Pasal 285 KUHP
Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan, dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
Pasal 287 KUHP
(1) Barangsiapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa umurnya belum lima belas tahun, atau kalau umurnya tidak ternyata bahwa belum mampu dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
(2) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan, kecuali jika umurnya wanita belum sampai dua belas tahun atau jika ada salah satu hal tersebut pada pasal 291 dan 294.
Pasal 289 KUHP
Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 291 KUHP
(1) Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 286, 287, 289, 290 mengakibatkan luka-luka berat, dijatuhkan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
(2) Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 285, 286, 287 dan 290 itu mengakibatkan mati, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Pasal 290 KUHP
Diancam dengan pidana penjra paling lama tujuh tahun: (1)
--(2) barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata, bahwa belum mampu dikawin.
(3) Barangsiapa membujuk seseorang yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata, bahwa belum mampu dikawin, untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain.
Pasal 292 KUHP
Orang yang cukup umur, yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sama kelamin, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun
Pasal 293 KUHP
(1) Barangsiapa dengan memberi atau menjanjikan uang atau barang, menyalahgunakan perbawa yang timbul dari hubungan keadaan, atau dengan penyesatan sengaja menggerakkan seorang belum cukup umur dan bai tingkah-lakunya, untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dengan dia, padahal tentang belum cukup umurnya itu diketahui atau selayaknya harus diduga, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(2) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan orang yang terhadap dirinya dilakukan kejahatan itu;
(3) Tenggang tersebut dalam pasal 74 bagi pengaduan ini adalah masing-masing sembilan bulan dan dua belas bulan.
Pasal 294 KUHP
(1) Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan anaknya, anak tirinya, anak angkatnya, anak di bawah pengawasannya, yang belum cukup umur, atau dengan orang yang belum cukup umur yang pemeiharaannya, pendidikan dan penjagaannya diserahkan kepadanya ataupun dengan bujangnya atau bawahannya yang belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Diancam dengan pidana yang sama:
(2) pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya
(3) seorang pengurus, dokter, guru, pegawai, pengawas atau pesuruh dalam penjara, tempat pekerjaan negara, tempat pemudikan, rumah piatu, rumah sakit, rumah sakit jiwa atau lembaga sosial, yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang
dimasukkan ke dalamnya
Pasal 295 KUHP (1) Diancam:
Ke-1: Dengan pidana penjara paling lama lima tahun, barangsiapa dengan sengaja menghubungkan atau memudahkan dilakukannya perbuatan cabul oleh anaknya, anak tirinya, anak angkatnya, atau anak di bawah pengawasannya yang belum cukup umur, atau oleh orang yang belum cukup umur yang pemeliharaannya, pendidikan atau penjagaannya diserahkan kepadanya, ataupun oleh bujangnya atau bawahannya yang belum cukup umur, dengan orang lain;
Ke-2: Dengan pidana penjara paling lama empat tahun, barangsiapa dengan sengaja menghubungkan atau memudahkan perbuatan cabul kecuali ke-1 di atas yang dilakukan oleh orang yang diketahui belum cukup umurnya atau yang sepatutnya harus diduga demikian, dengan orang lain.
(2) Jika yang bersalah melakukan kejahatan itu sebagai pencarian atau kebiasaan, maka pidana dapat ditambah sepertiga.
Pasal 297 KUHP Pasal 297 KUHP
Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum cukup umur diancam Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum cukup umur diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun.
dengan pidana penjara paling lama enam tahun.
Pasal 305 KUHP Pasal 305 KUHP
Barangsiapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan Barangsiapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan
diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan Pasal 308 KUHP
Pasal 308 KUHP
Jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak Jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak lama
lama setelah setelah melahirkmelahirkan, an, menempatkan menempatkan anaknya anaknya untuk untuk ditemukan ditemukan atauatau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, maka maksimum meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, maka maksimum pidana tersebut pada pasal 305 dan 306 dikurangi separuh
pidana tersebut pada pasal 305 dan 306 dikurangi separuh
Pasal 328 KUHP Pasal 328 KUHP
Barangsiapa membawa pergi seorang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya Barangsiapa membawa pergi seorang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya sementara, dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan hukum di sementara, dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan hukum di bawah kekuasaannya atau kekuasaan orang lain, atau untuk menempatkan dia dalam bawah kekuasaannya atau kekuasaan orang lain, atau untuk menempatkan dia dalam keadaan sengsara, diancam karena penculikan dengan pidana penjara paling lama dua keadaan sengsara, diancam karena penculikan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
belas tahun.
