Pertumbuhan Tingkat Perjalanan (Tahun 2015 - 2017)
4.4 Bangkitan/Tarikan Perjalanan
Bangkitan perjalanan adalah langkah pertama dalam perencanaan transportasi, digunakan dalam memperkirakan jumlah perjalanan yang berasal atau bertujuan di suatu zona dalam Analisa lalu lintas.
4.4.1 Kawasan Medan Center Point
Kawasan Medan Center Point berlokasi diantara Jl. Timor, Jl. Veteran, Jl.
Jawa, dan Jl. Madura Baru dengan luas bangunan keseluruhan ±208.138,35 m² di atas lahan seluas 64.347 m² (Bangunan Pusat perbelanjaan/mall, Pertokoan, Condominium, Condotel dan Hotel). Tabel 4.4 menjelaskan secara rinci bangunan Kawasan Medan Center Point.
Tabel 4.4 Jenis Bangunan Kawasan Medan Center Point
No Bangunan
152 unit ukuran 4x18 (3 lantai) 44 unit ukuran 5x18 (4 lantai) 35 unit ukuran 10x18(4 lantai) Total : 231 unit ruko
2 Mall 62.328 Terdiri dari : Basement,Ground
floor, Lantai 1 – 3 dan 18 lantai dengan jumlah 240 unit condominium dan condotel 1 tower/blok dengan ketinggian 12 lantai dengan jumlah 108 unit condotel
Tabel 4.4 (Lanjutan) Sumber: Dinas Perhubungan Kota Medan
Dari data yang diperoleh, tahap selanjutnya dapat menganalisa prediksi bangkitan/tarikan perjalanan setiap masing-masing kegiatan berdasarkan Pedoman Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Rancangan 3, Departemen PU, 2008.
1. Bangkitan/tarikan perjalanan pertokoan.
BANGKITAN 6.53smp/100m2/hari Pertokoan
LUAS BANGUNAN (231 unit ruko) = 73,872 m²
JUMLAH BANGKITAN = 4823.84 smp/hari 401.99 smp/jam
Dengan memperhatikan analisa data tersebut, asumsi bangunan terbangun 231 unit dengan luas 73.872 m², maka diprediksi kegiatan pertokoan tersebut saat beroperasi akan membangkitkan perjalanan sebanyak 4.823,84 smp/hari.
2. Bangkitan/tarikan perjalanan mall/pusat perbelanjaan.
BANGKITAN 6.53smp/100m2/hari Pusat Perbelanjaan/mall
LUAS LANTAI TERBANGUN = 62,328
JUMLAH BANGKITAN = 4070.02 smp/hari 339.17 smp/jam
Dengan memperhatikan analisa data tersebut, asumsi bangunan terbangun untuk pusat perbelanjaan/mall dengan luas 62.328 m², maka diprediksi
kegiatan pusat perbelanjaan/mall tersebut saat beroperasi akan membangkitkan perjalanan sebanyak 4.070,02 smp/hari.
3. Bangkitan/tarikan perjalanan Condominium dan Condotel (Apartement) BANGKITAN 6.47org/hunian/hari Condominium dan Condotel
JUMLAH HUNIAN = 348
JUMLAH BANGKITAN = 0.06 org/hunian 4.02 hunian/hari
1397.52 org/hari Dengan memperhatikan analisa data tersebut, bangunan Condominium dan Condotel yang akan dibangun dengan asumsi 348 hunian, maka diprediksi Condominium dan Condotel tersebut jika beroperasi akan membangkitkan perjalanan sebanyak 1.397,52 org/hari.
4. Bangkitan/tarikan perjalanan hotel
BANGKITAN 0.60org/kmr/hari libur Hotel
JUMLAH KAMAR = 77
JUMLAH BANGKITAN = 0.02 org/kmr 0.25 kmr/hr libur
19.2 org/hr libur Dengan memperhatikan analisa data tersebut, bangunan Hotel yang akan dibangun dengan asumsi 77 kamar, maka diprediksi hotel tersebut jika beroperasi akan membangkitkan perjalanan sebanyak 19,2 org/hari libur.
Dari hasil analisa bangkitan/tarikan perjalanan masing-masing kegiatan bangunan pada Kawasan Medan Center Point, maka dapat disimpulkan permasalahan yang timbul antara lain:
a. Kemacetan di dalam lokasi lahan akibat kapasitas kendaraan yang keluar/masuk kawasan sangat padat dan konfigurasi parkir yang kurang mendukung;
b. Kemacetan pada jalan umum di luar lahan akibat aktivitas yang terjadi di dalam kawasan MCP itu sendiri;
c. Kemungkinan timbulnya kecelakaan lalu lintas akbibat tidak terkendalinya konflik arus lalu lintas.
