• Tidak ada hasil yang ditemukan

BEBERAPA PROSES DALAM TEKNIK BAYI TABUNG DAN JENISNYA

BANK SPERMA DAN EMBRIO

Kasus-kasus pembekuan sperma, sel telur dan embrio

Ada bentuk lain yang digunakan dalam teknik bayi tabung yang terkait dengan apa yang dinamakan Bank sperma, sel telur dan embrio beku. Bank ini muncul setelah perkembangan sains mengalami kemajuan dalam bidang pembuahan buatan.

Yang dimaksud dengan pembekuan adalah: menyimpan sperma, sel telur, embrio, dan gen yang diambil dari pemiliknya dan diletakan dalam sebuah wadah khusus yang berfungsi untuk membekukan dan menjaga sperma, sel telur, embrio dan gen tadi agar tetap hidup hingga berpuluh-puluh tahun dan bisa dimanfaatkan jika diperlukan, untuk menjaga proses regenerasi sesuai dengan keinginan suami-istri.

Para dokter memanfaatkan sel telur, sperma, atau gen beku ini dan menggunakannya dalam kasus-kasus berikut:

1. Ketika suami atau istri harus pergi dalam jangka waktu lama.

2. Ketika istri menderita penyakit yang menyebabkan kerusakan pada ovarium atau saluran telur (tuba pallovi)

3. Jika suami menderita penyakit yang menyebabkan kerusakan pada dua testisnya atau penyakit yang menyebabkan jumlah sperma sedikit dan lemah gerakannya.

Pers dan media barat juga membicarakan kesulitan- kesulitan yang dihadapi dan hal-hal yang kontradiktif dengan ajaran agama, nilai-nilai sosial dan etika dengan penggunaaan teknik bayi tabung ini yang bisa kami rangkum di bawah ini:

1. Penggunaan sperma yang diambil dari bank sperma untuk membuahi sel telur wanita sesuai dengan permintaan, tanpa adanya ikatan perkawinan, atau setelah ikatan perkawinan berakhir, atau untuk wanita yang tidak menikah, juga sperma yang dikumpulkan dari beberapa orang pria (cocktail!). selain itu, penggunaan sperma laki-laki yang memiliki kelebihan fisik, otak atau prestasi cemerlang untuk membuahi sel telur wanita yang telah menikah ataupun yang belum menikah (dalam terminologi fikih islam, ini dinamakan nikah Istibdhâ) juga termasuk hal yang dipertanyakan, karena dengan cara ini, sperma dan sel telur yang diharamkan beresiko untuk tercampur.

2. penggunaan sel telur dari wanita lain yang menyebabkan tercampurnya garis keturunan dan problema sosial.

3. penggunaan embrio setelah pemiliknya meninggal. Contohnya ketika sepasang suami istri meninggal, dan mereka memiliki gen yang dibekukan di bank. Atau suami telah meninggal, kemudian spermanya atau embrionya digunakan untuk membuahi istrinya. Atau ketika istri

meninggal dan embrio yang dimilikinya dicangkokkan pada rahim wanita lain.

4. menjual embrio, atau sperma dan sel telur beku bagi siapa saja yang mampu membayarnya, dan munculnya transaksi perdagangan embrio yang dilakukan oleh yayasan-yayasan dan perusahaan di luar negri18.

GAMBARAN UMUM TEKNIK BAYI TABUNG DENGAN MENGGUNAKAN SPERMA DAN SEL TELUR BEKU

Setelah para ulama, dan para dokter spesialis mempelajari hasil keputusan, seminar dan konferensi tentang cara mendapatkan keturunan, tampak jelas bahwa pembuahan yang dilakukan melalui teknik ini memiliki gambaran dan kasus yang berbeda-beda, yaitu:

1. pencangkokkan sperma beku milik suami yang telah meninggal bisa dilakukan dalam rahim istrinya, agar istrinya tetap bisa memperoleh keturunan.

2. pembuahan sel telur beku milik istri yang telah meninggal bisa dilakukan oleh sperma suami, kemudian dicangkokkan pada rahim wanita lain.

3. pencangkokkan embrio beku yang diambil dari sel telur istri yang telah meninggal bisa dilakukan dalam rahim istri lainnya atau wanita lainnya.

