) Lebih baik anggaran dialokasikan untuk swab/rapid test rutin, daripada sekedar acara-acara sosialisasi yang sudah terlalu sering dan menjemukan.

3) Kolaborasi yang baik selama ini terus ditingkatkan dan seyogyanya dapat mendukung kebutuhan dana Direktorat SUN untuk kegiatan penjualan langsung (masa marketing SUN Ritel) sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pemasaran SBN Ritel, masih belum masif, terlalu banyak menggunakan influencer luar yang menurut saya lebih banyak menghabiskan anggaran.

4) Perlu lebih aktif memonitor dan merespon issue terkait tusi DJPPR di media massa maupun media sosial.

5) Sudah cukup, namun baiknya tidak ada event materi yang disampaikan secara berulang. Sebaiknya edukasi dan sosialisasi layanan untuk secara rutin dan berkesinambungan dilaksanakan.

6) Kedepannya agar dapat ditingkatkan terkait informasi untuk internal DJPPR.

7) Sudah sangat baik, namun dari sisi organisasi, mohon dapat diperjelas perbedaan tusinya dengan Subdit HI Dit. SPP. Hal ini lumayan membingungkan, dikhawatirkan malah saling mengandalkan satu sama lain sehingga terdapat pekerjaan yang tidak optimal atau bahkan terlewatkan.

8) Sudah sangat membantu dan memberikan pelayanan yang baik bagi Direktorat teknis. Namun memang perlu diperjelas lagi pembedaan tugas dan wewenang antara subbag LI Setditjen dan Subdit HI SPP, supaya Direktorat teknis juga paham harus berkoordinasi dengan siapa apabila ada hal yang perlu dibicarakan/didiskusikan bersama. Selain itu, dalam hal penganggaran kegiatan strategi

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 18

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

komunikasi yang terpusat di Setditjen, perlu adanya meeting dengan Direktorat teknis di awal tahun untuk menyampaikan apa saja kegiatan di Direktorat teknis (berdasarkan usulan kegiatan yang telah disampaikan Direktorat teknis sebelumnya) yang anggarannya di-cover oleh Setditjen untuk diadakan sendiri oleh Direktorat teknis tersebut, dan mana yang anggarannya di-cover dalam bentuk kegiatan bersama DJPPR.

9) Perlu penjelasan alur penggunaan fasilitas kehumasan, dapat dengan membuat diagram alur yang tersedia di portal DJPPR.

10) Perlu ditingkatkan kemampuan teman - teman kehumasan dalam bidang MC dan penysunan skenario ketika menjadi MC, juga dalam bidang strategi sosialisasi media sosial.

11) Tim Strakom LI mungkin perlu lebih mendalami signifikansi skema KPBU dan perannya dalam konteks pembangunan, untuk membantu penyusunan narasi yang lebih tepat dan persuasif dalam konten digital yang dipublikasikan.

12) Koordinasi dengan unit layanan informasi dalam hal kehumasan sudah baik dan handal. Perlu tambahan SDM yang menangani kehumasan di Setditjen, mengingat beban kerja yang cukup tinggi.

4.2. Bagian Sumber Daya Manusia (SDM)

Bagian SDM mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan DJPPR. Bagian SDM terdiri atas: Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Karir SDM, Subbagian Pengembangan Kapasitas SDM, dan Subbagian Manajemen Informasi dan Layanan SDM. Masukan dan saran dari responden terhadap layanan yang terdapat pada Bagian SDM adalah:

- Agar diberikan kontak Help Center atau PIC untuk Bagian SDM sehingga pegawai DJPPR dapat bertanya secara langsung mengenai hal-hal terkait SDM melalui WA/email/telp.

- Perlu dibangun akses informasi mengenai jadwal dan pemrosesan SK Kenaikan Gaji Berkala karena selama ini pegawai tahu adanya KGB ini dari kenaikan jumlah gaji saja.

