• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berlayar melintas

Dalam dokumen GUBERNUR SULAWESI TENGGARA (Halaman 33-83)

3.1.2 Zona Perikanan Berkelanjutan A. Zonasi dan Koordinat

Zona Perikanan Berkelanjutan merupakan salah satu zona dalam kawasan konservasi perairan yang dalam penentuannya didasarkan pada kriteria-kriteria sesuai Permen KP No. 30 Tahun 2010 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan. Wilayah Zona Perikanan Berkelanjutan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara, ditetapkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek baik ekologi, ekonomi, sosial dan budaya. Zona tersebut merupakan wilayah yang memiliki nilai konservasi, tetapi masih dapat bertoleransi dengan pemanfaatan budidaya ramah lingkungan dan penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan. Wilayah Zona Perikanan Berkelanjutan memiliki karakteristik ekosistem yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan mendukung perikanan berkelanjutan.

Selain itu, penentuan zona ini juga dengan melihat aktivitas masyarakat yang telah ada dalam memamfaatkan wilayah perairan baik sebelum atau sesudah kawasan konservasi dibentuk (pencadangan).

Zona Perikanan Berkelanjutan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki luas wilayah mencapai 18.490,96 Ha dan merupakan zona dengan

luas wilayah terbesar dibanding tiga zona lainnya. Zona ini mencakup hampir seluruh wilayah perairan Teluk Moramo dan Pulau

Saponda dan memiliki ekosistem pesisir yang lengkap (terumbu karang,

lamun, dan mangrove). Peta dan titik koordinat lokasi Zona Perikanan Berkelanjutan dapat dilihat pada Gambar 3.2, Gambar 3.3 dan Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Peta Zona Perikanan Berkelanjutan KKPD Prov. Sultra pada Wilayah Perairan Teluk Moramo

Tabel 3.3 Titik Koordinat Zona Perikanan Berkelanjutan di Kawasan Konservasi Perairan Perairan Provinsi Sulawesi Tenggara

No. Zone_Id

Koordinat

Lokasi Luas

(Ha)

Target Pengelolaan

X Y

1. 1 122,669034 -3,973848 Pasi Jambe 18.490,96 Jenis Ikan Ekonomis (Kerapu,

Kakap, Kelompok Ikan

Pelagis), Pengembangan

Teknologi Penangkapan dan Budidaya Laut Ramah

Lingkungan 2. 2 122,67865 -3,972831 Pasi Jambe

3. 3 122,689376 -3,982817 Pasi Jambe 4. 4 122,689561 -3,98929 Pasi Jambe 5. 5 122,689191 -3,99456 Pasi Jambe 6. 6 122,683181 -3,994838 Pasi Jambe 7. 7 122,668849 -3,981153 Pasi Jambe 8. 8 122,748738 -3,962752 Wilayah perairan

Pulau Saponda 9. 9 122,790347 -3,96266 Wilayah perairan

Pulau Saponda 10. 10 122,79044 -3,987348 Wilayah perairan

Pulau Saponda 11. 11 122,748646 -3,988088 Wilayah Perairan

Pulau Saponda 12. 12 122,772998 -3,970767 Wilayah perairan

Pulau Saponda 13. 13 122,778892 -3,970656 Wilayah Perairan

Pulau Saponda

14. 14 122,778962 -3,974462 Wilayah perairan Pulau Saponda

15. 15 122,773069 -3,974572

Wilayah perairan Pulau Saponda

16. 16 122,7632 -3,982103 Wilayah perairan Pulau Saponda 17. 17 122,765296 -3,983159 Wilayah perairan

Pulau Saponda 18. 18 122,764565 -3,984513 Wilayah perairan

Pulau Saponda 19. 19 122,762422 -3,983444 Wilayah Perairan

Pulau Saponda 20. 20 122,767262 3,984015 Wilayah perairan

Pulau Saponda 21. 21 122,771719 -3,984051 Wilayah Perairan

Pulau Saponda 22. 22 122,771706 -3,985622 Wilayah perairan

Pulau Saponda 23. 23 122,76725 -3,985586 Wilayah perairan

Pulau Saponda 24. 24 122,711428 -3,994683 Sapa Pulau Hari 25. 25 122,786752 -3,994912 Sapa Pulau Hari 26. 26 122,786791 -4,000848 Sapa Pulau Hari 27. 27 122,737368 -4,000833 Sapa Pulau Hari 28. 28 122,737364 -4,014226 Sapa Pulau Hari 29. 29 122,72714 -4,014222 Sapa Pulau Hari 30. 30 122,727134 -4,032079 Sapa Pulau Hari 31. 31 122,750694 -4,032086 Sapa Pulau Hari 32. 32 122,750697 -4,021818 Sapa Pulau Hari 33. 33 122,78693 -4,021834 Sapa Pulau Hari 34. 34 122,768477 -4,025605 Wilayah perairan