4. Jika tuba pallovi milik istri tidak dapat berfungsi untuk melakukan pembuahan, proses pembuahan antara sel telur beku milik istri dan sperma beku milik suami bisa dilakukan dalam rahim hewan. Setelah itu hewan tersebut dimatikan untuk mengeluarkan embrio

18 Qadhâyâ Thibbiyyah mu’âshirah fî dhau` as-Syari’ah al-

dan mengembalikannya ke rahim ibunya atau ke rahim wanita lain.

5. Menguatkan sperma suami dengan cairan semen beku dari laki-laki lain, agar sperma suami bisa membuahi sel telur istri. Kemudian sel telur dan sperma yang telah menjadi embrio dicangkokkan ke dalam rahim istri. 6. Menggunakan serum beku atau cairan ovarium beku yang

diambil dari wanita lain untuk menguatkan sperma suami yang lemah agar bisa dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.

7. Pencangkokan rahim atau ovarium -beku dan diambil dari orang lain- kedalam tubuh istri seorang laki- laki yang mengalami kerusakan rahim atau ovarium, agar bisa memperoleh keturunan.

8. Mencangkokkan saluran sperma beku seorang laki-laki asing atau saluran sperma beku milik hewan, pada tubuh suami yang mengalami kerusakan pada saluran spermanya.

Kasus dan cara-cara di atas menimbulkan pertanyaan yang diajukan orang-orang beriman kepada para ulama fikih. Dan mereka telah mengeluarkan keputusan-kepurtusan serta fatwa- fatwa tentang halal dan haramnya permasalahan di atas. Dari keputusan-keputusan dan fatwa-fatwa yang mereka keluarkan, tampak jelas bahwa islam terbuka untuk menerima penemuan- penemuan sains dan teknologi modern, sepanjang hal tersebut sesuai dengan syariah islam yang toleran dan sangat ketat dalam menjaga garis keturunan yang jelas.

Dalam buku ini, pembaca akan menemukan sikap dari para ulama fikih tentang persoalan ini dalam lampiran-lampiran di halaman akhir buku ini. Akan tetapi ada beberapa hukum pokok yang harus menjadi fokus perhatian, yaitu:

1. Pembekuan embrio, sperma dan sel telur dan penyimpanannya tidak boleh dilakukan kecuali dengan adanya jaminan bahwa tidak akan terjadi pencampuran nasab (garis keturunan) dan tidak akan terjadi rekayasa pada embrio, sperma dan sel telur tersebut. 2. Embrio, sperma dan sel telur yang dibekukan ini adalah

milik pasangan suami istri yang boleh dipergunakan selama ikatan perkawinan masih berlaku, dan tidak boleh dipergunakan jika terjadi perceraian karena talak atau kematian.

3. Embrio, sperma dan sel telur yang dibekukan ini tidak boleh dipindahkan ke rahim orang lain.

Di akhir buku ini, pembaca bisa melihat teks-teks dari fatwa-fatwa ahli fikih dan ulama yang membahas teknik bayi tabung dengan seluruh kasus dan jenisnya serta kondisi dan jenis-jenis bank sperma yang telah kami jelaskan. Fatwa- fatwa ini merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan teknik pengobatan melalui cara ini.

BEBERAPA PROSES DALAM TEKNIK BAYI TABUNG DAN JENISNYA

Pengantar teknik bayi tabung kaca

Dengan lahirnya Louise Brown pada tahun 1978, teknik pembuahan eksternal (in vitro fertilization) dan transfer embrio, telah menyita perhatian kalangan ilmuan medis internasional. Mereka mengatakan bahwa anak itu merupakan contoh nyata hasil kreasi akal manusia yang telah mencapai puncak perkembangan fisiologisnya. Sementara itu beberapa kalangan lainnya berkata: “teknik yang sangat maju ini tidak menghormati dan sangat bertentangan dengan instink manusia”. Lebih dari 3500 bayi tabung yang diperoleh dengan metode ini –metode bayi tabung kaca- telah berhasil

