• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

A. Bimbingan Keagamaan 1. Pengertian Bimbingan

Sebagai bahan acuan pembahasan tenang bimbingan keagamaan, serta kaitannya dengan tingkat keberhasilan siswa dalam bidang studi pendidikan agama islam perlu penulis kemukakan beberapa batasan pengertiannya.

Menurut Failor yang dikutip Arifin sebagai berikut:

Guidance servise assit the individual in the proses of self understnding and self acceptence, appraisal of his present and posible future socio economic enviroment and adjuments that futhur both personal satisfaction and socio economic effectiveness.1

Jadi arti bimbingan menurut Failor adalah bantuan kepada seseorang dalam proses pemahaman dan penerimaan terhadap dirinya sendiri serta perhitungan (penilaian) terhadap lingkungan socio ekonomisnya masa

sekarang dan kemungkinan masa mendatang dan bagaimana

mengintregrasikan dua hal tersebut melalui penilaian-penilaian serta penyesuaian-penyesuaian diri yang membawa kepada kepuasan hidup pribadi dan pendayagunaan socio ekonomisnya.

1 Arifin, Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan Penyuluhan Agama, Bulan Bintang, Jakarta, 1979, him 20-21

f

16

Menurut Miller per per1 i an bimbingan:

Bimbingan merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara rnaksimal kepada sekolah, keluarga. serta masyarakat.2

Bimbingan dalam kontek diatas lebih merujuk kepada upaya mebantu anak untuk menjadi manusia dewasa dalam pengertian luas, dalam arti tidak dibatasi dalam bidang-bidang tertentu dan tidak didasarkan timbulnya kesulitan pada diri anak.

Menurut Bimo Walgito

Bimbingan adalah pemberian pertolongan dan pertolongan inilah nerupakan hal yang prinsipul .3

Peranan bimbingan sebagimana yang diungkapkan Bimo Walgito diatas membcri pertolongan tctapi walaupun bimbingan memberikan pertolongan, namun tidak semua pertolongan merupakan bimbirgan. Misal orang memberikan pertolongan kepada orang yang jaiuh untuk berdiri, tetapi ini bukan merupakan pertolongan dalam arti bimbingan.

2. Pengertian Bimbingan Agama

Bila kita menengok sejenak kepada sejarah agama islam maka bimbiirngan keagamaan telah dilaksanakan para Nabi dan Rasul, para Sahabat Nabi, para ulama dan para Pendidik atau pcngajar dilingkungan masyarakat dari zaman ke zaman.

i

2 Miller, dikutip Djuinhur M Suryu, Kimhinf’an danPenyuluhan diSekolah, C.V llmu, Bandung, 1008. him 26.

’ Bimo Walgito, Rimhln/;an dan Penyululian Di sekolah Udisi VI, Andi OITset, Yogyakarta 1995, him.3

f

17

Dikalangan masyarakat Islam telah pula dikenal prinsip-prinsip yang bersumber dari firman Allah serta Sunnah Nabi, sebagaimana firman Allah dibawah ini:

bahwa (yang Kami perintchkan) ini jalan-K u yang lurus, maka ilulah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan (yang lain), karena dengan ja la n itu mencerai bcraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa”. (Al-An ’anm:152)

Disamping itu tcrdapat pula sabda Nabi yang menjelaskan bahwa nasihat itu kewajiban agama. Seperti sabda Nabi yang menyatakan (agama itu adalah nasihat). Meskipun secara ilmiyah bimhingan keagamaan belum dikenal baik di masyarakat maupun dilingkungan dunia pendidikan, namun pengcrtiannya dapat juga dibcrikan secara scdcrhana.

