• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

3.5. Definisi dan Batasan Operasional

3.5.2. Batasan Operasional

1. Penelitian dilakukan di Kota Medan.

2. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019.

3. Sampel penelitian adalah konsumen Pisang Pasir Wais yang secara kebetulan dijumpai oleh peneliti di daerah penelitian

BAB IV

DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN

4.1 Letak dan Keadaan Geografis

Kota Medan merupakan salah satu dari 33 Kabupaten / Kota di Sumatera Utara dengan luas daerah sekitar 265,10 km . Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli Kota Medan terletak antara 3º.27º - 3º.47º lintang utara dan 98º .35º - 98º.44º bujur timur dengan ketinggian 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut. Kota Medan merupakan salah satu dari 33 Daerah Tingkat II di Sumatera Utara dengan luas daerah sekitar 265,10 km².

Adapun batas – batas wilayah daerah penelitian adalah sebagai berikut:

- Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka

- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang - Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang - Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang

Luas Kota Medan tidak terlalu besar apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang tinggal setiap kilometer perseginya. Berdasarkan Kecamatannya, Kota Medan terdiri dari 21 Kecamatan yang memiliki luasan wilayah yang sangat beragam. Kecamatan dengan luasan wilayah terkecil adalah Kecamatan Medan Maimun yaitu 2,98 km², sedangkan kecamatan dengan luasan wilayah terbesar adalah Kecamatan Medan Labuhan yaitu 36,67 km². Luas Kecamatan di Kota Medan secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Luas Wilayah Kota Medan Menurut Kecamatan Tahun 2017

Sumber : BPS. Kota Medan Dalam Angka 2018

Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa luas Kota Medan adalah 265,10 km² dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Medan Labuhan yaitu 36,67 km² atau 13,83% dari luas keseluruhan Kota Medan.

4.2 Keadaan Penduduk

4.2.1 Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Penduduk Kota Medan berjumlah 2.247.425 jiwa yang tersebar di Kecamatan di Kota Medan. Jumlah dan persentase penduduk Kota Medan diperlihatkan pada Tabel 6 berikut:

Tabel 6. Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Kecamatan dan Jenis

Total 1.110.000 1.137.465 2.247.425

Sumber : BPS. Kota Medan Dalam Angka 2018.

Berdasarkan Tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan di Kota Medan lebih banyak dibandingkan penduduk yang berjenis kelamin laki – laki yaitu 1.137.465 jiwa disbanding 1.100.000 jiwa.

4.2.2 Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia

Berikut merupakan komposisi penduduk di Kota Medan beradarkan usia yang digolongkan berdasarkan jenis kelaminnya.

Tabel 7. Penduduk Menurut Kelompok Usia Tahun 2017

Total 1.100.000 1.137.425 2.247.425

Sumber : BPS. Kota Medan Dalam Angka 2018

Dari Tabel 7 menunjukkan jumlah usia non produktif (0-14 Tahun) yang terdiri dari bayi, balita, anak-anak dan remaja sebanyak 582.191 jiwa (25,90%). Jumlah usia produktif yaitu 15-54 tahun sebanyak 1.411.094 jiwa (62,79%). Sedangkan usia manula >55 tahun adalah 254.140 jiwa (11,31%). Usia produktif adalah usia dimana orang memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat menghasilkan barang dan jasa dengan efektif.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Karakteristik Konsumen Pisang Pasir Wais di Kota Medan

Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen Pisang Pasir wais yang melakukan kegiatan pembelian di tempat yang telah ditentukan dalam penelitian.

Karakteristik sampel ini meliputi jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Secara rinci, masing-masing karakteristik konsumen dapat dilihat sebagai berikut:

1. Jenis Kelamin

Karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 88 berikut ini:

Tabel 8. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 Laki-Laki 53 51

2 Perempuan 51 49

Jumlah 104 100%

Sumber: Analisis Data Primer, 2019.

Pada tabel 8 dapat dilihat bahwa jumlah laki – laki dalam membeli Pisang Pasir Wais lebih besar yaitu 53 jiwa dengan persentase 51% dibandingkan jumlah pembelian yang dilakukan oleh perempuan yang hanya sebesar 51 jiwa dengan persentase 49%.

2. Umur

Karakteristik konsumen berdasarkan umur dapat dilihat pada Tabel 9 berikut ini:

Tabel 9. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Umur

No. Umur (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)

Sumber: Analisis Data Primer, 2019.

