digunakan adalah penelitian analitik dimana penelitian bertujuan untuk menggali, menjelaskan suatu keadaan atau situasi serta mempelajari sebab akibat yang ditimbulkan (Heriyanto, 2010). Menggunakan pendekatan waktu cross sectional dengan desain penelitian observasional, dimana penelitian melakukan melakukan observasi dan pengukuran variabel pada saat pengkajian atau pemeriksaan data hanya satu kali sekaligus pada waktu yang sama tanpa melakukan tindakan lanjut.
Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah seluruh ibu bersalin yang menggunakan pelayanan Jampersal di BPS Hj Mamik Amd, Keb Surabaya pada bulan April 2012 sebanyak 20 ibu bersalin.Pada penelitian ini variabel dependennya adalah tingkat kepuasan ibu bersalin,sedangkan variabel independennya adalah persepsi pelayanan Jampersal.
Pengumpulan di lakukan dengan cara menggunakan kuesioner dan sebagai respondennya adalah seluruh ibu-ibu bersalin yang menggunakan pelayanan Jampersal di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya.
Analisis yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi dengan menggunakan tabel silang (crosstab). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji statistik Lambda yaitu digunakan untuk menghitung hubungan variabel persepsi terhadap tingkat kepuasan ibu bersalin di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya. Data dihitung secara manual dan disajikan dalam bentuk tabulasi silang dan narasi dengan = 0,05. Jadi bila hitung Lb > Lb tabel maka H0
ditolak, artinya ada hubungan antara persepsi dengan tingkat kepuasan ibu bersalin.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian pada Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 20 ibu bersalin di BPS Mamik, Amd. Keb Surabaya memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. Ibu bersalin di BPS Hj. Mamik, Amd.
Keb Surabaya yang berumur kurang dari 20 tahun sebanyak 1 orang ibu (5%),20-35 tahun sebanyak 17 orang ibu (85%), dan yang berumur lebih dari 35 tahun sebanyak 2 orang ibu (10%). 2. Pekerjaan ibu bersalin di BPS Hj.
Mamik Amd, Keb Surabaya yang pekerjaannya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 10 orang ibu (50%), ibu yang bekerja swasta sebanyak 6 orang ibu (30%) dan yang bekerja wiraswasta sebanyak 4 orang ibu (20%).
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Ibu Bersalin di BPS Mamik, Amd. Keb Surabaya bulan Juni 2012 No Variabel Jumla h (%) 1 Umur f. <20 tahun g. 20 – 35 tahun h. >35 tahun 1 17 2 5 85 10 2 Pekerjaan
c. Ibu Rumah Tangga d. Swasta e. Wiraswasta 10 6 4 50 30 20 3 Persepsi Ibu h. Baik i. Kurang 11 9 55 45 4 Kepuasan Ibu Bersalin e. Puas f. Cukup Puas g. Tidak Puas 7 7 6 35 35 30
3. Ibu bersalin di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya yang memiliki persepsi baik tentang pelayanan Jampersal sebanyak 11 orang ibu (55%), lebih banyak dari pada ibu bersalin yang memiliki persepsi kurang baik yaitu 9 orang ibu (45%).
4. Ibu bersalin yang merasa cukup puas sebanyak 7 orang ibu (35%), puas sebanyak 7 orang (35%), dan yang merasa tidak puas sebanyak 6 orang ibu (30%).
Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 11 orang ibu yang memiliki persepsi baik yang merasa puas sebanyak 6 orang ibu (54,5%), yang merasa cukup puas sebanyak 5 orang ibu (45,5%) dan tidak ada ibu yang merasa kurang puas (0%). Sedangkan dari 9 orang ibu yang memiliki persepsi kurang yang merasa tidak puas sebanyak 6 orang ibu (66,7%), yang merasa cukup puas sebanyak 2 orang ibu (22,2%), dan yang lain merasa puas yaitu sebanyak 1 orang ibu (11,1%). Hasil uji Lambda yang dilakukan pada variabel diperoleh nilai Lambda symmetric dengan signifikansi P = 0,012 dimana P < 0,05. Maka H0 ditolak dan H diterima, artinya
ada hubungan antara persepsi ibu dengan tingkat kepuasan ibu bersalin di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya. Dengan arah Lambda symmetric Artinya, semakin baik persepsi ibu bersalin, maka semakin tinggi tingkat kepuasan. Sedangkan semakin kurang persepsi ibu, maka semakin rendah tingkat kepuasan ibu.
Tabel 2. Tabulasi Silang antara Persepsi dengan Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin terhadap Pelayanan Jampersal di BPS Hj. Mmik Amd, Keb Surabaya Bulan Juni 2012. NO Persepsi Kepuasan Puas Cukup Puas Tidak Puas n % n % n % 1 2 Baik Kurang 6 1 54,5 11,1 5 5 45,5 22,2 0 6 0 66,7 p = 0,012 PEMBAHASAN
Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa ibu bersalin yang memiliki persepsi baik di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya, lebih banyak yaitu 11 orang ibu (55%).
