BAB I PENDAHULUAN
E. Manfaat Penelitian
3. Prestasi Belajar Matematika
merupakan salah satu hambatan untuk belajar matematika yang efektif dan dalam hal ini mempengaruhi prestasi siswa.
Dengan demikian, perasaan menyukai maupun tidak menyukai matematika akan mempengaruhi prestasi siswa. Apabila dalam belajar matematika tidak disertai sikap menyukai matematika, maka siswa juga akan sulit memperoleh prestasi yang bagus.
3. Prestasi Belajar Matematika
Perkembangan kepribadian erat kaitannya dengan perubahan tingkah laku yang merupakan akibat dari proses belajar. Prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam menuntut suatu pelajaran yang menunjukan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu, sesuai kurikulum yang ditentukan.
Sementara Robert S. Donald G. Marquis yang dikutip Sudjana (1997: 328) prestasi adalah kecakapan nyata yang dapat diatur secara langsung dengan menggunakan instrumen, yaitu tes.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat ditegaskan bahwa prestasi merupakan hasil usaha yang dicapai melalui proses dalam waktu tertentu. Prestasi dapat dicapai memerlukan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan, minat, motivasi, bakat dan lingkungan. Prestasi itu dapat berupa nilai. Nilai bisa berbentuk angka atau kuantitatif atau berupa huruf atau kualitatif. Istilah belajar merupakan istilah yang telah populer di dalam masyarakat sehingga pengertian belajar sudah dipahami. Namun
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ϭϴ
setelah dikaji lebih mendalam di dalam masyarakat tentang pengertian belajar tidak sama yang diharapkan.
Prestasi adalah hasil yang sudah dapat dicapai atau dikerjakan. Belajar pada hakikatnya adalah suatu individu untuk memiliki pengetahuan ketrampilan dan sikap yang baru baik secara formal maupun non formal, secara teratur maupun tidak agar dia mampu mmenyesuaikan diri terhadap lingkungannya sehingga sukses dalam hidupnya. Jadi prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh secara maksimal dari usaha seseorang yang meliputi aspek-aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka, huruf maupun kalimat.
Prestasi atau hasil belajar dapat diukur dengan memulai kegiatan penilaian atau evaluasi belajar. Penilaian atau evaluasi belajar digunakan untuk mengukur hasil suatu usaha dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Nana Sudjana (1995: 34) hakikat penilaian belajar adalah menilai penguasaan siswa terhadap tujuan instruktual karena rumusan instruksional menggambarkan hasil belajar yang harus dikuasai siswa setelah menerima pelajarannya.
Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Muhibbin Syah, M.Ed (2003: 144) faktor yang mempengaruhi belajar siswa yaitu :
1. Faktor internal
Faktor yang berasal dari dalam siswa sendiri meliputi dua aspek yaitu:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ϭϵ
a. Aspek fisiologis
Kondisi jasmani mempengaruhi belajar siswa. Contohnya, indera pendengaran dan pengihatan, juga sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas. Siswa dengan gangguan pendengaran dan penglihatan akan mempengaruhi proses belajar. Dengan demikian, akan mempengaruhi prestasinya dalam pelajaran.
b. Aspek psikologis
Banyak yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar siswa. Contohnya, tingkat kecerdasan, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, motivasi siswa.
2. Faktor eksternal siswa
Seperti faktor internal siswa, faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam, yakni :
a. Lingkungan sosial
Lingkungan sosial sekolah seperti guru, teman-teman sekelas dapat mempengaruh semangat belajar siswa. Contohnya, guru yang menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri teladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin membaca dan berdiskusi,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ϮϬ
dapat menjadi daya dorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa.
b. Lingkungan non sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial ialah gedung sekolah, alat-alat belajar, cuaca, rumah siswa, waktu belajar. Contohnya, rumah yang sempit dan berantakan serta perkampungan yang terlalu padat dan tidak memiliki sarana umum untuk kegiatan remaja akan mendorong siswa untuk berkeliaran ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak pantas dikunjungi. Kondisi rumah dan perkampungan seperti itu jelas berpengaruh buruk terhadap kegiatan belajar siswa. Dengan berpengaruh pada kegiatan belajar siswa, akan membuat prestasi belajar siswa juga menurun.
3. Faktor pendekatan siswa
Upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi pelajaran. Contohnya metode pembelajaran siswa yang monoton akan membuat siswa kurang tertarik mengikuti pelajaran. Hal ini membuat siswa bosan dan jenuh terhadap matematika. Apabila siswa merasa tidak tertarik mengikuti pelajaran nilai-nilainya akan kurang memuaskan.
Lebih lanjut, Nana Sudjana (1995: 5) dari segi alatnya, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua yaitu tes dan non tes. Tes lisan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Ϯϭ
biasanya digunakan untuk pertanyaan terbuka, baik pertanyaan diberikan oleh guru kepada perserta didik tanpa menggunakan pedoman yang dipersiapkan secara tertulis.
Prestasi belajar dapat dicapai apabila siswa melaksanakan belajar yang telah diuji kemampuan belajarnya. Agar memperoleh hasil belajar yang maksimal, siswa perlu belajar dengan teknik yang baik. Sementara The Liang Gie yang dikutip dari Slamet Haryanto (1994: 57) untuk mencapai hasil belajar diperlukan ketrampilan membaca yang efisien. Membaca yang efisien diantaranya memilki ciri-ciri mempunyai kebiasaan yang baik dalam membaca, dapat membaca cepat memahami isi bacaan dan dapat mengingat-ingat butir-butir gagasan utama dari bacaan tersebut. Sumadi Suryabrata (1983: 62) untuk dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya siswa harus bersikap positif terhadap tugas yang dipelajari dan kebiasaan yang kurang baik. Adanya sikap positif terhadap tugas yang dipelajari dan kebiasaan yang kurang baik. Adanya sikap positif terhadap tugas yang dipelajari menjamin adanya motivasi untuk mempelajari tugas yang diberikan. Bila siswa memiliki motivasi yang tinggi, diharapkan hasil belajarnya menjadi optimal sesuai dengan yang diharapkan.