• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

B. Tingkat Keberhasilan

6. Faktor-faktor Pendidikan Agama

Dalam melaksanakan pcndidikan agama, pcrlu dipcrhatikan adanya faktor pendidikan yang ikut dalam mcncntukan berhasil atau tidaknya pendidikan agama tersebut. Menurut Sutari imam Bamadid, bahwa faktor- faktor pendidikan itu diantaranya:

a. Tujuan Pendidikan b. Pendidik

c. Anak Didik

d. Alat-alat Pendidikan e. Millieu/ Lingkungan

Walaupun ada sementara ahli yang tidak melibatkan faktor alam, akan tetapi yang jelas kelima faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.

Faktor Tujuan Pendidikan

Pendidikan adalah usaha yang membutuhkan proses setahap demi setahap secara kontiyu dan akan berakhir dengan tercapainya tujuan akhir dari pendidikan. Mengenai tujuan pendidikan ini M.J Langevold membedakan enam macam tujuan dalam pendidikan.29

39

1. Tujuan Umum

Tujuan umum adalah tujuan ini mengupayakan bentuk manusia kamil, manusia yang dapat menjukkan kesclarasan dan kehomiatan antara jasmani dan rohani.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus merupakan perjalanan dari tujuan umum 3. Tujuan Insidental (seketika)

Tujuan insidental merupakan tujuan tersendiri yang bersifat seketika

I

4. Tujuan Sementara

Tujuan sementara ini seolah-olah merupakan tempat berhenti atau tempat istirahat didalam perjalanannya ke tujuan umum.

5. Tujuan Tidak Lengkap

Tujuan ini mempunyai hubungan dengan aspek kepribadian manusia, sebagai fungsi kerohanian pada bidang-bidang etika, keagamaan, estetika, dan sikap sosial daripada orang itu

6. Tujuan Pranatara

Tujuan ini sama dengan tujuan sementara, tetapi khusus mengenai pelaksanaan tehnis daripada tugas belajar.

Tujuan pendidikan agama pada lembaga pendidikan formal di Indonesia ini dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:

40

Tujuan umum ini ialah membimbing anak agar mercka menjadi orang muslim sejati, beriman teguh, beramal sholeh, dan berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat agama dan negara.

b. Tujuan Khusus Pendidikan Agama

Ialah tujuan pendidikan agama pada setiap tahap atua tingkat yang dilalui seperti, tujuan pendidikan Agama untuk SD, berbeda dengan tujuan pendidikan Agama untuk Sekolah Menengah, dan berbeda pula untuk Perguruan Tinggi.30

Faktor Pendidik

Pendidik adalah salah satu faktor yang sangat penting, karena pcndidik itulah yang bcrtanggung juwab dalam pembcntukan kepribadian anak didiknya, terutama pendidikan agama, ia mcmpunyai pcrtanggung jawaban yang lebih berat bila dibanding dengan pendidikan pada umumnya, karena selai bertanggung jawab terhadap pembcntukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran agama Islam, iajuga bertanggung jawab terhadap Allah SWT.

Agar supaya pendidik agama dapat melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya, perlu adanya kriteria dan syarat-syarat khusus bagi seorang pendidik. Adapun syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Takwa kepada Allah

Sesuai dcngan tujuan ilmu pendidikan Islam, pendidik tidak mungkin mcndidik anak agar bcrbakti kcpada Allah jika ia scndiri tidak bcrtakwa kcpada Allah, sebab ia adalali tauladan bagi inuridnya.

2. Berilmu

Ijazah bukanlah hanya secarik kertas, tetapi sesuatu bukti bahwa pemiliknya tel ah mempunyai ilmu pengetahuan dan kcsanggupan tertcntu yang diperlukan untuk suatu jabatan.

3. Sehat jasmani dan rohani

Kesehatan jasmani dan rohani kerap kali dijadiakn syarat bagi yang melamar menjadi guru. Guru yang mengisap penyakit menular umpamanya sangat bcrbahaya bagi kesehatan anak-anaknya.

4. Berkelakuan baik

Budi pekerti penting dalam pendidikan watak murid, guru harus menjadi suri tauladan, karena anak-anak bcrsifat meniru/11

Disamping itu ada syarat-syarat yang lain, oleh Direktur Direkturat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut:

a. Pendidik memiliki pribadi mukmin, muslim dan muhsin

b. Taat untuk menjalankan Agama (menjalankan syariat Islam, dapat memberi tauladan yang baik anak didiknya)

c. Memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya. 31

42

d. Memiliki dusar-dasur ilmu pcngctahuan tenlang kcguruan tcrutiuna Ditaktik dan Methodik

e. Menguasai ilmu pengetahuan Agama

f. Tidak mcmpunyai cacat rohaniah dan jasmanian dalam dirinya.

