• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN DAN PERALATAN

Dalam dokumen Laporan Kerja Praktek Embung Serut11 (Halaman 39-53)

Bahan

Tinjauan Umum

Bahan bangunan merupakan faktor yang sangat penting untuk pembangunan gedung. Agar pekerjaan pembangunan pada suatu proyek dapat sesuai dengan yang direncanakan maka bahan bangunan yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dan berkualitas baik. Selain pengawasan mutu bahan, juga perlu diperhitungkan penempatan, penyimpanan dan penyediaan bahan yang secukupnya. Hal ini untuk menghindari penurunan mutu bahan akibat disimpan terlalu lama dan  juga untuk menghindari penempatan bahan yang mengganggu pekerjaan. Jenis-jenis  bahan yang digunakan pada proyek pembangunan Embung Serut ini sudah sesuai

dengan rencana kerja dan syarat-syarat. Semen Portland 

Semen  Portland  adalah bahan ikat hidrolis yang memiliki sifat akan mengeras bila dicampur dengan air. Semen Portland biasa digunakan sebagai bahan campuran pokok pembuatan beton, bahan untuk membuat adukan plesteran ( finishing ) serta sebagai pengikat (spesi) pasangan bata untuk dinding.

Syarat semen “Portland” yang digunakan antara lain :

a) Merk semen yang dipilih tidak dapat ditukar-tukar dalam pelaksanaan kecuali dengan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas / Supervisi.  b) Semen harus didatangkan dalam keadaan baru dan asli dan dikirim dalam

kantong-kantong semen yang masih disegel dan tidak pecah.

c) Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan. Semen harus disimpan di gudang yang cukup ventilasinya dan diletakkan di tempat yang tidak terkena air.

d) Kantong semen  Portland  tidak boleh ditumpuk lebih dari 10 sak  atau tingginya melampaui 2 meter.

e) Tiap pengiriman baru harus dipisahkan dan ditandai dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya.

f) Untuk semen yang diragukan mutunya dan kerusakan-kerusakan akibat salah penyimpanan dianggap rusak, membatu, dapat ditolak   penggunaannya tanpa melalui test  lagi. Bahan yang telah ditolak harus

segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2 x 24 jam.

Gambar 5. 1 Semen Portland 

Batu Kali

Batu Kali yang digunakan dalam pembangunan Embung Serut ini adalah  batu kali yang tidak porous, yaitu batu hitam dari Gunung Merapi. Batu kali yang masih utuh biasanya dipecahkan menjadi lebih kecil untuk berbagai keperluan. (misal : pasangan batu kali)

Agregat

Agregat adalah butiran-butiran material sebagai bahan pengisi dalam beton. Ada dua macam agregat, yaitu agregat halus (pasir) dan agregat kasar (kerikil dan  batu pecah). Fungsi agregat merupakan pengisi pasangan batu dan sebagai bahan

campuran beton. 1. Agregat halus

Agregat halus (pasir) dapat digunakan sebagai campuran adukan beton, campuran untuk pasangan bata, dan plesteran. Agregat halus (pasir) adalah bahan  batuan yang berukuran kecil, yang lolos ayakan 5 mm dan tertinggal pada ayakan

0,75 mm.

Kualitas pasir yang digunakan untuk campuran adukan beton harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu :

1) Pasir yang digunakan harus dari butir-butir yang tajam dan keras. 2) Tidak boleh mengandung bahan-bahan organik terlalu banyak.

3) Butir-butir pasir harus bersifat kekal, dalam arti tidak hancur atau pecah oleh pengaruh cuaca, misalnya oleh pengaruh kelembaban, hujan dan terik  matahari.

4) Pasir tidak mengandung lumpur lebih dari 5%, apabila lebih dari itu

Gambar 4. 3 Batu kali Gambar 5. 2 Batu kali

5) Pasir laut tidak boleh digunakan untuk semua mutu beton, kecuali dengan petunjuk lembaga pemeriksaan bahan yang diakui.

Pasir yang belum digunakan sebaiknya disimpan dalam bak dengan alas lantai ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah. Untuk Embung Serut ini digunakan pasir yang berasal dari Merapi.

Gambar 5. 3 Agregat halus

2. Agregat kasar 

Agregat kasar terdiri dari kerikil dan batu pecah. Kerikil merupakan  bahan batuan berukuran besar yang dapat melalui ayakan 25 mm dan tertinggal

diatas ayakan 2 mm. Kerikil yang dihasilkan mesin pemecah batu mempunyai diameter butir 10 mm sampai 25 mm disebut batu pecah atau kricak/koral ( split ). Sebelum digunakan dalam adukan beton, kerikil disemprot dahulu dengan air  agar lumpur yang melekat dapat terlepas.

