• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

3. Bahasa 1 Ketepatan ejaan yang disempurnakan

3 3 3 3 Valid

2. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami

3 3 3 3 Valid

3. Rumusan kalimat tidak menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian

3 3 3 3 Valid

Rata-rata total kevalidan soal POST-TES 3 Valid (Modifikasi dari Nasikah 2012) Keterengan:

Skor 1 = Sangat tidak valid Skor 2 = Tidak valid Skor 3 = Valid Skor 4 = Sangat valid

Tabel 11

Komentar/Saran Validator Mengenai Soal Tes (Pretest dan Posttest)

Validator Komentar/Saran

M. Shahib, S.Pd

(Guru Matematika SMP Nurul Qomar Palembang)

Baik Erni Sepriyanti, S.Pd

(Guru Matematika SMP Nurul Qomar Palembang

Nomor soal jangan terlalu sama Rohidayati, S.Pd

(Guru Matematika SMP Nurul Qomar Palembang)

Dari hasil perhitungan didapat nilai rata-rata total validasi yang diberikan oleh para validator terhadap soal tes (pretest dan

posttest) sebesar 3.0 (valid). Sehingga soal tes (pretest dan

posttest) pada materi pokok Himpunan ini telah memenuhi aspek kevalidan.

b. Deskripsi Pelaksanaan Model Pembelajaran Elaborasi Pada Kelas Eksperimen

1) Pertemuan Pertama

Senin tanggal 27 Januari 2014 adalah pertemuan pertama dikelas eksperimen dengan alokasi waktu 120 menit. Peneliti menyampaikan pokok-pokok materi Himpunan kemudian peneliti memberikan soal pretest kepada siswa untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa tentang himpunan , kemudian dikerjakan oleh siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung sebagai tes kemampuan awal, soal tes berupa uraian yang terdiri dari 5 soal. Selanjutnya setelah setiap siswa mengerjakan soal pretest, dimulai proses pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut.

Gambar 3

Siswa melakukan tes awal pada kelas eksperimen a) Penyajian Epitome

Pada kegiatan awal atau pendahuluan, peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian mengabsen siswa semua hadir berjumlah 20 siswa. Setelah peneliti mengabsen siswa kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang harus dicapai yaitu, Membedakan himpunan dan bukan himpunan, menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan, menyatakan notasi himpunan. Memotivasi siswa dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini, contohnya dalam penerapan kehidupan sehari-hari dengan membedakan objek mana yang termasuk buah-buahan atau sayur-sayuran (memperagakan dengan mainan yang disediakan). Peneliti Menyajikan kerangka isi (epitome) tentang materi himpunan yang memuat bagian-bagian terpenting. Contohnya apa itu

himpunan, notasi himpunan, anggota dan bukan anggota himpunan. Siswa menggalih lagi pengetahuanya tentang himpunan dilingkungan sekitarnya. Dengan cara peneliti memberikan contoh dilingkungan sekitar siswa yaitu keluarganya. Keluarganya termasuk himpunan karena bisa didefenisikan dengan jelas dan anggotanya ada yaitu ayah, ibu, kakak, dan adik itu termasuk anggota himpunan dari keluarganya. Dari contoh yang diberikan peneliti siswa mulai mengerti apa itu himpunan dan mereka mulai menyebutkan himpunan yang mereka ketahui.

b) Elaborasi Tahap Pertama

Pada tahap ini peneliti Memunculkan gagasan baru baik seacara lisan maupun tulisan bagian terpenting dalam kerangka isi. Dari apa yang disampaikan oleh peneliti siswa mengungkapkan secara lisan dan tulisan mengenai pengertian himpunan dan apa saja yang bisa dikatakan himpunan

Siswa mengungkapkan secara lisan dan tulisan pada kelas eksperimen

Pemberian rangkuman dan Sintesis antar bagian sintesis Dimana pada tahap ini peneliti meminta siswa menyebutkan nama lain dari himpunan. Siswa menyebutkan nama lain dari himpunan yaitu dimana himpunan itu kumpulan, objek dan benda yang dapat didefinisikan dengan jelas. Contohnya siswa yang cantik dikelas VII.B SMP Nurul Qomar. Tidak dapat disebutkan himpunan karena setiap siswa berbeda pendapat mengenai siapa yang cantik dikelasnya.