Pada tabel 9 dapat dilihat bahwa umur konsumen yang paling banyak dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais berada pada kelompok umur 20-24 tahun dengan jumlah sebesar 54 jiwa dimana persentase sebesar 52% dan kelompok umur terkecil dalam melakukan pembelian yaitu kelompok umur 35-39 tahun dengan jumlah 4 jiwa dimana persentasenya sebesar 3,8%.

3. Tingkat Pendidikan

Karakteristik konsumen berdasarkan tingkat pendidikan (pendidikan terakhir/yang sedang diikuti) dapat dilihat pada Tabel 10 berikut ini:

Tabel 10. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Tingkat Pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 SD 0 0

Sumber: Analisis Data Primer, 2019.

Pada tabel 10 dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan konsumen yang paling banyak dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais berada pada tingkat SMA dengan jumlah sebesar 40 jiwa dimana persentase sebesar 38,5% dan tingkat

pendidikan dalam melakukan pembelian terkecil yaitu tingkat SMP dengan jumlah 5 jiwa dimana persentasenya sebesar 4,8%.

4. Pekerjaan

Karakteristik konsumen berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 11 berikut ini:

Tabel 11. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Pekerjaan

No. Pekerjaan Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 Pelajar/Mahasiswa 55 52,9

2 Ibu Rumah Tangga 7 6,7

3 BUMN/Pegawai Negeri 14 13,5

4 Pegawai Swasta 13 12,5

5 Wiraswasta/Pengusaha 15 14,4

6 Lainnya 0 0

Jumlah 104 100

Sumber: Analisis Data Primer, 2019.

Pada tabel 11 dapat dilihat bahwa pekerjaan konsumen yang paling banyak dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais berada pada tingkat pelajar/mahasiswa dengan jumlah sebesar 55 jiwa dimana persentase sebesar 52,9% dan pekerjaan dalam melakukan pembelian terkecil yaitu ibu rumah tangga dengan jumlah 7 jiwa dimana persentasenya sebesar 6,7%.

5.2 Hubungan Antara Bauran Pemasaran Dengan Keputusan Pembelian Pisang Pasir Wais

Bauran pemasaran merupakan kombinasi dari variabel produk, harga, tempat dan promosi.Bauran Pemasaran yang akan diuji adalah produk , harga , tempat , dan promosi. Bauran Pemasaran ini diukur dalam skala data ordinal. Bauran Pemasaran ini diduga memiliki hubungan dengan keputusan pembelian Pisang pasir Wais. Oleh karena itu untuk mengetahui bagaimana hubungan

masing-masing bauran pemasaran dengan keputusan pembelian maka digunakan pengujian dengan analisis korelasi Rank Spearman yang diuraikan berikut ini:

5.2.1 Hubungan Produk dengan Keputusan Pembelian

Produk merupakan salah satu bauran pemasaran yang berkaitan dengan keputusan pembelian dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais. Berdasarkan bauran pemasaran yang ada, variabel produk ini memiliki indikator merek, kualitas, kemasan dan rasa.

Untuk melihat hubungan antara produk dengan keputusan pembelian dapat dilihat pada Tabel 12 berikut ini:

Tabel 12. Hubungan Produk dengan Keputusan Pembelian Bauran

Pemasaran

Spearman’s rho Keputusan

Pembelian

Merek Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) N

,018 ,859 104 Kualitas Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) N

,228* ,020 104

Produk Kemasan Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) N

,129 ,193 104

Rasa Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) Sumber: Hasil Analisis Data Primer Lampiran 3 (diolah)

a. Berdasarkan Tabel 12 diketahui bahwa hasil pengujian terhadap 104 responden menunjukkan korelasi Rank Spearman antara indikator produk (merek) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,859 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat

keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,018.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (merek) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

b. Indikator produk (kualitas) dengan keputusan pembelian adalah berhubungan nyata dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,020 atau lebih kecil dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong cukup yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,228.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (kualitas) Pisang Pasir Wais berhubungan dengan keputusan pembelian.

c. Indikator produk (kemasan) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,193 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,129.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (kemasan) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

d. Indikator produk (rasa) dengan keputusan pembelian adalah berhubungan nyata dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,011 atau lebih kecil dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong cukup yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,247.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (rasa) Pisang Pasir Wais berhubungan dengan keputusan pembelian.

