• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Bentuk Data dan Metode Pengumpulan Data

sikap menolak terhadap matematika hal ini berarti siswa mempunyai sikap yang negatif. Semakin tinggi skor skala sikap siswa terhadap matematika, maka semakin positif sikap siswa terhadap matematika. Sebaliknya, semakin rendah skor skala sikap siswa terhadap matematika, maka semakin negatif sikap siswa terhadap matematika.

2. Prestasi Belajar Matematika

Prestasi merupakan hasil usaha yang dicapai melalui proses dalam waktu tertentu. Dalam penelitian ini ditujukan dengan skor tes prestasi belajar matematika. Semakin tinggi skor prestasi belajar matematika, maka semakin bagus nilai siswa. Hal ini berarti prestasi belajarnya pun bagus. Sebaliknya, semakin rendah skor prestasi belajar matematika, maka semakin rendah nilai siswa. Hal ini berarti prestasi belajarnya pun kurang bagus.

E. Bentuk Data dan Metode Pengumpulan Data

1. Bentuk Data

Bentuk data dalam penelitian ini berupa angka. Data berupa angka yaitu nilai prestasi belajar matematika, dan nilai sikap siswa terhadap matematika.

2. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 metode pengumpulan data, yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Ϯϲ

a. Metode tes

Menurut Suharsimi Arikunto ( 2006: 150 ), tes adalah serentetan pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar matematika , yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari matematika. Data prestasi belajar matematika diperoleh dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Tes prestasi belajar matematika terdiri dari 4 soal uraian yang terdiri dari nomor 1 terdiri dari 2 soal, nomor 2 terdiri 4 soal, soal nomor 3 terdiri dari 2 soal dan soal nomor 4 terdiri dari 1 soal. Nomor 1 mempunyai skor maksimum 10, soal nomor 2 mempunyai skor maksimum 10, soal nomor 3 mempunyai skor maksimum 16, dan soal nomor 4 mempunyai skor maksimum 5.

Penyusunan instrumen yang berupa soal – soal penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :

1 Memilih materi yang akan diujikan, yaitu materi yang telah dipelajari pada siswa kelas X SMA Bopkri 2 Yogyakarta.

2 Membuat kisi – kisi soal penelitian.

Berikut merupakan kisi-kisi soal yang akan digunakan untuk mencari prestasi belajar matematika kelas X SMA Bopkri 2 Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Ϯϳ

Tabel 3.1. Kisi-kisi Soal

No. Indikator Soal No. Item Tingkat Ranah 1. 2. 3. 4. 5. Menentukan domain, kodomain, range dan membuat himpunan pasangan berurutan Membuat rumus grafik fungsi

Menentukan titik potong

Membuat sketsa grafik fungsi

Mencari akar persamaan dan jenisnya 1a, 1b 2a 2b,2c 2d 3a,3b,4 C2, C3 C2, C3, C4 C2, C3, C4 C2, C3, C4 C2, C3, C4 Keterangan : C1 : Pengetahuan C2 : Pemahaman C3 : Penerapan C4 : Analisis C5 : Sintesis C6 : Penilaian 3. Menentukan tipe soal yang akan diujikan.

Pada penelitian ini peneliti menggunakan tipe soal uraian. 4. Menentukan jumlah soal yang digunakan.

5. Menentukan durasi waktu yang akan digunakan untuk mengerjakan soal penelitian.

6. Menentukan kriteria penilaian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Ϯϴ

Tabel 3.2. Kriteria Penilaian

No. Soal Sub Nomor Soal Keterangan Skor Skor Maksimal Tiap Nomor Soal 1 a - Siswa tidak menulis

apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 1 4 6 6

b - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 1 2 4 4

2 a - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab ¾ benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 1 2 3 4 4

b - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar 0

1

2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Ϯϵ

menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar

1,5

2

c - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 1 1,5 2 2

d - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 1 1,5 2 2

3 a - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab ¾ benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 1 5 6 8 8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ϯϬ

b - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab ¾ benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 1 5 6 8 6