Pulau Hari 35. 35 122,781991 -4,025609 Wilayah perairan

Pulau Hari 36. 36 122,781986 -4,043702 Wilayah perairan

Pulau Hari 37. 37 122,768472 -4,043698 Wilayah perairan

Pulau Hari 38. 38 122,78719 -4,061061 Labuan Beropa 39. 39 122,807448 -4,116487 Woru-Woru 40. 40 122,8093 -4,114757 Woru-Woru 41. 41 122,833155 -4,139368 Woru-Woru 42. 42 122,831128 -4,141262 Woru-Woru

43. 43 122,793402 -4,151965 Tambolosu dan sekitarnya 44. 44 122,793405 -4,140256 Tambolosu dan

sekitarnya 45. 45 122,754662 -4,140245 Tambolosu dan

sekitarnya 46. 46 122,754656 -4,15149 Tambolosu dan

sekitarnya

47. 47 122,697605 -4,138001 Panambea Barata 48. 48 122,697669 -4,144884 Lapuko dan

sekitarnya 49. 49 122,679531 -4,144818 Ranooha Raya 50. 50 122,679284 -4,159021 Landipo dan

sekitarnya 51. 51 122,66431 -4,106904 Wilayah perairan

Pulau Lara 52. 52 122,673376 -4,106915 Wilayah perairan

Pulau Lara 53. 55 122,673371 -4,086345 Wilayah perairan

Pulau Lara 54. 56 122,690657 -4,086898 Teluk Moramo

Penentuan Zona Perikanan Berkelanjutan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara ditentukan dengan kriteria sebagai berikut :

a) Memiliki nilai konservasi, tetapi dapat bertoleransi dengan pemanfaatan budidaya ramah lingkungan dan penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan;

b) Mempunyai karakteristik ekosistem yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan mendukung perikanan berkelanjutan;

c) Mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya;

d) Mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk mendukung kegiatan multifungsi dengan tidak merusak ekosistem aslinya;

e) Mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin pengelolaan budidaya ramah lingkungan, perikanan tangkap berkelanjutan, dan kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat; dan

f) Mempunyai karakteristik potensi dan keterwakilan biota perairan bernilai ekonomi.

B. Potensi

Zona Perikanan Berkelanjutan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi perikanan yang cukup besar yang didukung dengan keberadaan ekosistem pesisir yang lengkap. Zona ini merupakan daerah penyebaran ikan-ikan ekonomis penting baik dari kelompok ikan pelagis maupun ikan demersal (ikan karang). Selain itu, wilayah zona ini merupakan daerah penangkapan ikan (fishing ground) bagi nelayan sekitar kawasan maupun yang berasal dari kabupaten lain. Berdasarkan kondisi di lapangan, zona ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan budidaya khususnya Keramba Jaring Apung (KJA), untuk berbagai jenis ikan demersal seperti ikan Kuwe.

Kondisi ekosistem pesisir pada Zona Perikanan Berkelanjutan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki nilai yang beragam di tiap-tiap bagian wilayah pesisir dalam zona tersebut. Ekosistem terumbu karang berada dalam kondisi sedang, dengan nilai rata-rata persentase tutupan karang hidup sebesar 41,6%. Wilayah perairan pesisir yang memiliki kondisi terumbu karang yang baik yaitu Tanjung Lemo atau Desa Labotaone, Pulau Wawosunggu, dan Desa Panambea Barata. Untuk ekosistem mangrove, zona ini memiliki nilai rata-rata tutupan kanopi sebesar 71 % atau berada pada kondisi sedang. Wilayah pesisir Desa Wandaeha merupakan wilayah yang memiliki nilai persentase tutupan kanopi tertinggi yaitu 86,74% atau berada dalam kriteria baik.