5.2.2 Hubungan Harga dengan Keputusan Pembelian

Harga merupakan salah satu bauran pemasaran yang berkaitan dengan keputusan pembelian dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais. Berdasarkan bauran pemasaran yang ada, variabel harga ini memiliki indikator keterjangkauan harga, dan kesesuaian kualitas dengan harga

Untuk melihat hubungan antara harga dengan keputusan pembelian dapat dilihat pada Tabel 13 berikut ini:

Tabel 13. Hubungan Harga dengan Keputusan Pembelian Bauran Sumber: Hasil Analisis Data Primer Lampiran 4 (diolah)

a. Berdasarkan Tabel 13 diketahui bahwa hasil pengujian terhadap 104 responden menunjukkan korelasi Rank Spearman antara indikator harga (keterjangkauan harga) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,148 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,143.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (keterjangkauan harga) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

b. Indikator harga (kesesuaian kualitas dengan harga) dengan keputusan pembelian adalah berhubungan nyata dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05.

Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong cukup yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,330.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (kesesuaian kualitas dengan harga) Pisang Pasir Wais berhubungan dengan keputusan pembelian.

5.2.3 Hubungan Tempat dengan Keputusan Pembelian

Tempat merupakan salah satu bauran pemasaran yang berkaitan dengan keputusan pembelian dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais. Berdasarkan bauran pemasaran yang ada, variabel produk ini memiliki indikator lokasi gerai, kenyamanan gerai, suasana dan dekorasi pada gerai, spesialisasi produk pada gerai, persediaan produk pada gerai dan tata letak gerai.

Untuk melihat hubungan antara tempat dengan keputusan pembelian dapat dilihat pada Tabel 14 berikut ini:

Tabel 14. Hubungan Tempat dengan Keputusan Pembelian Bauran

Pemasaran

Spearman’s rho Keputusan

Pembelian Lokasi gerai Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) N

,110 ,266 104 Kenyamanan gerai Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed)

Suasana dan dekorasi pada gerai Tata letak gerai Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) N

,012 ,905 ,104 Keputusan pembelian Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) N

1,000 . 104 Sumber: Hasil Analisis Data Primer Lampiran 5 (diolah)

a. Berdasarkan Tabel 14 diketahui bahwa hasil pengujian terhadap 104 responden menunjukkan korelasi Rank Spearman antara indikator tempat (lokasi gerai) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.266 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,110.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (lokasi gerai) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

b. Indikator tempat (kenyamanan gerai) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,116 atau lebih besar

dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,155.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (kenyamanan gerai) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

c. Indikator tempat (suasana dan dekorasi pada gerai) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,058 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05.

Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,186.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (suasana dan dekorasi pada gerai) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

d. Indikator tempat (spesialisasi produk pada gerai) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,080 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05.

Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,172.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (spesialisasi produk pada gerai) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

e. Indikator tempat (persediaan produk pada gerai) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,753 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,031.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (persediaan produk pada gerai) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

f. Indikator tempat (tata letak gerai) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,905 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,012.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (tata letak gerai) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

5.2.4 Hubungan Promosi dengan Keputusan Pembelian

Promosi merupakan salah satu bauran pemasaran yang berkaitan dengan keputusan pembelian dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais.

Berdasarkan bauran pemasaran yang ada, variabel produk ini memiliki indikator personal penjualan, dan promosi penjualan.

Untuk melihat hubungan antara promosi dengan keputusan pembelian dapat dilihat pada Tabel 15 berikut ini:

Tabel 15. Hubungan Promosi dengan Keputusan Pembelian

Personal penjualan Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N

,294**

,002 104 Promosi penjualan Correlation Coefficient

Sig. (2-tailed) Sumber: Hasil Analisis Data Primer Lampiran 6 (diolah)

a. Berdasarkan Tabel 15 diketahui bahwa hasil pengujian terhadap 104 responden menunjukkan korelasi Rank Spearman antara indikator promosi (personal penjualan) dengan keputusan pembelian adalah berhubungan nyata dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.002 atau lebih kecil dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong cukup yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,294.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (personal penjualan) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

b. Indikator promosi (promosi penjualan) dengan keputusan pembelian adalah tidak berhubungan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,097 atau lebih besar dari tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 0,05. Bentuk hubungannya positif, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang tergolong lemah yang dapat dilihat dari nilai correlation coefficient sebesar 0,164.

Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan bahwa indikator (promosi penjualan) Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

1. Indikator kualitas dan rasa Pisang Pasir Wais berhubungan nyata dengan keputusan pembelian, sedangkan merek dan kemasan tidak berhubungan nyata dengan keputusan pembelian dan berhubungan positif.