- Untuk layanan diklat perlu dibuat perlu diyakinkan kepada para atasan dan pegawai bersangkutan agar bisa fokus dalam mengikuti penugasan diklat (pekerjaan di hari penugasan agar dilimpahkan ke pegawai lainnya atau diambil alih atasan).

- Diperlukan pemantauan kelengkapan dosir pegawai dan diberitahukan kepada pegawai untuk dapat dipenuhi standar kelengkapan.

- Sikap pegawai Bagian SDM juga sebaiknya bisa lebih bijaksana dan lebih ramah lagi karena mencerminkan keteladanan dalam pengelolaan hubungan antar pegawai/SDM.

Adapun saran dan masukan responden yang terkait dengan masing-masing

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 19

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

layanan di Bagian SDM adalah sebagai berikut:

a. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Karir SDM, layanan Surat Keputusan Kenaikan Gaji Berkala

1) Sudah baik untuk pelayanan kenaikan gaji berkala, perlu dipertahankan. Sekedar usulan bisa dikirimkan salinan Pdf yang dikirim ke email pegawai.

2) Untuk Kenaikan Gaji Berkala perlu ditingkatkan dalam hal kecepatan distribusi atau pemberitahuan SK-nya

3) Perlu dibangun akses informasi mengenai jadwal dan pemrosesan SK Kenaikan Gaji Berkala karena selama ini pegawai tahu adanya KGB ini dari kenaikan jumlah gaji saja.

4) Secara umum dengan digitalisasi semua lebih bagus pelayanannya akan tetapi terkait informasi Kenaikan Gaji Berkala saya belum pernah menerima seperti apa bentuknya.

5) Untuk jenis layanan yang akan dinilai dapat ditambah jumlahnya sehingga dapat maksimal untuk mendapatkan feedback dari unit Eselon II. Misalnya layanan SK/Mutasi/Promosi yang menjadi concern dari pegawai DJPPR.

6) Mekanisme Kenaikan Gaji Berkala perlu disosialisasikan secara reguler kepada pegawai untuk meningkatkan awareness.

7) Sebenarnya di bagian SDM yang lebih baik ditingkatkan mengenai pola karir dan pola mutasi pegawai.

8) Terkait dengan pelaksanaan mutasi, kiranya kejelasan dan perbaikan tata cara yang lebih luwes dan tidak tetiba.

9) Program mutasi mohon diharapkan untuk di-floor-kan polanya secara transparan, sehingga pegawai dapat bersaing sehat dan dapat menunjukkan kapasitasnya pada bidang-bidang yang beragam sehingga portofolio kompetensi yang dimiliki semakin optimal, pola penempatan pegawai saat ini terlalu kaku, hanya berkaca pada pemenuhan keinginan pihak-pihak tertentu dimana sering kali pegawai berkenaan yang akhirnya menutup celah yang disebabkan penempatan pegawai yang tidak dalam kompetensi yang sesuai bagi bidang berkenaan.

10) Pengelolaan SDM sudah mulai sangat baik dengan beberapa inovasi yang dilakukan. Mungkin perlu inovasi dalam hal mutasi pegawai, dimana ada win win solution terhadap kebutuhan organisasi dan kondisi pegawai. Mutasi juga dapat memakai data DISC atau alat lain dikombinasikan dengan dialog berkala dengan pegawai yang akan mutasi untuk mengetahui kondisi pegawai atau SDM juga bisa membuat ruang/saluran komunikasi untuk curhat pegawai, agar mengetahui kondisi pegawai, kondisi lingkungan kerja, kapabilitas

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 20

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

atasan pegawai ybs, sampai dengan masalah pribadi.

11) Perlu kejelasan pola pembinaan karir pegawai di DJPPR.

12) Sayang tidak ada kuisioner terkait mutasi. Terkait mutasi perlu prosedur yang jelas apa memang dapat membatalkan mutasi dengan ND pimpinan? perlu juga review kepada pejabat-pejabat yang kurang kooperatif terhadap pekerjaannya.

