• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEKERJAAN PIPA DAN SALURAN a. Pipa Railling GIP 2”

Dalam dokumen Laporan Kerja Praktek Embung Serut11 (Halaman 54-72)

PELAKSANAAN PEKERJAAN

5. PEKERJAAN PIPA DAN SALURAN a. Pipa Railling GIP 2”

 b. Pipa Intake GIP 3”.

c. Pipa PVC ¾’ dan Aksesoris. d. Pipa PVC 2’ e. Stop Kran 3/4”. f. Stop Kran 2“. g. Stop Kran 3” h. Buis Beton D = 0,50 m. 6. PEKERJAAN PINTU a. Pintu Pengambilan.  b. Pintu Penguras. c. Skot balok.

Lingkup Pengamatan

Masa kerja praktik yang penyusun lakukan dari tanggal 9 Mei 2012 sampai dengan tanggal 5 Juli 2012. Selama 3 bulan penyusun mengamati secara langsung  proses dilapangan, melakukan wawancara dan mengadakan studi. Karena

terbatasnya waktu praktik kerja, maka penyusun hanya berkesempatan mengamati  pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan pekerjaan talud 2. Perbaikan pekerjaan bendung

Pelaksanaan Bangunan Air

Pelaksanaan pekerjanaan bangunan air mempunyai beberapa tahapan: Persiapan

1. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar proyek. Pemberitahuan Mulai Kerja kepada: Ketua RT, Kepala Dukuh, Kepala Desa, Camat.

2. Pengukuran yang terdiri dari potongan melintang, memanjang, penentuan elevasi  bangunan dan pemetaan situasi untuk dibuat gambar kerja, dan Penghitungan

Volume Pekerjaan ( MC 0% ), serta Amandemen.

3. Pembuatan kantor di lapangan digunakan untuk brak kerja sekitar lokasi  pekerjaan atau menyewa tempat penduduk yang lokasinya disekitar pekerjaan

selama pelaksanaan berlangsung.

4. Pengajuan mix desain ke laboratorium instansi yang sudah ditentukan dengan  bahan material sesuai dengan spesifikasi/petunjuk direksi.

Gambar 6. 1 Papan nama

Mobilisasi

Mempersiapkan sejumlah personil, peralatan, dan bahan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Pekerjaan Bouwplank dan Pengeringan

Sebelum pelaksanaan pekerjaan talud dan bendung, maka diperlukan  beberapa pekerjaan terlebih dahulu, antara lain:

1. Bouwplank, menentukan lokasi bouwplank sesuai dengan gambar kerja. Peralatan yang digunakan adalah Theodolite.

Gambar 6. 3 Pengukuran dengan Theodolite

2. Pengeringan, dilakukan dengan kerjasama atau pemberitahuan jadwal waktu  pematian aliran air dengan Gabungan Pemakai Air dan pemerintah terkait. Dalam pembangunan bangunan air diperlukan adanya pengeringan lahan yang akan dikerjakan, berikut beberapa metodenya adalah:

2.1. Air sungai dialihkan, mempunyai beberapa cara yaitu:

a. Pemberian kisdam / tanggul buatan, yaitu konstruksi bangunan air yang bersifat sementara berfungsi supaya air sungai tidak masuk kedalam galian. sebagai  pengalih air sungai agar daerah yang dikeringkan dapat dikerjakan tanpa

Gambar 6. 4 Pemberian kisdam

 b. Pembuatan sudetan, yaitu membuat tempat aliran sungai untuk memindahkan arus air sungai ke tempat yang dikehendaki agar daerah yang akan dikerjakan tidak dilalui oleh aliran sungai lagi.

2.2. Penyedotan dengan pompa, yaitu memberikan pompa pada daerah yang akan dikerjakan untuk mencegah terjadinya sumber air diatas tanah.

