• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2.5 Berita Kelima

kopi dan teh bersama masyarakat di Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Duduk-duduk santai itu dilakukan sebagai bagian untuk menyerap aspirasi masyarakat. “Saya datang ke kedai kopi di Jalan Ngumban Surbakti sebagai bagian bentuk untuk menyerap aspirasi dan mengenalkan program yang akan diusung lima tahun mendatang,” katanya, Senin (19/10) kemarin.

Dia menyebutkan, pertemuan non formal dan tak ada protokol acara, semuanya mengalir tanpa ada jarak merupakan sebuah cara yang bakal diciptakan agar terciptanya kerjasama dalam membangun Medan Rumah Kita.

Eldin tiba bersama calon Wakilnya, Akhyar Nasution. Pada kesempatan itu, Akhyar memaparkan, program yang diusung untuk membangun Medan Rumah Kita sudah direncanakan oleh Pak Eldin saat menjabat sebagai Wali Kota Medan pada 2014-26 Juli 2015. Rencana itu diantaranya pembangunan under pass simpang Titi Kuning, tiga fly over di Simpang Kampunglalang, Simpang Pondok Kelapa, dan Simpang Cemara.

Selain itu, untuk pelayanan kesehatan akan ditambah rumah sakit baru di Medan Labuhan. Karena rumah sakit milik Pemko Medan di RSU Pirngadi sudah tak mampu lagi menampung warga Kota Medan, kemudian program perlindungan kesehatan bagi warga Kota Medan dari semula pengubahan JPKMS ke BPJS sudah dilakukan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas-puskesmas. “Untuk melaksanakan pekerjaan yang sudah direncanakan, Pak Eldin membutuhkan waktu tambahan. Makanya saya ingin membantu Pak Eldin bekerja lima tahun mendatang, agar Kota Medan seperti apa yang kita inginkan bersama,” katanya.

“Apakah bapak/ibu bisa membantu kami datang ke TPS 9 Desember 2015,” tanyanya.

“Ya kami siap membantu. Pilihan kami cuma satu, ya nomor satu yang Benar,” jawab bersama puluhan masyarakat.

Akhyar menambahkan, kondisi Kota Medan saat ini bisa dirasakan bersama warga. Memang diakui masih ada kekurangan yakni jalan yang rusak, tapi jumlahnya hanya 8 persen dari total panjang jalan di Kota Medan lebih dari 3 ribu Km. Kerusakan 8 persen itu, sebagain besar diakibatkan adanya pengorekan pipanisasi yang dilakukan pemerintah pusat.

“Jadi kerusakan jalan yang terjadi bukan karena rusak akibat tak diperbaiki, melainkan karena sedang ada pembangunan. Karena Medan ini semakin tumbuh,

maka dibangunlah sanitasi limbahnya. Selanjutnya Kota Medan dibangun untuk orang Medan, dan yang paling mengerti membangun, memelihara dan memperindahnya hanya anak Medan,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Sebelumnya, warga Jalan Bunga Sedap Malam, Kecamatan Medan Selayang, Sayang Bangun mengatakan, warga di Medan Selayang merasa gembira dengan semangat Pak Eldin dan Akhyar membangun Kota Medan. Karena kesungguhan itu, warga di Medan Selayang juga bersungguh-sungguh bersama Pak Eldin-Akhyar untuk datang ke TPS 9 Desember 2015 dan mencoblos yang Benar.

“Kami berharap jalan kami yang berlobang bisa diperbaiki di Jalan Bunga Sedap Malam. Mungkin drainase diperdalam atau jalannya terlebih dahulu diperbaiki, kerusakannya memang baru dua tahun ini,” harapnya.

Sementara itu, warga lainnya Marlin Purba mengaku berprofesi sebagai penangkar tanaman dan pembibitan mengusulkan agar Pohon Angsana yang ditanam di tengah jalan diganti saja dengan pohon Kedaung. Kelebihan Pohon Kedauang dari Angsana, dahannya lebih kuat, tidak banyak sampah, mudah tumbuh dan pertumbuhannya cepat.