Sedangkan kondisi ekosistem lamun pada zona ini berada dalam kriteria sedang, dengan nilai persentase tutupan sebesar 46,6%. Di wilayah perairan zona ini juga ditemukan beberapa jenis biota perairan yang dilindungi seperti kima, ikan napoleon, dan bambu laut.

Di wilayah perairan Zona Perikanan Berkelanjutan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki potensi perikanan khususnya dari kelompok krustasea. Keberadaan udang kecil (ebi) yang melimpah pada waktu tertentu di wilayah perairan sekitar muara Sungai Laonti membawa dampak positif terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, jenis lobster yang masih berukuran larva hingga juvenil juga banyak ditemukan di wilayah perairan Desa Ranooha Raya (sekitar muara Sungai Moramo). Benur lobster yang melimpah menarik perhatian masyarakat sekitar untuk menangkapnya, walaupun jenis tersebut merupakan jenis biota perairan yang dilindungi dengan ukuran tertentu.

C. Peruntukan Zona

Berdasarkan Permen KP No.30 Tahun 2010, Zona Perikanan Berkelanjutan dalam Kawasan Konservasi Perairan diperuntukkan bagi:

• Perlindungan habitat dan populasi ikan, meliputi: a) perlindungan proses-proses ekologis yang menunjang kelangsungan hidup dari suatu jenis atau sumber daya ikan dan ekosistemnya; b) pengamanan, pencegahan dan/atau pembatasan kegiatan-kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan potensi kawasan dan perubahan fungsi kawasan; c) pengelolaan jenis sumber daya ikan

beserta habitatnya untuk dapat menghasilkan keseimbangan antara

populasi dan habitatnya; d) alur migrasi biota perairan; dan e) pemulihan.

• Penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan, meliputi: a) alat penangkapan ikan yang sifatnya statis dan/atau pasif; dan b) cara memperoleh ikan dengan memperhatikan daya dukung habitat dan/atau tidak mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan.

• Budidaya ramah lingkungan, yaitu kegiatan budidaya yang mempertimbangkan jenis ikan yang dibudidayakan, jenis pakan, teknologi, jumlah unit usaha budidaya, serta daya dukung dan kondisi lingkungan sumber daya ikan.

• Pariwisata dan rekreasi, meliputi: a) pariwisata minat khusus;

b) perahu pariwisata; c) pariwisata pancing, dan d) pembuatan foto, video, dan film.

• Penelitian dan pengembangan, meliputi: a) penelitian dasar untuk kepentingan perikanan berkelanjutan dan konservasi; b) penelitian terapan untuk kepentingan perikanan berkelanjutan dan konservasi;

dan pengembangan untuk kepentingan konservasi.

• Pendidikan, yaitu pendidikan untuk memberikan wawasan dan motivasi yang meliputi aspek antara lain: biologi, ekologi, sosail ekonomi dan budaya, dan tata kelola dan pengelolaan.

Zona Perikanan Berkelanjutan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan alokasi ruang yang prioritas diperuntukkan bagi kegiatan perikanan baik melalui kegiatan penangkapan ikan maupun budidaya khususnya yang dilakukan oleh masyarakat sekitar kawasan.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya pesisir dalam kawasan konservasi dan daya dukung lingkungan. Dalam Zona Perikanan Berkelanjutan dapat dijabarkan lebih detil ke dalam sub zona Perikanan Tangkap/Perikanan Tradisional dan sub zona Perikanan Budidaya. Lebih lanjut.

Tujuan zona Perikanan Berkelanjutan dalam kawasan konservasi ini adalah :

a) Melakukan perlindungan terhadap ekosistem di dalam kawasan dan seluruh proses-proses ekologis yang ada di dalamnya;

b) Menjaga keseimbangan bioekolgis serta ekonomi dan sosial terhadap kawasan konservasi berdasarkan asas manfaat bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan fungsi-fungsi ekologi ekosistem di kawasan yang dilindungi;

c) Mengamankan, mencegah dan/atau membatasi kegiatan-kegiatan yang dapat mengakibatkan penurunan keutuhan ataupun fungsi kawasan.