13) Agar kompetensi pegawai dapat ditingkatkan. Tempatkan pegawai sesuai kompetensi untuk dapat berkembang. bukan untuk membuat peersnya mengerjakan apa yg tidak dapat pegawai kerjakan.

b. Subbagian Pengembangan Kapasitas SDM, Layanan Penyelenggaraan Diklat

1) Kegiatan diklat sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas SDM. Namun demikian, apabila formasi pegawai teramat sangat slim, akan sangat sulit untuk dapat mengirimkan pegawai untuk mengikuti diklat, karena sangat mengganggu kelancaran pelaksanaan tupoksi kantor. Selain itu, formasi yang terlalu slim juga berbahaya secara operasional (operational risk), mengingat apabila terjadi sesuatu kepada seorang pegawai, akan sulit untuk memitigasi risiko atas pekerjaan yang ditinggalkannya, sementara pegawai yang lain juga memiliki tupoksi yang juga cukup banyak dan berat. Untuk itu, bagian SDM perlu untuk mengkaji hal ini.

2) Untuk diklat, terkadang masih terdapat asymetric information.

Untuk dosir, belum jelas prosedurnya.

3) Pilihan-pilihan diklat disampaikan dengan jelas dan ada informasi tambahan mengenai pegawai mana yang dianggap memerlukan diklat tersebut, jadi memudahkan yang bersangkutan untuk mendaftar dan atasan dapat memberikan izin dengan lebih mudah.

Untuk diklat-diklat kekhususan yang berdasarkan permintaan, diproses dengan mudah dan jelas prosedurnya. Namun tidak semua pegawai mendapat informasi yang sama untuk pilihan-pilihan diklat khusus ini. Jika pegawai aktif, maka diklat bisa diakomodasi. Jika tidak ada permintaan maka juga tidak akan ada penawaran/informasi. Hal ini bisa saja dianggap sebagai reward atas pegawai yang aktif mencari informasi dan sekaligus untuk memastikan bahwa diklat tersebut akan dilaksanakan dengan baik jika yang bersangkutan sendiri yang membutuhkan.

4) Mohon agar informasi diklat dapat diberikan jauh-jauh hari.

5) Penugasan diklat perlu dilakukan konfirmasi kepada calon peserta pelatihan.

6) Perlu platform digital untuk mengkomunikasikan agenda diklat.

7) Diklat dirancang sesuai dengan kebutuhan yang mendukung pelaksanaan tugas dan penetapan syarat peserta yang sesuai

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 21

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

dengan komposisi pegawai di DJPPR.

8) Untuk layanan diklat perlu dibuat perlu diyakinkan kepada para atasan dan pegawai bersangkutan agar bisa fokus dalam mengikuti penugasan diklat (pekerjaan di hari penugasan agar dilimpahkan ke pegawai lainnya atau diambil alih atasan).

9) Masih kurangnya informasi mengenai melanjutkan pendidikan (tugas belajar ataupun izin belajar).

c. Subbagian Ma`najemen Informasi dan Layanan SDM, Layanan Kelengkapan Dosir Pegawai

1) Diperlukan penjelasan terkait pengaturan file dalam dosir e-dropbox kemenkeu tiap pegawai.

2) Agar pelayanan dan informasi terkait dosir disosialisasikan dokumen apa saja yg belum ada.

3) Penyampaian update status dosir belum jelas disampaikan kemana.

4) Data kepegawaian yang handal ikut menentukan nasib orang, mohon lebih ditingkatkan lagi aspek kualitas dan manfaat data.

5) Bagus. Kalau bisa lebih ditingkatkan lagi. Mohon izin menyampaikan kembali kalau proses penyesuaian ijazah sudah lebih 2 tahun, belum selesai.

