• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR GAMBAR

JENIS KEGIATAN

5. Batasan Magang

Kegiatan magang yang dilakukan adalah dengan mengamati dan mengikuti mekanisme dan manajemen kerja, manajemen studio serta proses perancangan proyek lanskap.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan magang ini. Fokus pembahasan dilakukan terhadap ; 1). Lembaga SFA secara umum yang meliputi ; struktur organisasi, proses perancangan lanskap yang diterapkan SFA, fasilitas peralatan kerja, aplikasi teknologi informasi, mekanisme survei lapang dan manajemen kerja studio; 2). Proses perancangan proyek lanskap ; 3). Faktor pendukung dan penghambat kegiatan magang.

Lembaga PT. Sheils Flynn Asia Secara Umum

Struktur Organisasi

Melihat dan mempelajari struktur organisasi PT. Sheils Flynn (Gambar 2) di dalamnya terdapat beberapa disiplin ilmu terlibat dalam penanganan pekerjaan desain lanskap pada SFA. Staf utama dari disiplin ilmu Arsitektur Lanskap yang didukung dan diperkuat dengan ilmu Arsitektur dan bangunan. Tugas direktur utama Asia dibantu oleh direktur desain dan direktur proyek. Direktur desain bertanggung jawab dalam konsep desain lanskap yang basik ilmu dari Arsitektur Lanskap sedangkan direktur proyek bertugas dalam proses pekerjaan desain terutama distribusi pekerjaan pada staf yang sesuai.

Dengan adanya kolaborasi dan modifikasi beberapa disiplin ilmu tersebut, produk yang dihasilkan akan mempunyai kualitas yang lebih baik karena lebih banyak aspek yang diperhitungkan misalnya dari segi aristektur bangunan dan perhitungan konstruksi. Dari jumlah staf yang ada dalam kenyataannya masih belum sebanding dengan banyaknya pekerjaan yang masuk di SFA, khususnya spesifikasi staf bidang lanskap. Sehingga dalam kondisi tertentu ada beberapa staf yang overlap ke dalam beberapa pekerjaan. Tetapi sejauh ini kekurangan pekerja tersebut masih dapat ditangani dengan upaya kerjasama yang cukup baik dan saling membantu diantara semua staf.

Proses Perancangan Lanskap di PT. Sheils Flynn Asia

SFA mempunyai standar proses perancangan lanskap yang telah ditetapkan. Proses perancangan yang diterapkan oleh SFA meliputi ;

a. Tahap Persiapan, tahap ini diawali dengan penyusunan proposal yang mencakup tujuan, penawaran konsep, program serta informasi.

b. Tahap 1 Riset dan Analisa (RA); tahap ini meliputi kegiatan inventarisasi, melalui survei kondisi fisik, biofisik, sosial serta ekonomi. Kegiatan ini berlanjut pada analisis hasil survei mengenai potensi dan kendala. Tahap ini juga dilakukan review atas master plan yang ada jika memungkinkan dilakukan penyesuaian agar mendapat hasil optimal pada tahap selanjutnya.

c. Tahap 2 Konsep Desain (CD); tahap ini meliputi proses pembuatan masterplan dan penggambaran atau sketsa ilustrasi pada area-area utama yang vital.

d. Tahap 3 Pengembangan Desain (DD); tahapan ini terbagi menjadi 2 yaitu: 1). Tahap awal sebagai pengembangan desain sampai pada tahap produk Siteplan yang diperkuat dengan beberapa ilustrasi yang memperkuat konsep. 2). Tahap akhir yaitu setelah melalui beberapa review dan diskusi dengan pihak Sheils Flynn United Kingdom, direktur proyek, pimpinan proyek maupun klien dilakukan penyempurnaan Siteplan, detil zonasi, gambar potongan dan panel foto.

e. Tahap 4 Pembuatan Gambar Kerja (PD); tahapan ini semua konsep, detail rancangan, detail konstruksi telah final disepakati sehingga produk akhir berupa gambar kerja sebagai acuan utama pihak pelaksana (kontraktor). Gambar kerja meliputi detail rencana atau rancangan, detail zonasi, detail konstruksi, detail material serta denah penanaman.