Journal Infokes Stikes Insan Unggul Surabaya 31 Sesuai dengan teori persepsi adalah suatu
proses penangkapan stimulus yang kemudian disimpulkan menjadi suatu yang bermakna dan berarti melalui proses seleksi, organisasi dan interpretasi. Persepsi membantu individu dalam memilih perilaku individu tersebut. Persepsi juga merupakan suatu proses kognisi yang melibatkan cara-cara dimana individu memproses informasi yang didapatnya, dengan proses kognisi tersebut timbul perbedaan dan keunikan masing- masingindividuyang mempersepsikan benda atau objek (Rahmat, 2000).
Pada penelitian ini banyak ibu yang memiliki persepsi baik tentang pelayanan Jampersal, hal ini dikarenakan pengaruh informasi tentang pelayanan Jampersal yang bisa didapat dari orang lain, tenaga kesehatan, maupun dari media cetak dan media elektronik. Selain itu karakteristik seseorang juga dapat menyebabkan terjadinya persepsi. Sehingga membuat ibu lebih memahami Jampersal.Salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi adalah usia. Pada penelitian ini yang berpersepsi baik banyak terdapat pada ibu usia 20-35 tahun karena pada usia tersebut merupakan usia yang produktif, dimana seseorang akan bersosialisasi dengan banyak orang sehingga akan memudahkannya dalam mendapatkan informasi. Dengan informasi dan pengetahuan yang didapatkan
menyebabkan seseorang dapat
memberikan arti terhadap objek yang ada disekitarnya.
Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa ibu bersalin merasa cukup puas sebanyak 7 orang ibu (35%), hal ini sebanding dengan ibu yang merasa puas.Sesuai dengan teori, kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja yang ia rasakan/alami terhadap harapannya. Sedangkan kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja yang ia rasakan/alami terhadap harapannya.[7] Kepuasan pasien
mempunyai peran penting dalam perkiraan kualitas pelayanan. Kepuasan dapat dianggap sebagai pertimbangan dan keputusan penilaian pasien terhadap keberhasilan pelayanan (Donabedian, 1980). Kepuasan pasien adalah salah suatu ukuran kualitas pelayanan perawatan dan merupakan alat yang dapat dipercaya dalam membantu menyusun suatu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari suatu sistem pelayanan.
Pada penelitian ini ada 6 ibu bersalin yang merasa tidak puas dengan pelayanan Jampersal. Hal ini sesuai dengan hasil kuesioner kepuasan pada komponen reability yang mencakup tentang kemampuan bidan dalam memberikan informasi kepada pasien,sehingga masih banyak ibu bersalin yang merasa kurang puas terhadap pelayanan Jampersal.Oleh sebab itu dibutuhkan koreksi atau pemantauan secara teratur didalam pelaksanaan pelayanan. Meningkatkan kualitas pelayanan di dalam BPS sangat dibutuhkan seperti meningkatkan kemampuan para bidan atau perawat yang ada. Memberikan pelayanan-pelayanan yang inovatif agar pasien merasa senang dan puas.
Berdasarkan hasil uji Lambda yang dilakukan pada variabel diperoleh nilai Lambda symmetric dengan signifikansi p = 0,012 dimana p< 0,05. Maka H0 ditolak
dan H1 diterima, artinya ada hubungan
antara persepsi ibu dengan tingkat kepuasan ibu bersalin di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya. Dengan arah Lambda symmetric artinya, semakin baik persepsi ibu bersalin, maka semakin tinggi tingkat kepuasan,sedangkan semakin kurang persepsi ibu, maka semakin rendah tingkat kepuasan ibu.
Hal ini diperkuat dengan data pada Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 11 ibu yang memiliki persepsi yang baik, sebanyak 6 orang ibu (54,5%) yang merasa puas, sedangkan dari 9 orang ibu yang memiliki
persepsi kurang, sebanyak 6 orang ibu (66,7%) merasa tidak puas.
Tingkat kepuasan tidak mudah untuk diukur, karena menyangkut perilaku yang sifatnya sangat subjektif. Kepuasan seseorang terhadap suatu objek bervariasi mulai dari tingkat sangat puas, puas, cukup puas, kurang puas, sangat tidak puas. Dengan pelayanan yang sama untuk kasus yang sama bisa terjadi tingkat kepuasan yang dirasakan pasien akan berbeda-beda. Hal ini tergantung latar belakang pasien itu sendiri, karakteristik individu. Harapan konsumen terhadap kualitas pelayanan sangat dipengaruhi oleh informasi yang diperolehnya dari mulut ke mulut, kebutuhan–kebutuhan konsumen itu sendiri, pengalamn masa lalu dalam mengonsumsi suatu produk, hingga pada komunikasi eksternal melalui iklan, dan sebagainya.