2. Indikator keterjangkauan harga Pisang pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian, sedangkan kesesuaian kualitas dengan harga berhubungan nyata dengan keputusan pembelian dan berhubungan positif.

3. Indikator lokasi gerai, kenyamanan gerai, suasana dan dekorasi pada gerai, spesialisasi produk pada gerai, persediaan produk pada gerai, dan tata letak gerai Pisang Pasir Wais tidak berhubungan dengan keputusan pembelian namun berhubungan positif.

4. Indikator personal penjualan Pisang Pasir wais berhubungan nyata dengan keputusan pembelian, sedangkan promosi penjualan tidak berhubungan nyata dan berhubungan positif.

6.2 Saran

1. Pengusaha Pisang Pasir Wais

Pihak Pisang Pasir Wais perlu meningkatkan kepuasan konsumen dengan terus berinovasi dalam membuat strategi pemasaran khususnya strategi tempat yang memerlukan penanganan khusus agar sesuai dengan keinginan konsumen sehingga akan tercipta kepuasan yang akan berhubungan kepada keputusan konsumen dalam melakukan pembelian Pisang Pasir Wais.

Contoh lainnya yaitu dengan berinovasi dalam menciptakan varian rasa

produk Pisang Pasir Wais lainnya sehingga dengan adanya varian rasa yang berbeda dengan pesaing lainnya maka akan meningkatkan volume pembelian konsumen.

2. Pemerintah

Pemerintah diharapkan membantu dalam melakukan media promosi (brosur) agar usaha ini dapat meluas sehingga mendorong pembelian dalam volume besar oleh konsumen Pisang Pasir Wais.

3. Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor-faktor lainnya dalam pemasaran yang memiliki hubungan dengan keputusan pembelian baik untuk produk Pisang Pasir wais maupun produk lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, S. 2007. Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep, dan Strategi. Edisi 1.PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Assauri, S. 2013. Strategic Marketing: Sustaining Lifetime Customer Value. Edisi 1.PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

BPPP, 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Pertanian. Jakarta:

Departemen Pertanian.

Dawood, A. K. 2016. Impact Of Marketing Mix On Consumer Buying Behavior In Organic. Bharathiar University. Tamil Nadu.

Hasan, M. I. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.Edisi 1.Ghalia Indonesia. Jakarta.

Herlambang, S. dan Bambang, H. M. 2014.Pengantar Ilmu Bisnis: Cara Mudah Memahami Ilmu Bisnis. Edisi 1. Parama Publishing. Yogyakarta.

Istanto, Y. 2007. Pengaruh Intervensi Pelayanan dan Disain Fasilitas Pelayanan Terhadap Minat Pembelian Ulang.Journal Balance Economics, Business, Management and Accounting.

Kotler P. dan Gary A. 2001.Prinsip-Prinsip Pemasaran.Edisi 8.Erlangga. Jakarta.

Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Nurmalina, R., Cicin, Y., Fitri, Anisa, D. W. Ratna, M. G., Hepi, r., Ratna, S. S., Husnul, K., Nia, R., Arifayani, R. dan Muis, H. 2015. Pemasaran: Konsep dan Aplikasi. Edisi 2.IPB Press. Bogor.

Sarjono, H. dan Winda, J. 2011.SPSS vs LISRAEL: Sebuah Pengantar Aplikasi untuk Riset. Salemba Empat. Jakarta.

Shinta, A. 2011. Perilaku Konsumen: Afeksi Konsumen Malang: Lab Manajemen Agribisnis/Fakultas Pertanian – Universitas Brawijaya.

Subroto B. 2011. Pemasaran Industri (Business To Business Marketing). ANDI OFFSET. Yogyakarta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

ALFABETA. Bandung.

Suharno, B. 1999.Kiat Sukses Berbisnis Ayam. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.

Supriana, T. 2016. Metode Penelitian Sosial Ekonomi.USU Press. Medan.

Tebe, T. 2017. http://www.mediapijar.com/2017/11/pisang-pasir-wais/

Trihendradi, C. 2009. 7 Langkah Mudah Melakukan Analisis Statistik Menggunakan SPSS 17. C.V ANDI OFFSET. Yogyakarta.

Widiana, M. E. 2010. Dasar-Dasar Pemasaran.Cetakan 1. KARYA PUTRA DARWATI. Bandung.