Kualitas kerikil yang digunakan untuk campuran beton harus memenuhi  persyaratan sebagai berikut :

1) Kerikil tidak boleh mengandung lumpur melampaui 1%. Apabila kadar  lumpur melebihi 1% maka kerikil tersebut harus dicuci.

2) Kerikil tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton seperti zat-zat alkali.

Agregat kasar harus terdiri dari butir dengan gradasi baik. Penyimpanan agregat harus dilaksanakan di tempat pekerjaan (ditimbun) sedemikian rupa sehingga pengotoran oleh bahan lain dapat dihindari. Agregat kasar untuk  keperluan pembangunan diambil dari Merapi.

Gambar 5. 4 Agregat Kasar

Air

Air digunakan sebagai bahan campuran adukan beton dan untuk merawat  beton yang telah selesai dicor agar tidak mengering terlalu cepat yaitu dengan cara

menyirami permukaannya.

Dalam adukan beton, air berpengaruh pada keadaan sebagai berikut ini : 1) Pembentukan pasta semen, yang berpengaruh pada sifat adukan beton yang

dapat dikerjakan, kekuatan susut dan keawetan beton.

2) Kelangsungan reaksi dengan semen  Portland  sehingga dihasilkan kekerasan dan kekuatan selang beberapa waktu.

3) Perawatan keras adukan beton guna menjamin pengerasan yang sempurna.

4) Untuk pekerjaan pembersihan alat-alat pengaduk beton agar tidak cepat  berkarat.

5) Untuk membersihkan lumpur yang menempel pada agregat halus dan agregat kasar.

Air yang digunakan tidak mengandung lumpur, minyak, lemak dan benda terapung lainnya yang dapat dilihat secara visual. Disamping itu air yang digunakan

mengandung garam-garam yang dapat larut dan dapat merusak beton (asam-asam, zat organik dan sebagainya) lebih dari 15 gram/liter. Air yang mengandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk dipakai. Pada proyek ini air yang dimanfaatkan diperoleh dari sumber mata air setempat.

Baja Tulangan

Baja tulangan merupakan bahan yang digunakan sebagai tulangan pada konstruksi beton bertulang dan merupakan bahan utama yang dihitung untuk  memikul kekuatan tarik pada konstruksi beton bertulang.

Baja tulangan yang digunakan dalam proyek pembangunan Embung Serut ini adalah baja tulangan biasa. Baja tulangan ini digunakan tulangan yang  berdiameter 10 mm dan 12 mm.

Baja tulangan yang digunakan harus memenuhi persyaratan dan diperiksa di Laboratorium. Pengujian dilakukan di Balai Pengujian Informasi Pemukiman dan Bangunan dan Pengembangan Jasa Konstruksi (Balai PIPBPJK).

Kayu

Penggunaan kayu pada proyek ini adalah balok-balok kayu atau papan (termasuk papan multiplex / kayu lapis). Kayu yang digunakan harus lurus, bebas dari cacat (retak-retak, terpuntir, adanya mata kayu). Kayu yang digunakan harus kering benar, sehingga pada waktu digunakan tidak terjadi penyusutan. Kayu digunakan untuk kerangka bekisting.

Gambar 5. 6 Kayu

Kawat Bendrat

Kawat bendrat adalah kawat yang terbuat dari baja lunak berdiameter  minimum 1 mm yang memiliki fungsi untuk mengikat rangkaian baja tulangan agar  kedudukannya tidak berubah dan kawat bendrat juga berfungsi memperkuat hubungan antar sambungan tulangan sehingga sambungan dapat bekerja sama menahan beban yang bekerja.

Bambu

Bambu digunakan sebagai bahan pembantu pada saat pekerjaan dimulai.Kegunaan bambu sendiri mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai  penyangga atau membantu dalam melakukan pekerjaan bowplank , dibeberapa  bangunan air bambu juga digunakan sebagai cerucuk  yang digunakan sebagai  penguat pondasi bangunan air.

Peralatan

Tinjauan Umum

Suatu pekerjaan proyek yang besar dan kompleks tidak dapat diselesaikan hanya menggunakan tenaga manusia saja, tetapi harus dengan bantuan alat-alat kerja. Pada umumnya suatu pembangunan proyek yang besar dalam  pelaksanaannya selalu ditunjang dengan alat-alat kerja yang memadai. Maksud dari  penggunaan alat-alat tersebut adalah untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan

lebih efisien dalam pemakaian tenaga kerja.

Pengadaan atau pembelian alat-alat untuk menaikkan efisiensi tenaga kerja harus menimbang besar proyek yang ditangani, besar biaya yang tersedia, jenis  pekerjaan, waktu penyelesaian pekerjaan dan kondisi lapangan.