Persyaratan-persyaratan scbagaimana tersebut diatas akan mempengaruhi guru agama dalam melaksanakan tagas sucinya itu, terutama berpengaruh kepada anak didiknya, ketauiadana guru dalam berkepribadian dan bersikap scmuanya akan lurut scrta mcmcnuhi scmua pcrsyaratan

I

tersebut, hendaknya pendidik juga memiliki komitmen terhadap syari’ah, berakhlak mulia, berbudi pengerti luhur, berjiwa bcsar dan kasih sayang kepada semua anak didiknya lanpa pandang luilu.

Dari uraian diatas scnada dcngan pcndapat Moll Alliiyali Al-Abrasi dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Pokok ’’endidikan Islam” mengemukakan:

Guru adalah spiritual father atau bapuk roluuii bagi seorang murid. Ialah yang memberi santapan jiwa dcngan ilmu, pendidikan akhlak dan membenarkannya, maka menghormati guru berarli penghormatan terhadap anak-anak kita, menghargakan guru berarti penghargaan terhadap anak-anak kita, dengan guru itulah mereka hidup dan berkembang, sekiranya setiap guru itu menunaikan tugasnya dengan sebaiknya.3 32 33

32 Zuhairi, Op.cit, hlm.36

33 Moh Athiyah Al-Abrasy, Dasar-Dasm Pokok Pendh likant Islam, Bulan 3intang, Jakarta, 1970, him. 136

43

Faktor Anak Didik

Anak didik adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang, baik sccara fisik maupun psikologis untuk mcncapai tujuan pcndidikannya melalui lcmbaga pendidikan. Dcfinisi ini membcrikan arti baliwa anak didik merupakan anak didik yang belum dewasa yang membutuhkan orang lain untuk menjadi dewasa.34 Faktor anak didik ini merupakan salah satu faktor tersebut maka pendidikan tidak akan berlangsung oleh karena itu faktor anak. didik tidak boleh doganti oleh faktor lain.35

Pengertian anak didik secara umum adalah setiap orang atau kelompok orang yang menerima pengaruh dari seseorang atas sekelompok orang yang mcnjalankan kegiatan pendidikan sedang pengertian anak didik seeara khusus adalah anak y n a g belum d e w a s a yang diserahkan kcpada tanggung jawab pcndidik.

Anak didik adalah anak yang sedang berkembang, didalam perkembangannya anak memiliki lima asas perkembangan:

1. Tubuhnya selalu berkembang sehingga semakkin lama semakin menjadi alat menyatakan kcpribadiannya.

2. Anak dilahirkan dalam keadaan tidak terdaya. Keadaan ini yang mcnyebabkan dia terikat pada pertolongan orang dewasa yang

bertanggung jawab - ,

34 Muhaimin, Op.cit, him. 185 35 Zuhairi, Op.cit, hlm.29

44

3. Anak mcmbuluhkan pertolongan dan pcrlindunga, dan rncmbutuhkan pendidikan untuk kesejahteraan anak didik

4. Anak mempunyai daya berekplorasi, anak mempunyai kekuatan untuk menemukan hal-hal yang baru didalam lingkungannya dan menuntut kepada pendidikan untuk diberi kesempata n

5. Anak mempunyai dorongan untuk mcncapai emansipasi dengan orang lain.

Tinjaiian tcrhadap faklor anak didik dari berbagai segi akan membuktikan bahwa anak dalam jiwanya telah ada kesiapan untuk menerima pendidikan agama.

1. Tinjauan dari segi agama firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ruum ay at 30:

1&1& ^.LUI I ^JLII Cs^-JLa 1J jiiLs

? ^LUI y J i 3 fesH L i I jLSJ

jj.-J d .IL J

Artinya:

“Hadapkannya wajahmu dengan lurus kepada Agama Allah. Tetaplah pada fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah tersebut. Tidak ada perubahan bagi fitrah Allah; itulah Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Ar-Ruum:30)”36

2. Tijauan dari segi Ilmu Jiwa Belajar Depag RI, Op.cit, him. 651

Para psycholog bcrpcndapat, bahwa berdasarkan hasil penelitian mereka, menyatakan dalam jiwa anak scmcnjak kccilnya telah tumbuh perasaan agama, kemudian akan berkembang sesuai pengaruh lingkungannya.