D. Kegiatan yang Boleh dan Tidak Boleh

Kegiatan pemanfaatan dalam Zona Perikanan Berkelanjutan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan sesuai dengan peruntukkan dan kegiatan pokok zona tersebut. Hal ini dimaksudkan agar fungsi kawasan konservasi terhadap perlindungan habitat dan populasi jenis tetap berjalan dan memberikan ruang bagi pemanfaatan lainnya khususnya untuk penghidupan/kehidupan masyarakat sekitar. Ketentuan pemanfaatan dalam zona Perikanan Berkelanjutan, diuraikan sebagai berikut:

a. Kegiatan yang Boleh Dilakukan

1) Penangkapan ikan ramah lingkungan untuk tujuan komersial meliputi kegiatan penangkapan ikan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual;

2) Penangkapan ikan ramah lingkungan bukan untuk tujuan komersial meliputi kegiatan penangkapan ikan dalam kawasan konservasi perairan dalam rangka wisata, penelitian dan pengembangan serta pendidikan. Kegiatan tersebut tidak didasarkan pada nilai tukar ekonomis dan/atau nilai tambah ekonomis dan mengutamakan pada pencapaian tujuan kegiatan wisata, penelitian dan pengembangan serta pendidikan;

3) Budidaya ikan ramah lingkungan untuk tujuan komersil meliputi kegiatan budidaya ikan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk ijual;

4) Budidaya ikan ramah lingkungan bukan untuk tujuan komersial meliputi kegiatan budidaya ikan dalam kawasan konservasi perairan dalam rangka wisata, penelitian dan pengembangan serta pendidikan. Kegiatan tersebut tidak didasarkan pada nilai tukar ekonomis dan/atau nilai tambah ekonomis dan mengutamakan pada pencapaian tujuan kegiatan wisata, penelitian dan pengembangan serta pendidikan;

5) Penelitian, pengembangan, dan pendidikan;

6) Wisata pantai/perahu wisata;

7) Wisata budaya;

8) Alur kapal untuk perhubungan;

9) Patroli pengawasan;

10) Berlayar melintas;

11) Pembangunan infrastruktur pengelolaan kawasan konservasi (pos jaga, tambat labuh);

12) Rehabilitasi dan pemulihan habitat.

b. Kegiatan yang Tidak Boleh Dilakukan 1) Pembuangan limbah dan sampah;

2) Penangkapan ikan dengan kapal > 10 GT dengan alat tangkap yang diperbolehkan;

3) Pendalaman alur pelayaran;

4) Pemasangan rumpon;

5) Penambangan/pengambilan terumbu karang;

6) Penebangan mangrove;

7) Segala bentuk kegiatan pertambangan.

c. Kegiatan yang boleh dilakukan setelah memperoleh izin

1) Monitoring dan penelitian baik ekstraktif maupun non ekstraktif;

2) Pembuatan foto, video, film baik untuk tujuan komersil maupun non komersil;

3) Pengembangan kegiatan budidaya laut untuk skala usaha tertentu;

4) Pembangunan infrastruktur wisata.

3.1.3 Zona Pemanfaatan A. Zonasi dan Koordinat

Zona Pemanfaatan merupakan zona yang arah pemanfaatannya diarahkan ke pengembangan pariwisata dan rekreasi. Tetapi tetap mengedepankan fungsi konservasi dalam perlindungan dan pelestarian habitat dan populasi ikan. Zona Pemanfaatan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara ditetapkan dengan berbagai kriteria, antara lain:

a) Mempunyai daya tarik pariwisata alam berupa biota perairan beserta ekosistem perairan yang indah dan unik;

b) Mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelestarian potensial dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi;

c) Mempunyai karakter objek penelitian dan pendidikan yang mendukung kepentingan konservasi; dan

d) Mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk berbagai kegiatan pemanfaatan dengan tidak merusak ekosistem aslinya.

Zona Pemanfaatan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki luas sebesar 1.070,95 Ha, yang tersebar di 3 (tiga) wilayah perairan yang memiliki objek wisata terutama wisata pantai dan wisata selam/snorkeling yaitu Pulau Lara, Pulau Hari, dan wilayah perairan Desa Woru-Woru (lihat Gambar 3.2, Gambar, 3.3, Gambar 3.4). Lokasi dan titik koordinat pada Tabel 3.4 berikut.