LAMPIRAN

1 Andi Akbar L 20 – 24 SMA BUMN / PegawaiNegeri

27 Della Mahdia P 30 – 34 Sarjana IbuRumahTangga

28 Reza Aulia L 20 – 24 Pelajar Wiraswasta / Pengusaha

29 Budi Pambuno L 25 – 29 Diploma Wiraswasta / Pengusaha

30 JefriNasution L 20 – 24 SMA Pelajar

31 Larisa Ambarwati P 25 – 29 Diploma Pelajar

32 TasyaHarahap P 25 – 29 Sarjana PegawaiSwasta

33 Marco Fanro L 20 – 24 Sarjana Pelajar

34 RahmaEndiani P 20 – 24 Sarjana Pelajar

35 WahyuPratama L 20 – 24 SMA Pelajar

36 BayuArdi L 25 – 29 Diploma Pelajar

37 M. WirdhanaAmri L 20 – 24 Sarjana Pelajar

38 Windy P 20 – 24 Sarjana Wiraswasta / Pengusaha

39 SyakiraSalsabila P 20 – 24 SMA Pelajar

40 Poetri Stephanie P 25 – 29 Sarjana Wiraswasta / Pengusaha

41 Ruth P 15 – 19 SMA Pelajar

42 DwiHandayani P 25 – 29 Sarjana BUMN / PegawaiNegeri

43 Kartika Surya P 20 – 24 SMA Pelajar

44 FarhanTariz L 20 – 24 Sarjana Pelajar

45 Apri Pane L 25 – 29 Sarjana Wiraswasta / Pengusaha

46 Edwin Gusnando L 20 – 24 SMA PegawaiSwasta

47 AchmadCheru L 20 – 24 Diploma BUMN / PegawaiNegeri

48 MalvinMajid L 25 – 29 Diploma Pelajar

49 Bilal L 15 – 19 SMA Pelajar

50 Karin P 25 – 29 SMA IbuRumahTangga

51 Maya Kumalasari P 20 – 24 Sarjana Pelajar

52 AnggiYuda L 20 – 24 Diploma Pelajar

53 Andre Wijaya L 25 – 29 Sarjana PegawaiSwasta

54 Sitta Tiffani P 20 – 24 SMA Pelajar

55 Agnes Siahaan P 15 – 19 SMA Pelajar

56 Natasya P 20 – 24 Diploma Pelajar

57 Lolita Mutia P 20 – 24 SMA Pelajar

58 TrifaniAgustinaMrp P 25 – 29 Sarjana PegawaiSwasta

59 Fahmi L 20 – 24 SMA Wiraswasta / Pengusaha

60 Andre Makawokas L 20 – 24 Sarjana Wiraswasta / Pengusaha

61 TonoSurbakti L 20 – 24 Sarjana BUMN / PegawaiNegeri

62 Khalid L 20 – 24 SMA Pelajar

63 Bania Ahmad RidhoLubis L 20 – 24 Sarjana Pelajar

64 AnnisaZizah P 30 – 34 Sarjana BUMN / PegawaiNegeri

65 RoniSimanjuntak L 35 – 39 Sarjana BUMN / PegawaiNegeri

66 Teguh L 15 – 19 SMP Pelajar

67 Stephanie Piliang P 30 – 34 Sarjana IbuRumahTangga

68 Syafira P 15 – 19 SMA Pelajar

69 AzizahRamadhani P 15 – 19 SMA Pelajar

70 IntanAnnisa P 20 – 24 SMA Pelajar

71 IrfandiJunandar L 30 – 34 Diploma Wiraswasta / Pengusaha

72 AbidKhansa L 15 – 19 SMP Pelajar

73 DickyPrasetyo L 20 – 24 SMA Pelajar

74 PutriSofi P 15 – 19 SMA Pelajar

75 Nora Sembiring P 35 – 39 Sarjana IbuRumahTangga

76 Sri Indah P 20 – 24 SMA Pelajar

77 ChintyaSimatupang P 25 – 29 Sarjana Pelajar

90 ZulhamsyahMarpaung L 35 – 39 Sarjana Wiraswasta / Pengusaha

91 Kayla Sherli P 20 – 24 Sarjana Pelajar

Res Produk

Res Produk

Res Produk

Res Produk

Merek Kualitas Kemasan Rasa

Keputusan Pembelian

Spearman's rho Merek Correlation Coefficient 1,000 ,251* ,125 ,184 ,018

Sig. (2-tailed) . ,010 ,205 ,062 ,859

N 104 104 104 104 104

Kualitas Correlation Coefficient ,251* 1,000 ,356** ,542** ,228*

Sig. (2-tailed) ,010 . ,000 ,000 ,020

N 104 104 104 104 104

Kemasan Correlation Coefficient ,125 ,356** 1,000 ,354** ,129

Sig. (2-tailed) ,205 ,000 . ,000 ,193

N 104 104 104 104 104

Rasa Correlation Coefficient ,184 ,542** ,354** 1,000 ,247*

Sig. (2-tailed) ,062 ,000 ,000 . ,011

N 104 104 104 104 104

Keputusan Pembelian Correlation Coefficient ,018 ,228* ,129 ,247* 1,000

Sig. (2-tailed) ,859 ,020 ,193 ,011 .