4.4.2 Stasiun kereta api Medan
Berdasarkan data yang diperoleh dari Divre I Sumatera Utara, jumlah penumpang angkutan kereta api umum pada tahun 2014 sebesar 2.054.879 org/tahun.
Stasiun Besar Medan berada di Pusat Kawasan Komersial dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki, antara lain: perkantoran, bisnis, perbelanjaan dan perhotelan.
Hal ini mempengaruhi fungsi pelayanan stasiun begitu juga sebaliknya.
Konsep penataan kawasan yang dibutuhkan di stasiun besar Kota Medan untuk memaksimalkan efisiensi sistem transportasi perkotaan adalah melalui penyediaan fasilitas pejalan kaki dari dan ke stasiun yang nyaman (aksesbilitas yang terkoneksi), penyediaan fasilitas halte/shelter sehingga peminat pengguna jasa kereta api meningkat dan dapat membatasi penggunaan kendaraan pribadi (Gambar 4.4).
Gambar 4.4 Kawasan Stasiun Kereta Api Medan
4.5 Analisa Parkir
4.5.1 Kawasan Medan Center Point
Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Medan No. 640/3146/SK/1994 tanggal 25 November 1994 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Parkir, setiap luas bangunan harus menyediakan tempat parkir untuk 1 mobil. 1 unit sarana ruang parkir untuk kendaraan roda empat (R4) adalah 16 m².
Berdasarkan standar kebutuhan ruang parkir yang telah ditentukan, maka pemenuhan kebutuhan luas areal parkir kawasan MCP yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Kebutuhan Lahan Parkir = Luas Lahan x 1 SRP Luas Penggunaan Bangunan
a. Kebutuhan ruang parkir pertokoan (Luas lahan pertokoan 73.872 m²) kebutuhan lahan parkir : 1,846.80 SRP
luas parkir : 29,548.80 m2
Berdasarkan analisa, didapatkan kebutuhan ruang parkir untuk pertokoan adalah 1.846,80 SRP dengan luas kebutuhan lahan parkir 29.548,80 m².
b. Kebutuhan ruang parkir mall (Luas lahan mall 62.328 m²) kebutuhan lahan parkir : 1,558.20 SRP
luas parkir : 24,931.20 m2
Berdasarkan analisa, didapatkan kebutuhan ruang parkir untuk mall adalah 1.558,20 SRP dengan luas kebutuhan lahan parkir 24.931,20 m².
c. Kebutuhan ruang parkir condominium dan condotel (Luas lahan 68.127 m²)
kebutuhan lahan parkir : 973.24 SRP
luas parkir : 15,571.89 m2
Berdasarkan analisa, didapatkan kebutuhan ruang parkir untuk condominium dan condotel adalah 973,24 SRP dengan luas kebutuhan lahan parkir 15.571,89 m².
d. Kebutuhan ruang parkir hotel (Luas lahan 3.811 m²)
kebutuhan lahan parkir : 63.52 SRP
luas parkir : 1,016.27 m2
….…….… (4.2)
Berdasarkan analisa, didapatkan kebutuhan ruang parkir untuk hotel adalah 63,52 SRP dengan luas kebutuhan lahan parkir 1.016,27 m².
Dari hasil analisa yang telah dilakukan, dapat disimpulkan pada kawasan Medan Center Point membutuhkan lahan parkir sebesar 71.068,15 m² dengan kapasitas 4.441,76 SRP (dibulatkan 4.442 SRP).
Berdasarkan kondisi eksisting, Kawasan Medan Center Point telah menyediakan lahan parkir seluas 64.347 m² (Sumber: Dokumen Amdal Pusat Terpadu Center Point, 2013) dengan kapasitas parkir kendaraan 1.270 SRP untuk parkir ruko, mall, hotel dan apartemen. Oleh karena itu, kebutuhan ruang parkir yang disediakan oleh pengembang Kawasan Medan Center Point belum dapat menampung keseluruhan kendaraan yang masuk ke kawasan tersebut sehingga menimbulkan tundaan di dalam kawasan yang mengakibatkan kemacetan di dalam maupun luar kawasan dan pengembang harus menyediakan kekurangan lahan parkir yang telah ditentukan sebesar 6.721,5 m² (3.172 SRP). Hasil perhitungan SRP dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Kebutuhan Parkir di Kawasan Medan Center Point Ruang Parkir
4.5.2 Parkir tepi jalan umum 4.5.2.1 Parkir di Jl. Stasiun
Peranan dan fungsi parkir serta aktifitas parkir di Jl. Stasiun (Gambar 4.5) adalah sebagai pendukung dari kegiatan stasiun kereta api Medan, dimana pada kawasan ini merupakan titik pusat Kota Medan yang dapat menghubungkan wilayah-wilayah dalam maupun luar Kota Medan dan merupakan bagian dari TOD City.