 Backhoe

Pembangunan Embung Serut ini tidak terlepas dari pekerjaan galian dan timbunan yang memiliki volume yang sangat besar, sehingga diperlukan alat khusus untuk mempermudah melakukan galian dan timbunan tanah sekitar. Galian dan timbunan tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam pekerjaan lain seperti  pengeringan yaitu dengan membuat sudetan, dan pekerjaan pemadatan tanah

Gambar 5. 7 Backhoe

 Dump Truck 

 Dump Truck  atau truk pengangkut sangat dibutuhkan dalam pembangunan Embung Serut karena transportasi material mempunyai volume yang sangat  besar, sehingga untuk mempermudah dalam transportasi material dari satu

tempat ke tempat yang lain dibutuhkan Dump Truck .

Gambar 5. 8 Dump truck 

Mesin Aduk Beton

Mesin aduk beton (molen) merupakan alat pencampur bahan untuk  membuat adukan beton. Mesin ini digerakkan oleh tenaga mesin dan digunakan untuk menghasilkan beton dalam jumlah kecil. Penempatan mesin aduk beton ini

Pada proyek ini mesin aduk beton digunakan untuk pekerjaan pengecoran dengan volume yang kecil.

Bagian penting dari molen adalah : motor penggerak drum molen dan sirip dalam drum molen. Motor penggerak berfungsi untuk menggerakkan drum molen, sedangkan Drum molen merupakan tempat pengaduk behan-bahan adukan beton atau spesi. Drum molen berputar pada porosnya karena tenaga gerak dari motor   penggerak. Untuk membolak-balikkan adukan atau mencurahkan adukan beton

digunakan “stang stir” yang dapat digerakkan tenaga manusia.

Cara kerja mesin aduk beton molen yaitu mesin penggerak dihidupkan sehingga drum pengaduk berputar, lalu masukkan air, semen dan pasir sesuai  perbandingan yang ditentukan. Dengan adanya sirip-sirip dalam tabung aduk, bahan susunan adukan beton akan teraduk dengan baik. Setelah bahan-bahan tercampur  homogen, kemudian silinder adukan diputar berlawanan arah jarum jam.

Gambar 5. 9 Mesin Aduk Beton

Vibrator Roller 8 ton / Stamper

Untuk mendapatkan kemampatan beton yang baik dan mencegah timbulnya rongga-rongga dalam adukan beton karena gradasi agregat kurang baik, khususnya  pada tempat-tempat yang tulangannya rapat sehingga kerikil sulit untuk menempati

ruang di sela-sela tulangan maka diatasi dengan menggunakan vibrator .

Vibrator  merupakan alat yang mengubah tenaga gerak motor menjadi tenaga getar. Oleh adanya penggetaran tersebut maka sarang kerikil dan rongga kosong yang menyebabkan keroposnya beton dapat dicegah. Dengan demikian dapat dihasilkan beton yang mampat/padat, tidak berongga dan tidak keropos.

Cara kerja Vibrator  yaitu, motor penggerak dihidupkan, piringan motor   berputar, memutar kabel baja yang terdapat di dalam pipa karet. Ujung kabel ini  berupa batang yang dapat berputar eksentris. Getaran karena putaran akan

merambat ke seluruh selubung baja sehingga selubung baja ikut berputar.

Gambar 5. 10 Vibrator 

Gerobak Dorong

Pada proyek ini gerobak dorong digunakan untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan bangunan misalnya mengangkut agregat, adukan beton ke tempat pengerjaan pada lokasi yang berdekatan.

Theodolite

Pada proyek ini digunakan alat ukur  theodolite untuk penentuan elevasi muka tanah baik muka tanah asli maupun muka tanah rencana. Untuk mendirikan theodolite digunakan statif .

Gambar 5. 12 Theodolite

Pompa

Pompa digunakan sebagai alat Bantu menyedot air, dalam pembangunan Embung Serut ini terdapat banyak mata air dikarenakan lokasi ini dahulu adalah sungai sehingga dibutuhkan banyak pompa untuk menyedot air yang mengganggu dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi talud.

Gambar 5. 13 Pompa

Peralatan Bantu

Alat-alat bantu sebagai pendukung kelancaran pekerjaan selain alat yang di atas antara lain:

a. Unting-unting, benang dan selang, berfungsi untuk mengontrol tegaknya alat struktur.

 b. Cangkul dan sekop, digunakan untuk pekerjaan pembuatan adukan  beton.

c. Ember dan gerobak dorong, digunakan untuk membawa adukan beton ke tempat pekerjaan.

d. Cetok, digunakan untuk meratakan permukaan beton yang masih basah. e. Meteran, digunakan untuk mengukur dimensi.

f. Palu, digunakan untuk memasang paku.

BAB VI

Dalam dokumen Laporan Kerja Praktek Embung Serut11 (Halaman 39-53)

Dokumen terkait