6) Untuk HRIS tidak update. Gelar pendidikan tidak tercantum dan tidak bisa edit sendiri.

4.3. Bagian Keuangan

Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan DJPPR. Bagian Keuangan terdiri dari 3 Subbagian yaitu Subbagian Penyusunan Anggaran, Subbagian Perbendaharaan, dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

Masukan dan saran dari responden terhadap layanan yang terdapat pada Bagian Keuangan adalah sebagai berikut:

- Pemberian waktu penyelesaian penugasan terlalu sempit

• Agar diberikan rambu-rambu utama dan reminder yang lebih reguler;

• Target waktu yang terlalu sempit dan kadang terburu-buru;

• Agar waktu untuk dibahas bisa lebih panjang dan lebih baik lagi kalau ada pemahaman terhadap proses yang ada di client. Mungkin bisa diadakan semacam magang agar bisa mengetahui proses yang berlangsung.

• Seringkali waktu (yang diberikan) terlalu mepet.

- Respon dan kecepatan pegawai perlu ditingkatkan

• Untuk DIPA/Revisi POK - Prosedur sudah jelas dan dapat dimengerti namun terkadang kurang responsif dalam memberikan pelayanan.

Untuk Pencairan Dana - Pegawai kurang responsif dalam memberikan pelayanan seperti dalam menjawab pertanyaan terkait SPJ terutama terkait honorarium. Untuk LTPK - Sudah sangat baik dan jelas dalam

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Laporan Survei Kepuasan Pengguna Layanan 22

Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Tahun 2020

prosedur maupun pelayanan.

• Perlu ditingkatkan kecepatan penyelesaian tugas.

- Perlunya sosialisasi layanan dan prosedur Bagian Keuangan

• Pemahaman terhadap ketentuan peraturan dan pemberlakuannya oleh pelaksana kegiatan agar lebih ditingkatkan.

• Sebaiknya edukasi dan sosialisasi layanan untuk secara rutin dan berkesinambungan dilaksanakan.

• Di masa WFH kadang prosedur nya jadi lebih lama, tp pegawai sigap menanggapi pertanyaan, overall sudah baik.

Adapun saran dan masukan responden yang terkait dengan masing-masing layanan di Bagian Keuangan adalah sebagai berikut:

a. Subbagian Penyusunan Anggaran, Layanan Penyusunan DIPA, Revisi DIPA dan Dokumen revisi POK BA 015

1) Perlunya fleksibilitas waktu pelaksanaan revisi anggaran

▪ Layanan Bagian Keuangan sudah cukup bagus, perlu dipertimbangkan fleksibilitas untuk revisi anggaran sesuai dinamika organisasi.

▪ Permintaan bahan masukan revisi dll agar disampaikan dengan mempertimbangkan waktu sehingga tidak terburu-buru dalam penyelesaiannya.

2) Perlunya penyampaian prosedur revisi yang lebih jelas

▪ Pada waktu revisi POK terakhir, prosedur yang disampaikan mungkin akan menghasilkan hal yang berbeda dari yang diusulkan sehingga pada akhirnya revisi tidak dilaksanakan karena tidak ada kepastian. Amat disayangkan bahwa dana POK Dit. SUN harus dikembalikan karena tidak adanya kepastian hasil tersebut.

3) Perlunya koordinasi dan komunikasi informasi yang lebih baik

▪ Dalam hal penganggaran kegiatan strategi komunikasi yang terpusat di setditjen, perlu adanya meeting dengan Direktorat teknis di awal tahun untuk menyampaikan apa saja kegiatan di Direktorat teknis (berdasarkan usulan kegiatan yang telah

▪ Dalam hal penganggaran kegiatan strategi komunikasi yang terpusat di setditjen, perlu adanya meeting dengan Direktorat teknis di awal tahun untuk menyampaikan apa saja kegiatan di Direktorat teknis (berdasarkan usulan kegiatan yang telah