Rangkuman awal : dimana peneliti memberikan rangkuman awal kepada siswa yang berisi pengetahuan singkat mengenai fakta, konsep prinsip atau prosedur yang dapat diterima dengan baik. Penjelasan himpunan adalah kumpulan objek/ benda yang sudah terdefinisi dengan jelas. Pada rangkuman ini siswa merangkum dengan bahasa mereka sendiri yaitu himpunan merupakan kumpulan objek/benda yang bisa disebutkan anggota-anggotanya. Untuk mengetahui hasil belajar siswa peneliti mengaitkan materi himpunan dengan masalah kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini peneliti dan siswa bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang telah disajikan didalam LKS, kemudian mempresentasaikan nya didepan kelas.

Peneliti membantu siswa untuk mengaitkan pengetahuan tentang himpunan dan notasi himpunan yang telah dielaborasikan pada tahap pertama, dengan menuliskan symbol/ lambang untuk anggota himpunan. Serta mempresentasikanya didepan kelas.

d) Rangkuman dan Sintesisi Akhir

Pada tahapan ini peneliti dan siswa bersama-sama menuliskan dan menyebutkan pengertian himpunan, tetapi masih ada siswa yang masih keliru dengan himpunan dan yang mana bukan himpunan pada rangkuman akhir ini peneliti bisa mengetahui yang mana siswa yang belum mengerti, maka peneliti meluruskan dan menjelaskanya dengan contoh yang mudah mereka pahami.

Selanjutnya untuk mengetahui hasil belajar siswa peneliti memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas berupa LKS. Setelah mereka mengerjakan LKS peneliti dan siswa bersama-sama membahas LKS tersebut dan meminta siswa untuk mempresentasikan di depan kelas agar siswa lain lebih mengerti lagi. Dengan soal

1. Diantara kelompok atau kumpulan berikut, tentukan yang termasuk himpunan dan bukan himpunan, berikan alasan yang mendukung

a. Kumpulan kendaraan bermotor

b. Kelompok negara-negara di Asia Tenggara c. Kelompok binatang serangga

e. Kelompok bilangan kecil

2. Nyatakan himpunan berikut dengan menggunakan tanda kurung kurawal.

a. A adalah himpunan nama-nama hari dalam seminggu

b. M adalah himpunan binatang pemakan rumput c. N adalah himpunan bilangan ganjil kurang dari 15 d. B adalah himpunan planet-planet dalam tata surya.

Gambar 5. Hasil Latihan Individual Lks siswa pada kelas eksperimen

2) Pertemuan kedua a) Penyajian Epitome

Peneliti memulai proses pembelajaran pada pertemuan kedua ini dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang harus dicapai yaitu . Membedakan himpunan kosong dan nol, Menyatakan himpunan semesta. Setelah itu peneliti mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan di pelajari contohnya,

himpunan bilangan ganjil antara 20 dan 46 apakah merupakan himpunan berhingga atau himpunan tak berhingga. Peneliti memberikan stimulus atau penjelasan tentang materi himpunan berhingga dan himpunan tak berhingga, himpunan kososng dan nol serta himpunan semesta. Peneliti Menyajikan epitome (kerangka isi) yang memuat bagian-bagian yang paling penting dari materi himpunan yaitu himpunan berhingga dan himpunan tak berhingga, himpunan kosong dan nol serta himpunan semesta.

b) Elaborasi Tahap Pertama

Peneliti Memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tulisan pada tiap bagian dari kerangka isi. Pemberian Rangkuman Dan Sintesis Antar Bagian, Peneliti Memberikan penjelasan tentang materi himpunan berhingga dan tak berhingga yaitu himpunan yang mempunyai anggota beerhingga /terbatas disebut himpunan berhingga. Himpunan yang mempunyai anggota yang tak terbatas (dirincikan dengan tiga buah titik terkhir) disebut tak terhingga. Peneliti bersama siswa membuat rangkuman dari materi yang telah dipelajari. menyajikan elaborasi bagian yang lain dalam epitome (kerangka isi) yaitu: dengan menanyakan kepada siswa tentang apa yang mereka ketahui dari penjelasan yang telah disampaikan oleh guru. Menunjukkan keterkaitan / hubungan di dalam materi yang telah disampaikan oleh guru/ peneliti dengan pengetahuan yang dimiliki siswa. Menjelaskan himpunan kososng

yaitu himpunan yang tidak memiliki anggota. Peneliti Menjelaskan perbedaan symbol {0} dan { }.Menunjukkan symbol dari himpunan kosong { } atau Ø. Menunjukkan dengan contoh yang termasuk himpunan kosong. Contoh: himpunan ikan yang hidup di udara. Guru dan siswa menuliskan bagian yang terpenting dari materi himpunan kosong yaitu:Himpunan yang tidak memiliki anggota Simbolnya { } atau Perbedaan symbol {0} dimana himpunan ini memiliki anggota yaitu 0 dan sedangkan symbol ini { } tidak memiliki anggota.Peneliti Menanyakan tentang apa yang mereka ketahui tentang himpunan semesta?Memunculkan ide/gagasan baru yang dimiliki siswa tentang himpunan semesta. Menunjukkan keterkaitan / hubungan di dalam materi yang telah disampaikan oleh guru/ peneliti dengan pengetahuan yang dimiliki siswa. Serta peneliti memberikan penjelasan tentang pengertian himpunan semesta yaitu himpunan yang memuat semua objek yang sedang dibicarakan. Symbol yang digunakan adalah S dan kata lain dari semesta yaitu Universal disimbolkan dengan U.