Gambar 6. 6 Penyedotan dengan pompa

Pelaksanaan Bangunan Talud

Dalam pelaksanaan bagunan talud ini mempunyai tahapan yaitu: 1. Galian tanah

Penggalian menggunakan tenaga manusia / Alat berat harus diperhitungkan agar buangan sisa galian dapat tersalurkan dengan baik.

2. Pasangan batu kosong

Pemasangan pasangan batu kosong disusun dari batu-batu tanpa bahan  pengikat / Spesi. Ukuran batu yang tersusun tidak lebih dari 25 cm dan

dikunci dengan batu-batu lebih kecil sehingga tersusun rapat dan kuat. 3. Pasangan batu kali 1 PC : 4 Ps

Pasangan batu kali memiliki campuran spesi yaitu 1 PC : 4 Ps (1 takaran Semen  Portland  dicampur dengan 4 takaran pasir). Dalam pembangunan Embung Serut ini maksimum spesi rongga lebarnya 50 mm dan antar batu tidak boleh berhimpit. Bahan yang digunakan adalah Batu yang tidak   porous (± 25cm), Agregat Halus (pasir), Air, Semen  Portland. Alat yang

digunakan adalah molen dan bekisting (apabila diperlukan), unting-unting dan benang sebagai pembatas.

Gambar 6. 8 Proses pemasangan batu kali

4. Siar 1 PC : 2 Ps

Pekerjaan Siar pada pekerjaan talud diawali dengan mengorek pada  pasangan batu muka sedalam 3 cm, disikat dengan sikat kawat dan dibasahi. Adukan spesi yaitu 1 PC : 2 Ps dengan lebar siar kurang lebih 2 – 3 cm. Bahan yang digunakan Semen Portland dan Pasir.

Gambar 6. 9 Proses siar pasangan batu kali

Gambar 6. 10 Hasil siar pasangan batu kali

5. Plesteran 1 PC : 3 Ps

Sebelum pekerjaan Plesteran dilakukan bahan pasir harus bersih dan disaring, serta bidang yang akan diplester harus dibuat kasar dan dibasahi terlebih dulu. Plester dilakukan dengan lurus dan datar dengan adukan spesi 1 PC : 3 Ps yang mempunyai tebal plesteran minimum 2 cm. Bahan yang dibutuhkan adalah Pasir dan Semen Portland .Peralatan yang digunakan adalah benang dan blebes.

Gambar 6. 11 Proses pekerjaan plester

Gambar 6. 12 Hasil plester pasangan batu kali

6. Timbunan tanah / Dipadatkan

Pemadatan dilakukan agar tanah asli disekitar talud menjadi rapat sehingga dapat memperkuat talud itu sendiri. Penimbunan dilakukan secara berulang  perlapis max. 20 cm yang kemudian dipadalkan dengan alat. Alat yang

Gambar 6. 13 Timbunan tanah digunakan untuk jalan inspeksi

Masalah pada pekerjaan bangunan talud

Beberapa lokasi bangunan talud mempunyai beberapa masalah pengeringan dalam pengerjaan pondasinya, Penyedotan dengan pompa merupakan metode  pengeringan yang diamati penyusun, dalam proses pengeringan sering ditemukan  beberapa sumber air yang mengeluarkan air dengan volume yang tidak mampu disedot oleh satu pompa, maka diberikanlah beberapa pompa dalam  pengeringannya. Adapula yang menggunakan potongan-potongan perlima meter 

untuk dipompa dan dibendung agar air tidak mengalir, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dipotongan ini.

Perbaikan Bangunan Bendung

Pada pembangunan Embung Serut ini lokasi Bendung berada dihilir  Embung Serut. Merupakan pekerjaan lanjutan dari bendung yang dahulu sudah  pernah ada, Adapun beberapa hal yang dilakukan dalam pelaksanaan Bangunan

Gambar 6. 14 Mercu bendung lama

1. Perlakuan pada bendung lama

Hal pertama yang dilakukan pada pekerjaan bendung ini adalah memberi  perlakuan pada bendung lama yaitu dengan cara memberi tambahan timbunan batu,

atau lainnya.

