• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Definis

Dalam dokumen BAB I V (3) docx (Halaman 39-44)

TAHAP II: VENTILASI TEKANAN POSITIF

2. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Definis

BBLR atau Bayi Berat Lahir Rendah adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir.

(DepKes RI, Modul Manajemen BBLR untuk Bidan Di Desa, 2008, Jakarta: DepKes Hal 10 ) Klasifikasi

Berdasarkan berat badan kategori bayi berat lahir rendah adalah:

a. Bayi berat lahir rendah ( low birth weight infant ) yaitu: bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram pada saat lahir.

b. Bayi berat badan lahir sangat rendah ( very low birth weight infant ) yaitu: bayi yyyydengan berat badan kurang dari 1500 gram pada saat lahir.

c. Bayi berat badan lahir amat sangat rendah ( extremely low birth weight infant ) yaitu: bayi dengan berat badan kurang dari 1000 gram pada saat lahir.

( Myles, buku ajar bidan, EGC 2009 hal 761)

Berdasarkan usia kehamilan bayi berat lahir rendah digambarkan sebagai berikut: a. Bayi Kurang bulan sesuai masa kehamilan (SMK)

Bayi dengan laju pertumbuhan intrauterin normal , pada saat lahir mereka kecil karena persalinan dimulai pada usia kehamilan sebelum akhir 37 minggu. Bayi prematur ini tumbuh sesuia dengan usia kehamilan (SMK).

b. Bayi cukup bulan atau lewat bulan Kecil Masa Kehamilan (KMK)

Bayi dengan laju pertumbuhan intrauterin lambat dan yang dilahirkan aterm atau post-term. Bayi ini kecil untuk masa kehamilan (KMK).

c. Bayi Kurang bulan Kecil Masa Kehamilan

Bayi dengan laju pertumbuhan intrauterin lambat yang dilahirkan sebelum aterm. Bayi prematur ini kecil, baik karena persalinan dini maupun pertumbuhan intrauterin terganggu. Bayi ini kecil untuk asa kehamilan dan prematur.

d. Bayi kurang bulan,cukup bulan atau lewat bulan besar masa kehamilan.

Bayi yang dianggap besar untuk masa kehamilan di berat badan berapapun bila mereka berada diatas 90 persentil.

( Myles, buku ajar bidan, EGC 2009 hal 761-762) Faktor-faktor yang mempengaruhi

a. Ibu hamil pada umur :

 Kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun

 Jarak kehamilan terlalu pendek (kurang dari 1 tahun) b. Ibu dengan keadaan :

 Mengerjakan pekerjaan fisik beberapa jam tanpa istirahat  Sangat Miskin

 Berat badannya kurang dan kurang gizi  Perokok, pengguna obat terlarang, alkohol. c. Ibu hamil dengan penyakit-penyakit seperti :

 Anemia berat

 Pre eklampsia atau hipertensi

 Infeksi selama kehamilan (infeksi kandung kemih dan ginjal), hepatitis, IMS, HIV/AIDS, malaria, TORCH

 Kehamilan ganda d. Bayi dengan:

 Cacat Bawaan

 Infeksi selama kandungan

(DepKes RI, Modul Manajemen BBLR untuk Bidan Desa, 2008, Jakarta: DepKes Hal 11 ) Gambaran klinis dan klasifikasi

Bayi baru dengan lahir rendah mempunyai lemak di bawah kulit yang sangat sedikit, karena beratnya kurang dari 2500 gram.

Tanda-tanda bayi kurang bulan (KB)

 Tulang rawan telinga sangat lunak, karena belum terbentuk dengan sempurna.  Kulit tipis dan mengkilap

 Lanugo (rambut halus/lembut) masih banyak ditemukan terutama pada punggung.  Jaringan payudara belum terlihat, putingmasih berupa titik.

 Pada bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora.

 Pada bayi laki-laki skrotum belum banyak lipatan, testis kadang belum turun.  Rajah telapak kaki belum sempurna terbentuk.

 Kadang disertai dengan pernafasan tidak teratur.  Aktifitas dan tangisannya lemah

 Reflek menghisap dan menelan tidak efektif/lemah

(DepKes RI, Modul Manajemen BBLR untuk Bidan Desa, 2008, Jakarta: DepKes Hal 12 ) Tanda-tanda bayi kecil untuk masa kehamilan

 Umur bayi dapat cukup, kurang atau lebih bulan tetapi beratnya kurang dari 2500 gram.  Gerakannya cukup aktif, tangis cukup kuat

 Kulit keriput, lemak bawah kulit tipis

 Bila kurang bulan jaringan payudara kecil, puting kecil. Bila cukup bulan payudara dan puting sesuai masa kehamilan.