Menurut Drs. H.M. Arifin M. Ed, memberikan istilah dengan bimbingan dan penyuluhan agama yaitu “usaha memberikan bantuan kepada seseorang yang mengalami 1 esulitan, baik lahiriyah .naupun batiniyah yang menyangkut kehidupan masa kini maupun masa mendatang. Bantuan tersebut merupakan pertolongan dalam bidang mental spritual. Dengan malcsud orang bersangkutai mampu emngatasi kesulitamiya dengan kemampuan yang ada dalam dirinya sendiri, melalui dorongan dan kekuatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maba Esa. Sehingga timbul pada diri pribadinya, suatu cahaya harapan kebahagiaan hidup saat sekarang dan masa depan.4

18

Jadi bimbingan terscbut baik pengertian agama nampak jelas tekanannya pada pemberian bantuan ats pertolongan dalam berbagai masalah seseorang dimasa mendatang. Semua aspek yang ada merupakan lahan yang perlu mendapatkan bimbingan yang ruang lingkupnya menuntut tujuan masing-masing. Sehingga diharpakan dari itu mmepunyai ruang lingkup menurut tujuan masing-masing seperti jabatan, bimbingan yang menyangkut kesejahteraan keluarga, namun dalam bimbingan penulis maksud adalah bimbingan yang menyangkut pendidikan keagamaan anak.

3. Prinsip-Prinsip Bimbingan

Suatu usaha yang tidak mempunyai tujuan ataupun prinsip tidaklah mempunyai apa-apa. Oleh karena itu kiranya sukar lah bagi kita untuk mendapatkan contoh-contoh usaha yang tidak bertujuan dan berprinsip. Dapat dikatakan bahwa tidak ada suatu usaha yang tidak bertujuan atau . berprinsip. Oleh karena itu dalam suatu kegiatan bimbingan hams dilandasi dengan pandangan filosofis yang dijadikan pedoman pelaksanaannya oleh para pembimbing.

Prinsp-prinsip bimbingan agam menurut Arifin sebagai berikut: a. Setiap individu adalah mahkluk yang dinamis dengan kegiatan-

kegiatan yang bersifat individual, serta msing-masing mempunyai kemungkinan berkembang dan menyesuaikan dengan situasi sekitar.'

r

19

b. Suatu kepribadian yang bersifat individual tersebut terbetuk dari dua faktor. Pcngaruh dari dalam bakat dan ciri keturunan baik jasmani maupun rohaninya, dan faktor pcngaruh yang dipengaruhi oleh lingkungan baik mas sekarang maupun masa lampau.

c. Setiap individu adalah oiganisme yang berkcmbang atau tumbuh, yang senantiasa pengekspresiannya dapat dibimbing kearah pokok hidup yang menyangkut masyarakat sekitar.

d. Setiap individu dapat meperoleh keuntungan dengan pemberian bantuan dalam hal melakukan pilihan-pilihan, dalam hal mamajukan penyesuaian diri serta dalam mengarahkan kepada kehidupan yang sukses.

e. Sekolah mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan program bimbingan dan penyuluhan yang diperlukan bagi setiap murid guna mencapai pcrkcmbanan yang maksimal baginya.

f. Masyarakat dapat memperoleh kemajuan karena adanya

perkembangan serta kemampuan penyesuaian diri pada anggota- anggotanya secara individual.

g. Setiap individu harus diberi hale yang sama serta kesempatan dalam mengembangkan pribadinya tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, agama dan idiologi.

f

20

h. Setiap individu memiliki sifat (kemampuan dasar) beragania yang dapat bcrkembang dengan baik, bila mana diberi kesempatan melalui bimbingan yang baik.5

Pandangan diatas sebagaimana sabdaNabi Muhammad Saw:

“Setiap anak dilahirkan di atas Fitrahnya, maka orang tua keduanya dapat menjadikan anak pemeluk agama yahudi aiau agama nasram atau agama majusi(HR Bukhari) ”6

4. Tujuan bimbingan agama

Apabila mer.gamati secara dalam tentang arti bimbingan kita dapat mcmpcrsiapkan scdini mungkin masa dcpan si tcrbimbing, sesuai dengan arah kepada tujuan ya.tg hendak dicapai.

Pelaksanaan bimbingan agama dapat berjalan dengan sukses, apabila memahami bahwa individu mempunyai suatu kepribadian yang sangat individunl. I Ini tcrsebut tcrhctuk dnri pcngnruh baik dnri dalam yang berupa bakat bawaan mai pun pangaruh dari lingan masyarakat, ia bertempat tinggal.