dilahirkan. 70 % dari jumlah tersebut dilahirkan di Amerika Serikat. 30% dilahirkan di Inggris, Australia, Kanada dan negara-negara lainnya. Meskipun teknologi bayi tabung ini telah berhasil menolong sebagian pasien umtuk mengatasi problem kemandulan yang mereka alami, dan merealisasikan impian mereka untuk memperoleh keturunan, akan tetapi dalam waktu yang sama, teknologi ini belum bisa dianggap sebagai solusi bagi semua problem kemandulan. Teknik ini merupakan solusi terakhir ketika cara medis lainnya terbukti gagal. Seperti penggunaan obat-obat penyubur (fertility drugs), antiseptik untuk mengobati infeksi dan operasi pembedahan tingkat tinggi pada alat reproduksi laki-laki dan perempuan, disamping penggunaan teknik pembuahan buatan melalui sperma suami yang dibekukan maupun yang tidak dibekukan.

Proses pembuahan internal (hubungan seksual suami istri)

Ini merupakan sebuah proses yang sangat kompleks, yang menyerupai rangkaian yang saling terkait serta menentukan. Dengan demikian, kerusakan pada salah satu fase dari seluruh rangkaian ini akan mengakibatkan proses pembuahan menjadi sangat sulit dan kadang-kadang menjadi suatu hal yang mustahil. Proses pembuahan internal ini harus melalui tujuh langkah yang masing-masing meliki peran tersendiri, yaitu:

1. Proses produksi sperma yang sehat kwalitasnya dan normal jumlahnya.

2. Transfer fisiologis normal yang dilakuakan sperma dari testis menuju kandung kemih.

3. Proses produksi sel telur yang sehat, dan ovulasi yang sempurna.

4. Hubungan seksual suami istri yang normal pada waktu yang tepat secara fisiologis dan psikologis. Atau pada waktu ovulasi terjadi, yaitu dalam hitungan waktu

antara hari ketiga belas hingga kelima belas dari masa menstruasi (menurut siklus bulanan). Hubungan seksual ini akan lebih baik lagi jika dilakukan pada hari keempat belas dari masa menstruasi. Ovulasi juga mungkin terjadi pada hari kesebelas atau ketujuh belas masa menstruasi, akan tetapi hal itu sangat jarang terjadi. Ovulasi yang dimaksud adalah keluarnya sel telur dari kantung ovarium yang telah matang, dn kemudian masuk ke dalam tuba pallovi.

5. Perpindahan sel telur secara normal dari ovarium ke tuba pallovi.

6. Perpindahan sperma yang alami melalui proses orgasme ke dalam vagina wanita.

proses pengeluaran sel telur dari kantung ovarium terjadi melalui proses ovulasi kemudian memasuki tuba pallovi serta menetap di sepertiga bagian akhirnya. Setelah itu, sel telur bersiap-siap menunggu pertemuan dengan sperma. Sel telur ini bisa bertahan hidup dalam alat reproduksi manusia selama 12 hingga 15 jam. Dan selama masa itu, proses pembuahan internal mungkin terjadi. Kadang- kadang sel telur bisa bertahan hidup hingga 24 jam setelah ovulasi. Dan ketika sperma tidak dijumpai dalam alat reproduksi wanita selama masa sel telur hidup, sel telur mulai menyusut dan jaringan-jaringannya mati setelah melewati 15 jam dari masa ovulasi. Kemudian jaringan rahim menyerap bagian-bagian sel telur yang telah mati.

Gambar 16: proses pemeriksaan cairan kantung ovarium (liquor folliculli) di laboratorium untuk mengeluarkan sel telur manusia agar bisa dibuahi.

Gambar 17: Dr. Munzir al-Barzanji sedang melakukan operasi bedah mikroskopis umtuk mencangkokkan embrio pada rahim

hewan (Hamster emas) yaitu kelinci percobaan dari jenis hewan pengerat. Ukuran badannya lebih kecil dari tikus got tetapi lebih besar dari tikus biasa. Sel telur hewan ini digunakan untuk mendiagnosa kasus kemandulan laki-laki yang disebabkan oleh akromosom pada kepala sperma tidak mampu untuk memproduksi enzim-enzim penting yang berfungsi untuk menembus selaput pembungkus kepala sel telur. Ini merupakan salah satu teknik modern yang digunakan untuk mengetahui jenis kemandulan pada laki-laki.

Gambar 18: proses pembuahan sel telur manusia di laboratorium dengan menambahkan sperma melalui suntikan ke slide (alat bedah plastik) yang digunakan sebagai tempat pencangkokkan yang mengandung sel telur manusia.