Dari data–data diatas maka sangat dibutuhkan informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan baik pada segi material maupun non material (jasa). Dengan memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas diharapkan pasien/klien dapat merasa puas sehingga dapat menarik perhatian masyarakat yang lebih luas untuk mau datang. Untuk itu dibutuhkan perbenahan di berbagai aspek, baik dari fasilitas pelayanan hingga ketrampilan para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.
Ketrampilan memberikan informasi, ketepatan dalam memberikan pelayanan, sikap yang ramah dan sopan terhadap pasien/klien juga sangat berperan dalam menentukan kepuasan pasien.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari persepsi 20 ibu bersalin, maka diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:1) persepsi ibu bersalin tentang pelayanan Jampersal di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya memiliki persepsi yang baik sebanyak 55% orang; 2) sebanyak 35% ibu bersalin di BPS Hj. Mamik Amd, Keb Surabaya merasa cukup puas dengan pelayanan Jampersal; 3) ada hubungan antara persepsi ibu pelayanan Jampersal dengan tingkat kepuasan di BPS Hj. Mamik Amd. Keb Surabaya(p = 0,012).
Saran
Sesuai dengan hasil penelitian diatas maka dapat dikemukakan saran–saran sebagai berikut: 1) instansipelayanan kesehatandapat lebih memperhatikan pelayanan yang diberikan dengan selalu mengadakan kontrol terhadap semua petugas kesehatan yang ada. Tenaga kesehatan lebih mengadakan komunikasi yang aktif kepada pasien. Selain itu meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang pelayanan; 2) instansi pendidikanlebih memperhatikan peserta didiknya agar dapat menjadi calon petugas kesehatan yang profesional dan siap untuk
memberikan pelayanan kepada
masyarakat; 3) meningkatkan kesadaran masyarakat atau ibu untuk lebih mengetahui dan memperhatikan betapa pentingnya pelayanan kesehatan dengan melakukan pendekatan-pendekatan dan melakukan komunikasi aktif kepada pasien.
KEPUSTAKAAN
1. Anderson R, Joanna K, dkk. 1979. Equity in Health Servic, Emperical Analysis in Social Policy.Cambrige: Mass Ballinger Publisher Campany. 2. Azwar, Azrul, H.1996. Menjaga Mutu
Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
3. Barnes, James G.2003.Secrets of
Journal Infokes Stikes Insan Unggul Surabaya 33 Managenent;(Terjemahan Andreas
Winardi). Yogyakarta: Andi.
4. Dwiyanto, Agus.2002. Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia.
Yogyakarta: Pusat Studi
Kependudukan UGM.
5. Gibson JL, et.al.1987. Organisasi dan Manajemen Prilaku, Struktur, Proses. Jakarta: Erlangga.
6. Kaloh J.2003. Kepala Daerah: Pola Kegiatan dan Kekuasaan dalam
Pelaksanaan Otonomi
Daerah.Jakarta: Gramedia Pustaka.
7. Kotler, P.2003. Marketing
Management.New Jersey: Prentice Hall.
8. Manuaba, Ida Ayu Chandranita.2009. Buku Ajar Patologi Obstetri. Jakarta: EGC.
9. Manuaba, Ida Bagus Gde. 2007. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi;Edisi. 2. Jakarta: EGC.
10. Moenir, H.A.S.1998. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
11. Muninjaya, Gde. A.A.2002. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan.Jakarta: EGC.
12. Pohan, Imbalo S.2006. Jaminan Mutu Layanan Kesehatan.Jakarta: EGC. 13. Praworihardjo, Sarwono.2005. Ilmu
Bedah Kebidanan.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
14. Schulz R. Dkk.1983. Management of Hospital. New York: MC Grow-Hill Book Company.
15. Sianipar, J.P.G.1999. Manajemen Pelayanan Publik.Jakarta: LAN. 16. Sumarwanto, Edi.1994. Standart
Perilaku sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan.Jakarta: Cermin Dunia Kedokteran No. 91.
17. Supranto, J.2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menangkap Pangsa Pasar. Jakarta: Rineka Cipta.
18. Thoha, Miftah2002. Perilaku Organisasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
19. Utama, Surya.2005. Memahami Fenomena Kepuasan Pasien Rumah Sakit;Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 09; (1); 1–7.
20. Verralls, Sylvia.1997. Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan.Jakarta: EGC.
21. Waworuntu, Bob.1997. Dasar-Dasar Ketrampilan Abdi Negara Melayani Masyarakat.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
22. Wijono, Djoko.2007. Evaluasi Program Kesehatan dan Rumah Sakit. Surabaya: CV Duta Prima Airlangga.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN