BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2.4 Berita Keempat
Pengurus Paguyuban Suku Tionghoa Indonesia (PASTI) Kota Medan menemui Calon Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin di posko pemenangan, Rabu (21/10) pagi. Dalam pertemuan, pengurus meminta kehadiran Dzulmi Eldin dalam acara pelantikan dan deklarasi dukungan kepada pasangan Calon Wali Kota Medan nomor urut 1.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua PASTI Medan, Lian Lung dan Sekjend Rudy Ang didampingi sejumlah pengurus lainnya. Rudy Ang mengatakan, pada
November mendatang, PASTI Medan akan menggelar pelantikan. Pada pelaksanaan acara pelantikan, akan diisi sejumlah kegiatan salah satu acaranya deklarasi dukungan kepada pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution.
"Kami berharap Pak Eldin bisa hadir bersama kami. Karena kami sepenuhnya memenangkan Pak Eldin-Akhyar untuk Wali Kota Medan," katanya.
Setelah menyampaikan dukungan, Eldin mengajak pengurus PASTI Medan berdiskusi tentang kondisi kota, masa depan kota dan harapan masyarakat terhadap Kota Medan. Mulai dari jalan dan drainase, pendidikan, pelayanan kesehatan, peningkatan ekonomi kerakyatan serta peningkatan jumlah wisatan ke Medan.
Alung mengatakan, Kota Medan, khususnya Medan bagian Utara sudah banyak perubahan. Sekarang banyak jalan-jalan dibeton, dan drainasenya sudah mulai membaik. Namun, karena kota masih baru melakukan penataan butuh penguatan anggaran setiap tahunnya, sehingga Medan bagian Utara sudah semakin baik. "Sekarang harga tanah semakin naik tiap tahunnya. Ini karena Pak Eldin juga punya semangat membangun Medan bagian Utara. Kami yakin ini semua bisa lebih maju, bila Pak Eldin terus membuat program pembangunan di Medan bagian Utara," katanya.
Dia mengakui, sekarang ini banyak jalan rusak di Kota Medan dan banjir sering menggenangi sebagian ruas jalan. Hal ini sebaiknya masuk dalam program Pak Eldin-Akhyar pada lima tahun mendatang. Selanjutnya, pelayanan kesehatan serta tingkatkan ekonomi kreatif.
Menjawab itu, Eldin memaparkan, Medan bagian Utara dalam lima tahun mendatang akan bertambah baik. Di sana akan dibangun Rumah Sakit Type C, Islamic Centre seluas 22 hektare, pembangunan situs Kota China dan situs Kerajaan Melayu, Waterfront City, dan pembangunan tanggul rob serta pembangunan rutin terkait jalan dan drainase.
"Sejumlah program ini, sudah saya persiapkan sejak saja menjadi wali kota definitiv selama satu tahun. Jadi jangan khawatir, semuanya tinggal jalan bila saya kembali menjadi Wali Kota Medan," katanya.
Mengenai jalan rusak di pusat Kota Medan, Eldin menyebutkan, dulu Pemko Medan pemerintah pusat memiliki program namanya Metropolitan Medan Urban Development Project (MMUDP) untuk pembangunan gorong-gorong drainase. Tapi, dikarenakan ketika itu kota hancur dan ada beberapa warga masuk dalam lobang gorong-gorong, jadi Wali Kota Medan saat itu memberhentikan proyek tersebut. Kini, proyek bernilai ratusan miliar pada tahun 1990-an tak berfungsi. Sekarang ini, Pemko Medan sedang mendapatkan project pemasangan pipanisasi di sejumlah ruas jalan. Pasti kita merasakan, jalanan Kota Medan rusak kemana wali kotanya.
Dia menyebutkan, sebenarnya proyek pemasangan pipanisasi diprogramkan oleh Pemerintah Pusat dan sebagai satuan kerja pelaksanaannya Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarukim) Sumut. Dalam hal ini, Pemko Medan hanya kedapatan hujatan saja.
"Saya ketika menjabat Wali Kota Medan bisa saja menghentikan proyek pemasangan pipanisasi. Mengingat ada pengalaman dari wali kota sebelumnya sifatnya hanya untuk mengalihkan masalah, makanya saya tidak hentikan. Tapi mencari solusi agar pemasangan pipanisasi lebih profesional dengan cara setiap jalan yang dibelah harus segera ditutup kembali. Janji Pemerintah Pusat proyek pipanisasi yang membelah jalanan di Kota Medan akan diperbaiki seperti semula pada Desember 2015 ini," ucapnya.
"Untuk mencari solusinya, waktu itu saya menyurati langsung kementerian dan setiap ada pertemuan langsung saya sampaikan tentang kondisi jalan di Kota Medan. Mudah-mudahan janji memperbaiki jalan Desember 2015 terwujud," sebutnya.
TABEL 4.2.4 Analisis Wacana Berita Keempat: Dukungan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution di Grup Facebook.
Hal Yang Diamati
Element Keterangan
Tematik Topik Pengurus Paguyuban Suku Tionghoa Indonesia (PASTI) Kota Medan menemui Calon Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin di posko pemenangan, Rabu (21/10) pagi. Skematik Story Dalam pertemuan, pengurus meminta
kehadiran Dzulmi Eldin dalam acara pelantikan dan deklarasi dukungan kepada pasangan Calon Wali Kota Medan nomor urut 1. Setelah menyampaikan dukungan, Eldin mengajak pengurus PASTI Medan berdiskusi tentang kondisi kota, masa depan kota dan harapan masyarakat terhadap Kota Medan. Mulai dari jalan dan drainase, pendidikan, pelayanan kesehatan, peningkatan ekonomi kerakyatan serta peningkatan jumlah wisatan ke Medan.
Semantik Latar Alung mengatakan, Kota Medan, khususnya Medan bagian Utara sudah banyak perubahan. Sekarang banyak jalan-jalan dibeton, dan drainasenya sudah mulai membaik. Namun, karena kota masih baru melakukan penataan butuh penguatan anggaran setiap tahunnya, sehingga Medan bagian Utara sudah
semakin baik.
Dia mengakui, sekarang ini banyak jalan rusak di Kota Medan dan banjir sering menggenangi sebagian ruas jalan. Hal ini sebaiknya masuk dalam program Pak Eldin-Akhyar pada lima tahun mendatang. Selanjutnya, pelayanan kesehatan serta tingkatkan ekonomi kreatif.
Detil "Sekarang harga tanah semakin naik tiap tahunnya. Ini karena Pak Eldin juga punya semangat membangun Medan bagian Utara. Kami yakin ini semua bisa lebih maju, bila Pak Eldin terus membuat program pembangunan di Medan bagian Utara," katanya.
Menjawab itu, Eldin memaparkan, Medan bagian Utara dalam lima tahun mendatang akan bertambah baik. Di sana akan dibangun Rumah Sakit Type C, Islamic Centre seluas 22 hektare, pembangunan situs Kota China dan situs Kerajaan Melayu, Waterfront City, dan pembangunan tanggul rob serta pembangunan rutin terkait jalan dan drainase.
"Sejumlah program ini, sudah saya persiapkan sejak saja menjadi wali kota definitiv selama satu tahun. Jadi jangan
khawatir, semuanya tinggal jalan bila saya kembali menjadi Wali Kota Medan," katanya.
Maksud Mengenai jalan rusak di pusat Kota Medan, Eldin menyebutkan, dulu Pemko Medan pemerintah pusat memiliki program namanya Metropolitan Medan Urban Development Project (MMUDP) untuk pembangunan gorong-gorong drainase. Tapi, dikarenakan ketika itu kota hancur dan ada beberapa warga masuk dalam lobang gorong-gorong, jadi Wali Kota Medan saat itu memberhentikan proyek tersebut. Kini, proyek bernilai ratusan miliar pada tahun 1990-an tak berfungsi. Sekarang ini, Pemko Medan sedang mendapatkan project pemasangan pipanisasi di sejumlah ruas jalan. Pasti kita merasakan, jalanan Kota Medan rusak kemana wali kotanya.
Sintaksis Koherensi Kondisional
"Saya ketika menjabat Wali Kota Medan bisa saja menghentikan proyek pemasangan pipanisasi. Mengingat ada pengalaman dari wali kota sebelumnya sifatnya hanya untuk mengalihkan masalah, makanya saya tidak hentikan.
Tapi mencari solusi agar pemasangan pipanisasi lebih profesional dengan cara setiap jalan yang dibelah harus segera ditutup kembali. Janji Pemerintah Pusat proyek pipanisasi yang membelah jalanan di Kota Medan akan diperbaiki seperti semula pada Desember 2015 ini," ucapnya.
Retoris Metafora Tapi mencari solusi agar pemasangan pipanisasi lebih profesional dengan cara setiap jalan yang dibelah harus segera ditutup kembali.
Secara tematik, wacana ini menceritakan tentang kedatangan Pengurus Paguyuban Suku Tionghoa Indonesia (PASTI) Kota Medan ke posko pemenangan Pasangan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution.