Gambar 19:embrio manusia yang terdiri dari dua sel zigot (bayi tabung), Pusat studi embrio dan terapi kemandulan Saddam, Universitas Bagdad.

Adapun sperma laki-laki, bisa bertahan hidup dalam alat reproduksi wanita selama kurang lebih 48 hingga 72 jam. Bahkan dalam kondisi tertentu yang sangat jarang terjadi, sperma bisa bertahan hidup lebih dari 7 hari. Selama masih dalam rentang waktu hidupnya, sperma bisa membuahi sel telur. dan semakin sperma atau sel telur mendekati masa akhir hidupnya dalam alat reproduksi wanita, tingkat kemungkinan terjadi pembuahan semakin kecil. Dalam rentang masa itu, juga timbul kemungkinan terjadinya cacat kongenital (bawaan) pada sel telur yang telah dibuahi. Dan biasanya, sel telur yang dibuahi dalam kondisi seperti ini, tidak mampu untuk berkembang dan bertahan dalam rahim. umumnya, sel telur tersebut mati sebelum dan sesudah terjadi proses persarangan dalam rahim.

Dalam rentang waktu 6 bulan pertama usia perkawinan, pada saat kondisi anatomis dan fisiologis sperma dan sel telur normal, prosentase kehamilan alami yang terjadi bisa mencapai 50 persen. Dan bila dalam masa tersebut senggama antar pasangan suami istri dilakukan tanpa menguunakan alat pencegah kehamilan alami (biasanya menggunakan sistem kalender dan azl-pent), alat kontrasepsi, dan obat-obat pencegah kehamilan -dalam kurun waktu satu tahun- tetapi kehamilan tak kunjung terjadi, hal tersebut mengindikasikan bahwa salah satu dari pasangan suami istri, atau keduanya mengalami kemandulan.

Kadang-kadang, kondisi gagalnya kehamilan juga disebabkan oleh cacat atau kegagalan yang terjadi pada salah satu dari tujuh fase utama proses pembuahan internal. Kemandulan juga bisa disebabkan oleh sebab-sebab fatologis, hormon dan penyakit-penyakit keturunan, psikologis atau penyakit-penyakit yang tidak bisa diketahui sebabnya (tak terdeteksi).

Cacat yang dialami laki-laki dan instabilitas produksi sperma atau proses transfer sperma yang tidak normal merupakan sebagian dari faktor utama penyebab kemandulan pada laki-laki. Sedangkan pada wanita, di antara faktor penyebab kemandulannya adalah kekacauan atau cacat yang terjadi dalam proses pembentukan atau produksi hormon seksual atau hormon-hormon lain (seperti hormon tiroksin) dan lain sebagainya. Hal itu mengakibatkan terjadinya kekacauan pada fungsi organ-organ reproduksi dan ketidak- teraturan atau terhentinya siklus menstruasi serta proses ovulasi. Kasus kemandulan pada wanita yang disebabkan oleh penyumbatan pada tuba pallovi atau tidak-adanya dan rusaknya tuba pallovi pada wanita, mencapai 25 hingga 30 persen.

Untuk kasus kehamilan ektopik (di luar rahim), tuba pallovi yang tidak bisa berfungsi sementara (biasanya disebabkan oleh suatu penyakit, seperti kista-pent), tuba pallovi yang harus diangkat karena terkena kanker, rusaknya dinding tuba pallovi akibat terinfeksi virus, atau cacat anatomis dan fisiologis pada fungsi tuba pallovi, hanya ada satu solusi untuk mengatasinya, yaitu dengan menggunakan teknik bayi tabung. Teknik bayi tabung ini juga bisa digunakan pada kasus kemandulan laki-laki akibat testis yang tidak bisa memproduksi sperma dalam jumlah yang memadai. Teknik pembuahan buatan atau teknik bayi tabung juga bisa digunakan untuk mengatasi sebagian kasus kemandulan yang disebabkan oleh immunoglobulin dalam alat reproduksi wanita. Selain itu, untuk mengatasi kasus penyumbatan tuba pallovi yang disebabkan oleh infeksi pada jaringan-jaringan yang terdapat pada tuba palovi, operasi bedah penting dilakukan untuk memperbaiki tuba pallovi dan membuka sumbatannya. Akan tetapi jika operasi bedah tidak memberikan hasil yang bagus, maka satu-satunya pilihan adalah penggunaan teknik bayi tabung.