Tabel 3.4 Lokasi dan Koordinat Zona Pemanfaatan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara

No. Zone_Id Koordinat

Lokasi Zona Luas

6. 40 122,8093 -4,114757

Zona Pemanfaatan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi pariwisata untuk dikembangkan. Dengan karakteristik pantai pasir dan kondisi ekosistem terumbu karang yang masih terjaga, maka menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan panorama bawah laut dan pantai. Zona ini memiliki 3 (tiga) ekosistem pesisir yaitu ekosistem terumbu karang, lamun, dan mangrove. Tetapi ketiga ekosistem tidak berada dalam satu wilayah perairan yang terbagi dalam 3 wilayah perairan Zona Pemanfaatan.

Secara keseluruhan, kondisi terumbu karang pada Zona Pemanfaatan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara berada dalam kondisi baik, dengan nilai rata-rata persentase tutupan karang sebesar 57,2%. Kondisi terumbu karang yang baik dapat menyediakan habitat bagi biota perairan yang dapat menjadi objek wisata penyelaman. Terumbu karang pada masing-masing wilayah perairan dalam Zona Pemanfaatan telah menjadi objek wisata penyelaman oleh wisatawan khususnya untuk kunjungan Pulau Hari dan Pulau Lara sejak dahulu. Selain itu, karakteristik pantai pasir, perairan yang jernih, dan kehadiran biota-biota perairan tertentu seperti kima, ikan napoleon, dan penyu menambah kepuasan bagi wisatawan yang berkunjung.

C. Peruntukan Zona Pemanfaatan

Zona Pemanfaatan merupakan salah satu zona dalam Kawasan Konservasi Perairan yang diperuntukkan bagi:

• Perlindungan habitat dan populasi ikan, meliputi: a) perlindungan proses-proses ekologis yang menunjang kelangsungan hidup dari suatu jenis atau sumber daya alam hayati dan ekosistemnya; b) penjagaan dan pencegahan kegiatan-kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan potensi kawasan dan perubahan fungsi kawasan; c) pengelolaan jenis sumber daya ikan beserta habitatnya untuk dapat menghasilkan keseimbangan antara populasi dengan daya dukung habitatnya; d) perlindungan alur migrasi biota perairan; dan e) pemulihan dan rehabilitasi ekosistem.

• Pariwisata dan rekreasi, yaitu segala bentuk kegiatan wisata yang ramah lingkungan.

• Penelitian dan pengembangan, meliputi: a). penelitian dasar untuk kepentingan pemanfaatan dan konservasi; b) penelitian terapan untuk kepentingan pemanfaatan dan konservasi; dan c) pengembangan untuk kepentingan konservasi.

• Pendidikan, meliputi: a) pemeliharaan dan peningkatan keanekaragaman hayati; b) perlindungan sumber daya masyarakat

lokal; c) pembangunan perekonomian berbasis ekowisata bahari;

d) pemeliharaan proses ekologis dan sistem pendukung kehidupan;

e) promosi pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan; dan f) promosi upaya tata kelola untuk perlindungan lingkungan kawasan

konservasi perairan.

Zona Pemanfaatan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara dapat mendukung kegiatan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di sekitar kawasan, yang tetap mengedepankan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan bertanggung jawab. Zona ini juga untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap pengembangan wisata khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Adapun arah pemanfaatan zona ini dititik beratkan pada :

• Pembangunan perekonomian berbasis ekowisata bahari terutama yang berbasis pada tiga ekosistem kunci di pesisir yakni terumbu karang, hutan mangrove, dan padang lamun.

• Pembangunan infrastruktur pariwisata yang ramah lingkungan untuk perkembangan /kemajuan aktivitas pariwisata di kawasan yang ditujuk.

• Memelihara dan meningkatkan keanekaragaman hayatidi ketiga eksistem pesisir serta proses-proses ekologis yang mendukung kehidupan sekitarnya.

• Promosi keindahan alam, keunikan dan eksotisme kawasan / lokasi yang ditunjuk sebagai zona pemanfaatan pariwisata.

D. Kegiatan yang Boleh dan Tidak Boleh

Sebagai panduan kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan selengkapnya disajikan pada Tabel 3.5 berikut.

Tabel 3.5 Kegiatan yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan di Zona Pemanfaatan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

Perumusan

Kegiatan No. Jenis Kegiatan

Kegiatan yang boleh dilakukan

1 .