Pasal 330 KUHP Pasal 330 KUHP (1)
(1) Barangsiapa dengan sengBarangsiapa dengan sengaja menarik saja menarik seorang yang belum cukeorang yang belum cukup umur dariup umur dari kekuasaan yang menurut undang-undang ditentukan atas dirinya, atau dari kekuasaan yang menurut undang-undang ditentukan atas dirinya, atau dari pengawasan orang yang wenang untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling pengawasan orang yang wenang untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun;
lama tujuh tahun;
(2) Bilamana dalam hal ini dilakukan dengan tipu-muslihat, kekerasan atau ancaman (2) Bilamana dalam hal ini dilakukan dengan tipu-muslihat, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau bilamana anaknya belum cukup umur dua belas tahun, dijatuhkan kekerasan, atau bilamana anaknya belum cukup umur dua belas tahun, dijatuhkan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
pidana penjara paling lama sembilan tahun. Pasal 332 KUHP
Pasal 332 KUHP
(1) Diancam dengan pidana penjara: (1) Diancam dengan pidana penjara:
Ke-1: paling lama tujuh tahun, barangsiapa membawa pergi seorang wanita yang Ke-1: paling lama tujuh tahun, barangsiapa membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya (wanita tersebut), dengan maksud untuk memastikan persetujuannya (wanita tersebut), dengan maksud untuk memastikan penguasaannya terhadap wanita itu, baik di dalam maupun di luar perkawinan.
penguasaannya terhadap wanita itu, baik di dalam maupun di luar perkawinan. Ke-2: paling lama sembilan tahun barangsiapa membawa pergi seorang
Ke-2: paling lama sembilan tahun barangsiapa membawa pergi seorang
Pasal 338 KUHP Pasal 338 KUHP
Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan penjara paling lama lima belas tahun.
Pasal 340 KUHP Pasal 340 KUHP
Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Pasal 351 KUHP Pasal 351 KUHP
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan
bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah; bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan
pidana penjara paling lama lima tahun; pidana penjara paling lama lima tahun; (3)
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjarapaling lama tujuh tahun;Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjarapaling lama tujuh tahun; (4)
(4) Dengan penganiayaan disamakan dengan Dengan penganiayaan disamakan dengan sengaja merusak kesehatan;sengaja merusak kesehatan; (5)
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.tidak dipidana.
Pasal 352 KUHP Pasal 352 KUHP
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak (1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling pencarian, diancam sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya. (2)
(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.tidak dipidana.
Pasal 353 KUHP Pasal 353 KUHP
(1) Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling (1) Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling
lama empat tahun. lama empat tahun.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat, yang ebrslah dikenakan pidana (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat, yang ebrslah dikenakan pidana
penjara paling lama tujuh tahun. penjara paling lama tujuh tahun.
(3) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana (3) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana
penjara paling lama sembilan tahun. penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 354 KUHP Pasal 354 KUHP (1)
(1) Barangsiapa sBarangsiapa sengaja melukengaja melukai berat ai berat orang lain, orang lain, diancam kdiancam karena melakarena melakukanukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.
penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana
penjara paling lama sepuluh tahun. penjara paling lama sepuluh tahun.