Pengobatan yang berhasil untuk mengatasi kemandulan tergantung pada kadar dan jenis kasusnya. Begitu pula penggunaan obat-obatan dan operasi bedak bisa menjadi solusi yang membuahkan hasil positif dalam mengatasi kemandulan.

Proses pembuahan mikroskopis, atau yang lebih dikenal dalam istilah medis internasional dengan (akzy), adalah proses pengambilan sperma dari kantung testis atau pengambilan jaringan testis melalui operasi pemotongan jaringan dengan anestesi total. Setelah itu, sperma dikeluarkan dari jaringan testis. Kemudian hanya satu buah sperma saja yang disuntikkan dengan menggunakan jarum suntik mikroskopis ke dalam sel telur istri. Penyuntikan ini

dilakukan ketika sel telur telah berhasil dikeluarkan dari tubuh dengan menggunakan bantuan alat ultrasonograf vagina. selanjutnya, proses penyuntikan satu sperma ke dalam sel telur ini dilakukan secara paksa. Karena itu proses ini dinamakan pembuahan mikroskopis terpaksa. Proses ini juga dinamakan seperti itu, karena menggunakan bantuan mikroskop khusus yang dikenal dengan alat akzy.

Kondisi-kondisi kemandulan yang bisa di atasi dengan operasi akzy atau teknik pembuahan mikroskopis meliputi kasus penyumbatan tuba pallovi yang disebabkan oleh infeksi mikroba serta luka, atau kasus cacat bawaan, atau tidak adanya tuba pallovi. Selain itu, teknik akzy ini juga bisa mangatasi kemandulan pria yang disebabkan oleh sedikitnya konsentrasi sperma dan lemahnya gerakan serta mobilisasinya, atau cacat bawaan morfologis dan anatomis pada sperma yang mengakibatkan sperma tidak mampu melakukan pembuahan pada sel telur secara alami. Teknik ini juga bisa digunakan untuk mengatasi kemandulan laki-laki dan wanita yang tidak diketahui sebabnya.

SISTEM FILTER PADA ALAT REPRODUKSI WANITA

Allah Swt telah menentukan proses pembuahan dan pertemuan sprema dan sel telur terjadi di dalam tubuh manusia dan hewan-hewan tingkat tinggi (primata). Proses ini terjadi di dalam organ tubuh yang tertutup dan aman, agar spesies manusia bisa terhindar dari kepunahan. Berikut ini penjelasan tentang sistem filter keamanan dalam poin-poin yang singkat:

1. Filter vagina: melalui proses senggama, terjadi penyemprotan sperma di dalam tubuh wanita (orgasme). Dan seperti diketahui bahwa sperma manusia hidup dalam sebuah rongga yang memiliki temperatur sedang

dan sedikit basa (mengandung alkali). Sedangkan kondisi yang ada di dalam vagina cenderung asam. Karena itu, lebih dari 50 hongga 60 persen sperma manusia yang lemah dan tidak mampu beradaptasi dengan tingkat keasaman vagina, mati. Dan hanya sperma yang selamat serta kuat berenang untuk mencapai daerah tuba pallovi bagian dalm.

2. filter leher rahim bagian dalam dan luar: sepanjang leher rahim bgian dalam dan luar terdapat lebih dari satu filter yang berfungsi untuk menyeleksi dan memisahkan sperma yang kuat, dinamis dan memiliki kwalitas bagus, agar secara anatomis dan fungsional bisa mencapai daerah dalam rahim.

3. Filter pada daerah yang menghubungkan leher rahim bagian atas (tuba pallovi) dengan rahim: filter seperti ini memainkan peranan yang sangat vital untuk mengidentifikasi sperma yang sehat dan sperma yang rusak. Proses identifikasi dilakukan ketika sperma- sperma tersebut melewati filter ini dari daerah rongga rahim ke daerah tuba pallovi.