4 a - Siswa tidak menulis apapun pada lembar jawab

- Siswa sekedar menjawab tetapi salah - Siswa hanya menjawab

½ langkah saja dan benar

- Siswa menjawab ¾ benar

- Siswa menjawab tuntas dan benar 0 2 3 4 5 5

Skor Total untuk semua nomor soal

41

b. Non tes

Dalam pengambilan data dengan cara non tes digunakan: a. Angket

Angket sebagai suatu teknik pengumpulan data yang merupakan sebuah bentuk teknik komunikasi tidak langsung. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pengumpulan data dengan menyebar skala kepada responden secara langsung. Skala adalah kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang ditulis,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ϯϭ

disusun, dan dianalisis sedemikian rupa sehingga respon individu terhadap pertanyaan tersebut dapat diberi skor dan kemudian dapat diinterpretasikan. Skor yang berupa angka-angka berfungsi merepresentasi seberapa banyak atribut yang dimiliki oleh subjek sehingga memiliki arti kuantitas (Azwar, 2009).

Sebelum digunakan pada penelitian yang sebenarnya, skala ini diujicobakan pada sekelompok subjek terlebih dahulu untuk mengetahui nilai validitas dan reliabilitas alat ukur. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah alat ukur yang telah memenuhi kualifikasi validitas dan reliabilitas, dengan asumsi bahwa alat ukur tersebut dapat secara tepat mengungkapkan apa yang akan diungkapkan serta konsisten dalam pengukuran (Azwar, 2009).

Penelitian ini menggunakan skala sikap siswa terhadap matematika.

Skala sikap siswa terhadap matematika.

Skala sikap siswa terhadap matematika yang digunakan peneliti merupakan adaptasi dari skala sikap siswa dikembangkan oleh

Yusovin Widyastuti dan penambahan soal sendiri. Adaptasi ini dengan melihat contohnya dan mengganti semua kata-katanya namun dengan inti yang sama. Contohnya, saya menyadari bahwa prestasi belajar mempunyai arti penting dalam lingkungan sekolah, maka saya rajin belajar. Dengan inti yang sama saya mengganti dengan belajar matematika kita terlatih untuk belajar secara tekun.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ϯϮ

Skala sikap siswa terhadap matematika ini berisi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pandangan siswa terhadap matematika, peranan dan fungsi matematika, pengertian matematika.

Berikut ini blueprint untuk item pada skala sikap siswa terhadap matematika.

Tabel 3.3. BluePrint Skala Sikap Siswa Terhadap Matematika Komponen Obyek No. Item Pernyataan Jumlah Item Sikap siswa terhadap

matematika, meliputi : a. Pernyataan yang setuju (favorable) tentang sikap terhadap matematika b. Pernyataan yang tidak setuju (unfavorable) tentang sikap terhadap matematika 2, 4, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 15, 19, 20, 21, 24, 25, 27 1, 3, 7, 8, 13, 14, 16, 17, 18, 22, 23, 26, 28, 29, 30 15 15 Jumlah 30

Skala sikap siswa terhadap matematika terdiri dari 30 item dengan 4 alternatif jawaban yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). Alternatif jawaban dibuat empat kategori dengan maksud menghindari kecenderungan subjek penelitian menjawab pernyataan dengan alternative jawaban yang bersifat netral atau ragu-ragu (central tendency effect) (Hadi, 2002). Pengukuran alat ini dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu

item favorable dari rentang angka skor 4 sampai 1, dan item

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ϯϯ

unfavorable dari rentang angka skor 1 sampai 4. Semakin tinggi skor skala yang diperoleh, menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap matematika semakin tinggi. Di bawah ini tabel yang menunjukkan angka skor skala untuk setiap jawaban yang diberikan pada tiap item.

Tabel 3.4. Skor Item Sikap Siswa Terhadap Matematika Favorabel dan Unfavorabel

Pernyataan Sifat Item

Favorabel Unfavorabel Sangat Setuju (SS) 4 1

Setuju (S) 3 2

Kurang Setuju (KS) 2 3

Sangat Tidak Setuju (STS)

1 4

c. Wawancara

Wawancara ini digunakan untuk mengetahui sikap siswa secara langsung. Wawancara ini bertujuan apabila pada hasil dari perhitungan data yang diperoleh melalui angket dan tes terdapat ketidakcocokan maka wawancara dapat membantu dalam menentukan ketidakcocokan tersebut. Wawancara terdiri dari 7 pertanyaan yang isinya mengenai pengamatan guru terhadap sikap dalam mengikuti pelajaran. Wawancara ini dilakukan dngan guru matematika secara langsung mengetahui sikap siswa di kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ϯϰ

Dokumen terkait