 Bayi laki-laki testis mungkin sudah turun.

 Bayi prempuan bila cukup bulan labia mayora menutupi labia minora  Rajah telapak kaki lebih dari 1/3 bagian

 Menghisap cukup kuat.

(DepKes RI, Modul Manajemen BBLR untuk Bidan Desa, 2008, Jakarta: DepKes Hal 12 ) Masalah-masalah Pada BBLR

BBLR lebih mudah meninggal atau mengalami masalah kesehatan yang serius. Berat bayi dan masa kehamilan menggambarkan risiko, semakin kecil berat bayi dan semakin muda masa kehamilan semakin besar risikonya. Adapun masalah yang sering terjadi adalah:

a) Asfiksia

BBLR bisa kurang, cukup atau lebih bulan, semuanya berdampak pada proses adaptasi pernafasan waktu lahir sehingga mengalami asfiksia lahir. BBLR membutuhkan kecepatan dan keterampilan resusitasi.

b) Masalah Pengaturan Suhu

BBLR mudah mengalami hipotermia karena luas permukaan relatif besar dibnadingkan massa tubuh, lapisan lemak subkutan masih tipis, Brown Fat (lemak coklat) belum terbentuk sempurna serta pusat pengaturan suhu yang belum sempurna.

d. Masalah Pemberian ASI

Karena ukuran tubuh kecil, kurang energi, lemah, lambungnya kecil dan bayi baru lahir pada usia kehamilan >32 minggu saat lahir baru memiliki reflek menelan, sedangkan reflek meghisap sudah dimiliki jika saat lahir pada usia kehamilan >34 minggu. Sehingga BBLR membutuhkan bantuan dalam pemberian ASI.

e. Gangguan pernafasan

Gangguan nafas yang sering terjadi pada BBLR kurang bulan adalah Penyakit Membran Hialin yang disebabkan karena kekurangan Surfaktan yaitu zat yang akan mempertahankan tekanan alveolus paru. Surfaktan dibentuk sejak usia kehamialn 22 minggu, tetapi baru stabil

setelah usia kehamilan 34 minggu. Sedangkan pada BBLR lebih bulan adalah aspirasi mekonium.

f. Infeksi

Disebabkan karena pembentukkan daya tahan tubuhnya belum sempurna.

Keluarga dan tenaga kesehatan yang merawat harus melakukan tindakan pencegahan infeksi antara lain dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan sesuia prosedur.

g. Hipoglilemia

BBLR mudah menderita hipoglikemia karena pada bayi prematur persediaan lemak dan glikogen masih kurang, pada bayi Kecil Masa Kehamilan oleh karena persediaannya sudah terpakai.

h. Ikterus

BBLR juga mudah mengalami ikterus yang pada bayi prematur disebabkan karena fungsi hepar belum sempurna, pada bayi KMK karena kadar albumin yang kurang.

i. Gangguan Mental dan fisik

 Gangguan Penglihatan: Retino pada bayi prematur (ROP) terjadi akibat efek toksik O2 pada retina immatur

 Pertumbuhan janin terhambat: disebabkan kelainan kromosom, infeksi intra uterin, penyakit yang mengganggu nutrisi fetus.

(Perawatan BBLR dengan Metode Kangguru, PERINASIA, 2010 Hal 27)

Penatalaksanaan Asuhan pada BBLR 1) Penatalaksanaan BBLR saat lahir

a) BBLR yang menangis termasuk ke dalam kriteria Bayi tanpa asiksia . bayi tersebut dalam keadaan bernafas baik dan warna air ketuban bersih. Asuhan yang diberikan adalah sebagai berikut:

 Keringkan dengan kain yang kering dan hangat

 Segera berikan pada ibu untuk kontak kulit ibu dengan kulit bayi  Segera melakukan inisiasi menyusui Dini

 Jangan memandikan segera (dalam 12 jam pertama atau sampai suhu tubuh stabil).  Profilaksis vitamin K1 1 mg dosis tunggal, im pada paha kiri antero lateral.

 Antibiotik salep mata

 Perawatan tali pusat: kering, bersih, tidak dibubuhi apapun dan terbuka.

 Bila berat lahir ≥ 2000 gram dan tanpa masalah berikan vaksinasi hepatitis B pada paha kanan.

b) BBLR yang tidak bernafas spontan dimasukkan dalam kategori lahir dengan asfiksia dan harus segera dilakukan tindakan resusitasi.

Dalam dokumen BAB I V (3) docx (Halaman 39-44)

Dokumen terkait