4. Filter jaringan komulus : jaringan komulus adalah lapisan tebal dari jaringan gelembung lepuh yang mengelilingi sel telur. jaringan komulus ini berfungsi menghalangi sperma-sperma yang memiliki gerak lemah dan membiarkan sperma-sperma lain yang memiliki gerakan kuat, terutama sperma yang memiliki akromosom yang terdapat pada bagian kepala sperma yang mengandung enzim-enzim hail broundis yang berfungsi mencairkan jaringan pekat komulus dan membuka jalan agar sperma bisa masuk ke dalam sel telur untuk membuahinya.

5. Filter jaringan corona radiata : yaitu lapisan sel berbentuk bulat bergelembung yang menutupi sel telur dengan lapisan transparan. Filter ini mengizinkan sperma kuat yang memiliki akromosom untuk menyemprotkan enzim CPE yang bertanggung jawab melubangi lapisan jaringan ini.

6. Filter selaput pembungkus sel telur: yaitu berupa tutup transparan yang kasar yang mengelilingi sel telur serta menghalangi proses pembuahan sel telur kecuali pembuahan yang dilakukan sperma kuat yang memproduksi enzim akrosin yang bertanggung jawab untuk menembus penutup sel telur ini. dengan demikian sperma pertama bisa mencapai sel telur dan memasukkan bagian kepalanya ke dalam sitoplasma sel telur. pada waktu yang sama, sel telur dengan sangat cepat menyemprotkan ion-ion kalsium yang berfungsi merubah selaput pembungkus sel telur menjadi selaput pembungkus zat kapur yang mencegah sperma lainnya masuk ke dalam sel telur, meskipun sperma-sperma itu kuat. Ion-ion kalsium tersebut bercampur dengan zat- zat protein yang dinamakan butiran kortikal, yang merubah selaput transparan menjadi selaput pembungkus kalsium yang mencegah sperma lain melewati, melubangi atau menembus selaput pembungkus ini. filter ini adalah salah satu filter terpenting yang memiliki tugas utama. Karena jika terjadi kekacauan pada fungsi filter ini misalnya, maka lebih dari satu sperma akan membuahi satu sel telur. dan ini akan melipat-gandakan jumlah kromosom atau gen pembawa keturunan dan akan mengakibatkan terbentuknya embrio yang memiliki cacat kongenital. Embrio ini tidak akan mampu untuk bertahan di dalam rahim. dan akhirnya

embrio ini akan mengalami keguguran dini. Ini merupakan salah satu dari sebab-sebab utama penyebab keguguran.

7. filter penutup plasma bagian dalam sel telur: penutup plasma ini sangat kuat. dan ketika sel telur yang masuk ini mengeluarkan enzim yang bernama enzim neoromidase untuk melubangi tutup ini, selanjutnya sperma bisa masuk kedalam dalam sitoplasma sel telur. setelah itu, inti sperma dan inti sel telur bersatu untuk membentuk embrio. selanjutnya embrio membelah diri. Pertumbuhan embrio dalam leher rahim memakan waktu tujuh hari, sebelum masuk dan bersarang dalam jaringan rahim.

8. Filter penutup tepi rahim bagian dalam: filter ini merupakan salah satu filter utama dan terpenting, karena filter ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi embrio yang memiliki cacat kongenital dan keturunan yang terdapat dalam rongga rahim. dan jika terdapat embrio yang seperti ini, filter tidak akan membiarkan embrio ini bersarang dalam rahim. dan inilah salah satu penyebab terjadi keguguran dini.

FAKTOR LAIN YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI SPERMA DAN MENYEBABKAN KEHAMILAN TIDAK TERJADI

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi produksi sperma, diantaranya adalah frekwensi pengeluaran sperma, usia, iklim, suhu udara, gizi, obat bius dan alkohol, rokok dan konsumsi zat-zat beracun, disamping faktor kesehatan secara umum.

Biasanya, berkurangnya waktu senggama mengakibatkan berkurangnya jumlah sperma. Hal inidisebabkan oleh waktu yang tidak cukup untuk membentuk/memproduksi sperma dalam kantung testis. Tetapi tambahan waktu senggama menyebabkan gugurnya jenis sperma yang dihasilkan dari sperma yang dimatangkan dalam testis. dan ini pada gilirannya akan berpengaruh terhadap gerakan dan fungsi sperma manusia.

Bertambahnya usia adalah faktor lain yang diyakini menjadi faktor utama penyebab kemandulan, karena kwalitas