• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penatalaksanaan BBLR setelah lahir

Dalam dokumen BAB I V (3) docx (Halaman 44-52)

TAHAP II: VENTILASI TEKANAN POSITIF

2) Penatalaksanaan BBLR setelah lahir

RIWAYAT Tanyakan tanggal perkiraan kelahiran atau umur kehamilan

PERIKSA  Timbang berat badan bayi (dalam keadaan telanjang) setelah lahir (0-24 jam) dan bernafas baik. Timbangan dilapisi kain hangat dan ditera.

 Lakukan pemeriksaan fisik

MASALAH /

KEBUTUHAN

Tentukan bayi :

 BBLR yang boleh dirawat oleh bidan adalah BBLR dengan berat ≥ 2000 gram, tanpa masalah / komplikasi

 BBLR < 2000 gram atau ≥ 2000 gram tetapi bermasalah → dirujuk

RENCANA ASUHAN Untuk semua bayi dengan berat 2000-2499 gram :

 Jaga bayi agar tetap hangat :

kulit” dengan ibunya.

- Tutupi ibu dan bayi keduanya dengan selimut atau kain yang hangat.

- Tutupi kepala bayi dengan kain atau topi.

- Mandikan bayi setelah berusia 24 jam dan suhu tubuh stabil.

 Mendorong ibu meneteki (atau memerah kolostrum dan memberikan dengan cangkir ) sesegara mingkin. Periksa pernafasan, suhu, warna kulit dan minim ASI (menghisap) setia 30-60 menit selama 6 jam.

 Ajari ibu dan keluarga menjaga bayi tetap hangat dengan selalu melakukan ”kontak kulit dengan kulit”

 Jika suhu ketiak turun di bawah 36,50C (lakukan perawatan metode kanguru) Hangatkan bayi dengan menghangatkan ruangan, pakai sumber panas, dan tutupi bayi dan ibu dengan selimut atau kain yang kain yang lebih HANGAT.

 Sarankan kepada keluarga selalu mencuci tangan sebelum memegang BBLR

PEMANTAUAN  Kunjungi bayi minimal dua kali dalam minggu pertama dan selanjutnya sekali dalam setiap minggu sampai berat badan bayi 2500 gram dengan mempergunakan format MTBM.

 BBLR dapat turun beratnya hingga 10-15 % dalam 10 hari pertama kemudian sudah harus naik, paling kurang 15 gram sehari

atau 100 gram seminggu.

(DepKes RI, Modul Manajemen BBLR untuk Bidan Desa, 2008, Jakarta: DepKes Hal 16-20 ) 3. Hipotermia

Pengertian

Hipotermi merupakan keadaan suhu tubuh rendah dibawah batas normal yaitu 36,5oC. Hal ini karena hilangnya panas secara cepat dari kulit yang basah. Pada bayi aterm sudah menyimpan lemak dalam jaringan adiposa coklat dan dapat menggunakannya untuk menghasilkan panas. Namun pada bayi preterm mempunyai jumlah lemak coklat yang lebih sedikit sehingga dapat mengalami hipotermi.

Klasifikasi suhu tubuh abnormal

Anamnesis Pemeriksaan Klasifikasi

- Bayi terpapar suhu lingkungan yang rendah

- Waktu timbulnya kurang dari 2 hari

- suhu tubuh 32 derajat celcius-36,4 derajat celsius - gangguan napas

- Denyut jantung kurang dari 100 kali per menit

- Malas minum - Letargi

Hipotermia sedang

- Bayi terpapar suhu lingkungan yang rendah

- Waktu timbulnya kurang dari 2 hari

- Suhu tubuh < 32 derajat celsius

- Kulit teraba keras - Napas pelan dan dalam - Tanda lain hipotermia sedang

Hipotermia berat

Tidak terpapar dengan dingin atau panas yang berlebihan

- suhu tubuh berfluktuasi antara 36 derajat celsius-39 derajat celsius meskipun berada di suhu lingkungan yang stabil

- Fluktuasi terjadi sesudah periode suhu stabil

Suhu tubuh tidak stabil

(Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru lahir untuk dokter, bidan, perawat di rumah sakit, 2003)

Langkah preventif

 Rawat bayi kecil di ruang yang hangat (tidak kurang 250Cdan bebas dari aliran angin).

 Jangan meletakkan bayi dekat benda yang dingin (misall dinding dingin atau jendela) walaupun bayi dalam inkubatorator di bawah pemancar panas

 Jangan meletakkan bayi langsung di permukaan yang dingin (mis. alasi tempat tidur atau meja periksa dengan kain atau selimut hangat sebelum bayi diletakkan).

 Pada waktu dipindahkan ke tempat lain, jaga bayi tetap hangat dan gunakkan pemancar panas atau kontak kulit dengan perawat.