a. Karakteristik parkir
Lokasi parkir berada di depan Stasiun dan merupakan daerah rawan macet, khususnya pada saat kedatangan kereta api penumpang.
diasumsikan durasi atau lamanya rata-rata waktu parkir adalah 0 – 2 jam.
Lokasi parkir sebagian besar menggunakan badan jalan, sehingga terjadi penyempitan ruas jalan akibat parkir kendaraan. Berdasarkan hasil analisa pada Tabel 4.6, diperoleh hasil jumlah parkir kendaraan, yaitu:
Tabel 4.6 Jumlah dan SRP di Jl. Stasiun smp kend jml kend SRP
1 R4 115 115
0.33 R2 271 89.43
Total 386 204.43
Sumber: Hasil Analisa, 2015
Dari hasil analisa yang dilakukan, diperoleh volume jumlah parkir di Jl.
Stasiun sebanyak 386 kend/jam dengan kebutuhan ruang parkir 204,43 SRP.
b. Kinerja lalu lintas
Ruas jalan Stasiun memiliki status fungsi jalan kota dengan lebar jalan 18 m (8,53 m digunakan untuk parkir, 9,47 m untuk kendaraan). Berdasarkan hasil kajian kinerja lalu lintas, Jl. Stasiun memiliki volume lalu lintas sebesar 1.920,58 smp/ jam dengan VCR 0,76 sehingga dikategorikan dengan tingkat pelayanan jalan D yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan serta pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
Gambar 4.5 Data Parkir dan Lalu Lintas di Jl. Stasiun
4.5.2.2 Parkir di Jl. Pulau Pinang
Peranan dan fungsi parkir di Jl. Pulau Pinang (Gambar 4.6) adalah sebagai pendukung dari kegiatan perkantoran dikarenakan berada di sekitar perkantoran khususnya bank.
a. Karakteristik parkir
Terdapat 3 (tiga) lokasi parkir yang berada di Jl Pulau Pinang yaitu depan Bank Mandiri, Bank Panin dan di sepanjang ruas Jl. P. Pinang (Sisi Lapangan Merdeka). Berdasarkan hasil survei, diperoleh hasil jumlah parkir kendaraan, yaitu :
Tabel 4.7 Jumlah dan SRP Jl. Pulau Pinang smp kend jml kend SRP
1 R4 86 86
0.33 R2 0 0
Total 86 86
Sumber: Hasil Analisa, 2015
Dari hasil survei yang dilakukan, diperoleh volume jumlah parkir di Jl.
Pulau Pinang sebanyak 86 kend/jam dengan kebutuhan ruang parkir 115 SRP. Untuk parkir Sepeda Motor (R2) berada di dalam masing-masing bangunan kegiatan di sepanjang Jl. P. Pinang.
b. Kinerja lalu lintas
Ruas jalan Stasiun memiliki status fungsi jalan kota dengan lebar jalan 12,68 m. Berdasarkan hasil kajian kinerja lalu lintas, Jl. P. Pinang memiliki volume lalu lintas sebesar 1.816,96 smp/ jam dengan VCR 0,61
sehingga dikategorikan dengan tingkat pelayanan jalan C yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan serta pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
Gambar 4.6 Data Parkir di Jl. Pulau Pinang 4.5.2.3 Parkir Jl. Balai Kota (md. Sp. Jl. P. Pinang s/d Sp. Jl. B. Barisan)
Peranan dan fungsi parkir serta aktifitas parkir disepanjang Jl. Balai Kota adalah sebagai pendukung kegiatan perdagangan, maupun perkantoran.
a. Karakteristik parkir
Lokasi parkir berada pada pusat kegiatan perdagangan dan perkantoran maka durasi parkir atau lamanya waktu parkir rata-rata adalah bervariasi, mulai dari jangka pendek yaitu bagi pembeli atau pengunjung maupun
Vol. parkir = 86 kend/jam SRP = 115 SRP
Vol. kend = 1.816,96 smp/ jam
VCR = 0,61
LoS = C
parkir jangka panjang bagi pemilik toko/kios/karyawan. Berdasarkan hasil survei, diperoleh hasil jumlah parkir kendaraan (Tabel 4.8).