Tabel 5. Tahapan Proses Perancangan PT. Sheils Flynn Asia

Tahapan Proses Perancangan Kegiatan Produk

Tahap Persiapan penyusunan proposal

proyek

proposal tertulis Tahap Riset dan Analisa (RA) inventarisasi, review

master plan, analisis (potensi dan kendala fisik, biofisik, sosial-budaya)

data tertulis, peta inventarisasi, peta analisis (potensi dan kendala)

Tahap Konsep Desain (CD) usulan konsep desain master/site plan

awal dan hasil review, gambar ilustrasi (sketsa dan 3D image)

Tahap Pengembangan Desain (DD) tahap awal :

pengembangan desain awal, pengembangan zonasi

tahap akhir :

pengembangan desain akhir setelah melalui diskusi/meeting dan revisi dari pihak terkait

siteplan umum dan siteplan per zona,

sketsa dan ilustrasi

siteplan umum dan siteplan per zona,

gambar potongan dan panel foto (softwork panel)

Tahap Pembuatan Gambar Kerja (PD)

pembuatan gambar akhir yang menjadi acuan dalam pelaksanaan proyek siteplan dengan layoutplan, gambar potongan, detil konstruksi dan material, denah penanaman (planting plan) lengkap dengan semua spesifikasinya Sumber : SFA (2008)

Proses perancangan yang diterapkan SFA secara teori tidak persis sama dengan proses perancangan yang dikemukakan oleh Simonds (1983). Standar tahapan yang diterapkan SFA merupakan modifikasi dari standar proses perancangan lanskap seperti yang telah dikemukakan Simonds. Tetapi dalam praktek dan aplikasi standar yang ditetapkan di SFA, tidak jauh berbeda dengan aplikasi teori Simonds yang dapat dilihat dari alokasi tahapan kerja serta produk yang dihasilkan dari masing-masing tahapan tersebut.

Fasilitas Peralatan Kerja

Dalam kantor SFA terdapat peralatan kerja yang sudah cukup lengkap. Peralatan-peralatan kerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Peralatan Kerja Kantor SFA

Jenis Fasilitas Jumlah

Server 2 PC 11 Laptop/notebook 2 Laser printer 1 Color printer 1 Plotter 2 Digital Camera 1 Scanner A4 1 LCD Projector 1 Headset Microphone 11 Sumber : SFA (2008)

Fasilitas kerja yang tergolong hardware sangat membantu dalam proses perancangan maupun komunikasi. Dalam proses perancangan di SFA berorientasi pada peralatan elektronik dan mesin. Hasil gambar grafisnya didominasi olahan komputer. Dibutuhkan spesifikasi komputer yang cukup tinggi (high speed) dan jumlah yang memenuhi untuk menunjang efektifitas kerja.

Untuk mempermudah kegiatan perancangan khususnya dalam produksi gambar maka SFA telah melengkapi fasilitas kerjanya dengan printer dan plotter. Produk gambar yang berukuran kertas <A4 menggunakan Laser printer dan Color printer, sedangkan produk gambar berukuran kertas A3-A0 menggunakan Plotter. Scanner yang ada masih terbatas ukuran A4. Scanner cukup penting untuk mendokumentasi informasi tertulis khususnya revisi tulisan tangan dari direktur atau pihak terkait. Untuk mendapatkan referensi khususnya gambar dari buku sebagai pendukung kegiatan perancangan secara mudah dan cepat dapat diambil dari dokumentasi hasil scanning,

Fasilitas pendukung hubungan dan komunikasi baik intern SFA maupun dengan pihak luar adalah Server, headset dan LCD projector. Dalam proses

pengiriman dan penerimaan data serta informasi membutuhkan efisiensi waktu yang tinggi. Akses Internet dan data yang kapasitasnya cukup berat secara cepat dapat dikirim dari dan ke klien menggunakan Server. Headset digunakan untuk komunikasi dua arah baik intern SFA, SF UK maupun dengan klien yang tentu saja melalui Server Internet. LCD projector digunakan pada saat rapat intern SFA maupun untuk presentasi pada saat meeting dengan klien.

Fasilitas kerja yang tersedia sejauh ini cukup memenuhi kebutuhan yang ada. Meskipun demikian masih diperlukan beberapa peralatan penunjang kerja baik secara kualitas maupun kuantitas. Beberapa waktu belakangan ini, secara bertahap SFA sedang melakukan pembaharuan terhadap peralatan yang ada misalnya perbaikan spesfikasi PC staf.

Aplikasi Teknologi Informasi

Aplikasi komputer utama yang digunakan dalam proses desain didominasi oleh aplikasi AutoCAD. Oleh karena itu terdapat posisi staf ahli CAD sebagai manajer CAD yang dibantu drafter CAD. Semua proyek produk CAD mengikuti standar yang telah ditentukan oleh SFA dan proses persetujuan produk CAD melalui manajer CAD.

Selain aplikasi CAD juga digunakan beberapa aplikasi pendukung baik yang berhubungan dengan proses desain maupun aplikasi pendukung lain sebagai penunjang kinerja (Tabel 7). Dalam SFA juga terdapat posisi arsitek dan desain grafis sebagai illustrator dan image editing yang biasanya menggunakan beberapa aplikasi grafis yaitu Adobe Photoshop 7.0, CS2 dan 3D studio max. Untuk proyek

pemetaan lanskap dan identifikasi tata guna lahan biasanya digunakan aplikasi Google

Earth, ArcGIS dan Adobe Photosop. Kegiatan presentasi pada saat meeting intern

maupun dengan klien menggunakan Ms. Office Power Point. Aplikasi Skype dan Outlook Express biasa digunakan untuk komunikasi via jeringan Internet.

