Perkembangan dan Analisis Pelaksanaan APBN Tingkat
3.3 BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL
3.3.1 Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Organisasi
Alokasi APBN Tahun Anggaran 2020 untuk Belanja Pemerintah Pusat di Provinsi Aceh sebesar Rp13,17 triliun. Alokasi tersebut untuk membiayai 47 Kementerian Negara/Lembaga (K/L).
Alokasi APBN Tahun Anggaran 2020 untuk Belanja Pemerintah Pusat di Provinsi Aceh sebesar Rp13,17 triliun. Alokasi tersebut untuk membiayai 47 Kementerian Negara/Lembaga (K/L). Realisasi hingga berakhirnya Tahun Anggaran 2020 mencapai Rp12,59 triliun atau sebesar 95,57 persen. Dilihat dari Pagunya, 10 K/L dengan Pagu Besar, penyumbang 53,92 persen APBN di Provinsi Aceh, telah memenuhi target penyerapan di atas 90 persen. Secara keseluruhan terdapat 40 K/L yang memenuhi target penyerapan. Sisa alokasi yang tidak terserap mencapai Rp599,21 miliar atau sebesar 4,43 persen dari seluruh alokasi.
Tabel 3.4 Tingkat Penyerapan 10 K/L Pagu Terbesar TA 2020
No. Nama Kementerian/Lembaga Pagu Realisasi % Sisa Blokir
1. Kementerian Agama 2.978,46 2.916,43 97,92% 62,03 0,01
2. Kementerian Pertahanan 2.334,61 2.199,49 94,21% 135,12 -
3. Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat 2.030,64 1.905,71 93,85% 124,94 19,79
4. Kepolisian Negara Republik Indonesia 1.638,98 1.624,06 99,09% 14,91 -
5. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan 1.267,04 1.183,32 93,39% 83,73 -
6. Mahkamah Agung 308,48 300,82 97,52% 7,66 -
7. Kementerian Perhubungan 270,65 263,18 97,24% 7,47 -
8. Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Ri 250,51 239,94 95,78% 10,57 -
9. Kejaksaan Republik Indonesia 188,72 183,14 97,04% 5,58 -
10. Kementerian Pertanian 185,86 178,64 96,11% 7,22 -
40 K/L Lainnya 1.730,95 1.590,98 91,91% 139,97 0,42
Pada tabel 3.4, ada 2 K/L yang mempunyai pengaruh besar dengan sisa anggaran di atas Rp100 miliar antara lain Kementerian Pertahanan sebesar Rp135,12 miliar dan Kementerian PUPR Rp124,94 miliar. Permasalahan utama dalam pelaksanaan anggaran tahun 2020 terkait Pertama, tumpang tindih kegiatan, Kedua pertanggungjawaban melewati batas akhir tahun anggaran untuk GU Nihil dan SP3B BLU untuk Kementerian Pertahanan, Ketiga, blokir belanja pada Kementerian PUPR. Selain alokasi yang tidak terserap, masih terdapat dana blokir sebesar Rp20,22 miliar atau 0,10 persen dari total alokasi hingga berakhirnya tahun anggaran 2020. Pemblokiran ini tentunya berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan K/L.
3.3.2 Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Fungsi
Fungsi Pelayanan Umum merupakan fungsi dengan anggaran terbesar dari alokasi APBN
Klasifikasi anggaran menurut fungsi yang tersebar di berbagai K/L merupakan pengelompokan alokasi anggaran yang mencerminkan tugas-tugas pemerintahan yang melekat pada setiap satuan kerja dan bagian anggaran. Grafik di bawah memperlihatkan pada tahun anggaran 2020, fungsi pelayanan umum mendapatkan alokasi dana APBN paling besar yaitu Rp8,65 triliun (40,71 persen). Fungsi ini dilaksanakan oleh 14 K/L, yang mana Bendahara Umum Negara (BA 999) merupakan K/L dengan alokasi pagu terbesar yaitu Rp8,06 triliun atau 93,17 persen, diikuti Kementerian Keuangan dengan pagu sebesar Rp167,71 miliar.
Grafik 3.7 Persentase Alokasi APBN Berdasarkan Klasifikasi Fungsi TA 2020
Sumber: MEBE, 2021 (diolah)
40,71% 10,99% 11,40% 11,33% 1,20% 2,13% 1,13% 0,00% 1,79% 19,25% 0,08% F.01 Pelayanan Umum F.02 Pertahanan
F.03 Ketertiban Dan Keamanan F.04 Ekonomi
F.05 Lingkungan Hidup
F.06 Perumahan Dan Fasilitas Umum F.07 Kesehatan
F.08 Pariwisata Dan Budaya F.09 Agama
F.10 Pendidikan F.11 Perlindungan Sosial
Pada tahun 2019, Aceh mendapat 3 juara dari nominasi yang ada di Anugerah Indonesia Award (API) 2019 yaitu Mangrove Forest Park dari Kota Langsa, Kilometer Nol Indonesia dari Sabang, dan Tansaran Bidin dari Bener Meriah.
Fungsi Ketertiban dan Keamanan yang dikelola oleh Kepolisian Rakyat Indonesia (POLRI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mempunyai kinerja penyerapan jauh di bawah tingkat penyerapan di fungsi yang sama pada periode sebelumnya.