“Kalau Pohon Angsana tumbuhnya cepat, banyak sampah dan mudah patah. Kami sekedar usul saja kalau bisa dicobalah ditanam Pohon Kedaung,” sarannya.

Mendengar saran itu, Akhyar menyampaikan, apa yang menjadi usulan dari masyarakat segera mungkin dituntaskan bila pasangan nomor 1 ini terpilih. Pelaksanaan pengerjaan jalan sedang bekerja saat ini, bahkan anggaran pembangunan setiap tahunnya bertambah.

“Khusus untuk tanaman di median jalan, pastinya akan kami buat taman-taman di Kota Medan dengan tanaman multikultur. Termasuk Pohon Angsana akan disisip juga pohon Kedaung,” sebutnya.

Usai berdialog, Eldin-Akhyar bertemu dengan ibu-ibu pengajian di Jalan Pasar I, Gang Memar Mulio, Kelurahan Tanjungsari. Selain itu, Eldin-Akhyar juga menjenguk seorang penderita Glukoma dan sesak nafas, pasangan suami istri, Sunarto (65) dan Watiyem (62).

Keduanya terkejut ketika Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution menemui pasangan suami istri buruh tani itu. “Saya hanya buruh tani, dan sekarang tak bisa melihat. Saya terkejut Pak Eldin, semoga sikap Pak Eldin selalu menjadi seorang pemimpin yang dermawan,” tambahnya.

“Kami juga sudah mendapatkan kartu sehat BPJS, semoga Pak Eldin dan Pak Akhyar bisa memimpin Kota Medan,” harapnya.(wol/mrz/data1)

TABEL 4.2.5 Analisis Wacana Berita Dukungan Kelima: Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution di Grup Facebook.

Hal Yang Diamati

Element Keterangan

Tematik Topik Pasangan nomor urut 1 Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution minum kopi dan teh bersama masyarakat di Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Duduk-duduk santai itu dilakukan sebagai bagian untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Skematik Story Saya datang ke kedai kopi di Jalan Ngumban Surbakti sebagai bagian bentuk untuk menyerap aspirasi dan mengenalkan program yang akan diusung lima tahun mendatang,” katanya, Senin (19/10)

kemarin.

Sebelumnya, warga Jalan Bunga Sedap Malam, Kecamatan Medan Selayang, Sayang Bangun mengatakan, warga di Medan Selayang merasa gembira dengan semangat Pak Eldin dan Akhyar membangun Kota Medan. Karena kesungguhan itu, warga di Medan Selayang juga bersungguh-sungguh bersama Pak Eldin-Akhyar untuk datang ke TPS 9 Desember 2015 dan mencoblos yang Benar.

Usai berdialog, Eldin-Akhyar bertemu dengan ibu-ibu pengajian di Jalan Pasar I, Gang Memar Mulio, Kelurahan Tanjungsari. Selain itu, Eldin-Akhyar juga menjenguk seorang penderita Glukoma dan sesak nafas, pasangan suami istri, Sunarto (65) dan Watiyem (62).

Semantik Latar Dia menyebutkan, pertemuan non formal dan tak ada protokol acara, semuanya mengalir tanpa ada jarak merupakan sebuah cara yang bakal diciptakan agar terciptanya kerjasama dalam membangun Medan Rumah Kita.

Detil Eldin tiba bersama calon Wakilnya, Akhyar Nasution. Pada kesempatan itu,

Akhyar memaparkan, program yang diusung untuk membangun Medan Rumah Kita sudah direncanakan oleh Pak Eldin saat menjabat sebagai Wali Kota Medan pada 2014-26 Juli 2015. Rencana itu diantaranya pembangunan under pass simpang Titi Kuning, tiga fly over di Simpang Kampunglalang, Simpang Pondok Kelapa, dan Simpang Cemara.

Selain itu, untuk pelayanan kesehatan akan ditambah rumah sakit baru di Medan Labuhan. Karena rumah sakit milik Pemko Medan di RSU Pirngadi sudah tak mampu lagi menampung warga Kota Medan, kemudian program perlindungan kesehatan bagi warga Kota Medan dari semula pengubahan JPKMS ke BPJS sudah dilakukan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas-puskesmas.

Maksud Sementara itu, warga lainnya Marlin Purba mengaku berprofesi sebagai penangkar tanaman dan pembibitan mengusulkan agar Pohon Angsana yang ditanam di tengah jalan diganti saja dengan pohon Kedaung. Kelebihan Pohon Kedauang dari Angsana, dahannya lebih kuat, tidak banyak sampah, mudah tumbuh dan pertumbuhannya cepat.

Mendengar saran itu, Akhyar menyampaikan, apa yang menjadi usulan dari masyarakat segera mungkin dituntaskan bila pasangan nomor 1 ini terpilih. Usai berdialog, Eldin-Akhyar bertemu dengan ibu-ibu pengajian di Jalan Pasar I, Gang Memar Mulio, Kelurahan Tanjungsari. Selain itu, Eldin-Akhyar juga menjenguk seorang penderita Glukoma dan sesak nafas, pasangan suami istri, Sunarto (65) dan Watiyem (62).

Keduanya terkejut ketika Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution menemui pasangan suami istri buruh tani itu. “Saya hanya buruh tani, dan sekarang tak bisa melihat. Saya terkejut Pak Eldin, semoga sikap Pak Eldin selalu menjadi seorang pemimpin yang dermawan,” tambahnya.

Sintaksis Koherensi Pembeda

Sementara itu, warga lainnya Marlin Purba mengaku berprofesi sebagai penangkar tanaman dan pembibitan mengusulkan agar Pohon Angsana yang ditanam di tengah jalan diganti saja dengan pohon Kedaung. Kelebihan Pohon Kedauang dari Angsana, dahannya lebih kuat, tidak banyak sampah, mudah tumbuh dan pertumbuhannya cepat.

Retoris Grafis Akhyar menambahkan, kondisi Kota Medan saat ini bisa dirasakan bersama

warga. Memang diakui masih ada kekurangan yakni jalan yang rusak, tapi jumlahnya hanya 8 persen dari total panjang jalan di Kota Medan lebih dari 3 ribu Km. Kerusakan 8 persen itu, sebagain besar diakibatkan adanya pengorekan pipanisasi yang dilakukan pemerintah pusat.

Secara tematik, wacana ini menceritakan tentang kedatangan Pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution kepada masyarakat di Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang untuk menyerap aspirasi mereka.

AnalisisBerita Kelima

Story dalam wacana ini diawali dengan kedatangan Pasangan BENAR ke kedai kopi di Jalan Ngumban Surbakti agar bisa berbaur dengan masyarakat sekitar. Selanjutnya dipaparkan program yang akan dijalankan apabila mereka terpilih nantinya di Pilkada 2015 ini. Sebelum mereka mengunjungi Ngumban Surbakti, terlebih dahulu mengunjungi Jalan Bunga Sedap Malam, yang antusias dengan kedatangan calon walikota dan wakil walikota tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan berdialog dengan ibu-ibu di Jalan Pasar I, Gang Memar Mulio serta mengunjungi 2 buruh tani yang menderita penyakit Glukoma dan sesak nafas.

Detil yang digunakan dalam wacana ini adalah program yang dipaparkan oleh Pasangan nomor urut 1 ini yang memprioritaskan pada pembangunan jalan dan kesehatan. Hal ini dapat dilihat dalam kalimat berikut:

Rencana itu diantaranya pembangunan under pass simpang Titi Kuning, tiga fly over di Simpang Kampunglalang, Simpang Pondok Kelapa, dan Simpang Cemara.

Selain itu, untuk pelayanan kesehatan akan ditambah rumah sakit baru di Medan Labuhan. Karena rumah sakit milik Pemko Medan di RSU Pirngadi sudah tak mampu lagi menampung warga Kota Medan, kemudian program perlindungan kesehatan bagi warga Kota Medan dari semula pengubahan JPKMS ke BPJS sudah dilakukan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas-puskesmas.