c) Elaborasi Tahap Kedua

Menyajikan elaborasi bagian yang ada dalam elaborasi tahap pertama, dengan maksud membawa siswa pada tingkat kedalaman sebagaimana ditetapkan dalam tujuan pembelajaran. Setelah siswa memahami pengertian dari himpunan berhingga, tak berhingga,

himpunan kosong dan himpunan semesta, maka siswa dapat menjelaskannya dengan memberikan contoh dari tiap-tiap himpunan tersebut dengan menggunakan simbolnya.

d) Rangkuman Dan Sintesis Akhir

Peneliti dan siswa bersama-sama menyimpulkan dan menuliskan pengertian,symbol, dan contoh dari himpunan berhingga, himpunan tak berhingga, himpunan kosong dan nol , dan himpunan semesta.

Selanjutnya untuk mengetahui hasil belajar siswa peneliti memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas berupa LKS. Setelah mereka mengerjakan LKS peneliti dan siswa bersama-sama membahas LKS tersebut dan meminta siswa untuk mempresentasikan di depan kelas agar siswa lain lebih mengerti lagi. Dengan soal

1. Selidikilah himpunan-himpunan berikut berhingga atau tak berhingga, berilah alasanya,

a. B adalah himpunan bilangan asli yang habis dibagi 3 b. C adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 1.001 c. M adalah himpunan bilangan bulat kurang dari -4 d. K adalah himpunan bangun ruang dalam matematika. 2. Diantara himpunan berikut, tentukan manakah yang

merupakan himpunan kososng.

a. Himpunan anak kelas VII SMP yang berumur kurang dari 8 tahun

b. Himpunan kuda yang berkaki dua

c. Himpunan bilangan prima yang habis dibagi 2 d. Himpunan bilangan asli antara 8 dan 9

Gambar 6. Hasil Latihan Individual Lks siswa pada kelas eksperimen

3) Pertemuan ketiga

Pada pertemuan ini peneliti dan siswa bersama-sama membahas soal (PR) yang telah diberikan oleh peneliti untuk dikerjakan. Jika ada siswa yang belum mengerti akan di perjelas lagi oleh peneliti.

Gambar 7. Hasil Latihan Individual LKS siswa pada kelas eksperimen

Setelah selesai tiga kali pertemuan maka diadakan posttest. Peneliti mengambil data hasil belajar matematika siswa yaitu dari nilai

posttest siswa setelah diadakan pembelajaran pada pertemuan sebelumnya selama tiga kali pertemuan. Data diambil dengan cara memberikan soal posttest berupa tes uraian yang terdiri dari 5 soal.

Berdasarkan dari hasil yang didapat siswa selama proses pembelajaran pada pertemuan 1, pertemuan 2, dan pertemuan 3 di kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Elaborasi dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Elaborasi ternyata membawa peningkatan. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai siswa pada setiap pertemuan yaitu, pertemuan 1 adalah 83,78, pertemuan 2 adalah 88,97, dan pertemuan 3 adalah 94,32.

c. Deskripsi Pelaksanaan Model Pembelajaran Konvensional Pada Kelas Kontrol

Peneliti menyampaikan pokok-pokok materi himpunan kemudian peneliti memberikan soal pretest kepada siswa untuk dikerjakan oleh siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung sebagai tes kemampuan awal, soal tes berupa uraian yang terdiri dari 5 soal. Selanjutnya setelah setiap siswa mengerjakan soal pretest, peneliti memulai proses pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang harus dicapai yaitu Menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya.Menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan serta notasinya. Mengenal himpunan berhingga dan tak berhingga. Setelah itu peneliti meminta siswa mengingat kembali tentang pembelajaran sebelumnya dan mengaitkanya dengan pembelajaran yang akan dipelajari.

Selanjuntya peneliti menjelaskan dan siswa yang tidak mengerti bertanya. Setelah peneliti menjelaskan siswa diberi latihan soal yang ada di LKS, kemudian siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan guru. Setelah selesai semua, peneliti dan siswa merangkum materi pembelajaran pada hari tersebut dan peneliti memberikan pekerjaan rumah berupa soal-soal yang ada dalam buku paket.