N 104 104 104 104 104

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Keterjangkauan Harga

KesesuaianKual itasDenganHarg

a

KeputusanPem belian

Spearman's rho KeterjangkauanHarga Correlation Coefficient 1,000 ,559** ,143

Sig. (2-tailed) . ,000 ,148

N 104 104 104

KesesuaianKualitasDenganHar ga

Correlation Coefficient ,559** 1,000 ,330**

Sig. (2-tailed) ,000 . ,001

N 104 104 104

KeputusanPembelian Correlation Coefficient ,143 ,330** 1,000

Sig. (2-tailed) ,148 ,001 .

N 104 104 104

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations

PersonalPenjual an

PromosiPenjual an

KeputusanPemb elian Spearman's rho PersonalPenjualan Correlation Coefficient 1,000 ,329** ,294**

Sig. (2-tailed) . ,001 ,002

N 104 104 104

PromosiPenjualan Correlation Coefficient ,329** 1,000 ,164

Sig. (2-tailed) ,001 . ,097

N 104 104 104

KeputusanPembelian Correlation Coefficient ,294** ,164 1,000

Sig. (2-tailed) ,002 ,097 .

N 104 104 104

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

KEPUTUSAN PEMBELIAN PISANG PASIR WAIS DI KOTA MEDAN

Responden yang terhormat,

Saya, Rizky Ayu Pratiwi, Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara bermaksud melakukan penelitian mengenai Analisis Hubungan Bauran Pemasaran Dengan Keputusan Pembelian Pisang Pasir Wais di Kota Medan untuk penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan studi. Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk berpartisipasi dalam mengisi kuesioner ini secara lengkap dan benar agar informasi ilmiah yang saya sajikan dapat dipertanggungjawabkan dan tercapai hasil yang diinginkan. Informasi yang diterima dari kuesioner ini bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan akademis dan tidak ada jawaban yang salah dalam pengisian kuesioner ini.

I. SCREENING

Petunjuk : Berilah tanda (X) atau tanda (√ ) pada tempat yang telah disediakan.

II. IDENTITAS RESPONDEN

Petunjuk : Isilah angka dari jawaban yang dipilih pada tempat yang telah disediakan

1. Nama : 6. Pendidikan terakhir / yang sedang diikuti :

(1) SD (2) SMP (3) SMA

(4) Diploma (5) Sarjana (6) Pascasarjana 7. Pekerjaan :

(1) Pelajar (2) Ibu rumah tangga

(3) BUMN/Pegawai Negeri (4) Pegawai Swasta (5) Wiraswasta / Pengusaha (6) Lainnya, sebutkan…..

Keterangan: A. Variabel Produk (product)

a. Apakah Anda setuju bahwa merek Pisang Pasir Wais menarik dan mudah diingat ?

(1). SS (3). KS (5). STS

(2). S (4). TS

b. Apakah Anda setuju bahwa produk Pisang Pasir Wais terbuat dari bahan yang berkualitas dan higienis sehingga aman untuk dikonsumsi ?

(1). SS (3). KS (5). STS

(2). S (4). TS

c. Apakah Anda setuju bahwa kemasan Pisang Pasir Wais ini praktis, mudah dibawa kemana-mana serta memiliki design yang menarik ?

(1). SS (3). KS (5). STS

(2). S (4). TS

d. Apakah Anda setuju bahwa rasa dari produk Pisang Pasir Wais enak dan lezat ?

(1). SS (3). KS (5). STS

(2). S (4). TS

B. Variabel Harga

a. Apakah Anda setuju bahwa harga produk Pisang Pasir Wais tergolong murah ?

(1). SS (3). KS (5). STS

(2). S (4). TS

b. Apakah Anda setuju bahwa harga Pisang Pasir Wais sebanding dengan kualitas dari

b. Apakah Anda setuju bahwa harga Pisang Pasir Wais sebanding dengan kualitas dari

Dokumen terkait