Sebelum produk gambar proses desain dihasilkan, terlebih dahulu harus dicek oleh manajer CAD dan direktur proyek. Yang menjadi basik adalah aplikasi CAD sehingga semua hasil gambar CAD harus melalui persetujuan manager CAD khususnya masalah standar dan aturan gambar CAD.

Tabel 7. Aplikasi Komputer yang Digunakan serta kegunaannya

Nama Aplikasi Komputer Kegunaan

AutoCAD LT 2006 CAD drawing

AUTOVIZ 3D Rendering

3D Studio Max 3D Rendering/animation

Adobe Photoshop 7.0 & CS2 Image editing

Adobe Illustrator Layouting and image editing

Adobe Acrobat Dokumen dan publikasi

Adobe Pagemaker Presentasi

Adobe Image Ready CS2 Layouting and image editing

Microsoft Office Dokumen

Outlook Express E-mailing

Skype Komunikasi internal dan eksternal (UK dan

klien)

ArcGIS Mapping, GIS Processing

Google Earth Map searching

Sumber : SFA (2008)

Semua aplikasi komputer yang ada di kantor SFA berlisensi resmi. Ada staf IT (information technology) yang menjadi penanggung jawab terhadap kegiatan penginstalan software, pengelolaan file dan data, sistem internet dan hardware. Tetapi terdapat kendala yaitu aplikasi-aplikasi tersebut tidak terisntal secara lengkap di semua komputer, sehingga suatu ketika setiap staf harus bertukar komputer saat aplikasi yang dibutuhkan ada di komputer lain.

Sejauh ini jumlah aplikasi yang ada masih dapat mengakomodir kebutuhan SFA. Hanya saja perlu adanya penginstalan aplikasi tambahan yang lebih lengkap di beberapa komputer agar proses kerja berjalan lebih baik lagi.

Mekanisme Survei Lapang

Kegiatan magang terdiri dari kegiatan studio dan juga kegiatan survei lapang. Survei lapang yang diikuti mahasiswa bukan survei untuk proyek objek magang tetapi pada proyek lain. Survei lapang yang dilakukan ini ditujukan sebagai pembelajaran teknik dan tata cara yang diterapkan tim SFA saat terjun ke tapak untuk tahapan inventarisasi maupun modifikasi survei.

Survei yang diikuti mahasiswa ditujukan untuk proyek Riverscape di Bumi Serpong Damai City (BSD). Secara garis besar hal-hal yang menjadi perhatian saat dilakukan survei lapang adalah ;

1. Kesepakatan waktu survei lapang dengan klien

2. Briefing antara tim survei SFA dengan wakil dari klien sebelum survei dimulai untuk menentukan orientasi survei, jalur, aspek penting serta penjelasan awal tentang kondisi lapang.

3. Survei dilakukan bersama pendamping dari pihak klien

4. Pembagian tugas tim survei yang meliputi inventarisasi vegetasi, views, dan beberapa informasi lainnya di beberapa bagian lokasi survei

5. Dokumentasi menggunakan kamera merupakan hal penting agar kondisi tapak lokasi dapat diidentifikasi lebih cepat

6. Untuk data vegetasi ataupun elemen tapak lain yang belum dapat diidentifikasi pada saat itu, tim survei membawa sampel atau bagian elemen tersebut seperti daun, buah atau sampel tanah.

7. Setelah survei dilakukan, tim survei SFA melakukan rapat kembali dengan klien untuk membahas data apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang dapat disediakan oleh klien

8. Saat kembali ke kantor SFA, tim langsung memindahkan semua data survei khususnya dokumentasi foto ke dalam folder general information proyek tersebut

Survei yang dilakukan lebih kepada identifikasi lapang melalui pengamatan umum. Peralatan yang digunakan umumnya Digital Camera. Data dari survei lapang ini masih tergolong data umum, selanjutnya SFA mencari data melalui studi pustaka dari berbagai sumber dan juga wawancara terhadap pihak tertenu yang berkaitan.

Manajemen Kerja Studio

Manajemen kerja dalam SFA terdiri dari dua yaitu 1). Aministrasi-finansial dan, 2). Kerja studio. Studi difokuskan pada manajemen kerja studio. Manajemen kerja studio mencakup pengelolaan data tata cara dan aturan pembuatan gambar serta terkait dengan. Kedua hal ini sangat berkaitan karena

sistem kerja yang baik tidak hanya baik dalam produk tetapi juga baik dalam pengelolan data agar data tersimpan dan terstruktur. Hal ini memudahkan penanganan proyek selanjutnya karena setiap proyek mempunyai standar proses pengerjaan yang sama.

Dokumen terkait