Patroli pengawasan

2 Penelitian, pengembangan, dan pendidikan 3 Berenang

4 Wisata menyelam/snorkeling 5 Wisata jetski

6 Wisata kayak/dayung

7 Wisata mancing (catch and release) 8 Wisata perahu

9 Wisata mangrove 10 Wisata budaya

11 Alur kapal untuk perhubungan 12 Infrastruktur pengelolaan kawasan 13 Berlayar melintas

14 Rehabilitasi dan pemulihan habitat

Kegiatan yang tidak boleh dilakukan

Kegiatan yang tidak boleh dilakukan

1 Pembuangan limbah dan sampah 2 Pemasangan rumpon

3 Penggunaan bahan peledak, bius, dan kompresor 4 Penangkapan ikan

5 Penambangan/pengambilan terumbu karang 6

6

Penebangan mangrove

7 Segala bentuk kegiatan pertambangan 8 Kegiatan budidaya

Kegiatan yang boleh dilakukan setelah memperoleh izin

1 Wisata karamba

2 Pembangunan infrastruktur wisata

3 Pembuatan foto, video, film baik untuk tujuan komersil maupun non komersil

4 Monitoring dan penelitian non ekstraktif 5 Tambatan kapal (moring buoy)

6 Pengembangan wisata pantai/perairan untuk tujuan komersial

4.1.4 Zona Lainnya A. Zonasi dan Koordinat

Zona Lainnya merupakan zona di luar Zona Inti, Zona Perikanan Berkelanjutan, yang karena fungsi dan kondisinya ditetapkan sebagai zona tertentu yang dapat berupa zona perlindungan dan zona rahabilitasi. Zona lainnya dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara dialokasikan untuk kegiatan rehabilitasi dan ruang bagi Daerah Perlindungan Laut (DPL). Wilayah zona tersebut terletak di wilayah perairan Pulau Saponda yang kondisi terumbu karangnya telah berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Tetapi di wilayah perairan bagian selatan Pulau Saponda terdapat DPL yang telah ada sejak lama yang diinisiasi bersama masyarakat Saponda dengan NGO/LSM.

Lokasi dapat dilihat pada Gambar 3.2 dan titik koordinat pada Tabel 3.6 berikut.

Tabel 3.6 Titik Koordinat Zona Lainnya di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

No. Zone_Id Koordinat Lokasi Zona Luas

9. 20 122,767262 3,984015

Wilayah perairan Pulau Saponda

Zona Lainnya III

(DPL)

4,49

Perlindungan Daerah Penyebaran Ikan

Ekonomis dan Pemulihan Habitat Biota Laut

10. 21 122,771719 -3,984051

Wilayah Perairan Pulau Saponda

11. 22 122,771706 -3,985622

Wilayah perairan Pulau Saponda

12. 23 122,76725 -3,985586

Wilayah perairan Pulau Saponda

Zona rehabilitasi merupakan zona untuk melakukan kegiatan rehabilitasi atau pemulihan lokasi-lokasi yang telah mengalami degradasi lingkungan, baik kerusakan ekosistem maupun penurunan sumber daya.

Lokasi zona rehabilitasi merupakan lokasi yang telah mengalami kerusakan akibat kegiatan destructive fishing seperti pemboman dan penangkapan ikan menggunakan potasium. Lokasi zona rehabilitasi sebagian besar merupakan ekosistem terumbu karang yang memiliki tutupan terumbu karang yang rendah atau termasuk rusak. Tetapi kualitas perairan masih tergolong baik dan normal untuk pertumbuhan biota perairan khususnya terumbu karang.