Faktor Alat-alat Pendidikan

Faktor alat adalah scgala sesuatu yang sccara langsung, dibutuhkannya untuk tcrlaksananya tujuan pendidikan. Alat pendidikan tidak

l

lepas apa benda-benda yang kongkrit saja tetapi dapat pula berupa nasehat, tuntunan contoh-contoh, hukuman, ancaman, dan sebagainya.3'

Alat pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam usaha untuk mencapai tujuan daripada pendidikan. Dengan demikian yang dimaksud dengan alat pendidikan agama ialah segala sesuatu yang dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan agama.

Alat pendidikan yang dipergunakan dalam pclaksanaan pendidikan agama itu eukup banyak, karena itu dalam uraian ini akan dikelompokkan menjadi tiga kelompok.

1. Alat Pengajaran Agama

Alat pengajaran ini dibagi menjadi tiga macam: a. Alat pengajaran klasikal

Yakni alat pengajaran yang dipergunakan oleh guru bersama-sama dengan murid contoh: papan tulis, kapur dan sebagainya

•1(1

Yakni alat pcngajaran yang dipergunakan olcli guru bersama-sama dengan murid contoh: papan tulis, kapur dan sebagainya

b. Alat pengajaran individual

Yakni alat yang dimiliki masing-masing murid dan guru, seperti alat- alat tulis, buku pelajaran untuk murid dan lain-lain.

c. Alat peraga

lalah alat-alat pengajaran yang berfungsi untuk memperjelas ataupun memberikan gambaran yang kongkrit tentang hal-hal yang diajarkan. 2. Alat Pengajaran yang Langsung

Adapun yang dimaksud dengan alat pendidikan agama langsung adalah dengan menanamkan pengaruh yang positif kepada murid. Misalnya denagn memberikan contoh, tauladan, memberi nasehat-nasehat, perintah- perintah berbuat amal sholch, melatih dan membiasakan suatu amalan- amalan yang baik dan lain sebagainya.

3. Alat pendidikan yang tak langsung

Alat pendidikan agama yang tidak langsung ialah yang bersifat kuratif agar dengan demikian anak-anak menyadari perbuatannva yangs salah dan berusaha memperbaikinya.

Faktor Millieu/ Lingkungan

Millieu atau lingkungan adalah mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil dan tidaknya pendidikan agama. Karena

47

pengaruh tersebut dapat berupa pengruh yang positif dan dapat pula berupa pengnih yang ncgatif, scsuai dcangn kcadaan yang ada pada lingkungan anak.

Beberapa ahli pendidikan membagi millieu menjadi tiga bagian pertama, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, ketiga lingkungan masyarkat.

1. Lingkungan Keluarga

Di dalam keluargalah anak didik mulai mengawali kehidupannya hal ini hams disadari oleh tiap-tiap keluarga, bahwa anak dilahirkan dilingkungan keluarga, tumbuh dan berkembang, sehingga anak sulit melepaskan diri dari ikatan keluarga. Berdasarkan kenyataan ini dapat dinnbil kesim|)ulan bahwa pengaruh lingkungan keluarga besar sekali terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Lingkungan Sekolah

Banyak orang tua menyerahkan sebagian dari tanggung jawab pendidikan itu kcpada sekolah. Sekolah ini bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak, selain mcreka diserahkrn kepadanya sumbangan sekolah kepada pendidikan antara lain:

a. Sekolah mclatih anak mcmperoleh kecakapan seperti: inebaca, berhitung, mengambar serta mcmperoleh ilmu-ilmu yang lain.

b. Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan menanamkan budi pekerti yang baik

48

1. Lingkungan masyarakat

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang menempatkan suatu daerah, diikat oleh pengamalan-pengamalan yang sama, memiliki sejumlah persesuaian dan esadaran akan kesatuannya dan dapat bertindak bersama untuk mencukupi krisis kehidupanya.

Tugas masyarakat di dalam pendidikan ialah membiayai sekolah atau pendidikan. Masyarakat mempunyai tujuan tertentu ialah agar anak didiknya yang muda-muda itu kelak dapat membantu kepada masyarakat dan mengabdi kepada negara.

>

D. Pengaruh Bimbingan Keagamaan Terhadap Tingkat Keberhasilan Siswa

Dokumen terkait