Tabel 4.8 Jumlah dan SRP Jl. Balai Kota smp kend jml kend SRP
1 R4 103 103
0.33 R2 0 0
Total 103 103
Sumber: Hasil Analisa, 2015
Dari hasil survei yang dilakukan, diperoleh volume jumlah parkir di Jl.
Balai Kota sebanyak 103 kend/jam dengan kebutuhan ruang parkir 103 SRP. Untuk parkir Sepeda Motor (R2) berada di sisi selatan lapangan merdeka (parkir off-street).
b. Kinerja lalu lintas
Ruas Jl. Balai Kota (Gambar 4.7) memiliki status fungsi jalan kota dengan lebar jalan 18,83 m. Berdasarkan hasil kajian kinerja lalu lintas, Jl. Balai Kota memiliki volume lalu lintas sebesar 1.587,41 smp/ jam dengan VCR 0,59 sehingga dikategorikan dengan tingkat pelayanan jalan C yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan serta pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
Gambar 4.7 Data Parkir di Jl. Balai Kota
4.5.2.4 Parkir Jl. Bukit Barisan
Peranan dan fungsi parkir serta aktifitas parkir di sepanjang jalan adalah sebagai pendukung kegiatan kawasan.
a. Karakteristik parkir
Lokasi parkir yang berada di Jl Bukit Barisan (Gambar 4.8) yaitu depan Kantor Pos, Bank Central Asia (BCA), Depan Asuransi Ramayana, Depan Kantor Pos 2 dan di sepanjang ruas Jl. B. Barisan (Sisi Utara Lapangan Merdeka). Berdasarkan hasil survei, diperoleh hasil jumlah parkir kendaraan, yaitu. Berdasarkan hasil survei, diperoleh hasil jumlah parkir kendaraan (Tabel 4.9).
Vol. parkir = 103 kend/jam SRP = 103 SRP
Vol. kend = 1.587,41 smp/ jam
VCR = 0,59
LoS = C
Tabel 4.9 Jumlah dan SRP Jl. Bukit Barisan smp kend jml kend SRP
1 R4 79 79
0.33 R2 27 8.91
Total 106 87.91
Sumber: Hasil Analisa, 2015
Dari hasil analisa yang dilakukan, diperoleh volume jumlah parkir di Jl.
Bukit Barisan sebanyak 106 kend/jam dengan kebutuhan ruang parkir 87,91 SRP.
b. Kinerja lalu lintas
Ruas Jl. Bukit Barisan (Gambar 4.8) memiliki status fungsi jalan kota dengan lebar jalan 12,10 m. Jl. Bukit Barisan memiliki volume lalu lintas sebesar 1.913,26 smp/ jam dengan VCR 0,64 sehingga dikategorikan dengan tingkat pelayanan jalan C yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan serta pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
Gambar 4.8 Data Parkir di Jl. Bukit Barisan
Vol. parkir = 106 kend/jam SRP = 87,91 SRP Vol. kend = 1.913,26 smp/ jam
VCR = 0,64
LoS = C
4.5.2.5 Parkir Jl. Jawa
Peranan dan fungsi parkir serta aktifitas parkir disepanjang Jl. Jawa tersebut adalah sebagai pendukung kegiatan perdagangan dan jasa.
a. Karakteristik parkir
Lokasi parkir berada pada pusat kegiatan perdagangan dan jasa maka durasi parkir atau lamanya waktu parkir rata-rata adalah bervariasi.
Berdasarkan hasil survei, diperoleh hasil jumlah parkir kendaraan (Tabel 4.10).
Tabel 4.10 Jumlah dan SRP Jl. Jawa smp kend jml kend SRP
1 R4 76 76
1.5 R3 19 28.5
Total 36 104.5
Sumber: Hasil Analisa, 2015
Dari hasil survei yang dilakukan, diperoleh volume jumlah parkir di Jl.