Keadaan yang scnantiasa bcnibah pada individu itulah yang perlu mendapat perhatian bimbingan, sehingga dapat terarahkan untuk menetukan pilihan-pilihan dari bcntuk menyesu likan diri dan mempengaruhi pandangan kepada kehidupan yang telali sukses. Demikian ini merupskan suatu

5 Ibid, hln.31-32

6 Ahmad xunarlo, Terjemah Shnhih Bukhari IV, CV Asy Syit'a, Semarang, 1993

22

siswa boleh jadi bertentangan dengan apa yang di harapkan guru, karena anak tidak mau menerima keadaan yang tidak mcnyenangkan.7

Agar siswa berbuat baik, niaka biasakanlah dalam pclaksaannya * 5

21

gambaran sekilas tentang kondisi individu y ing perlu dipcrhatiakan sebelum kita memberikan bimbingan

Bcrdasarkan pcngcrtian bimbingan dan tuntunan yang hendak dicapai dalam megarahkan dan membim’oing, maka pcuulis dapat mengambil kesimpulan bahwa tujuan bimbingan adalah mengarahkan individu kepada hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan yang berhubungan masa sekarang, masa mendatang dengan cara tanggung jawab, sehingga diharapkan dapat menerapkan ke dalam situasai kehidupan yang sesuai lingkungan yang ada.

5. Peran guru terhadap bimbingan keagamaan siswa

Scorang pendidik atau guru mempunyai tanggung jawab yang sangat berat, ddam membimbing anak didiknya agar selalu melakukan perbuatan- perbuatan yang baik, bersikap sopan dan hormat kepada yang lebih tua, sayang yang muda, menhargai orang lain dan lain sebagainya. Ini bergantung bagaimanu seorang guru bersikap. Sikap siswa lerhadap guru bergantung u bagaimana scorang guru bersikap kepada sisrvanya. Apabila siswa merasa terpenuhi akan kebutuhan, hak dan kewajibannya maka siswa akan menghargai dan menghormati gurunya, tetapi siswa yang meras tehalang akan pemenuhan kebutuhan hak dan kewajibannya, seringkali siswa akan merasa tertekan oleh sikap gum yang tidak adil dalam perlakuan. Maka perilaku

23

Masalah yang sudah mcnjad* kctetapan dalam syariat islam bahwa anak diciptakan dalam lint a tauhid yang murni, agama yang lurus

dan iman kepada Allah. Dari sini peran pemoiasan pengrjaran dan pendidikan dalam pertumbuhan dan pcrkembang'an anak dalam menemukan tauhid yang murni.

Keutamaan budipekerti spiritual, serta nama agama yang lurus maka pembiasaan merupakan upaya yang praktis dalam membentuk dan pengembangan pribadi anak.

c. Metode nasihat.

Metode yang lain yang lebih penting adalah pendidikan mental spiritul. Dengan nasihat dapat membuka mata anak untuk memahami hakikat sesuatu, sehingga memudahkan untuk memahami ajaran-ajaran prinsip islam.

d. Metode perhatian

Mencurahkan perhatian terhadap kebiasaan perkembangan anak didik akan dapat membantu menumbuhkan akidah moral dan merupakan persiapan moral spiritual, dan tidak diragukan lagi bahwa dengan perhatian pendidikan ini dianggap masa yang kuat untuk membantu manusia secara utuh dalam menunaikan hak-hak kehidupan dan mendorong untuk bertanggung jawab dalam kewajiban yang sempuma.

24

Mclalui upaya tcrscbut diharapkan dapat menjadikannya sebagai muslim hakiki dan juga pondasi keimanan yang kuat.

e. Metode hadiah dan hukuman

Dengan hukuman anak akan jera, berhenti dari perbuatan dan

peka dalam menolak hawa nafsu, dengan ini anak akan terhindar dari kenistaan dan kemungkaran.

Tetapi perlu diingat bahwa dan memberi hukuman kepada anak bukan berarti menyakiti, menganiaya dan balas dendam, tetapi merupakan peringatan yang halus. Kalau itu tidak bisa berubah sikap

anak, maka perlu dengan pukulan yang tidak menciderai. (

Dengan demikian jelaslah bahwa guru hams menjadikan siswa- siswanya terpelihara dan memiliki sifat-sifat utama memberikan tealadan yang baik. Sehingga siswa-siswanya mengikuti melaksanakan aj aran-aj arannya dan menim akhlak yang baik.

Dokumen terkait