 Bayi harus tetap berpakaian atau diselimuti setiap saat, agar tetap hangat walau dalam keadaan dilakukan tindakan. Misal bila dipasang jalur infus intravena atau selama resusitasi dengan cara :

o Memakai pakaian dengan mengenakan topi.

o Bungkus bayi dengan pakaian yang kering dan lembut dan selimuti. o Buka bagian tubuh yang diperlukan untuk pemantauan atau tindakan.

 Berikan tambahan kehangatan pada waktu dilakukan tindakan (mis. menggunakan pemancar panas).

 Ganti popok setiap kali basah.

 Bila ada sesuatu yang basah ditempelkan di kulit (mis. kain kasa yang basah) usahakan agar bayi tetap hangat.

 Jangan memandikan bayi atau menyentuh bayi dengan tangan dingin.  Ukur suhu tubuh sesuai jadwal pada tabel (lihat lampiran)

(Asuhan Persalinan Normal, 2008) Manajemen hipotermi berat

- Segera hangatkan bayi di bawah pemancar panas yang telah dinyalakan sebelumnya, bila mungkin. Gunakan inkubator atau ruangan hangat.

- Ganti baju yang dingin dan basah. Beri pakaian yang hangat, pakai topi dan selimuti dengan selimut hangat

- Hindari paparan panas yang berlebihan dan posisi bayi sering dirubah - Pasang infus

- Periksa glukose darah, tangani bila terdapat hipoglikemi

- Nilai tanda kegawatan bayi (misalnya gangguan napas, kejang atau tidak sadar) setiap jam dan nilai juga kemampuan minum setiap 4 jam sampai suhu tubuh kembali dalam batas normal

- Anjurkan ibu menyusui segera setelah bayi siap :

 Bila bayi tidak dapat menyusu, beri ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum

 Bila bayi tidak dapat menyusu sama sekali, pasang pipa lambung dan beri ASI peras begitu suhu tubuh bayi mencapai 35 derajat celius

- Periksa suhu tubuh bayi setiap jam. Bila suhu naik paling tidak 0,5 derajat celsius/jam berarti upaya menghangatkan berhasil, kemudian lanjutkan dengan memeriksa suhu bayi setiap 2 jam

- Periksa juga suhu alat yang dipakai untuk menghangatkan dan suhu ruangan setiap jam. - Setelah suhu tubuh bayi normal :

 Lakukan perawatan lanjutan untuk bayi

 Pantau bayi selama 12 jam kemudian, dan ukur suhunya setiap 3 jam

- Pantau bayi selama 24 jam setelah penghentian antibiotika. Bila suhu bayi tetap dalam batas normal dan bayi minum dengan baik dan tidak ada masalah lain yang memerlukan perawatan di RS, bayi dapat dipulangkan dan nesehati ibu bagaimana cara menjaga bayi tetap hangat selama di rumah

- Di RS : memakai matras pemanas yang dikontrol dengan termostat pada suhu 37-38 derajat celsius untuk mengurangi kehilangan panas. Cegah agar tidak terjadi hipertermia.

(Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru lahir untuk dokter, bidan, perawat di rumah sakit, 2003)

Manajemen hipotermi sedang

- Ganti pakaian yang dingin dan basah dengan pakaian yang hangat, memakai topi dan selimuti dengan selimut hangat

- Bila ada ibu/pengganti ibu, anjurkan menghangatkan bayi dengan melakukan kontak kulit dengan kulit

- Bila ibu tidak ada :

 Hangatkan kembali bayi dengan menggunakan pemancar panas. Gunakan inkubator dan ruangan hangat

 Periksa suhu alat penghangat dan suhu ruangan, beri ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum dan sesuaikan pengatur suhu

 Hindari paparan panas yang berlebihan dan posisi bayi lebih sering dirubah

- Anjurkan ibu untuk menyusui lebih sering. Bila bayi tidak dapat menyusu, berikan ASI peras menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum

- Mintalah ibu untuk mengamati tanda kegawatan (misal gangguan napas, kejang, tidak sadar) dan segera mencari pertolongan

- Atasi hipoglikemia, bila ada - Tagani bila ada gangguan napas

- Periksa suhu tubuh bayi setiap jam, bila suhu naik 0,5 derajat celsius/jam berarti usaha menghangatkan berhasil, lanjutkan memeriksa suhu setiap 2 jam

- Bila suhu tidak naik atau naik terlalu pelan, kurang 0,5 derajat celsius, cari tanda sepsis - Setelah suhu tubuh normal :

 Lanjutkan perawatan lanjutan

 Pantau bayi selama 12 ja berikutnya, periksa suhu setiap 3 jam

- Bila suhu tetap dalam batas normal dan bayi dapat minum dengan baik serta tidak ada masalah lain yang memerlukan perawatan di RS, bayi dapat dipulangkan. Nasehatkan ibu cara menghangatkan bayi di rumah

(Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru lahir untuk dokter, bidan, perawat di rumah sakit, 2003 Hal 38-39)

4. Hipertermia

Berat badan Suhu kamar bayi

1 – 1,5 kg 34 - 350C

1,5 – 2 kg 32 – 34 0C

2 – 2,5 kg 30 – 32 0C

Pengertian

Peningkatan suhu tubuh yang disebabkan oleh suhu lingkungan yang berlebihan, infeksi, dehidrasi atau perubahan mekanisme pengaturan panas sentral yang berhubungan dengan trauma lahir pada otak atau malformasi.

(Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru lahir untuk dokter, bidan, perawat di rumah sakit, 2003 hal 40)

Penyebab

Suhu lingkungan yang terlalu panas dapat disebabkan oleh suhu inkubator yang terlalu tinggi, radiasi sinar matahari pada waktu bayi berada dalam inkubator, terlalu banyak dan terlalu panas dalam dalam tempat tidur bayi atau berada dekat radiator panas dan sebagainya.

(Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru lahir untuk dokter, bidan, perawat di rumah sakit, 2003 hal 40)

Tanda dan gejala

 Pada suhu aksiler didapatkan suhu lebih 37,5 derajat celsius

 Terdapat tanda dehidrasi (elastisitas kulit turun, mata dan ubun-ubun besar cekung, lidah dan membran mukosa kering )

 Malas minum

 Frekwensi nafas >60 kali /menit  Denyut jantung >160 kali/menit  Letargi

 Iritabel Perawatan

Bila suhu diduga karena panas yang berlebihan

 Bila bayi belum pernah diletakkan dalam alat penghangat

 Letakkan bayi diruangan dengan suhu lingkungan normal (25-28 derajat celcius)  Lepaskan sebagian atau seluruh pakaiannya bila perlu

 Periksa suhu aksiler setiap jam sampai tercapai suhu dalam batas normal

 Bila suhu sangat tinggi (lebih dari 39 derajat celcius), bayi dikompres atau dimandikan selama 10-15 menit dalam air yang suhunya 4 derajat lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Jangan menggunakan air dingin atau air yang suhunya lebih rendah dari 4 derajat celcius.

 Bila bayi pernah diletakkan dibawah pemancar panas atau inkubator

 Turunkan suhu alat penghangat, bila bayi dalam inkubator, buka inkubator sampai suhu dalam batas normal

 Lepas sebagian atau seluruh pakaian bayi selama 10 menit, kemudian beri pakaian lagi sesuai dengan alat penghangat yang digunakan

 Periksa suhu bayi setiap jam sampai suhu dalam batas normal

 Periksa suhu inkubator atau pemancar panas setiap jam dan sesuaikan dengan pengatur suhu

Bila bukan karena panas yang berlebihan  Terapi untuk kemungkinan besar sepsis

 Letakkan bayi di ruang dengan suhu lingkungan normal (25-28 derajat celsius)  Lepaskan pakaian bayi sebagian atau seluruhnya bila perlu

 Periksa suhu bayi setiap jam sampai suhu dalam batas normal

 Bila suhu sangat tinggi (lebih dari 39 derajat celcius) bayi dikompres atau dimandikan selama 10-15 menit dalam air yang suhunya 4 derajat lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Jangan menggunakan air dingin atau air yang suhunya lebih rendah dari 4 derajat dibawah suhu bayi.

Manajemen lanjutan suhu lebih 37,5 derajat celcius  Yakinkan bayi mendapat masukan cukup cairan

 Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya. Bila bayi tidak dapat menyusu, beri ASI peras dengan salah satu alternatif cara pemberian minum

 Bila terdapat tanda dehidrasi, tangani dehidrasi

 Periksa kadar glukose darah, bila kurang 45 mg/dL (2.6 mmol/L), tangani hipoglikemi  Cari tanda sepsis dan ulangi lagi bila suhu telah mencapai batas normal

 Setelah suhu bayi normal :  Lakukan perawatan lanjutan

 Pantau bayi selama 12 jam berikutnya, periksa suhu setiap 3 jam

 Bila suhu tetap dalam batas normal dan bayi dapat minum dengan baik serta tidak ada masalah lain yang memerlukan perawatan di rumah sakit, bayi dapat di pulangkan.

Nasehati ibu cara menghangatkan bayi di rumah dan melindungi dari pancaran panas yang berlebihan.

(Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru lahir untuk dokter, bidan, perawat di rumah sakit, 2003 ha 40)

Dalam dokumen BAB I V (3) docx (Halaman 44-52)

Dokumen terkait