Jawa sebanyak 95 kend/jam dengan kebutuhan ruang parkir 104,5 SRP.
b. Kinerja lalu lintas
Ruas Jl. Jawa (Gambar 4.9) memiliki status fungsi jalan kota dengan lebar jalan 10,55 m. Berdasarkan hasil kajian kinerja lalu lintas, Jl. Jawa memiliki volume lalu lintas sebesar 1.743,12 smp/ jam dengan VCR 0,59 sehingga dikategorikan dengan tingkat pelayanan jalan C yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan serta pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
Gambar 4.9 Data Parkir di Jl. Jawa 4.5.3 Parkir Stasiun Kereta Api
Stasiun kereta api utama di Kota Medan merupakan titik transit yang paling utama. Stasiun ini sebenarnya hanya menyediakan area parkir kendaraan terbatas yang menggunakan badan jalan karena tidak tersedianya ruang parkir.
Untuk mengetahui kebutuhan ruang parkir dari stasiun tersebut dapat dijelaskan pada Tabel 4.11 dan diterangkan pada Gambar 4.10.
Tabel 4.11 Jumlah dan SRP Stasiun Kereta Api Medan
Sumber: Hasil Analisa, 2015
Kebutuhan ruang parkir Stasiun untuk kendaraan Roda 4 (R4) adalah 132 SRP, sedangkan untuk kendaraan Roda 2 (R2) adalah 121 SRP.
Gambar 4.10 Kondisi Parkir Kendaraan On-Street di Kawasan Stasiun Besar Kereta Api Medan
Dari data yang telah dianalisa, diperoleh kapasitas ruang parkir kendaraan di sekitar Kawasan Stasiun Besar Kereta Api Medan sangat kurang memenuhi sehingga menimbulkan dampak kemacetan kendaraan yang panjang (khususnya pada jam puncak pagi dan sore). Untuk mengatasi parkir di kawasan tersebut perlu dilakukan upaya penanganan manajemen parkir agar permasalahan parkir dapat teratasi.
Berdasarkan analisa ruas jalan yang dilakukan pada periode sibuk pagi dan sore, didapatkan nilai rata-rata kondisi VCR ruas jalan dalam jaringan jalan adalah 0,57. Pengambilan kesimpulan untuk kondisi ini perlu mempertimbangkan kecepatan lalu lintas di ruas yang bersangkutan, dimana untuk daerah pusat kota terutama Jl.
Balai Kota (Volume 1.895,28 km/jam dengan VCR 0,71) dan Jl. Stasiun (Volume 1.920,58 km/jam dengan VCR 0,76) kondisi kecepatan arus lalu lintas secara visual teramati tersendat (Tingkat Pelayanan Jalan C) pada periode sibuk. Kondisi ini akan menyebabkan volume lalu lintas yang tercatat melewati ruas akan berkurang akibat kemacetan.
Kinerja lalu lintas ruas jalan kondisi mendatang diAnalisa berdasarkan data hasil pertumbuhan pergerakan lalu lintas yang dilakukan oleh peneliti (Gambar 4.11).
Dari hasil analisa didapatkan peramalan lalu lintas mendatang hingga tahun 2017 akan terus meningkat (tingkat pertumbuhan perjalanan 9,6% per-tahun). Kondisi yang dianalisa pada model lalu lintas adalah kondisi dengan parkir di badan jalan.
Gambar 4.11 Faktor Tingkat Pertumbuhan Perjalanan
Tidak semua ruas jalan di dalam jaringan memiliki nilai VCR tinggi. Kondisi ini memungkinkan penerapan parkir di badan jalan untuk beberapa ruas tanpa memberikan gangguan yang tinggi terhadap arus lalu lintas. Namun untuk ruas-ruas dengan nilai VCR melebihi 0,70 perlu pengaturan yang ketat terhadap kebijakan parkir. Penjelasan selengkapnya V/C Ratio melebihi 0,70 dapat dilihat pada Tabel 4.12.
Tabel 4.12 Tingkat Pelayanan Jalan (VCR>70)
No No
Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
Tabel 4.12 (Lanjutan)
Pada saat ini, Pemerintah Kota Medan telah merencanakan pembangunan Taman Parkir di sisi timur Lapangan Merdeka sebagai pendukung Stasiun Besar Kereta Api dengan luas lahan +9.516 m² . Pembangunan Taman Parkir bertujuan untuk menampung kendaraan parkir stasiun. Konsep ini merupakan bagian dari konsep TOD yaitu untuk meningkatkan peran angkutan umum massal khususnya kereta api dengan implementasi konsep park and ride (parkir dan melaju). Park and
ride merupakan salah satu konsep untuk mendukung TOD di kawasan stasiun besar kereta api Medan yang berguna mempermudah pencapaian dan perpindahan moda dan juga sebagai media promosi pelayanan kereta api serta perpanjangan pelayanan kereta api tersebut.