2. Perbaikan bendung

Perbaikan bendung dilakukan dengan berbagai cara yaitu perbaikan pada lantai atas, kolam olak, dan pemberian tangga dikanan dan kiri bendung.

Gambar 6. 16 Perbaikan kolam olak bendung

3.

3. SeSeteltelah pah pererbabaikaikan ben bendndunungg

Dalam perbaikan bendung terdapat beberapa perubahan dalam berbagai hal, Dalam perbaikan bendung terdapat beberapa perubahan dalam berbagai hal, dan hal ini diperhitungkan saat perencanaan dan direvisi saat pelaksanaan apabila dan hal ini diperhitungkan saat perencanaan dan direvisi saat pelaksanaan apabila terjadi ketidakmung

terjadi ketidakmungkinan pelaksanaan tersebut. kinan pelaksanaan tersebut. BenduBendung ng ini juga ini juga diberikdiberikan an tanggtanggaa ditiap sisi bendung yang digunakan untuk mempermudah akses bendung.

ditiap sisi bendung yang digunakan untuk mempermudah akses bendung.

Gambar 6. 18 Kolam olak setelah diperbaiki Gambar 6. 18 Kolam olak setelah diperbaiki

Gambar 6. 19 Mercu bendung setelah diperbaiki Gambar 6. 19 Mercu bendung setelah diperbaiki

Gambar 6. 20 Lantai depan setelah diperbaiki Gambar 6. 20 Lantai depan setelah diperbaiki

Gambar 6. 21 Tangga ditiap sisi bendung Gambar 6. 21 Tangga ditiap sisi bendung

Pekerjaan Pintu Pekerjaan Pintu

Be

Beberberapa apa pipintntu u aiair r didipapasansang g papada da EmEmbubung ng SeSerut rut iniini, , pinpintu tu air air yayangng didatangkan adalah pabrikasi dengan jenis, ukuran serta lokasi pemasangan sesuai didatangkan adalah pabrikasi dengan jenis, ukuran serta lokasi pemasangan sesuai denga

dengan n gambgambar ar kerja. Pengelasan dan pemasangan pintu sesuai kerja. Pengelasan dan pemasangan pintu sesuai dengadengan n spesifikaspesifikasi.si. Beberapa pintu yang dipasang :

Beberapa pintu yang dipasang : a. Pintu Pengambilan. a. Pintu Pengambilan.

Gambar 6. 22 Pintu pengambilan baru Gambar 6. 22 Pintu pengambilan baru

 b. Pint

 b. Pintu Pengu Penguras.uras. Ad

Adapapun un kekegugunaanaan n pipintntu u pepengngururas as adadalaalah h sebsebagagai ai sarsaranana a yayang ng dadapatpat digunakan untuk menguras air dari kotoran (berupa sediment atau sampah) yang digunakan untuk menguras air dari kotoran (berupa sediment atau sampah) yang  biasa ter

Gambar 6. 23 Pintu penguras lama

Gambar 6. 25 Contoh pintu penguras yang dibuka

c. Skot balok.

Pintu skot balok (stoplog) adalah balok kayu yang dapat dipasang pada alur   pintu/sponeng bangunan. Pintu ini berfungsi untuk mengatur muka air saluran pada

ketinggian tertentu. Bila muka air lebih tinggi dari pintu skot balok, akan terjadi aliran di atas pintu skot balok tersebut.

Pekerjaan tambahan

Pekerjaan tambahan lainnya ada pemasangan pagar diatas talud sebagai  pelindung agar dari jalan inspeksi tidak langsung menuju bendung atau sebagai  pengaman.

Gambar 6. 26 Proses pembuatan pagar pengaman

BAB VII

Dalam dokumen Laporan Kerja Praktek Embung Serut11 (Halaman 54-72)

Dokumen terkait