Dalam paragraf ini juga diceritakan bahwa seorang warga menyarankan untuk mengganti pohon Angsana yang ditanam di tengah jalan diganti saja dengan pohon Kedaung dan direspon dengan baik oleh Akhyar. Selanjutnya dilanjutkan dengan kunjungan Eldin-Akhyar ke pasangan suami istri yang menderita sakit glukoma dan sesak nafasm yaitu Sunarto (65) dan Watiyem (62). Kedua butuh tani pun senang sekali karena ada calon pemimpin yang dermawan untuk mengunjungi mereka.

Sementara itu, warga lainnya Marlin Purba mengaku berprofesi sebagai penangkar tanaman dan pembibitan mengusulkan agar Pohon Angsana yang ditanam di tengah jalan diganti saja dengan pohon Kedaung. Kelebihan Pohon Kedauang dari Angsana, dahannya lebih kuat, tidak banyak sampah, mudah tumbuh dan pertumbuhannya cepat.

Mendengar saran itu, Akhyar menyampaikan, apa yang menjadi usulan dari masyarakat segera mungkin dituntaskan bila pasangan nomor 1 ini terpilih. Usai berdialog, Eldin-Akhyar bertemu dengan ibu-ibu pengajian di Jalan Pasar I, Gang Memar Mulio, Kelurahan Tanjungsari. Selain itu, Eldin-Akhyar juga menjenguk seorang penderita Glukoma dan sesak nafas, pasangan suami istri, Sunarto (65) dan Watiyem (62).

Keduanya terkejut ketika Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution menemui pasangan suami istri buruh tani itu. “Saya hanya buruh tani, dan sekarang tak

bisa melihat. Saya terkejut Pak Eldin, semoga sikap Pak Eldin selalu menjadi seorang pemimpin yang dermawan,” tambahnya.

Latar dalam wacana ini adalah kedatangan Dzulmi Eldin bersama Akhyar Nasution ke Kecamatan Medan Selayang yang bersifat non formal dan tidak direncanakan. Hal ini bertujuan agar lebih dekat ke masyarakat sekitar serta lebih bersinergi dalam membangun Kota Medan menjadi Lebih baik. Selain itu agenda kedatangan mereka juga bertujuan agar lebih terbuka di antara pemimpin dengan rakyat.

Dalam wacana ini juga terdapat elemen sintaksis, yaitu Koherensi pembeda yang terdapat dalam kalimat berikut:

Sementara itu, warga lainnya Marlin Purba mengaku berprofesi sebagai penangkar tanaman dan pembibitan mengusulkan agar Pohon Angsana yang ditanam di tengah jalan diganti saja dengan pohon Kedaung. Kelebihan Pohon Kedaung dari Angsana, dahannya lebih kuat, tidak banyak sampah, mudah tumbuh dan pertumbuhannya cepat.

Di sini terlihat jelas bahwa ada dua buah pohon yang dibuat seolah-olah saling bertentangan dan berseberangan dengan menggunakan koherensi ini. Di satu sisi Pohon Angsana yang banyak di tanam di tengah jalan memlilik banyak sampah dan tumbuhnya harus menunggu lama. Berbeda dengan pohon kedaung yang sedikit menghasilkan sampah dan cepat pertumbuhannya sehingga terlihat lebih asri.

Dalam wacana ini juga terdapat unsur grafis, yaitu data mengenai banyaknya kerusakan jalan sebesar 8 persen dari total jumlah jalan yang ada di Kota Medan, yaitu sebesar 3 Km. Pemakaian angka-angka dalam berita di antaranya digunakan untuk mensugestikan kebenaran, ketelitian, dan posisi dari suatu laporan. Di sini kerusakan jalan yang mencapai 8 persen itu dikarenakan adanya proyek pipanisasi yang tidak teratur

Dokumen terkait