2) Pertemuan Kedua

Peneliti memulai proses pembelajaran pada pertemuan kedua ini dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang

harus dicapai yaitu menentukan himpunan kososng dan nol, menyebutkan himpunan berhingga dan himpunan tak berhingga. Setelah itu peneliti meminta siswa mengingat kembali tentang materi sebelumnya yaitu menyatakan notasi himpunan serta menanyakan kepada siswa tentang pengertian himpunan dengan bahasa mereka sendiri.

Selanjutnya sama seperti pertemuan pertama, diamana di pertemuan kedua peneliti dan siswa bersama-sama membahas PR yang sudah diberikan pada pertemuan pertama , selanjutnya peneliti menjelaskan dan siswa yang tidak mengerti bertanya. Setelah peneliti menjelaskan siswa diberi latihan soal yang ada di LKS, kemudian siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan guru. Setelah selesai semua, peneliti dan siswa merangkum materi pembelajaran pada hari tersebut dan peneliti memberikan pekerjaan rumah berupa soal-soal yang ada dalam buku paket.

3) Pertemuan Ketiga

Peneliti memulai proses pembelajaran pada pertemuan ketiga ini dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang harus dicapai yaitu menyatakan pengertian himpunan semesta, serta dapat menyebutkan anggotanya. Setelah itu peneliti meminta siswa mengingat kembali tentang himpunan berhingga dan himpunan tak berhingga dan memotivasi siswa dengan menjelaskan manfaat jika bisa menyelesaikan himpunan semesta maka pada materi selanjutnya

dapat menyatakanya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menyajikan himpunan dalam diagram veen.

Selanjutnya sama seperti pertemuan pertama dan kedua, peneliti menjelaskan dan siswa yang tidak mengerti bertanya. Setelah peneliti menjelaskan siswa diberi latihan soal yang ada di LKS, kemudian siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan guru. Setelah selesai semua, peneliti dan siswa merangkum materi pembelajaran pada hari tersebut dan peneliti memberikan pekerjaan rumah berupa soal-soal yang ada dalam buku paket.

Setelah selesai tiga kali pertemuan maka diadakan posttest. Peneliti mengambil data hasil belajar matematika siswa yaitu dari nilai posttest siswa setelah diadakan pembelajaran pada pertemuan sebelumnya selama tiga kali pertemuan. Data diambil dengan cara memberikan soal posttest berupa tes uraian yang terdiri dari 5 soal.

Berdasarkan dari hasil yang didapat siswa selama proses pembelajaran pada pertemuan 1, pertemuan 2, dan pertemuan 3 di kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran konvensional masih rendah. Hal ini terlihat dari rata- rata nilai siswa pada setiap pertemuan yaitu, pertemuan 1 adalah 66,22, pertemuan 2 adalah 75,84, dan pertemuan 3 adalah 72,84.

Gambar 8

Siswa melakukan tes awal pada kelas kontrol 2. Hasil Analisis Uji Instrumen

a. Uji Validitas

Setelah dilakukan uji validitas oleh pakar, soal tes tersebut diujicobakan kepada 10 orang siswa kelas VII untuk menguji secara empirik kevalidan soal tes. Dalam hal ini yang diujicobakan hanya soal

posttest karena konsep dan materi pada soal pretest dan posttest sama yang berbeda hanya angka pada masing-masing soal pretest dan

posttest tesebut, maka cukup dilakukan ujicoba pada soal posttest saja. Uji validitas dilakukan dengan cara menghitung korelasi masing- masing pertanyaan (item) dengan skor totalnya. Rumus korelasi yang dipergunakan adalah korelasi product moment. Hasil ujicoba soal

posttest dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 12

Hasil Validasi Soal Tes Nilai Hasil Validasi Kriteria

r1 0,7912 Valid

r2 0.8509 Valid

r4 0,7833 Valid

r5 0,9249 Valid

Dari hasil ujicoba ini dapat disimpulkan bahwa soal tes pada materi sistem persamaan linear dua variabel pada penelitian ini adalah berkriteria valid.

b. Uji Reliabilitas

Untuk melihat apakah instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengukur data, maka dilakukan uji reliabilitas. Rumus yang digunakan adalah rumus Alpha. Dari perhitungan didapat 𝑟11 = 0,82 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0,632 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝛼 = 0,05 , maka instrument tersebut reliable. Berdasarkan tabel interpretasi derajat reliabilitas maka 𝑟11 = 0,82 derajat reliabilitasnya tinggi.

3. Hasil Analisis Data Tes

Dokumen terkait