F.08 - Fungsi Pariwisata dan Budaya mendapat alokasi paling kecil yaitu sebesar Rp100 juta (0,0005 persen). Proporsi alokasi dana untuk fungsi tersebut setiap tahun sangat kecil yang seharusnya menjadi pertimbangan oleh pemerintah pusat mengingat Provinsi Aceh memiliki potensi wisata yang cukup besar untuk dapat dikembangkan lebih baik, terutama wisata alam, wisata bahari, dan wisata sejarah. Namun pada tahun 2020, sektor pariwisata dan budaya sempat berhenti akibat menyebarnya pandemi Covid-19 serta berbagai kebijakan berupa larangan untuk melakukan perjalanan keluar kota di wilayah Aceh. Padahal pada tahun 2019, Aceh mendapat 3 juara dari nominasi yang ada di Anugerah Indonesia Award (API) 2019 yaitu Mangrove Forest Park dari Kota Langsa kategori Ekowisata Terpopuler yang juga berhasil menjadi juara Favorit API 2019, Kilometer Nol Indonesia dari Sabang kategori kategori Destinasi Unik Terpopuler, dan Tansaran Bidin dari Bener Meriah kategori Surga Tersembunyi Terpopuler. Selain itu dengan adanya Aceh sebagai World's Best Halal Cultural Destination 2016 yang masih menjadi wisata andalan Aceh dianggap masih memerlukan pengembangan infrastruktur pariwisata.
Jika melihat kinerja penyerapan anggaran menurut klasifikasi fungsi dalam 3 tahun terakhir, menunjukkan bahwa secara umum kinerja tahun 2019 lebih baik dibandingkan tahun 2020. Namun demikian, terdapat 1 (satu) fungsi yang mempunyai kinerja penyerapan jauh di bawah tingkat penyerapan di fungsi yang sama pada periode sebelumnya, yaitu F.03 – Fungsi Ketertiban dan Keamanan yang dikelola oleh Kepolisian Rakyat Indonesia (POLRI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal ini karena adanya kegiatan yang tidak dapat terlaksana akibat pandemi Covid-19. Sulitnya melaksanakan kegiatan yang bersifat sosialisasi dan larangan mengumpulkan massa serta penerapan social and physical distancing sehingga banyak kegiatan tidak terlaksana. Di sisi lain tidak terserapnya anggaran juga disebabkan diantaranya sempat berhentinya layanan pembuatan SIM oleh satker POLRI.
Grafik 3.8 Perbandingan Realisasi Anggaran Berdasarkan Klasifikasi Fungsi TA 2018 s.d 2020
Sumber: MEBE, 2021 (diolah)
3.3.3 Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Jenis Belanja
Porsi anggaran terbesar dari total APBN di Aceh dialokasikan pada jenis Belanja Pegawai. Realokasi dan refocusing anggaran pemerintah menyebabkan pagu belanja APBN mengalami penurunan sebesar Rp2,40 triliun atau 15,44 persen dibandingkan tahun 2019.
Porsi anggaran terbesar dialokasikan pada belanja pegawai yaitu sebesar Rp6,80 triliun atau 51,63 persen dari total APBN di wilayah Aceh. Belanja Bantuan Sosial mendapatkan porsi alokasi anggaran terkecil yaitu sebesar Rp43,07 miliar dan mengalami kenaikan pagu sebesar 2,41 persen dari anggaran TA 2019 yang sebesar Rp42,06 miliar. Kenaikan Belanja Bantuan Sosial ini juga dipengaruhi oleh adanya program PEN pada cluster perlindungan sosial. Berbagai jenis bantuan diberikan pemerintah kepada masyarakat terutama yang terdampak pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat Indonesia, untuk itu pemerintah melalui program PEN turut membantu dengan adanya program perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako (BPNT).
Secara total keseluruhan pagu belanja APBN di Provinsi Aceh mengalami penurunan sebesar Rp2,40 triliun atau 15,44 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp15,57 triliun. Hal ini dikarenakan adanya realokasi dan refocusing anggaran pemerintah yang diprioritaskan untuk penanganan kesehatan pandemi Covid-19 maupun pendidikan. Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2020 yang kemudian disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang
96,26% 99,14% 98,30% 84,46% 75,96% 97,37% 79,34% 77,89% 99,05% 92,66% 97,85% 97,75% 94,21% 98,26% 93,21% 92,90% 95,06% 91,74% 100,00% 98,88% 96,09% 93,67% 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00% -1.000,00 1.000,00 3.000,00 5.000,00 7.000,00 9.000,00 11.000,00 13.000,00 15.000,00 F.01 F.02 F.03 F.04 F.05 F.06 F.07 F.08 F.09 F.10 F.11 (m ili ar R p)
Membahayakan Perekonomian Nasional dan atau Stabilitas Sistem Keuangan, menjadi landasan refocusing dan realokasi anggaran pemerintah yang menghasilkan perubahan postur APBN sebanyak dua kali dengan prioritas penanganan pandemi Covid-19.
Grafik 3.9 Alokasi dan Realisasi Belanja TA 2018 - 2020
Sumber: MEBE, 2021 (diolah)
Penurunan pagu terbesar berada pada Belanja Barang yang mencapai Rp1,60 triliun
Untuk jenis Belanja Pegawai dan Belanja Bantuan Sosial masing-masing mengalami peningkatan pagu dibandingkan dengan periode sebelumnya. Secara nominal penurunan pagu terbesar berada pada Belanja Barang yang mencapai Rp1,60 triliun, namun penurunan pagu terbesar secara persentase berada pada Belanja Modal yang mencapai 30,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,16 triliun.