B. Peruntukan Zona Lainnya

Zona Lainnya diperuntukkan dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memulihkan atau merehabilitasi ekosistem terumbu karang yang telah mengalami kerusakan dan lambat untuk melakukan pertumbuhan secara alami serta untuk melindungi kawasan tertentu yang berdasarkan penilaian dan kesepakatan dapat menjaga keberlangsungan sumber daya pesisir wilayah Pulau Saponda Darat. Adapun tujuan dari Zona Lainnya, yaitu untuk:

a) Mengembalikan kondisi ekosistem yang rusak menjadi ataupun mendekati kondisi alamianya.

b) Melindungi dan mempertahankan ekosistem yang ada di kawasan konservasi beserta proses-proses ekologis yang ada didalamnya sehingga menunjang kelangsungan hidup dari suatu jenis atau sumber daya ikan;

c) Mengamankan, mencegah dan/atau membatasi kegiatan-kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan potensi kawasan dan perubahan fungsi kawasan;

d) Mengelola jenis sumber daya ikan beserta habitatnya untuk dapat menghasilkan keseimbangan antara populasi dan habitatnya;

e) Melindungi jalur migrasi biota perairan; dan sebagai tempat pemulihan.

C. Kegiatan yang Boleh dan Tidak Boleh

Kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Zona Lainnya dalam KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat pada Tabel sebagaimana tercantum pada Tabel 3.7 berikut.

Tabel 3.7 Kegiatan yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan di Zona Lainnya di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

Perumusan

Kegiatan No. Jenis Kegiatan

Kegiatan yang boleh dilakukan

1 Penelitian, Pengembangan, dan Pendidikan 2 Patroli pengawasan

3 Rehabilitasi/pemulihan habitat 4 Alur kapal untuk perhubungan

Kegiatan yang tidak boleh dilakukan

1 Kegiatan wisata

2 Penggunaan bahan peledak, bius, da kompresor 3 Kegiatan Budidaya

4 Segala bentuk kegiatan pertambangan 5 Aktifitas Penangkapan Ikan

Kegiatan yang boleh dilakukan setelah memperoleh izin

1 Monitoring dan penelitian non ekstraktif 2 Tambatan kapal

3 Pembuatan foto, video, film non komersial 4 Pembangunan Infrastruktur Pengeloaan 5 Pembangunan infrastruktur Wisata

BAB IV

RENCANA PENGELOLAAN 4.1 Rencana Jangka Panjang

Pengelolaan kawasan konservasi perairan tidak terlepas dari pengelolaan sumber daya ikan secara keseluruhan. Konservasi sumberdaya ikan adalah upaya melindungi, melestarikan dan memanfaatkan sumber daya ikan untukmenjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungan jenis ikan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Pembangunan yang semata-mata menempatkan sistem dan fungsi ekonomi sebagai prioritas dan mengabaikan fungsi ekologi, sosial dan budaya akan menimbulkan masalah-masalah yang pelik dan konflik sosial yang berkepanjangan. Oleh karena itu, upaya pemerintah untuk membangun dan mengembangkan keseimbangan fungsi ekologi, ekonomi, sosial dan budaya harus dapat terimplementasikan dalam berbagai perangkat kebijakan maupun program pemerintah.

4.1.1 Visi dan Misi

Kebijakan pengelolaan KKPD Prov. Sultra memiliki visi “Terwujudnya Kawasan Konservasi Perairan Daerah sebagai Sumber Penghidupan dan Kesejahteraan Masyarakat yang Lestari dan Berkelanjutan”.

Untuk mencapai visi pengelolaan kawasan konservasi tersebut, maka terdapat misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas ekosistem pesisir sebagai habitat biota perairan untuk menjamin keberlangsungan sumber daya ikan dan ekosistemnya.

2. Memperkuat kapasitas kelembagaan pengelolaan kawasan konservasi yang terpadu, kolaboratif, dan partisipatif melalui kerangka kemitraan pengelolaan.

3. Mendorong pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara optimal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

4. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengawasan kawasan konservasi.

4.1.2 Tujuan dan Sasaran Pengelolaan

Tujuan pengelolaan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara adalah:

1. Melindungi dan melestarikan sumber daya ikan di wilayah perairan Teluk Moramo dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

2. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut yang lestari dan produktif untuk kesejahteraan masyarakat.

3. Mengembangkan wisata bahari untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

4. Membangun dan meningkatkan kapasitas lembaga pengelola dan para pihak dalam mengelola KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Adapun sasaran yang ingin dicapai dari pengelolaan KKPD Provinsi Sulawesi Tenggara, adalah:

1. Terbentuknya lembaga pengelola yang efektif dan efisien dalam

1. Terbentuknya lembaga pengelola yang efektif dan efisien dalam

Dalam dokumen GUBERNUR SULAWESI TENGGARA (Halaman 33-83)

Dokumen terkait