Analisis Berita keempat
Story dalam wacana ini diawali dengan pertemuan pengurus dengan Dzulmi Eldin. Selanjutnya meminta untuk hadir dalam acara pelantikan dan deklarasi dukungan kepada pasangan Calon Wali Kota Medan nomor urut 1. Kemudian dilanjutkan dengan berdialog antara Dzulmi Eldin dengan PASTI mengenai kondisi dan harapan masyarakat untuk Kota Medan yang lebih baik.
Detil yang digunakan dalam wacana ini adalah pujian Ketua PASTI Medan, Lian Lung terhadap Bang Eldin karena semangat membangun Medan khususnya bagian utara. Selanjutnya dilanjutkan dengan respon Dzulmi Eldin
yang positif atas pernyataan tersebut dan memaparkan beberapa program yang ditujukan kepada Medan bagian Utara agar menjadi lebih baik.
"Sekarang harga tanah semakin naik tiap tahunnya. Ini karena Pak Eldin juga punya semangat membangun Medan bagian Utara. Kami yakin ini semua bisa lebih maju, bila Pak Eldin terus membuat program pembangunan di Medan bagian Utara," katanya.
Menjawab itu, Eldin memaparkan, Medan bagian Utara dalam lima tahun mendatang akan bertambah baik. Di sana akan dibangun Rumah Sakit Type C, Islamic Centre seluas 22 hektare, pembangunan situs Kota China dan situs Kerajaan Melayu, Waterfront City, dan pembangunan tanggul rob serta pembangunan rutin terkait jalan dan drainase.
Dalam paragraf itu juga dijelaskan mengenai jalan rusak yang kian memprihatinkan karena rusak dan warga masuk dalam lobang gorong-gorong. Namun, Dzulmi eldin membeberkan solusinya untuk penasangan pipanisasi menjadi lebih bertanggung jawab yaitu menutupnya kembali setelah digali.
Mengenai jalan rusak di pusat Kota Medan, Eldin menyebutkan, dulu Pemko Medan pemerintah pusat memiliki program namanya Metropolitan Medan Urban Development Project (MMUDP) untuk pembangunan gorong-gorong drainase. Tapi, dikarenakan ketika itu kota hancur dan ada beberapa warga masuk dalam lobang gorong-gorong, jadi Wali Kota Medan saat itu memberhentikan proyek tersebut. Kini, proyek bernilai ratusan miliar pada tahun 1990-an tak berfungsi. Sekarang ini, Pemko Medan sedang mendapatkan project pemasangan pipanisasi di sejumlah ruas jalan. Pasti kita merasakan, jalanan Kota Medan rusak kemana wali kotanya.
Latar dalam wacana ini adalah rasa bangga Alung, selaku Ketua Pengurus Pasti atas perhatian Dzulmi Eldin terhadap Medan Utara selama ia masih menjabat sebagai Walikota sampai Juni 2015. Selanjutnya dipaparkan oleh Alung, permasalahan yang kini masih belum ada solusinya seperti jalan rusak, peayanan kesehatan dan ekonomi kreatif.
Dalam wacana ini juga terdapat elemen sintaksis, yaitu Koherensi Kondisional yang terdapat dalam kalimat berikut:
"Saya ketika menjabat Wali Kota Medan bisa saja menghentikan proyek pemasangan pipanisasi. Mengingat ada pengalaman dari wali kota sebelumnya sifatnya hanya untuk mengalihkan masalah, makanya saya tidak hentikan. Tapi mencari solusi agar pemasangan pipanisasi lebih profesional dengan cara setiap jalan yang dibelah harus segera ditutup kembali. Janji Pemerintah Pusat proyek pipanisasi yang membelah jalanan di Kota Medan akan diperbaiki seperti semula pada Desember 2015 ini," ucapnya.
Di sini bisa dilihat bahwa proyek pipanisasi yang akan diperbaiki adalah proyek yang membuat sebagian jalan rusak di Kota Medan. Anak kalimat di atas adalah cermin kepentingan wartawan atas keprihatinan terhadap Kota Medan.
Dalam wacana ini juga terdapat unsur metafora, yaitu sebutan ”dibelah” yang merujuk kepada menggali jalan untuk mengganti pipa yang tua dengan yang baru. Wartawan disini menekankan agar proyek pipanisasi tidak mengganggu kepentingan para pengguna jalan di Kota Medan.
October 20, 2015
4.2.5 BERITA KELIMASerap Aspirasi, Eldin-Akhyar Ikut Pengajian Hingga