Pasal 355 KUHP Pasal 355 KUHP (1)
(1) Penganiayaan berat yang Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencdilakukan dengan rencana terlebih dahuluana terlebih dahulu, diancam, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Pasal 356 KUHP Pasal 356 KUHP
Pidana yang ditentukan dalam pasal 351, 353, 354, dan 355 dapat ditambah dengan Pidana yang ditentukan dalam pasal 351, 353, 354, dan 355 dapat ditambah dengan sepertiga:
sepertiga: (1)
(1) Bagi yang melakBagi yang melakukan kejahatan itukan kejahatan itu terhadap ibunya, bapaknu terhadap ibunya, bapaknya yang sah,ya yang sah, isterinya atau anaknya;
isterinya atau anaknya; (2)
(2) Jika kejahataJika kejahatan itu dilakukan itu dilakukan terhadap seorang pejabat kn terhadap seorang pejabat ketika atau karenaetika atau karena menjalankan tugasnya yang sah;
menjalankan tugasnya yang sah;
(3) Jika kejahatan itu dilakukan dengan memberikan bahan yang berbahaya bagi (3) Jika kejahatan itu dilakukan dengan memberikan bahan yang berbahaya bagi
nyawa atau kesehatan untuk dilaksanakan atau diminum. nyawa atau kesehatan untuk dilaksanakan atau diminum.
Pasal 359 KUHP Pasal 359 KUHP
Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.
lama satu tahun.
Pasal 360 KUHP Pasal 360 KUHP (1)
(1) Barangsiapa Barangsiapa karena karena kesalahannya kesalahannya (kealpaannya) (kealpaannya) menyebutkan menyebutkan orang orang lainlain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.
atau pidana kurungan paling lama satu tahun. (2)
(2) Barangsiapa karena kesalahannya Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain (kealpaannya) menyebabkan orang lain luka-lluka-lukauka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjan sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjan jabatan
jabatan atau atau pencarian pencarian selama selama waktu waktu tertentutertentu, , diancam diancam dengan dengan pidana pidana penjarapenjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.
pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.
Pasal 4 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 4 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
dari kekerasan dan diskriminasi
Pasal 5 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 5 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan
Pasal 6 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 6 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya, dalam bimbingan orang tua
sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya, dalam bimbingan orang tua
Pasal 7 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 7 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
(1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh (1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh
orang tuanya sendiri orang tuanya sendiri (2)
(2) Dalam hal karena suatu sebab orang Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembangtuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak, atau anak dalam keadaan terlantar, maka anak tersebut berhak diasuh atau anak, atau anak dalam keadaan terlantar, maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau anak angkat ...
Pasal 8 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial
Pasal 9 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya
(2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) khusus bagi anak penyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus
Pasal 10 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasannya dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan
Pasal 11 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luangnya, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri
Pasal 12 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak yang menyandang cacat berhak memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial, dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial
Pasal 13 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
(1) Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggungjawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:
a. diskriminasi
b. eksploitasi, ekonomi atau seksual c. penelantaran
d. kekejaman, kekerasan dan penganiayaan e. ketidakadilan
f. perlakuan salah lainnya
Pasal 14 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir
Pasal 15 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari;
a. penyalahgunaan dalam kegiatan politik b. pelibatan dalam sengketa bersenjata c. pelibatan dalam kerusuhan sosial d. pelibatan dalam peristiwa kekerasan e. pelibatan dalam peperangan
Pasal 16 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
(1) Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidfak manusiawi
(2) Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum
(3) Penangkapan, penahanan dan pidana penjara hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya sebagai upaya terakhir
Pasal 17 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (1) Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak
a. mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang dewasa
b. memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya .... c. membela diri dan memperoleh keadilan
(2) Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan hukum berhak dirahasiakan
Pasal 18 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan huklum dan bantuan lainnya
Pasal 19 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Setiap anak berkewajiban untuk:
a. menghormati orang tua, wali dan guru
b. mencintai keluarga, masyarakat dan menyayangi teman c. mencintai tanah air, bangsa dan negara
d. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamnya e. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia
Pasal 21 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental.
Pasal 22 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak.
Pasal 23 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
(1) Negara dan pemerintah menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali, atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak.
(2) Negara dan pemerintah mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak.
Pasal 24 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Negara dan pemerintah menjamin anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak.
Pasal 25 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Kewajiban dan tanggung jawab masyarakat terhadap perlindungan anak dilaksanakan melalui kegiatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak.
Pasal 26 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
a. mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak; b. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.
(2) Dalam hal orang tua tidak ada, atau tidak diketahui keberadaannya, atau karena suatu sebab, tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya, maka kewajiban dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat beralih kepada keluarga, yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 54 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Anak di dalam dan di lingkungan sekolah, wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya.
Pasal 77 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak